NovelToon NovelToon
Kau Pilih Selingkuhanmu, Aku Pilih Adikmu

Kau Pilih Selingkuhanmu, Aku Pilih Adikmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hashifa

“Aku akan bantu ungkap perselingkuhan suamimu, tapi setelah itu, ceraikan dia dan menikahlah denganku.”

Sekar tak pernah menyangka kalimat itu keluar dari mulut adik iparnya, Langit Angkasa. Lima bulan menikah dengan Rakaditya Wiratama, ia tengah hamil dan merasa rumah tangganya baik-baik saja. Sampai noda samar di kemeja suaminya dan transfer puluhan juta rupiah ke rekening-rekening asing membuka satu per satu kebohongan yang selama ini tersembunyi.

Sekar harus memilih: bertahan dalam luka, atau menyetujui ide gila yang bisa menghancurkan semuanya.

Dan ketika balas dendam berubah menjadi pernikahan, siapa yang sebenarnya akan terluka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga Diri yang Terusik

“Putuskan hubungan kamu dengan anak saya!”

Suara Hadinata masih terngiang jelas di telinga Raka. Pria itu mengangkat alis, tampak santai meskipun sorot matanya mulai berubah. Ia justru tersenyum tipis, seolah menganggap ucapan itu tidak lebih dari emosi sesaat seorang ayah.

“Kenapa tiba-tiba Om bicara seperti itu?” tanyanya ringan. “Bukankah waktu itu Om sudah setuju kami—”

“Saya belum pernah bilang setuju,” potong Hadinata tegas. “Saya hanya bilang akan mempertimbangkan. Sekar masih muda. Dia baru semester tujuh. Dan kalian juga belum lama saling mengenal.”

Raka tersenyum tipis, mencoba tetap tenang.

“Kalau ini soal usia, saya tidak masalah menunggu Sekar lulus. Saya serius dengan hubungan ini, Om. Saya mencintai putri Om.”

Hadinata tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Raka dalam diam, lalu perlahan mengeluarkan sebuah foto dari amplop di tangannya dan menggesernya ke atas meja.

“Kania Aghnia Putri,” ucapnya datar. “Mantan kekasih kamu.”

Raka mengernyit, lalu mengambil foto itu. Sekilas ekspresinya berubah, tapi cepat ia kendalikan.

“Di mana dia sekarang?” lanjut Hadinata tajam. “Atau kamu sengaja membuangnya setelah tahu dia hamil?”

Raka terdiam sesaat. Rahangnya mengeras, tapi kemudian ia tertawa pelan, berusaha meremehkan.

“Saya tidak menyangka Om sampai sejauh ini menyelidiki masa lalu saya,” ucapnya santai. “Tapi dari mana Om dapat informasi seperti ini?”

Hadinata menyandarkan tubuhnya, tatapannya tetap dingin.

“Sekar anak saya satu-satunya. Saya tidak akan sembarangan mempercayakan dia pada siapa pun,” jawabnya. “Dan ternyata firasat saya tidak salah.”

Raka menarik napas pelan, lalu menggeleng.

“Itu hanya rumor, Om. Saya bahkan tidak tahu di mana perempuan itu sekarang. Dan soal hamil—saya juga tidak tahu itu benar atau tidak. Kalau pun benar, saya tidak tahu siapa ayahnya.”

Hadinata tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tidak hangat.

“Kamu pikir saya bicara tanpa data yang valid?” katanya pelan. “Saya bisa membawa ini ke media kapan saja. Bahkan saya bisa menunjukkan keberadaan perempuan itu.”

Suasana mendadak menegang.

“Saya hanya minta satu hal,” lanjutnya. “Jauhi Sekar. Dan semua ini … akan tetap jadi rahasia.”

Raka menatapnya tajam. “Om sedang mengancam saya?”

Hadinata menggeleng pelan.

“Bukan mengancam. Saya melindungi anak saya dari laki-laki yang tidak bertanggung jawab.”

Kalimat itu menampar Raka dengan keras.

“Kamu punya segalanya, Raka. Tapi kamu tidak bisa membeli Sekar dengan apa pun yang kamu miliki,” lanjutnya. “Jadi, jauhi dia.”

