Entah apa jadinya jika seorang wanita modern bernama masuk kedunia lain, tanpa dalam novel. Membuatnya masuk kedunia lain setelah melewati sebuah tempat lama yang usang.
Hingga membawanya kesebuah dunia asing yang tak dia kenali sama sekali. Bahkan yang membuatnya terkejut adalah, dia rupanya seorang putri disuatu kerajaan terbesar diwilayah barat.
Akan tetapi ternyata meskipun dia berdarah bangsawan, kini hidupnya penuh kesunyian dan kesepian. Hampir seluruh keluarga bahkan kerabat menjauhinya dan berusaha menyingkirkannya dari kerajaan.
Bagaimana kisah perjalanannya selama hidup didunia lain, mampir jika berminat...! 😊🙏💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon THAN PUR2507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 19.
"Apakah benar jika nasi goreng ini dari biji putih yang beracun itu?."ucap Sally yang bertanya setelah mengamati bentuk nasi didalam mangkuk
Ketika Sally bicara, langsung membuat pelayan lain termasuk Ruby terdiam dan berhenti menatap apa yang ada didalam mangkuk besar tersebut.
"Darimana kamu bisa yakin kalau nasi goreng ini dari biji beracun itu, Sally?."tanya Lia seketika bertanya dan dia menjadi enggan untuk mencicipinya
Sally kembali menatap pelayan lain dengan sangat percaya dan yakin, bahwa tekstur dari nasi goreng dimangkuk sama persis seperti biji beracun itu.
"Aku pernah mengolah biji beracun itu, dan karena aku tidak tahu cara mengolahnya maka aku hanya merebusnya. Tetapi setelah direbus biji itu sangat tidak enak dan pahit, bahkan setelah aku mencicipinya tiba-tiba prutku sakit selama seminggu."jelas Sally dengan tatapan yakin dan tak berbohong
Sementara para pelayan berdebat tentang biji beras itu, Valora yang sedari tadi mendengarkan dan memperhatikan beranjak dari duduknya.
Mendekati para pelayan yang terlihat takut dengan makanan yang dia buat, yang sempat dikabarkan beracun itu.
"Pfff! Siapa yang bilang bahwa biji beras ini beracun, jika kalian mengikuti cara mengolah dengan benar maka rasanya akan jadi sangat manis dan enak."ucap Valora menahan tertawa berjalan kearah para pelayan
Melihat keberadaan nona Valora disamping mereka para pelayan menundukkan kepala mereka sedikit rendah, lalu terkejut mendengar perkataan nona Valora.
"Biji beras? Apa itu nama dari biji beracun itu, nona Valora?."tanya Ruby seketika juga ikut penasaran seperti pelayan yang lain
"Ya, namanya adalah biji beras, dan setelah diolah disebut nasi, apa kalian tahu jika kita makan nasi ini sama dengan kita memakan satu roti gandum yang biasa kalian buat."ujar Valora menjelaskan betapa berharganya beras ini
Mendengarnya semua pelayan menjadi tercengang tidak menyangka, tetapi walaupun begitu mereka tetap takut untuk memakannya jika tetap saja beracun.
"Meski begitu tetap saja, nona. Makanan ini tetaplah beracun, bagaiman kita semua bisa memakannya dengan tenang!."balas Tina dengan rasa ragu diwajahnya meski aroma makanan itu menganggu penciumannya
"Benar yang dikatakan Tina nona, aku juga tidak mau memakannya apalagi mencicipinya!."balas Lia dengan wajah gelisah dan takut
"Apa kalian masih meragukan perkataanku?."toleh Valora dengan nada tenang menatap wanita berambur coklat muda juga berambut merah tua dengan tatapan serius
Saat Valora selesai bicara, kedua pelayan itu makin menundukkan kepala mereka dengan wajah panik. Sepertinya nona Valora menjadi marah mendengar ucapan mereka tadi.
"Maafkan kami nona, bukan begitu maksut kami. Yang kami tahu bahwa makanan ini beracun kami tidak mau nona kenapa-kenapa ketika mencicipinya."jawab mereka bersamaan dengan perasaan tidak nyaman karena tidak mempercayai ucapan majikan mereka langsung meminta maaf
Valora memandangi kedua wanita itu yang terlihat sangat takut dan ragu bahwa makanan ini memang beracun. Jadi dia mengambil sendok yang ada disamping mangkuk, lalu tanpa ragu mengambil dan memasukkannya kedalam mulutnya untuk membuktikan.
