NovelToon NovelToon
Jalan Yang Aku Pilih

Jalan Yang Aku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Cinta Murni
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: kak meyla

Nana Ayunda adalah gadis cantik yang ceria dan selalu mengutamakan kebahagian orang terdekatnya. Terutama Mama dan Abangnya.
Ia juga selalu menyingkat nama orang sesuka hatinya.

Nana menyukai sahabat kakaknya yang hanya dianggap adik olehnya, akankah Nana bisa mendapatkan cintanya yang penuh perjuangan itu? Atau akan dianggap seorang adik untuk selamanya?

ikuti kisah Nana Ayunda dengan penuh canda dan air mata.
Selamat membaca Terima kasih
mohon dukungannya🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak meyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Arit membawa Renata ke rumah sakit terdekat. Dia sebenarnya sudah menghubungi Renata beberapa kali tapi wanita itu tak pernah mengangkat ponselnya. Karena merasa khawatir kepada sahabatnya itu makanya Arit datang ke rumahnya untuk melihat keadaan Renata, dan betapa terkejutnya saat dia melihat Renata berbaring di tempat tidur dengan keadaan lemah, apalagi tak ada satu pun orang yang berada di rumah tersebut. Dia langsung saja membawa Rena ke rumah sakit terdekat.

Setelah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang akhirnya dia sampai juga di rumah sakit tersebut, Renata segera di tangani sedangkan Arit menunggu Renata di ruang tunggu, namun tak lama Dokter keluar dari ruangan Renata.

"Bagaimana keadaanya Dok?"

"Sudah mulai membaik, dia hanya kelelahan makanya harus banyak istirahat. dan jangan banya pikiran juga, sekarang sudah boleh dijenguk." Jawab dokter tersebut kemudian berlalu dari hadapannya.

Arit kemudian masuk ke dalam ruangan itu, dia sebenarnya tak tega meninggalkan Rena sendirian di sini, tapi mau bagaimana lagi pekerjaannya sekarang lagi padat-padatnya sehingga Arit tak bisa menemani Rena di rumah sakit. Sehingga dia ini masuk dengan maksud ingin berpamitan kepada Renata, ketika pekerjaannya sudah selesai dia akan kembali ke sini lagi.

"Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah sudah membaik?" Tanya Arit dengan khawatir, untung saja dia segera menemui Rena sehingga dia bisa dengan cepet membawanya ke rumah sakit.

"Alhamdulillah sudah mulai membaik. Terima kasih sudah membawaku ke sini." Lirih Renata dengan menarik selimutnya sampai perut, Arit yang melihat itu kemudian membantunya.

"Kamu seperti sama siapa saja, kita itu sahabat kenapa malah mengatakan seperti itu. Walau kita lama baru bertemu tapi aku tetap masih menganggapmu sahabat terbaikku sama seperti Nana. Aku tinggal dulu yah, maaf aku tidak bisa menemanimu di rumah sakit karena perkerjaanku tiba-tiba mendesak."

"Ia tidak apa-apa... Terima kasih banyak." Arit hanya mengangguki ucapan Rena entah mengapa dua orang ini seperti canggung saja, padahal dulu mereka begitu akrab, apa mungkin karena bertahun-tahun baru bertemu sehingga keduanya menjadi canggung seperti ini, seperti baru pertama kenal saja.

"Kalau begitu aku pergi dulu yah, Assalamualaikum." Pamitnya dengan tersenyum hangat kepada Rena kemudian keluar dari ruangan tersebut menuju restoran tempatnya bekerja.

Setelah kepergiaan Arit Renata menatap langit-langit kamar itu kemudian menghembuskan nafasnya dengan pelan. "Kenapa perasaan ini tak bisa hilang, aku harus bagaimana lagi, masa ia aku mencintai dua pria sekaligus, murahan sekali hatiku ini." Gumamnya lirih dengan menerka-nerka perasaannya saat ini.

Di tempat lain.

Setelah mendapatkan kabar dari Arit jika Renata masuk rumah sakit, apalagi saat Arit mengatakan jika dia tak bisa menemaninya karena pekerjaannya, makanya Nana buru-buru segera ingin menemui sahabatnya , dan sudah lama mereka tak bertemu apalagi saat dia berada di rumah Zaidan. Makanya Nana segera pamit kepada Mama Puspa, dia mengesampingkan permasalahan pribadinya terlebih dahulu, dia lebih dulu ingin datang menjenguk sahabatnya itu. Bahkan saat ini Nana belum tau kelanjutan hubungannya dengan Zaidan, apalagi saat ini Keri selalu mendesaknya untuk berpisah dari Zaidan, tentu saja Nana menolak apalagi rencananya jelas tertunda karena dia tak di rumah Zaidan lagi.

"Mama aku mau ke rumah sakit dulu yah, Renata sakit dan tak ada yang menemaninya."

"Tunggu abang kamu pulang, biar dia yang antar kamu ke sana, sebentar lagi dia akan kembali."

"Tapi Ma, Nana..." Belum dia membalas ucapan Mama Puspa, tapi dengan cepat ucapannya di potong oleh Mama Puspa.

"Tak ada bantahan Nana, pokoknya kamu tak boleh keluar jika tak ada yang menemani." Titahnya dengan tegas tanda tak boleh di bantah.

