NovelToon NovelToon
Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.

Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?

Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.

"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar

Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembuktian Bu Siti

Mobil Bintang memasuki kompleks rumah mewah keluarga Permana, mata tajamnya menyipit sedikit ketika melihat mobil Agashtya terparkir di depan halaman rumah bercat hijau sederhana yang tak lain adalah rumah Bu Siti.

Sebuah titik kontras yang mencolok, pikirnya, antara kemewahan yang biasa dinikmati oleh keluarga Wijaya dan kesederhanaan yang terpancar dari rumah itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang dilakukan Agashtya dirumah itu, itulah isi kepala Bintang saat ini.

Shanaya, yang duduk di sebelahnya, tidak menyadari perubahan ekspresi Bintang.

"Kita sudah sampai, Sayang," ucapnya, sambil tersenyum manis

Bintang memaksa dirinya tersenyum kembali, "Iya, aku tahu..."

Dia mematikan mesin mobil, dan sebelum keluar, dia mengirimkan pesan singkat kepada Agashtya, "Aku ada di rumah Prasetya. Ada apa?"

Tapi tidak ada balasan. Bintang semakin curiga mengenai tingkah kakaknya yang kian hari kian aneh dimatanya.

Bintang pun bertanya pada Shanaya, "Rumah itu rumah siapa, ya Shan?"

Shanaya menjawab dengan senyuman manis, "Itu rumah Bu Siti, tetangga gue yang paling baik hati. Dia udah kayak ibu kedua bagi gue sama Kaniya sejak kecil..."

Bintang mengangguk, tapi ekspresi curiganya tidak berubah. 'Hmm, bhaiya ada di sana...apa yang dilakukan oleh mereka sesungguhnya?' pikirnya masih sangat penasaran

Shanaya mengajak Bintang untuk masuk ke rumahnya yang megah, dan disambut hangat oleh Mama Anindika. Namun, Mama Anindika terkejut.

"Shan, kenapa kamu pulang bareng nak Bintang? Dia adiknya yang dijodohkan sama Kaniya, kan?"

Shanaya tersenyum, "Iya, Ma. Aku dan Bintang...kita...kita..." jawabnya gugup

Bintang dengan cepat memotong, "Kami hanya kebetulan bertemu, Tan... Saya sedang lewat dan gak sengaja ketemu Shanaya dijalan nunggu taksi jadi akhirnya Shanaya pulang bareng saya..."

Mama Anindika mengangguk, tapi terlihat sedikit curiga melihat gelagat putri bungsunya itu yang aneh, namun tidak seaneh Kaniya tentunya yang kerap berlari seperti dikejar setan dan mengatur nafas disetiap malam pukul 21.00 Wib ketika pulang kerja.

Akhirnya Bu Anindika menyuruh Bi Lastri untuk menyuguhkan kopi dan teh beserta camilan yang biasa dijadikan stok di kulkas mereka.

"Bi, tolong siapkan kopi untuk Bintang dan teh untuk saya dan Shanaya, ya. Dan jangan lupa camilan yang di kulkas bawa sekalian ya..."

Bi Lastri mengangguk dan segera menuju dapur. Bintang dan Shanaya duduk di ruang tamu, mencoba menghilangkan kecanggungan. Shanaya mengambil inisiatif.

"Ma, aku ke kamar dulu, ya. Aku mau ganti baju dulu..."

Bu Anindika mengangguk, "Iya, Sayang. Ganti baju dulu gih..."

Shanaya berdiri dan beranjak menuju lantai atas yaitu kamarnya, sementara Bintang masih tetap duduk di ruang tamu bersama dengan bu Anindika.

Mereka akhirnya saling mengobrol mengenai Agashtya yang kerap tidak hadir saat pertemuan perjodohan keluarga. Bu Anindika menggelakkan napas panjang. Bu Anindika menanyakan mengenai kabar Agashtya dan kenapa dia menolak perjodohan dengan Kaniya.

"Bintang, kamu tahu kenapa Agashtya menolak perjodohan dengan Kaniya? Dia pernah gak bilang apa gitu ke kamu?"

Bintang menjawab dengan hati-hati, "Saya kurang tahu, Tante. Agashtya gak bilang apa-apa ke saya..."

