" saya menikahi kamu bukan karena cinta, jangan anggap pernikahan kita seperti pernikahan pada umumnya, saya hanya akan menafkahi lahir kamu tapi tidak akan pernah ada sentuhan bahkan lebih, jangan harap kamu akan menjadi istri yang saya cintai " ucapan Rafael yang begitu menyakitkan bagi seorang wanita bernama Kirana .
namun Kirana tetap berusaha menjadi istri yang baik meskipun tidak pernah di anggap sama sekali oleh sang suami .
Kirana terus berusaha agar suatu hari nanti akan ada secuil rasa dari Rafael untuk nya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanih sintawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 20
Namun sebelum Kirana, Rafael dan juga pak Jodi keluar dari ruangan tiba-tiba ayah nya Kirana menarik tangan Rafael .
" saya titip anak saya sayangi dia, cintai dia jangan pernah ku sakiti dia, kau harus berjanji untuk terus membahagiakan nya " ucap ayah nya Kirana dengn suara lirih dan terbata-bata .
Rafael yang mendengar perkataan itu syok dan hanya mengangguk .
" Gunawan saya pastikan anak saya akan melakukan itu semua, pegang janji saya sebagai jaminan, kawan " sahut pak Jodi .
Mereka pun keluar karena Dokter akan melakukan tindakan medis untuk kesembuhan ayah nya Kirana .
Di luar sang ibu dan juga adik nya terus menangis melihat kondisi ayah nya yang tiba-tiba mengalai serangan jantung kembali .
Dokter memanggil ibu nya Kirana untuk meminta persetujuan nya jikalau di butuh kan tindakan laju jantung jika kondisi sang suami melemah, dengan tangis dan tangan bergetar ia menandatangi persetujuan tersebut .
" pak Rudi tolong kamu pergi ke kantor urusan agama ( KUA ) untuk mendaftarkan pernikahan Kirana dan juga Rafael sekarang dan minta pihak penghulu untuk datang kesini karena kondisi tidak memungkinkan untuk kita datang kesana " ucap Pak Jodi .
" apa ?" ucap Kirana dan juga Rafael refleks bersamaan .
Mereka saling membantah dan tak ingin ada pernikahan di antara mereka .
" aku gak mau nikah pih " ucap Rafael .
" saya juga pak apalagi kondisi bapak saya seperti itu tidak mungkin saya melakukan pernikahan sekarang " sahut Kirana .
" makanya pernikahan harus di lakukan sekarang, Rafael apakah kamu tidak dengar tadi yang di ucapkan oleh ayah nya Kirana, dia sudah setuju dan juga sudah menyerahkan semua tanggung jawab nya kepada kamu, dan ingat kamu sudah mengangguk tanda setuju " timpal pak Jodi .
" maksud aku bukan begitu pih " bantah Rafael .
" cepat Pak Rudi " pinta pak Jodi .
Ibu nya Kirana hanya terdiam dan begitu pun Aluna yang belum paham apa-apa, ia hanya menghormati keputusan yang diambil oleh Kirana, terlihat dari balik jendela Dokter masih berupaya memasang alat-alat .
Pak Jodi masuk ke dalam ruangan Dokter dan meminta sesuatu kepada sang Dokter jika ia ingin masuk sebentar ke dalam ruangan ayah nya Kirana hanya 5 menit saja .
Namun Dokter melarang karena di khawatirkan akan membahayakan kesehatan pasien, tapi Pak Jodi terus memaksa sampai akhirnya ia hanya di beri waktu 5 menit tanpa mengajak ngobrol pasien, dan Pak Jodi pun masuk ke dalam ruangan .
" Gunawan ijin kan aku menikahkan anakmu dengan anak ku, aku janji anakku akan membahagiakan anak mu, percaya lah kepada ku " bisik Pak Jodi di telinga ayah nya Kirana, mendengar ucapan Pak Jodi ayah nya merespon dengan tersenyum dan mengangguk .
Pak jodi pun kembali keluar hanya butuh menit ia untuk masuk, di luar Kirana, ibu dan adik nya yang sudah terisak-isak melihat kondisi sang ayah, di tenangkan oleh mamihnya Rafael ia memeluk ibunya Kirana .
" Novi kamu harus demi Gunawan, ia pun pasti akan sembuh " ucap mamihnya Rafael sembari mengelu-elus punggung ibunya Kirana .
