NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:597
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan sekarang

Zian menoleh dan melihat ke arah Mirra yang sedang terdiam." Kenapa?  Lo nggak percaya?" Tanyanya pada Mirra.

" Angkasa kayaknya bukan tipe orang yang bakalan ngerebut pacar temennya, gue masih nggak bisa percaya sama omongan lo kak."

"Kalo lo nggak percaya, lo tanya sendiri aja sama orangnya, palingan dia nggak bisa jawab. "

"Kalo emang bener, kenapa sekarang Angkasa single?"

"Dia sempet kecelakaan, dan mantan gue mutusin buat ke luar negeri karena nggak sanggup liat Angkasa yang berbaring lemah di rumah sakit."

" Tapi kenapa harus gue? Belum tentu juga kan gue bakal pacaran sama Angkasa."

"Tapi Angkasa suka sama lo, udahlah,  nggak usah banyak nanya, atau mau langsung gue sebarin foto kita yang lagi ciuman itu?"

Mirra menoleh ke arah Zian dengan tatapan yang sudah menusuk," Kak,  bisa nggak sih nggak usah dikit-dikit ngancem!!! Udah, turunin gue disini, lagian udah jauh juga dari sekolah, nggak bakalan ada yang liat juga."Pinta Mirra dengan kesal.

Zian pun langsung menepikan mobilnya." Yaudah, sana turun, lagian gue juga nggak ada niatan buat nganter lo sampe rumah ."

Mirra pun segera melepaskan seat belt nya, dan saat ia menunduk, tiba-tiba saja ia mengeluarkan darah lagi dari hidung nya.

Tes...tes...darah dari hidung Mirra mengenai punggung tangan Mirra, sehingga dia pun langsung menengadah kan kepalanya ke atas sambil menyeka darah yang terus keluar dari hidungnya menggunakan punggung tangannya.

" Idung lo kenapa lagi Mirr?" Zian langsung mencari tisu di dalam mobilnya. " Nih, pake tisu." Lalu memberi Mirra satu bal tisu.

"Nggak tau...tadi udah berhenti padahal darahnya. " Mirra pun langsung mengelap darah pada hidungnya menggunakan tisu.

Zian terus memperhatikan Mirra, dan dia sedikit memiliki rasa bersalah ketika melihat bagaimana hidung Mirra yang terus mengeluarkan darah.

"Mau gue anter ke dokter?" Tanya Zian kemudian.

Mirra menggeleng." Nggak usah, gue kalo lagi sakit emang suka mimisan, idung gue emang sensitif, mungkin karena bola basketnya langsung ngenain idung gue tadi, jadi begini deh ." Ungkapnya.

"Beneran nggak perlu ke rumah sakit ."

"Iya, nggak apa-apa gue kak..."

Zian pun kembali menyalakan mesin mobilnya, dan mobilnya kembali melaju sehingga membuat Mirra tampak bingung. "Lho? Kok jalan? Kan gue mau turun....."

"Lo kira gue bakal nurunin lo di pinggir jalan liat kondisi lo mimisan kayak gitu? Gue nggak sejahat itu Mirr."

"Kirain..." Ucap Mirra pelan.

"Apa?"

"Nggak, nggak apa-apa, thanks udah mau nganter gue sampe rumah."

"Tapi jangan geer ya lo, gue cuma kasian aja liat lo yang mimisan kayak gitu, bukan karena gue peduli sama lo."

"Iya, iya...terserah lo kak."

Setibanya di depan rumah Mirra." Thanks kak.." Ucap Mirra sambil melepaskan seat belt nya.

"Oh, jadi ini rumah lo, tapi bukannya ini kompleks perumahan rumahnya Angkasa ya?" Ucap Zian mengingat kembali lingkungan rumah Angkasa yang sudah selama setahun tidak pernah dikunjunginya lagi.

"Iya, dia tinggal di gang depan."

"Wah, nggak bisa...kalo gitu gue musti sering-sering ngapel ke rumah lo, biar Angkasa makin cemburu."

"Jangan!!!" Mirra langsung melarang Zian hingga Zian sedikit terkejut.

"Kenapa? Emang nggak boleh gue main ke rumah pacar gue??"

"Emang kita pacaran beneran?? Nggak kan? Dan lo nggak perlu ke rumah gue kak, lo juga nggak bener-bener suka sama gue, dan gue juga sama, gue nggak suka sama lo, jadi cukup sandiwaranya di sekolah aja.Gue juga cuma terpaksa nerima lo karena lo ancem!!!"