Bu Anindika menggelakkan napas, "Hmm, anak itu memang susah ditebak. Semoga saja dia gak bikin masalah seperti Kaniya..."

Bintang pun tersenyum dan hanya mengiyakannya saja, "Iya, tante..."

Bu Anindika masih terlihat sedikit penasaran, tapi tidak melanjutkan pertanyaannya lagi dikarenakan melihat perangai Bintang yang sopan dan irit bicara itu. Mereka berdua duduk dalam keheningan sejenak, sampai Shanaya kembali masuk ke ruang tamu.

Shanaya duduk dan bertanya, "Kalian ngobrolin apa, kayak asyik banget?"

Bu Anindika tersenyum, "Gak apa-apa, Sayang. Cuma ngobrol biasa aja kok..."

Bintang menambahkan, "Iya, cuma ngobrol tentang keluarga gak lebih..."

Shanaya mengangguk, "Ooh, aku ikutan deh..."

...****************...

Di sisi lain, Agashtya masih sibuk menscroll layar persegi pipihnya diluar rumah Bu Siti untuk merilekskan pikirannya. Ia menghisap sebatang gulungan tembakau halus miliknya, di bawah rindangnya pohon mangga yang berada di depan rumah Bu Siti, mencoba mencari jawaban atas kebingungan yang ada di pikirannya.

Kaniya keluar dari rumah bu Siti setelah selesai di kerok oleh bu Siti, ia mencari-cari Agashtya, "Kak Agas, kamu keluar?"

Agashtya menoleh, "Iya, aku butuh udara segar Kan. Kamu ngapain keluar, istirahat aja sana gih..."

Agashtya pun akhirnya mematikan rokoknya yang masih panjang itu dan mengajak Kaniya untuk kembali masuk ke dalam rumah, "Ayo, kita masuk. Gak enak kalau kita diluar berduaan kayak gini ntar dikira orang yang enggak-enggak lagi, apalagi kamu lagi kurang sehat..."

Kaniya mengangguk, "Iya, aku juga mau bantu ibu masak..."

Mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah, meninggalkan asap rokok yang mulai menghilang di udara.

Mereka masuk bersama, sementara Bu Siti yang berada di dapur berniat untuk memasak sup untuk Kaniya, terkejut karena disusul oleh Kaniya yang berniat ingin membantunya.

"Kaniya, kamu gak usah bantu, kamu kan masih sakit," Bu Siti berkata dengan lembut

Kaniya tersenyum, "Gak apa-apa, Bu. Aku mau bantu..."

Agashtya yang melihat itu, "Bu, biar aku bantu aja. Kaniya mending kamu istirahat aja gih..."

Disaat Bu Siti tengah meracik bawang merah, tiba-tiba Kaniya kembali mual-mual.

"Uh, aku..." Kaniya menggenggam mulutnya, berlari ke arah kamar mandi

Agashtya dan Bu Siti saling pandang, "Kaniya!"

Bu Siti segera menyusul, "Nak Agas, tolong ambilkan air!"

Kaniya pun muntah-muntah sehingga membuat panik Agashtya dan Bu Siti. Disaat itu, Bu Siti kemudian terbesit di pikirannya.

"Kenapa ciri-cirinya seperti orang sedang hamil muda ya?"

Agashtya yang masih di luar kamar mandi pun mendekat kembali, "Bu, gimana keadaan Kaniya?"

Bu Siti menjawab, "Agas, tolong ambil air dan segelas air hangat di termos ya, cepat!"

Bu Siti membantu Kaniya membersihkan diri dan membawanya ke kamar tamu untuk beristirahat. Agashtya kembali dengan air dan segelas air hangat.

"Bu, ini airnya..."

Bu Siti mengambilnya, "Terima kasih, nak Agas. Tolong jaga Kaniya sebentar..."

Agashtya mengangguk, "Iya, Bu..."

Kaniya yang sudah sedikit lebih baik, "Maaf, Bu...aku gak tau kenapa tiba-tiba begini..."

Bu Siti tersenyum, "Gak apa-apa, sayang. Kamu perlu istirahat sebentar, ibu lanjutkan dulu masakannya ya, kamu disini dulu sama pak Agashtya..."

