"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.
Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Mereka pun meneruskan perjalanan pulang menuju rumah Daisy yang sudah lima tahun ini dia tinggalkan.
"Mom rumahnya jauh lebih luas dari apartement kita, aku bisa berlari di halaman."ucap Adam yang kini terlihat begitu senang.
"Tentu saja sayang, disini juga ada aunty yang akan tinggal bersama mu dan juga mommy mu."ucap Tia.
"Terimakasih ya Tia sayang selama ini kamu sudah membantuku untuk menjaga rumah ini,"ucap Daisy yang kini masuk bersama Adam kedalam rumah yang sudah sangat ia rindukan.
"Apa Jeny tau aku pulang hari ini?"ujar Daisy yang tidak pernah bisa membenci sahabat nya itu meskipun ayah Jeny sudah berbuat kesalahan terhadap dirinya.
"Sepertinya belum, dia sibuk mengurus keponakan nya yang sedang sakit, dia juga sibuk dengan uncle Dimitri yang sedang dalam kondisi kritis dan besok adalah jadwal operasi transplantasi nya."ucap Tia
Daisy hanya mengangguk pelan, wanita cantik itu pun kembali berjalan menuju kamar nya sementara si kecil tidak ikut karena dia diajak main oleh asisten rumah nya yang bernama bu ayu.
Adam memang bukan orang yang sulit untuk beradaptasi, dia juga mengerti dengan bahasa keseharian Daisy itulah kenapa dia bisa berkomunikasi dengan lancar bersama Tia meskipun keseharian nya di luar negeri sana selalu menggunakan bahasa inggris.
Daisy memang mengajari nya dua bahasa sejak dia bayi dulu. Rasanya baru kemarin Daisy merasakan kesulitan dalam hidupnya saat harus mengurus baby Adam yang berbenturan dengan kuliahnya, beruntung nya ada baby sitter yang akan menggantikan posisi nya saat dia sedang kuliah, sementara saat weekend dia sendiri yang mengurus Adam masih dengan kesibukan nya yang harus mengerjakan tugas kuliah nya.
Dan Daisy yang lulus satu tahun lebih cepat itu pun akhirnya melanjutkan karirnya sebagai seorang dokter spesialis dengan bekerja di sebuah rumah sakit ternama yang juga membuat nya dikenal oleh banyak pasien dengan sebutan dokter jenius karena Daisy selalu melakukan tindakan yang sangat tepat setiap kali dia melakukan operasi terhadap pasien yang bahkan dalam kondisi hampir tidak tertolong lagi.
Daisy pun pulang karena ada panggilan dan permintaan dari pihak rumah sakit yang membutuhkan bantuan nya untuk melakukan operasi transplantasi jantung esok hari.
Dia tidak tau siapa pasien nya nanti karena dua hari ini dia terlalu sibuk untuk mempersiapkan perjalanan pulang nya bersama Adam.
Untungnya kontraknya dengan rumah sakit tempat dia bekerja selama ini sudah selesai hingga Daisy bisa kembali sekaligus untuk kembali bekerja di rumah sakit tempat sang Mama dulu berobat.
Selain sebagai spesialis dalam Daisy juga seorang ahli bedah jantung, meskipun semua itu tidak mudah, tapi Daisy bisa mendapatkan nya sekaligus.
Daisy yang dulu pernah kehilangan sang Mama karena penyakit komplikasi yang dideritanya pun akhirnya membuat dia memutuskan untuk menjadi dokter spesialis bedah dalam, dan perjuangan sang Mama untuk menyekolahkan nya pun tidak pernah sia-sia meskipun beliau sudah tidak ada lagi di dunia ini tapi wanita cantik itu menjadi penyemangat hidup Daisy.
"Sebaiknya kamu istirahat biar Adam aku yang jaga."ucap Tia yang kini menghampiri Daisy yang sedang menatap ke sekeliling ruangan kamar nya itu.