"Baiklah." Nana hanya pasrah saja, entah kenapa selama Nana pulang dari rumah Zaidan, Abang dan Mama Puspa begitu protektif kepadanya, takut jika Nana nekat datang menemui Zaidan. Makanya dia selalu menemani Nana jika ingin keluar, Kalau bukan Mama Puspa pasti Keri yang menemaninya. Tapi kali ini Mama Puspa tak sempat menemani Nana pergi, makanya dia segera menghubungi Keri untuk pulang menemani Nana ke Rumah sakit di mana Renata di rawat, tentu saja Keri tak keberatan akan hal itu, dia dengan senang hati menemani adiknya, apalagi Keri juga khawatir dengan keadaan Renata, dia juga ingin melihatnya secara langsung.

Tak lama Keri datang dengan langkah lebar, dia berjalan dengan tergesa-gesa, takut Nana lama menunggunya, sehingga dia di tinggalkan oleh Nana tapi pasti itu juga tak akan mungkin terjadi karena Mama Puspa pasti akan melarangnya dengan keras.

"Ayo kita pergi." Setelah sampai di dekat adiknya itu.

"Aku pergi dulu yah Ma," Pamitnya kepada Mama Puspa dan hanya di angguki oleh Mamanya.

...----------------...

Pria tampan itu meremas rambutnya dengan kasar, setelah kepergian Nana dia merenungi sikapnya selama ini terhadap Nana. Dia merasa apa yang di lakukan selama ini adalah hal yang wajar, dia tak melakukan KDRT kepada Nana tapi mengapa Keri dan Mama Puspa malah menghakimi dirinya seolah dia adalah laki-laki yang tidak berperasaan.

Padahal Nana sendiri yang meminta kepadanya untuk menjadi seperti mantan tunangannya itu, dia sama sekali tak pernah memaksa sedikit pun. Zaidan tak henti-hentinya meremas rambutnya dengan kencang, perasaanya saat ini tak menentu, hubungan persahabatan yang dia jalin bersama Keri selama ini menjadi renggang karena masalahnya dengan Nana, apalagi saat dia melihat Mama Puspa menangis dia menjadi tak tega, ini kali pertama melihat Mama Puspa menangis tersedu-seduh seperti itu... "Apa kesalahanku begitu fatal sehingga mereka semua membenciku. Tanyanya pada diri sendiri."

1
Zhu Yun💫
Ya gak ngorbanin orang lain juga kali Ker,,, adil apanya, ya gak adil buat Aisyah lah 🙄🙄🙄

🌹🌹 buat kakak author biar semakin semangat update 💪🥰🥳🥳
Zhu Yun💫
Sadar Nad,,, dirimu sudah bersuami 🤧 sekarang enggan berkedip tapi dulu bisa berpaling 😜
Zhu Yun💫
good Nana 👍👍👍👍👍
Teteh Lia
🌹🌹 meluncur
Teteh Lia
kalian mau kabur gitu?
malah bakal bikin bang Keri tambah marah itu mah . 🤦‍♀️
Teteh Lia
sosok Kaka yang begitu menyayangi adiknya, dia ga mau adiknya di sakiti
Teteh Lia
Ngamuk beneran ini mah .. 😱
Zhu Yun💫
2🌹🌹 buat kakak author biar semangat update 💪🥰🥳🥳
Kak Meyla: Makasih banyak Kak🥰😍🙏
total 1 replies
Zhu Yun💫
Jangan nekad kamu Zaid,, mending kamu berjuang minta restu baik-baik. kalau kabur berarti kamu pengecut yang lari dari kenyataan, secara tidak langsung kamu tidak bisa menyelesaikan masalah. bagaimana keluarga Nana akan mempercayai kamu jika sikap kamu saja malah memilih lari dari masalah, bukan menyelesaikannya dengan baik. Sebagai suami dan kepala rumah tangga kamu harus memberikan contoh yang baik Zaidan,,,, 😁
Kak Meyla: Zaidan : Dari dulu emang aku pengecut😁🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
Keri bukannya nyelesein masalah, malah nambah masalah 😤😤
Zhu Yun💫
Sikap kalian berdua sama-sama menyakiti Nana,, beruntung Zaidan sudah tobat,, tobat maksiat 🤭😆😆✌️
Kak Meyla: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
begitu syuulliiitttt Ker,,, adikmu udah cinta setengah modar sih,,,, goyahlah dia, mana mau dia pisah sama si Zaid 😁
Kak Meyla: Nana Udah gila karena cinta🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Teteh Lia
🌹🌹🌹 meluncur .
Kak Meyla: Makasih banyak Kakak🙏🥰🥰
total 1 replies
Teteh Lia
Nah, kan...kan...kan... apa kubilang.. meleyot lagi, Nana ke zidan.
Kak Meyla: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Teteh Lia
mulut mu berbicara sesuai hati mu ..😩. ya gimana ya... Nana kan emang udah bucin dari dulu ya ..
Kak Meyla: Bener kak, susah berpaling😁
total 1 replies
Teteh Lia
setelah ini, aq yakin.. Nana bakal meleyot lagi ke Zaidan.
Kak Meyla: Susah Nana udah bucil pooolll🤣
total 1 replies
Teteh Lia
istri mu itu, Nana lho ya .. bukan Resty.
Teteh Lia
aq malah salut sama Aisyah. dia bener2 dukung Zaidan buat berjuang . saudara memang harusnya seperti itu
Teteh Lia
minimal usaha dululah... langsung meleyot gini... katanya nyesel... katanya cinta...

maaf ya, Kaka author. ikut esmosi baca nya 🙏
Teteh Lia
rumit di bikin sendiri... andai kamu bisa lebih bijak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!