Hadinata berdiri, tanpa memberi ruang untuk perdebatan lagi. Ia pergi begitu saja, meninggalkan Raka yang kini mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Untuk pertama kalinya, harga dirinya terusik. Ia bukan sekadar ditolak tapi ditolak mentah-mentah.

Selama ini, apa pun yang ia inginkan selalu ada di tangannya. Sejak kecil, ia terbiasa diprioritaskan. Keinginannya selalu didengar. Pilihannya diikuti. Tidak ada yang berani menyangkal, apalagi menentang.

Ia tidak pernah diajarkan bagaimana rasanya tidak mendapatkan sesuatu.

Dan sekarang … Seorang pria tua, dengan tenang, menatapnya tanpa gentar lalu menolak dirinya seolah ia bukan siapa-siapa. Memintanya menjauh dari Sekar bahkan berani mengancamnya.

Rahang Raka mengeras.

Ada sesuatu yang terasa asing menyusup ke dalam dadanya. Bukan sekadar marah—tapi seperti harga dirinya diinjak. Ego yang sejak kecil tumbuh di dalam dirinya, tersentil saat ada seseorang yang dengan berani menolak keinginannya. Lebih dari pada itu, ia juga merasa terancam.

Nggak ada yang tahu tentang perempuan bernama Kania. Tapi bagaimana Hadinata bisa tahu? Nggak! Nggak ada yang boleh tahu mengenai Kania! Dia hanya wanita sial yang datang dalam hidupku!

“Brengsek! Berani sekali!” gumamnya pelan, suaranya rendah dan berbahaya.

Ia meraih ponselnya, menatap layar beberapa detik sebelum akhirnya menekan satu nomor.

“Ikuti mobil Hadinata,” ucapnya dingin. “Ambil semua data darinya.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada lebih pelan. “Kalau dia melawan, bereskan.”

Panggilan terputus. Raka menyandarkan tubuhnya, menatap kosong ke depan. Rahangnya masih mengeras.

“Kamu pikir bisa menghentikanku?” bisiknya lirih. “Apa pun yang aku inginkan, pasti akan aku dapatkan, Om. Dan aku pastikan Sekar akan menjadi milikku apa pun yang terjadi.”

“Mas … kok melamun?”

Suara Sekar menariknya kembali ke masa kini.

Raka berkedip, lalu menoleh cepat. Ekspresinya kembali normal seolah tidak terjadi apa-apa.

“Nggak apa-apa,” jawabnya singkat. “Cuma ingat sesuatu.”

Sekar mengangguk pelan. Tak lama, mereka sudah berdiri di depan nisan kedua orang tuanya.

“Ayah … Sekar datang,” bisiknya lirih.

Tangannya mengusap batu nisan itu dengan lembut, lalu ia menengadahkan kedua tangan. Matanya terpejam, bibirnya bergerak pelan memanjatkan doa.

Yah, Sekar nggak tahu ini benar atau salah. Tapi Sekar janji … Sekar nggak akan kalah. Sekar pasti menang.

Di sampingnya, Raka ikut berjongkok. Tangannya menyapu permukaan nisan dengan gerakan perlahan.

Seharusnya waktu itu, Om nggak perlu menyelidiki masa lalu saya. Karena kecerobohan Om,  Tante ikut jadi korban.

Sudut bibirnya nyaris terangkat, tapi ia segera menunduk, menyembunyikan ekspresinya.

Beberapa saat kemudian, mereka berdiri dan berjalan menuju parkiran. Tiba-tiba Sekar menengadahkan tangannya ke arah Raka.

Raka mengernyit. “Kenapa?”

Sekar tersenyum ringan. “Mana ponsel Mas?”

“Untuk apa?”

“Hari ini hari kita bertiga sama calon dedek bayi,” jawab Sekar santai. “Tanpa siapa pun. Tanpa kerjaan. Tanpa laptop, tanpa ponsel.”

Ia sedikit mendekat, masih dengan senyum yang sama.

“Jadi, sini. Aku simpan.”