Akhirnya pak Rudi datang dengan 2 orang yang tak dikenal dan Pak Rudi pun memperkenalkan mereka adalah penghulu dan juga seorang wali hakim jikalau di butuhkan karena melihat kondisi ayah nya sedang sakit terlebih ayah nya Kirana tak memiliki sanak saudara .
" papih tega ya sama aku " bisik Rafael kepada sang papih, namun sang papih tak bergeming tetap pada keputusan nya .
Dan untuk terakhir kali nya pak Jodi kembali meminta kepada Dokter untuk kembali ke ruangan ayah nya Kirana namun dengan maksud dan tujuan yang berbeda sekarang ia ingin menikah kan putra nya dengan putri pasien, tapi Dokter menolak karena akan menganggu pasien, pak Jodi pun menceritakan semua nya untuk terakhir kali nya ia meminta kepada Dokter dengan sangat untuk bisa masuk dan melaksanakan ijab kobul di dalam ruangan .
Akhirnya Dokter mengijinkan dan ijab kobul pun di mulai dengan duduk di depan sang ayah yang masih terbaring, Rafael penghulu, wali hakim dan tentu nya pak Jodi sendiri yang menjadi saksi .
" saya terima nikah dan kawin nya Kirana Mutia Ayu bin bapak Gunawan sutiyoso dengan mas kawin tersebut tunai " ijab Kobul yang di ucapkan Rafael dengan lantang dalam satu tarikan nafas .
" sah ?" tanya penghulu kepada saksi .
" sah " ucap pak Jodi .
" alhamdulillah " semua berucap syukur .
Namun tidak dengan Rafael wajah nya begitu merah menahan amarah meskipun barusan ia mengucapkan ijab kabul dan sekarang sudah sah menjadi suami Kirana tidak ada senyum bahagia dari bibir nya .
Kirana malah menangis setelah ijab kabul di ucapkan ia berpikir pernikahan macam apa yang akan ia jalani dengan Rafael nanti, pernikahan tanpa rasa cinta atau pun sayang hanya sekedar paksaan belaka .
" pak anak mu sekarang sudah bersuami do'akan aku agar menjadi istri yang berbakti sesuai apa yang bapak pernah bilang " bisik Kirana tepat di telingan sang ayah .
Meskipun tak merespon dengan kata-kata namun air mata nya yang berbicara, seketika mendengar ucapan sang anak membuat sang ayah menitikan air mata .
Kirana memeluk erat sang ayah dan mengusap air mata nya, ia seperti tak mau melepas status nya menjadi seorang istri Rafael Putra Pratama, Kirana ingin tetap menjadi anak sulung Bapak Gunawan sutiyoso saja .
" alhamdulillah sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri dimata agama maupun negara, semoga pernikahan kalian ini menjadi ladang pahala bagi kalian dan juga mudah-mudahan kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan juga warrohmah, aamiin " ucap sang penghulu .
Dan setelah urusan nya selesai penghulu dan juga wali hakim kembali lagi dengan di antar oleh Pak Rudi kembali .
" sekarang kamu sudah menjadi suami nya Kirana, dan Kirana sekarang kamu jadi istri nya Rafael, kamu sudah janji kepada bapak nya Kirana untuk menjaga Kirana dan mencintai nya " ucap pak Jodi .
" itu bukan janji aku, itu janji papih " ucap Rafael .
" sampai kapan pun aku tidak akan pernah menganggap pernikahan ini pernah terjadi " ucap Rafael kembali sembari melengos meninggal kan ruangan tersebut .
Mendengar ucapan lelaki yang baru saja menikahi anak nya membuat ayah nya Kirana mengalami syok tiba-tiba nafas nya terengah-engah kembali laju jantung nya semakin cepat, dan itu membuat Kirana teriak ketakutan dan Dokter langsung menghampiri .
Dengan prosedur yang sudah tertulis dan di tanda tangani oleh pihak keluarga, Dokter pun melakukan tindakan Defibrillator .
Semua menunggu di luar dengan perasaan was-was, khawatir dan takut, jikalau semua tindakan Dokter semua nya tak berhasil .
Dokter pun keluara dari ruangan dengn raut wajah sendu dan memberitahukan bahwasan nya Pak Gunawan tak bisa di selamatkan .
" ma'af ibu kami sudah berupaya semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain, Tuhan lebih sayang Bapak " ucap Dokter .
Mendengar penjelasan Dokter sontak membuat ibu terkulai lemas dan akhirnya pingsan, Kirana yang sedari tadi berdiri tiba-tiba ambruk dan juga Aluna menangis sejadi-jadi nya .
" Bapak " tangis Kirana .