"Nggak bisa...kalo lo diem-diem jalan ama Angkasa di belakang gue gimana? Nggak-nggak...Angkasa harus ngiranya kalo lo bener-bener jadi pacar gue, dan biar lebih meyakinkan ya gue harus sering-sering main ke rumah lo."

"Nggak bisa...mama gue nggak suka kalo ada cowok yang deket sama gue."

"Kenapa?"

"Ya pokoknya mama gue nggak suka, ada alasan pribadi yang nggak bisa gue kasih tau ke lo kak."

"Termasuk Angkasa??"

"Iya...termasuk Angkasa,  gue juga nggak boleh deket-deket sama dia karena mama gue pasti ngelarang."

"Lo nggak lagi boong kan?"

"Gue serius, jadi please, jangan bikin gue bermasalah sama mama gue kak."

"Oke deh kalo lo nggak boong, yang penting Angkasa juga nggak bisa main ke rumah lo."

Mirra pun mengangguk." Yaudah, gue turun ya, dan lo kak ..lo cepetan pergi dari sini, sebelum mama gue dateng, bisa panjang urusannya entar."

"Lo ngusir gue?"

"Kak!!!"

"Oke-oke, buruan turun sana."

Mirra pun langsung bergegas untuk turun dari mobil Zian, dan begitu Mirra sudah turun dari mobilnya, Zian pun kembali melajukan mobilnya meninggalkan rumah Mirra.

"Huhh, gue hampir lupa soal mama, untung mama belum pulang, kalo mama udah pulang, bisa gawat..." Gumam Mirra lalu kemudian saat Mirra ingin membuka pagar rumahnya, tiba-tiba saja motor Angkasa berhenti tepat di depan rumahnya. Mirra pun berbalik dan melihat kearah Angkasa. "Angkasa? Lo ngapain?"

"Lo udah nggak apa-apa?" Tanya Angkasa yang masih mengkhawatirkan keadaan Mirra.

Mirra mengangguk perlahan." Gue nggak apa-apa."

"Tadi Zian nganter lo sampe depan rumah?"

"Iya..."

"Kalo mama lo tau gimana?"

"Ya lo jangan kasih tau mama gue."

"Mirr..." Angkasa tampak begitu menyesal karena ucapannya kemarin.

" Hmmm?"

" Gue mau minta maaf."

"Minta maaf? Buat apa?"

"Buat yang kemarin, gue nggak bermaksud ngomong kayak gitu, gue ngomong gitu karena gue lagi sama Zian."

"Oh..." Jawab Mirra singkat karena dia merasa cukup canggung dan juga malu di hadapan Angkasa.

"Sebenernya, gue..."

"Sa...gue mau istirahat, gue masuk duluan ya .." Mirra sengaja memotong perkataan Angkasa karena dia tidak ingin mendengar Angkasa mengutarakan isi hatinya saat ini.

"Iya Mirr..." Angkasa pun membiarkan Mirra masuk ke dalam rumahnya, dan dengan hati yang gundah, Angkasa kembali menyalakan mesin motornya dan pergi meninggalkan rumah Mirra.

"Sorry Sa...gue nggak mau lo ngungkapin perasaan lo kayak gini, apalagi sekarang gue terikat hubungan sama kak Zian, gue nggak bisa nolak lo Sa." Gumam Mirra sambil membuka pintu rumahnya.

*****

19.00

Mirra membuka kulkas dan dia tidak melihat adanya lauk yang di tinggalkan oleh mama nya di dalam kulkas.

"Kok nggak ada apa-apa? Apa mama lupa naruh lauk buat gue ya?" Lalu tidak lama setelah itu Mirra mendengar suara mobil mamanya. "Pas banget mama pulang." Mirra pun langsung membukakan pintu rumahnya.

"Ma...mama nggak ninggalin lauk buat aku?" Tanyanya begitu melihat mamanya yang sudah turun dari mobil.

"Kan malam ini kita mau makan malam sama om Dani plus kedua anak nya, kamu lupa?"

"Oh iya, malam ini ya ma...hehe...maaf ma aku lupa..."

"Yaudah kamu siap-siap, om Dani sama anak-anak nya udah mau berangkat ke restoran tempat kita makan malam soalnya."

"Oke ma..." Jawab Mirra sambil kembali menaiki anak tangga menuju kamarnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!