Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20
Kayla pov....
Aku menghidupkan motorku sambil menunggu perempuan cantik dan seksi ini melempar sapu tangannya menandakan balapan akan dimulai.
Ya....
Aku saat ini lakukan balapan dengan daffa menentukan pemenang hati ini, aku melirik daffa yang fokus dengan motor balapan yang memang sudah dimodifikasi agar mampu melaju cepat saat balapan.
Aku tidak ingin hari ini kalah karena nama geng kita akan dipertaruhkan untuk ini, jadi aku harus mampu mengalahkan pecundang ini tentunya.
Kayla menatap wasit mulai menghitung mundur, kalian bersiap meletakkan kakinya satu tempat memasukkan gigi motor dan satu satu lagi menahan motor.
Wasit mulai berhitung.
"1"
"2"
"3"
"Go" aku langsung memacu motor ku dengan kencang memulai balapan yang berbarengan dengan daffa yang ikutan ngebut disampingku.
Daffa langsung memimpin di depan meninggalkan aku dibelakangnya, tidak ingin tertinggal jauh Kayla mengejar Daffa yang melajukan motornya dengan kencang, aku terus mencoba memotong Daffa tetapi dihilangkan dia yang berada didepan.
Saat lagi tikungan aku langsung memotong laju daffa membuat dia terkejut sehingga merem mendadak motornya, aku tersenyum miring melihat wajah cemas bercampur marah itu. Aku menaikkan kecepatan motor meninggalkan daffa yang masih berkutat dengan rasa cemasnya.
"Ah! Mentah kerupuk" sindirku menambah giginya melihat jalan luruh didepannya.
Aku melihat arah spion, Daffa yang mulai mengejarku, aku kembali fokus pada arena balapan yang memang memiliki tingkat kesulitan tinggi yang banyak kelokkan.
Tiba-tiba Daffa memacu motornya sehingga sejajar dengan aku, Daffa dengan liciknya menendang motor aku.
Aku mampu mengendalikan kotor aku yang oleng karena tendangan daffa.
"Sial!" maki aku tahu jika Daffa berbuat curang sehingga aku jauh tertinggal. Aku meningkatkan kecepatan motor aku dengan kecepatan maksimum untuk memperpendek jarang kami.
Aku terus berusaha sehingga aku mampu berada di belakang Daffa yang melaju dengan kencang, aku bersabar mencari celah untuk memotong daffa.
Aku langsung memacu motorku sehingga menyamai Daffa, aku menatap dia dengan tatapan menantang.
"Biasa apa kau"
Daffa kembali mencoba menendang tapi dengan cepat aku berkelit sehingga dia gagal untuk kali ini. Sebelum melewati tikungan aku langsung memukul kepalanya dengan kuat sehingga dia merunduk menerima pukulan aku, aku langsung memacu motorku saat tikungan dengan santai tetapi Daffa kelabakan mengendalikan motornya yang kecepatan tinggi karena saat memasukki tikungan sehingga dia harus menginjak rem mendadak sehingga motor belakangnya terangkat karena rem depan dia pakai.
Aku tersenyum miring mampu membalas daffa yang mencoba berbuat kata curang.
"Main curang, emang aku gak bisa" pikir Kayla memacu motornya menuju finis tampa lawan sehingga memberikan kemenang telak atas aku tentunya.
Aku disambung gembira oleh para sahabatku melihat aku keluar jadi pemenangnya. Aku tos ria dan Kevin memenagkan helm yang aku pakai dan mendekatkan wajahnya pada wajahku dengan tersenyum penuh bangga, sambil mengucapkan selamat, aku tersenyum tipis raut bahagia Davin dan Kevin atas kemenangan aku.
Aku melihat daffa yang datang dan langsung menghentikan motornya, langsung turun dengan cepat. Aku rasa di akan marah besar atas kekalahan dan tindakan aku tadi.
Daffa membuka helm dan membanting helmnya pada aspal mendatangi aku dengan ekspresi marah dan kesal. Aku tersenyum miring melihat reaksi Daffa yang marah itu? dia memulai aku hanya mengikuti permainan dia kenapa dia yang kesal
***atau
senjata makan tuan kali***???
"Kau bermain curang" tuding Daffa menunjukku dengan marah. "This is not fair" kata Daffa membuatku mengendus malas.
"Siapa yang curang, kan kau yang memulainya dengan menendang motor saya hampir jatuh" balasku dengan tersenyum remeh membuat Daffa meradang marah.
"Kau jangan mengada-mengada kau yang buat curang, malah menuduh saya dengan memukul kepala saya sehingga motor saya oleng, brengsek" maki Daffa membuat aku tersenyum miring.
"Oh ya! Kalo bukan kau tidak menendang motor saya maka saya tidak akan memukul kepala kau yang main curang?" kataku marah. "Lagian pukul pelan seperti itu buat motor kau oleng? Kau aja yang tidak becus membawanya! Saya saja yang kau tendang motor nya mampu mengendalikan? Kau tidak" kataku remeh membuat daffa membuat wajahnya memerah entah malu atau marah. "Kalau mental masih kayak kerupuk jangan tantang balapan orang lain" remeh Kayla membuat Daffa makin menatapnya benci.
"Kamu benar kayla, ingin sekali menang sehingga bermain curang siapa yang dikatakan pengundang disini?" ujar Kevin mendengar perdebatan kami.
"Apa kau katakan" hardik daffa berang mau memukul wajah tengil Kevin tapi langsung dihadang Davin.
"Sudahlah kau akui saja kekalahan kau, karena apapun yang kau rencanakan tidak akan pernah berhasil" kata Davin membuat Daffa menatapnya tajam.
"Daffa kita pergi dari sini" ajak Barra melihat situasi mulai memanas dan akan memojokkan kubu mereka tentunya.
Daffa melepaskan tangan Barra dari pundaknya dan pergi menjauh meninggalkan kami penuh emosi, aku hanya mengendus malas melihat sifat emosian Daffa yang tidak menerima kekalahannya.
"Bocah itu benar-benar" kata Kevin tidak habis pikir.
"Selalu saja tidak terima kekalahan bahkan main curang lagi" kata Davin malas.
"Dari pada membahas mereka gimana kau traktir kami karena aku mampu memenangkan balapan ini" kataku membuat Davin melotot tidak percaya. "habis kau" kataku dalam hati, karena Davin akan bangkrut mentraktir teman-temannya kali ini.
"Apa? Gak mau" tolak Davin cepat membuatku mengendus malas.
"Ayolah? Lagian ini pertandingan permintaan kamu, jadi kamu yang traktir kan? Jadi cowok kok pelit" sindirku telak karena Davin tipe orang yang tidak suka harga dirinya diinjak.
Davin mengendus sebal merasa dijebak sama cewek satu ini. "Kau" kata tertahan Davin sehingga tidak bisa berkata apa lagi, Davin menghela nafas panjang. "Baiklah gue yang traktir, puas kau" maki Davin langsung pergi.
***Gambek
Karena
Dia merasa diperas oleh aku***...
Aku hanya tersenyum geli dan menatap Kevin yang tertawa pelan melihat tingkah davin yang tidak terima dia jadi korbanku yang kesekian kalinya.
"berurusan aku membuat mereka jengkel dan kesal ya? " gumam aku heran karena mereka kenapa selalu sebal berbicara dengan aku.
"Dari dulu kayla, kamu saja gak sadar" kata ke5vin sambil melajukan motornya meninggalkan ku terdiam.
Aku hanya menghela nafas panjang, mau gimana lagi inilah aku.
Tdak bisa di tukar tambah....
.
.
.
*B**ersambung*....
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,