Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Sakit
...Sembari menunggu kehadiran nya Ayden, Nias berbicara pada Renzo, berharap bisa menarik perhatian nya....
..."Sayang, jadi nanti mau namain bayi nya apa?", Renzo melirik, berpikir sejenak, berbicara dalam hati dengan penuh pertimbangan....
...* Hmn, mungkin yang kali ini aku harus agak lebih perhatian sedikit *...
..."Ya, aku belum kepikiran, kalau kamu udah ada ide?", Nias agak berbinar mendengar tanggapan Renzo, lalu menjawab dengan bingung....
..."Ya.. aku juga belum ada ide", Renzo mengangguk, lalu menoleh pada Zelia, tersenyum lembut, Zelia menanggapi nya dengan anggukan kecil, pintu mansion terbuka, menunjukkan dokter yang sudah datang, Renzo menoleh ke Dokter dengan pandangan lega, Dokter berbicara dengan lembut....
..."Selamat sore, aku Dokter Adri"....
...****************...
...Di tengah Renzo di periksa kesehatan nya, pintu terbuka lagi, menunjukkan Ayden, Zelia tersenyum kecil melihat kehadiran Ayden, Zelia menghampiri Ayden, berbicara dengan antusias....
..."Om Ayden!", Ayden menatap Zelia, mengering senang, lalu merangkul bahu Zelia dengan erat dan akrab, Ayden bertanya dengan geli....
..."Jadi gimana cerita nya Daddy mu jatuh dari tangga?", Zelia terkekeh gugup, menjawab dengan malu-malu....
..."E-Ehehe, karena aku Om...", Ayden terkejut, bertanya dengan lebih kepo....
..."Ha?! kamu?! gimana bisa?!", Zelia menceritakan semua nya, sedangkan Ayden mendengarkan dengan serius....
..."Nah.. gitu deh Om", Ayden tertawa kecil, lalu melepaskan rangkulan nya, berjalan menghampiri Renzo yang sedang di periksa , memberikan tatapan mengejek, Zelia menghampiri Ayden, memarahi nya....
..."Om! jangan gitu! Tuan Renzo lagi di rawat!", Ayden terkejut, lalu mengangkat kedua tangan nya, menjawab dengan waspada....
..."Oke Baby Zelia, ampun, jangan marah ke Om", Ayden menggerakkan mata nya ke Renzo, melihat Renzo yang kali ini memberikan tatapan mengejek, Ayden lalu bergeser menjauh dari Zelia menuju belakang sofa yang khusus duduk sendiri, Zelia berbalik ke Renzo yang sedang di periksa punggung nya oleh dokter pria, Dokter Adri itu menekan satu titik, bertanya ke Renzo....
..."Bagian ini sakit?", Renzo mengangguk kecil, mempertahankan wajah datar nya, Ayden menyoraki Renzo....
..."Wow! keren banget, bisa gak kesakitan!", Nias menjawab dengan bangga nya....
..."Oh iya dong, suami ku emang kuat, terima kasih ", Ayden terkekeh mengejek karena Nias yang bangga, Zelia bertanya pada Nias....
..."Bukan nya itu... gak baik ya? nahan sakit", Nias menghela nafas, mengangguk paham....
...****************...
...Setelah Dokter selesai periksa Renzo, Dokter Adri berbicara dengan penuh kelembutan....
..."Semua nya baik-baik aja, cuman perlu pijatan rutin", Dokter Adri berdiri, merapihkan alat kesehatan nya, lalu menoleh ke Nias, menatap kandungan bayi nya, berbicara dalam hati....
...* Hamil? sembilan bulan ini *...
...Dokter Adri berdiri tegap, menatap ke Renzo, bertanya dengan sopan....
..."Tuan Renzo, boleh aku periksa kandungan nya Nyonya?", Renzo melirik ke arah Dokter Adri, mengangguk kecil, Dokter Adri tersenyum tipis, lalu menghampiri Nias, berbicara dengan sopan....
..."Izin kan aku menyentuh mu Nyonya", Nias mengangguk kecil, lalu Dokter Adri periksa kandungan nya dengan penuh kelembutan dan hati-hati, Ayden memperhatikan dengan lebih serius kali ini, sedangkan Renzo memperhatikan dengan biasa saja, Zelia bertanya dengan penuh keingin tahuan....
..."Dokter Ardi bisa menangani ibu hamil juga?", Dokter Ardi tersenyum mendengar pertanyaan Zelia, lalu menjawab dengan rendah hati....
..."Oh itu, aku bisa, untuk hanya periksa kesehatan kandungan saja", Zelia mengangguk-anggukkan kepala nya, menjawab dengan kagum....
..."Keren Dokter Adri", Dokter Adri tersenyum, menjawab dengan tersentuh....
..."Terima kasih", Lalu selesai periksa, berdiri tegap lagi, menjawab dengan khawatir....
..."Sesuai pemeriksaan ku, sekitar beberapa hari lagi akan lahir", Renzo mengerutkan kening nya, berbicara dengan heran....