"NONA JANGAN DIMAKAN MAKANAN ITU BERACUN!."teriak Ruby khawatir meski terlambat dia menjadi cemas
"ASTAGA.. NONA!."teriak pelayan lain seketika suasana menjadi panik
Sementara yang lain berteriak histeris, Valora mengunyah makanan dimulutnya dengan pelan. Saat sesuap nasi goreng masuk kemulutnya, senyum tipis terlihat dibibirnya merasakan perasaan senang dan gembira didalam hatinya.
"Rasanya sama persis dengan nasi goreng diduniaku lezat dan enak, akhirnya aku bisa makan makanan diduniaku sendiri ketika berada didunia lain, senangnya!."batin Valora tersenyum puas
Setelah melihat raut wajah nona Valora yang tampak baik-baik saja setelah makan dan terlihat senang. Para pelayan seketika terdiam dan juga masih merasa waspada.
"Kenapa nona harus memakannya, dan membuktikannya sendiri?."ucap Ruby dengan nada marah sekaligus khawatir lalu melangkah dengan penuh kepanikan diwajahnya ketika melihat nona Valora memakannya
Para pelayan yang melihat menjadi terdiam dengan perasaan panik dan khawatir sekaligus cemas terpancar diwajah mereka. Apalagi bagi Ruby yang selama ini melayani majikannya, selalu menjaga dan melakukan kebutuhan majikannya sungguh terkejut dan khawatir.
Akan tetapi melihat ekspresi wajah nona Valora yang tampak senang dan tersenyum lebar. Sejenak membuat para pelayan bingung dan heran sendiri melihat tingkah tenang dari nona Valora.
Bukankah seharusnya nona Valora sangat panik ketika memakan makanan beracun tersebut, akan tetapi kenapa wajahnya tidak menunjukkan rasa khawatir atau takut sama sekali.
Tidak cuma itu, bahkan dengan santai tersenyum senang dan gembira yang sulit ditebak oleh para pelayan saat ini.
"Apakah nona akan baik-baik saja?."bisik Lia pada pelayan lain sambil menggigit jari telunjuknya panik masih berdiri ditempatnya tetapi juga memperhatikan nona Valora
"Entahlah, apa yang harus kita katakan pada yang mulia putra mahkota nantinya. Bahwa nona Valora berniat ingin mengakhiri hidupnya dengan memakan makanan beracun itu."balas Tina mengeleng pelan juga panik seperti yang dirasakan pelayan-pelayan lain
Mereka saja sampai bungkam ketika melihat nona Valora terdiam setelah makan. Dimana ketika nona Valora terlihat tenang dan sama sekali tidak perduli pada nyawanya sendiri.
Sama sekali tidak ketakutan ketika mencicipi makanan itu sebelumnya. Meskipun mereka curiga bahwa mungkin saja ucapan nona Valora adalah benar.
Mengatakan bahwa makanan ini tidak beracun ketika diolah dengan benar dan sesuai aturan dalam memasaknya. Saat mereka datang pun aroma dari makanan itu tercium dihidung mereka.
Sally yang diam-diam mengamati makanan diatas meja, ikut menduga bahwa biji ini tidak seharum ini pada saat ia memasak sebelumnya. Tidak ada aroma ketika dia memasaknya, tetapi makanan didepan meja memiliki aroma yang kuat dan lezat.
"Rasanya sesuai dengan keinginanku, gurih dan lezat!."ucap Valora memuji keahlian masaknya sendiri yang memuaskan
Ucapan Valora sontak saja membuat para pelayan terkejut dengan perkataan nona Valora yang terlihat puas. Kemudian pada saat Valora selesai bicara salah satu pelayan tampak penasaran bagaimana rasa dari makanan tersebut.
Hingga membuatnya sangat ingin mencicipinya, dan tak kuasa menahan rasa ingin tahu.
"Nona, bolehkah saya mencicipinya juga!."tanya Sally dengan berani meminta izin untuk ikut mencoba sendiri dan menjawab rasa penasarannnya saat ini