"Tidak sayang Adam juga harus istirahat bersama ku agar nanti malam dia tidak rewel karena rencananya malam ini aku harus menemui direktur rumah sakit."ucap Daisy.
"Baiklah aku panggil dulu dia."balas Tia yang kini berbalik pergi meninggalkan Daisy yang kini hanya bisa mengangguk pelan.
Adam saat ini tengah bermain kejar-kejaran dengan asisten rumah tangga yang begitu senang karena setelah hampir lima tahun sepi seperti kuburan.
Bu Ayu dan pak Tardi adalah pasangan paruh baya yang selama ini ditugaskan oleh almarhum tuan Wijaya untuk mengurus rumah Daisy yang sempat di renovasi di beberapa bagian.
Dan saat ini tuan Wijaya sudah tidak ada lagi di dunia ini, Daisy tidak diwariskan harta apapun kecuali biaya pendidikan dan juga tabungan yang cukup untuk hidup nya selama ini.
Semua harta gono-gini peninggalan tuan Wijaya jatuh pada kedua putranya yang kini terpaksa menanggung beban yang berat di usia muda nya, dan tentunya dibantu oleh ibunya yang sangat licik itu.
Sementara Daisy juga tidak terlalu peduli dengan itu semua, dia hanya peduli dengan masa depan nya bersama Adam nanti.
Dan kini setelah istirahat nya dirasa cukup, Daisy pun bangkit dari ranjang dan bergegas menuju kamar mandi, sementara Adam yang sejak tadi terlelap dalam dekapan nya pun kini tidur diapit bantal guling.
Hingga Daisy selesai mandi dan berpakaian rapi, dia pun pamit pada Tia yang kini sedang sibuk menyeleksi calon baby sitter yang akan mengurus Adam di rumah itu.
"Sayang aku pergi dulu titip Adam ya, kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi aku."ucap Daisy yang kini dibalas anggukan kepala oleh Tia.
"Hati-hati dijalan, kamu pasti sudah lama tidak menyetir sendirian." ucap Tia mengingatkan.
"Tentu Tia, tapi aku tidak pernah lupa bagaimana caranya menyetir."ucap Daisy yang kini pergi menuju garasi mobilnya dan disana tiga mobil lama milik nya masih terparkir rapi di tempat nya.
Meskipun sudah lama tidak pulang mobil itu tidak pernah luput dari perawatan yang dilakukan oleh pak Tardi, dan saat ini pilihan nya jatuh pada mobil sang Mama yang sangat ia rindukan.
Daisy pun langsung tancap gas menuju sebuah rumah sakit untuk bertemu dengan pemilik rumah sakit tersebut berikut jajarannya kare rencananya malam ini akan diadakan meeting dadakan untuk menyambut nya.
Daisy juga harus mempelajari rekap medis pasien yang akan menjalani transplantasi jantung besok siang.
Gadis cantik berusia 27 tahun itu pun kini terus fokus pada jalanan hingga dia tiba di rumah sakit yang dituju.
Sesampainya di sana Daisy yang kini tampil apa adanya dan hanya menggunakan dress selutut pun menjadi pusat perhatian karena dia memang sangat cantik dan anggun.
Sampai saat seseorang menyambut nya dengan hangat."Dy apa kabar?"ujar pria yang tidak lain adalah dokter Fathan yang merupakan dokter spesialis dalam.
"Ah kak Fathan, eh maksud ku dokter Fathan aku baik bagaimana kabar sebaliknya."balas Daisy.
"Aku baik juga di ayo ikut aku, kita kamu sudah ditunggu di ruang meeting. Oh iya lama tidak bertemu kamu semakin cantik saja."ucap Fathan sambil tersenyum manis.
"Hm... terimakasih tapi sayang aku tidak bawa dompet."ucap Daisy yang kini terlihat sangat akrab dengan Fathan.
"Apa Jeny juga ikut meeting?"ujar Daisy.
"Sepertinya tidak, dia sedang berada di ruang tuan Dimitri."ucap Fathan yang kini membuka ruang meeting.