Raka terkekeh pelan. Ia menggeleng, tapi tetap mengeluarkan ponselnya dari saku dan menyerahkannya.

“Terima kasih, Pak Suami,” ucap Sekar riang.

Ia berbalik cepat, berjalan ringan menuju mobil. “Ayo kita ke pantai …”

Senyumnya mengembang sempurna. Tapi di balik senyum itu, matanya sempat mengeras.

Hari ini bukan sekadar liburan. Ini bagian dari permainan.

***

Di tempat yang berbeda, Bagas kembali mengumpat pelan. Lagi-lagi ia tidak menemukan apa pun.

Padahal, sudah berkali-kali ia mengobrak-abrik ruang kerja Raka. Tetap nihil.

“Ini kesempatan aku buat cari bukti… tapi di mana?” gumamnya lirih. “Semua sudut sudah aku cek. Kenapa tetap nggak ada apa-apa?”

Ia mengembuskan napas kasar.

Satu-satunya petunjuk yang pernah ia miliki hanyalah nomor ponsel sekali pakai—dan itu pun sudah tidak bisa dilacak.

Bagas kembali menelusuri ruangan itu. Laci demi laci. Rak demi rak. Tatapannya tajam, berharap ada sesuatu yang terlewat.

Namun tiba-tiba— Klik.

Suara pintu terbuka membuatnya membeku. Bagas menoleh cepat. Anita berdiri di ambang pintu.

“Mas Ra—” ucapannya terhenti saat menyadari siapa yang ada di dalam ruangan. Alisnya langsung berkerut. “Kamu? Lagi ngapain di sini?”

Bagas segera memasang ekspresi tenang. Senyum sopan terukir di wajahnya.

“Maaf, Bu. Tapi seharusnya saya yang bertanya,” balasnya halus. “Hari ini tidak ada jadwal meeting dengan perusahaan Ibu. Ada yang bisa saya bantu?”

Anita mendengus kesal.

“Saya mau ketemu Mas Raka. Dia di mana?”

“Pak Raka cuti mendadak, Bu. Hari ini beliau tidak ke kantor,” jawab Bagas datar.

Anita langsung menatap tajam.

“Cuti? Ke mana? Kok dia nggak bilang sama saya?”

Nada suaranya meninggi tanpa ia sadari.

Bagas hanya menggeleng pelan. “Saya tidak tahu, Bu. Bapak hanya berpesan untuk menjadwalkan ulang semua agenda hari ini.”

Anita mengumpat pelan, jelas kesal.

“Terus kamu ngapain di sini?” tanyanya curiga. “Ini ruang direktur.”

“Saya hanya meletakkan berkas laporan yang diminta Bapak,” jawab Bagas tenang. “Kalau begitu, saya permisi.”

Tanpa memberi ruang lebih lama, Bagas melangkah keluar. Anita tetap berdiri di sana, menatap pintu yang tertutup dengan rahang mengeras.

Ia segera meraih ponselnya, mencoba menghubungi Raka.Namun yang terdengar hanyalah suar operator.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Sekali. Dua kali. Tetap sama.

Wajah Anita berubah gelap.

“Sial…!” desisnya pelan.

Matanya menyipit.

“Ini pasti ulah istri kamu, kan …?”