Bu Siti pun kembali berpikir dan bergumam dengan dirinya sendiri, "Kok Kaniya kayak orang lagi ngidam ya? Coba aku tes pake mangga muda di depan rumah aja, biar tahu dia kenapa sebenarnya..."

Bu Siti kemudian keluar ke depan rumah, mengambil mangga muda yang ada di pohon, dan membawanya kembali ke dalam rumah. Agashtya yang melihat itu pun bertanya saat ia sedang keluar dari ruang kamar meninggalkan Kaniya seorang diri.

"Bu, buat apa mangga muda itu?"

Bu Siti tersenyum misterius, "Gak apa-apa, nak Agas. Cuma tiba-tiba aja ibu kepengen buat rujak..."

Bu Siti lanjut menuju ke dapur untuk membuat rujak mangga muda dan sup ikan tuna untuk Kaniya, sekaligus untuk makan bersama nanti saat petang, dikarenakan saat ini sudah pukul 16.00 wib.

Agashtya yang masih penasaran pun bertanya, "Bu, emang Kaniya suka rujak mangga muda?"

Bu Siti tersenyum, "Hmm, kita lihat aja nanti, nak Agas..."

Dalam hati Bu Siti berkata, "Jika benar Kaniya doyan rujak buatanku, berarti dugaanku benar. Lalu apa sebenarnya hubungan Kaniya dengan nak Agashtya? Tapi jika pun itu benar, bagaimana tanggapan Baskara dan Anindika nantinya?"

Bu Siti terus memasak sambil memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada di pikirannya.

Agashtya yang membantu Bu Siti memasak di dapur, itu pun juga pikirannya melanglang buana, namun dia pun siap dengan konsekuensi yang ada dan siap untuk bertanggungjawab.

"Bu, apa perlu aku bantu lagi?" Agashtya bertanya, mencoba mengalihkan pikirannya

Bu Siti tersenyum, "Gak perlu, nak. Kamu kembali ke kamar aja jaga Kaniya dulu..."

Agashtya dengan patuh mengindahkan perintah dari bu Siti dan berjalan meninggalkan dapur menuju kamar tamu.

Bu Siti melihat sosok Agashtya yang berwibawa, patuh, ringan tangan dalam membantu orang lain, dan tampak bertanggungjawab walaupun anak orang kaya.

"Agashtya memang anak yang baik,"

Bu Siti tersenyum kembali dan berkata, "Semoga saja Kaniya bisa bahagia dengannya..."

Bersambooo...

1
Yogitha Ratnajyoti ❤
mkin seru nih thor 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih... 🙏😍🌹
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
knp hrs bohong soal identitas dirinya sih greget dehhh
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...😆🙃🤭
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
wah agashtya nya ganteng thor 😍
Yogitha Ratnajyoti ❤: owh...
total 2 replies
Yoyoh Tania
si alex udh plng tau aja yh thor, korban dracin dia mah 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Iya kak, dia suka nonton melolo kali wkwkwk... 😆🙃🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
ngefans nih sm karakter alex gokil orgnya 🤭
Yoyoh Tania
Kaniya unik tapi gesit yh kk thor 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak...🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
izin mampir yh kk thor, cmngutz 💪🔥
Mutiara Wilis 🌹: Monggo, silahkan kak, makasih kak 🙏😍🌹
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih paman 🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mutiara Wilis 🌹: Belum ada ide lagi om 🙏🙃
total 1 replies
fatih faa
visual kaniya mana thor
Mutiara Wilis 🌹: Ada kak di bab bagian hasil casting
total 1 replies
Luvita Sari
Si alex gokil ya thor asal nyelonong aja kayak tronton 🤣🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya 😆🙃
total 1 replies
Ana Maria
seru nih thor lnjt
Mutiara Wilis 🌹: Makasih kak 🙏🤭🌹
total 1 replies
Luvita Sari
hdir thorrr
Luvita Sari: Urwell kak
total 2 replies
Anonymous
rajin banget thor, Shanaya belum tamat, eh ini ada yang baru😍
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih, boleh asal santun 🙏😅
total 3 replies
Desti31
Ciee karya baru nih🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya double biar gak kehilangan ide tengah jalan di selang seling 😆🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!