"Selamat malam dan selamat datang dokter Daisy."ucap perwakilan direktur rumah sakit tersebut.
"Ah selamat malam, maaf buat anda semua menunggu maklum sudah lama tidak menyetir sendiri jadi saya sedikit lebih berhati-hati di jalan."ucap Daisy jujur.
...*****...
Akhirnya meeting pun selesai, dan Daisy pun sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan rumah sakit tersebut. Daisy yang juga diundang untuk mengatasi salah satu pasien nya dengan undangan khusus dari pemilik rumah sakit tersebut pun akhirnya menandatangani kontrak kerja sama saat itu juga.
Daisy pun kembali pulang dengan mobilnya, sementara itu saat Daisy keluar dari area parkiran rumah sakit, mobil Aksa pun datang, mereka tidak saling menyadari hal itu. Yang jelas saat ini keduanya lewat begitu saja.
Sampai akhirnya Daisy pun kembali beristirahat di rumah tercinta nya, dan Daisy saat ini sudah merasa lega setidaknya putra semata wayangnya itu bisa memiliki baby sitter lagi dengan begitu dia bisa bekerja dengan tenang.
Semua berkat bantuan Tia sahabatnya yang selalu ada untuk dirinya sejak dulu saat mereka berteman.
Sampai akhirnya malam pun terlewati seperti biasanya, Daisy pun bisa bangun tidur dalam keadaan fresh karena dia bisa istirahat dengan cukup.
"Pagi sayang cepat lah bersiap bukankah hari ini adalah hari pertama mu bekerja di rumah sakit?"ucap Tia.
"Ya, tapi tidak terlalu pagi juga karena untuk hari pertama pasien yang harus ku tangani hanya satu orang dan aku berangkat sedikit lebih siang karena harus mempelajari rekap medis pasien terlebih dahulu."ucap Daisy yang kini melenggang pergi menuju kamar mandi .
"Morning Aunty..."ujar Adam yang kini baru membuka mata.
"Morning boy, oh iya mulai hari ini kamu akan ditemani oleh baby sitter saat mommy mu bekerja dan Aunty juga bekerja."ujar Tiana memberitahu.
"Hm...ok yang terpenting mommy baik-baik saja, nanti saat aku tumbuh dewasa mommy harus istirahat dan aku yang akan bekerja."ucap Adam yang kini sangat menggemaskan itu.
Usianya baru tiga tahun tapi pikiran nya terkadang seperti orang dewasa, mungkin karena dia tumbuh tanpa seorang ayah disamping nya.
"Tapi Aunty dimana daddy saat ini?"ujar Adam yang kini membuat Tiana tepok jidat.
Bagaimana mungkin dia bisa lupa dengan keinginan bocah tampan itu."Begini boy saat ini daddy mu sedang sangat sibuk, mungkin lain waktu dia akan datang untuk berkunjung."balas Tiana sambil membawa Adam ke kamar barunya yang tidak jauh dari kamar milik Daisy.
"Adam perkenalkan ini baby sitter Adam yang baru namanya suster Avi."ucap Tiana.
"Hallo suster Avi."ucap bocah tampan itu tanpa ragu.
"Sus tolong dimandikan dan dipersiapkan untuk sarapan pagi, saya harap Adam bisa menerima suster dengan baik."ucap Tiana yang kini menyerahkan Adam pada wanita berusia 25 tahun itu.
"Nona dibawah ada tuan Levin,"ucap bu ayu yang datang dengan langkah tergopoh-gopoh.
"Oh terimakasih, tolong siapkan minum untuk nya saya turun sebentar lagi."ucap Tia yang kini memastikan Adam mandi.
"Baik non."ucap wanita paruh baya itu.
Tia pun bergegas pergi menuju kamar nya, dia sudah bersiap sejak tadi, dan Levin datang untuk membicarakan masalah hukum untuk perusahaan Aksa.