1
bintang laut🌟
drpd milih opsi menikahi Anita apa Raka akan melenyapkan Anita🤔
Hashifa: kita lihat yaa😎
total 1 replies
Yuli Yulianti
aduh Raka kali ini penyesalan tidak akan berguna cuma nunggu giliran terbongkar aj
bintang laut🌟
astoge Raka kenapa pake masuk ruang kerja sih. kan bang Langit belum nemuin bukti2 ny🤭
Hashifa: kalau di kasih tahu langsung bukannya dinikahin malah di penjara kak😅
total 2 replies
bintang laut🌟
syukurin lu Rak selamat datang huruhara kehancuran mu😂
bintang laut🌟
itung2 latihan napa bang Lang, ntar kalu Sekar hamil anakmu km gak kaget lagi ngadepin ngidam ny bumil😂
Hashifa: 🤣🤣🤣🤣 ga ngefek kak 🙈🙈🙈
total 5 replies
Yuli Yulianti
anita kamu mau mengakui dirimu selingkuhan Raka dihari pengajian 4 bulanan Sekar malah memudah kan Sekar lho kamu nggak tau aj berapa banyak perempuan nya Raka yg ad kamu sendiri syok
Hashifa: mereka sama-sama licik kak 😌
total 1 replies
bintang laut🌟
astoge ini anak nya Raka atau yg pacar aslinya. duh mana lupa nama😂
gile nih ulet bulu ya kali bikin rusuh dipengajian 4 bulan an
bintang laut🌟: 😂😂 nama ny juga ulet bulu gak ada yg bener. ntar juga mereka lama2 pd nyungsep itu nunggu panen ny atas kelakuan yg tidk bermoral😂
total 5 replies
bintang laut🌟
kalau dulu ada kisah antara Kania n Langit...lah proses terjadi Zayn gimana gak sengaja ap salah satu ada yg mabok..thor aku lupa kisah nya pernah di spil belum sih di bab seblumnya🙈
Hashifa: udah pernah di Spil cuma baru secuil. dulu si Kania ini pacarnya Langit tapi direbut sama Raka. Pas hamil, ditinggalin tuh, malah disuruh gugurin kandungannya 😌😌😌
jahat banget ya si Raka tuh
total 1 replies
bintang laut🌟
duh sayang teh nya masih utuh😂
bintang laut🌟
apah ini. ada kisah dimasa lalu ternyata🤭
Hashifa: iyaa... tapi pas udah sama Sekar dia juga main sama Anita. bahkan honeymoon aja dia bawa tuh gundik. kurang edan apalagi coba 😌😌
total 3 replies
bintang laut🌟
huaaaa baru juga baca udah dibikin mewek😭
bintang laut🌟: ho'oh apalgi proses ada ny Zayn diluar pernikahan apa gak dobel2 nyesek nya tuh si Zayn. Zayn km awet aj jd bocil biar gak sakit terima kenyataan
total 2 replies
bintang laut🌟
semangat Gas, semoga cepet dpt informasi dan video nya...
bang Langit kau dimana ih lagi sibuk ama mahasiswa mu kah😂
Hashifa: tenang... part selanjutnya muncul kok. dan siap2 baper sama istri orang 🤣🤣🤣
total 1 replies
bintang laut🌟
apah. serius Zayn bapakmu macam Raka. kok aku gak ikhlas km punya bapak Raka😭😭😂
bintang laut🌟: wkwkwk. kan jdi penasaran🙈😂
ok siap menunggu bab selanjutnya😂
total 5 replies
bintang laut🌟
hoh ternyata Raka tak direstuin ama bapak nya Sekar ish kongkalikong ini am yg buat kecelakan bapak ny Sekar
Hashifa: ada alasan kenapa ga setuju bapaknya. wait yaaa... nanti terbuka satu persatu 😁
total 1 replies
bintang laut🌟
oh jadi video potongan ini ya thor yg waktu itu Raka bilang ama Anita kan ya kalau Bagas berani bicara maka Bagas bisa masuk penjara
Hashifa: yess... betul.. ketemu kan benang merahnya 😎
total 1 replies
bintang laut🌟
ini yg ngirim file rekaman gak bisa ditelurusi kah waktu itu. minta bantuan tim IT gitu🤭🙈
Hashifa: buntu Kak, penjelasan di next part yaaa
total 1 replies
bintang laut🌟
duh rekaman video opo maneh iki🙈😂
Hashifa: hampir benar... next bab yaa... kebuka dikit2 🤭
total 3 replies
bintang laut🌟
ini kan....
ap mungkin foto Kaina Raka🙄
ish kebiasan si othor😂
Hashifa: wkwkwk... sabarr
total 1 replies
bintang laut🌟
belum jd bini, udah perhatian aj nih bang Lang🙈
Hashifa: ya gimana dong... calon-calon bucin 🤭🤣
total 1 replies
Endang Supriati
lagian ngapain kirim pesan ke Raka!!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!