..."Beberapa hari lagi? bukan nya harus nya satu bulan lagi?", Dokter Ardi menoleh, terlihat bingung dengan pengakuan nya Renzo, menjawab dengan suara yang lembut, tidak ingin berargumen....
..."Maaf Tuan, kandungan Nyonya udah sembilan bulan, itu sesuai pemeriksaan yang aku lakukan", Renzo menghela nafas, mengangguk kecil, Nias semakin gugup mendengar informasi itu, berbicara dalam hati....
...* A-Aduh... nanti gimana kalau Renzo tau bayi ini bukan bayi nya? aku harus pikirkan dulu cara biar Renzo masih mau sama aku *...
...Ayden berbicara dengan seringai....
..."Widih... aku mau jadi om lagi nih", Tidak ada yang menanggapi perkataan nya Ayden, membuat Ayden berbicara lagi dengan sakit hati....
..."Aduh! kacang-kacang-kacang!", Dokter Ardi berbicara setelah mengambil alat-alat kesehatan nya....
..."Permisi dulu", Renzo berbicara pada Dokter Adri....
..."Makasih Dok, nanti aku transfer pembayaran nya, kalau bisa", Dokter Adri tersenyum, mengangguk, lalu pergi, Zelia berbicara dalam hati dengan tidak bahagia sedikit pun....
...* Beberapa hari lagi ya? aku pasti di singkirkan sama bayi kandung nya Tuan Renzo, pasti nanti Tuan Renzo lebih sayang sama perhatian ke anak kandung nya itu, aku... aku ngerasa gak berhak sama gak cocok panggil Tuan Renzo Daddy lagi, huft... kenapa aku harus cemburu? aku harus nya ikut bahagia dong *...
...Suasana sangat canggung dan hening, karena Renzo, Nias dan Zelia berbicara pada hati mereka masing-masing, sedangkan Ayden menghela nafas dan pergi ke dapur, mencari makanan, Renzo berbicara dalam hati nya sendiri....
...* Ini bakal terungkap juga akhirnya... *...
...****************...
...Malam hari nya, mulai makan bersama dengan Renzo, Nias, Zelia dan Ayden, Renzo bertanya pada Ayden....
..."Den, kamu bukan nya udah makan camilan di kulkas ya?", Ayden menoleh, tertawa kecil, menjawab dengan santai....
..."Lah, itu kan camilan, bukan makanan berat, hehe", Renzo terkekeh, Zelia bertanya dengan kebingungan....
..."Nah, kenapa Om Ayden gak gendut?", Ayden dengan bangga memamerkan otot perut nya, berbicara dengan sombong....
..."Oh iya tentu aja dong! Om kan rajin olahraga", Zelia berbinar melihat enam balok itu, menjawab dengan kagum....
..."Keren Om!", Renzo menghela nafas, berbicara dengan kesal....
..."Sombong banget lo Den", Ayden terkekeh lalu menurunkan bagian bawah baju nya, tiba-tiba Nias berteriak kesakitan....
..."Aduh! perut aku sakit!", Renzo menoleh langsung, agak panik, lalu berdiri menghampiri Nias, Zelia berbicara dengan tegas....
..."Mobil! kemungkinan Mommy Nias mau lahiran!", Renzo menggeram lalu berbicara pada Ayden dengan keras....
..."Den! mobil!", Ayden mengangguk, mereka berempat bergegas ke mobil nya Ayden yang di parkiran di halaman depan, Renzo menggendong Nias dengan kuat, walau sebenar nya Nias sangat berat karena mengandung bayi yang ternyata sudah sembilan bulan, Zelia duduk di kursi penumpang depan, sementara Renzo duduk di kursi penumpang belakang samping Nias, tetap berwajah tenang, Ayden mengendarai mobil dengan tancap gas menuju rumah sakit....
...****************...
...Sesampai nya di rumah sakit, para Dokter yang melihat keadaan Nias segera menangani nya, Renzo menelpon Jhonson dan Vione, berbicara dengan suara yang tenang....
..."Ayah, Bunda, Nias malam ini lahiran, sekarang lagi di rumah sakit pusat", Ayden mengerutkan kening nya melihat Renzo yang terus santai, laku Ayden berbalik dan mendorong bahu Renzo dengan cara yang kasar membuat Renzo terdorong beberapa langkah ke belakang, Zelia yang melihat aksi itu terkejut, Renzo menatap Ayden dengan pandangan bingung yang kesal, Ayden bertanya dengan kesal....
..."Lo tenang banget, itu istri lo mau lahiran, dari tadi gue perhatiin lo, lo kayak biasa aja, seolah-olah gak ada masalah apa-apa", Renzo melangkah maju, balas mendorong bahu Ayden dengan kasar membuat Ayden terdorong beberapa langkah ke belakang juga, lalu Renzo menjawab dengan kesal....
..."Bayi itu bukan anak gue", Ayden mau menjawab....
..."Kagak kayak gitu--", Tetapi Renzo memotong pembicaraan Ayden dengan berbicara dengan nada dingin yang kuat....
..."Kenapa? lo gak percaya sama sahabat lo sendiri?"....