Lebih tepatnya gadis itu diminta untuk menjadi pengacara pihak Aksa yang telah menuntut partner bisnis nya yang telah menggelapkan uang perusahaan.
Kris Levin adalah asisten Aksa yang juga sudah akrab dengan Tiana, bisa dibilang mereka teman dekat saat ini. Karena Levin sudah menyatakan perasaannya tepat saat kelulusan Tiana dulu.
Hubungan mereka yang terkadang putus nyambung karena keadaan, mereka akan putus saat Kris Levin berada di Belanda dan akan kembali nyambung lagi saat pria itu kembali ke tanah air Tiana karena Tiana tidak ingin Kris berselingkuh saat jauh darinya.
Dengan putusnya mereka, Tiana bisa menjaga kesucian otak nya, sementara jika tetap nyambung saat mereka terpisah jarak dan waktu maka Tiana tidak akan fokus saat bekerja.
Mungkin itu adalah hal yang aneh, tapi mereka berdua benar-benar menjalani itu, dan sampai saat ini keduanya masih tetap setia satu sama lainnya.
Saat Tiana berbincang dengan Kris, Daisy turun dengan segala barang bawaannya hingga wajahnya kini tertutup oleh tumpukan barang-barang pribadi nya yang akan dia bawa ke rumah sakit.
"Sayang kamu dimana tolong bantu aku ini membuat ku tidak bisa melihat apa yang harus ku pijak!"seru Daisy yang sudah terlanjur membawa barang-barang nya itu sekaligus.
"Oh my God Dy, kamu ini bagaimana sih?"ujar Tiana yang kini mengambil setengah barang yang dibawa oleh Daisy.
"Thanks ah rasanya lega."ucap Daisy yang kini terus berjalan menuju ruang keluarga yang tidak jauh dari ruang makan.
"Nona Daisy?"ucap Kris Levin yang kini terlihat terkejut saat melihat Daisy.
"Anda disini?!"ujar Daisy yang kini terlihat terlihat mencari seseorang.
"Anda apa kabar nona?"ujar Kris Levin yang diam-diam mengambil foto Daisy.
"Saya baik terimakasih silahkan lanjut," ucap Daisy.
"Dy sarapan duluan saja nanti kamu terlambat bekerja aku masih ada urusan."ucap Tiana.
"Tidak apa-apa santai saja, aku juga masih ada yang harus aku urus, dimana putraku?"balas Daisy.
"Adam tadi sedang dimandikan mungkin sebentar lagi turun."jawab Tia.
"Mommy aku sudah siap boleh ikut mommy kerja tidak."ucap Adam yang kini menuruni tangga dengan cepat.
"Hati-hati sayang mommy, hari ini tidak bisa ikut boy mommy ada jadwal operasi, mungkin lain kali, tapi mommy janji akan pulang cepat hari ini"ucap Daisy yang kini menyambut putranya dengan pelukan hangat dan kecupan sayang di seluruh pipinya.
"Ya aku kira bisa ikut," ucap nya yang terlihat kecewa.
"Sayang bukankah kamu sudah janji sama mommy sebelumnya?"ujar Daisy mengingatkan.
"Ya mom, tapi janji bawa daddy pulang hari ini ya?"ujar Adam lagi.
"Hm... mommy usahakan sayang."ucap Daisy yang tidak mungkin bisa memenuhi keinginan putranya itu.
Mereka pun berjalan menuju ruang makan diikuti oleh baby sitter Adam, sementara Kris Levin saat ini tengah bertanya-tanya dalam hatinya.
"Jangan bengong dia Adam putra Daisy, tapi jangan kira Daisy sudah menikah atau buat yang macam-macam, dia bahkan masih Virgin jika bos mu bertanya."ucap Tia yang kini terkekeh pelan.
"Siapa ayah anak itu."ujar Kris yang kini masih sangat penasaran.
"Sudah di surga."ujar Tiana sekenanya.
Kris pub terdiam."Aku bohong pada Adam dan memberitahu bahwa daddy nya adalah bos Anda.