Sudah kering air mata ku menangisi pria seperti mantan suamiku.Setelah penghianatan yang begitu sakit akhirnya aku sadar mencintai pria berlebihan sangat tidak baik.Sekarang aku akan balas semua perbuatan mu dengan kesuksesanku kamu akan menyesal telah mengkhianati ku.
Ikuti kisah rumah cerita ini sanggup kah Sarah bangkit dari keterpurukannya setelah penghianatan suaminya Bima,akan kah Bima menyesal mengkhianati Sarah wanita pekerja keras yang tidak banyak tuntutan? ikuti kisahnya dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20 ~ Hati- hati ~
Sarah membawa kedua buah hatinya ke kota untuk membeli apa pun yang mereka inginkan termasuk apa pun yang ingin mereka makan.Dia cukup bahagia saat melihat kedua buah hatinya juga bahagia.
" Tidak perlu memikirkan pria sampah seperti itu,kamu akan menyesal mas telah membuat hatiku sakit,aku mau lihat sampai kapan uang curian mu itu cukup membiayai keluargamu di rumah." Ucapnya dalam hati di sela-sela menemani kedua putrinya jalan-jalan setelah makan di KFC barusan.
" Ma,kita pulang yuk,kami sudah capek dan puas main-main." Ucap putrinya yang paling besar.
"Benarkah,baiklah mari kita pulang,tapi benarkan kalian sudah puas makan sama jalan-jalannya,atau kalian mau beli sesuatu boneka barang kali?" Tanya Sarah menawarkan.Karena sepanjang mereka jalan-jalan kedua anaknya sama sekali tidak mau meminta apa pun kecuali makan di KFC.
"Tidak ma,kami tidak ingin membeli apa pun,lagian mama kan tidak mudah mencari uang kami tidak ingin mama membuang uang untuk hal yang tidak penting." Jawab anak yang paling besar.Mendengar jawaban anak-anaknya mata Sarah kembali berkaca-kaca dia sangat bersyukur punya anak-anak yang hebat yang begitu menyayanginya.
Walaupun kedua buah hatinya menolak untuk membeli barang-barang dia tidak pulang dengan tangan kosong,dia membawa keduanya ke Indomaret yang hampir mereka lewati lalu membeli begitu banyak cemilan.
Mereka bertiga pulang dengan wajah bahagia,melihat kedua buah hatinya bahagia itu sudah bisa mengobati luka hatinya yang begitu sakit atas sikap suaminya yang lebih mencintai keluarganya.
Sesampainya di depan rumah mereka turun lalu masuk ke dalam rumah,semua orang yang ada di sopa memandang mereka dan barang bawaannya.Maya tersenyum sinis dia merasa kalau Sarah sengaja balas dendam karena tadi tidak membagikan masakannya yang lezat untuk ketiganya.
Sarah tidak peduli dengan tatapan sinis mertua dan iparnya,dia ingin melihat sampai berapa lama suami benalu nya itu mampu mempertahankan uang curiannya itu.
Untuk malam ini Sarah pindai tempat tidur,dia tidur bersama kedua putrinya di kamar putrinya,rasanya sudah sangat jijik melihat wajah benalu suaminya itu.
Malam sudah semakin larut,seperti biasa Bima masuk ke dalam kamarnya,dia melihat kamar yang masih berantakan belum di bereskan sama sekali,dia mencari keberadaan Sarah di kamar ternyata istrinya tidak ada.
Bima menutup kembali pintu kamarnya,lalu dia membuka pintu kamar kedua anaknya dan ternyata pintunya di kunci dari dalam,hingga dia tidak bisa memastikan Sarah ada bersama anaknya atau tidak.
" Dia pindah kamar? baguslah setidaknya aku tidak mencium aroma tubuhnya yang bau bumbu dapur campur keringat itu,aku juga sudah tidak sudi sekamar dengannya,bersama Raisa aku jauh lebih nyaman." Ucapnya dalam hati dengan semangat dia kembali ke kamarnya dan merapikan kamar seadanya untuk malam ini.
Keesokan paginya Sarah bangun seperti biasa,dia memasak lauk untuk kedua anaknya setelah itu menyusun semua keperluan kedua putrinya.Hari ini dia kembali bersemangat untuk jualan,dia benar-benar mengabaikan semua kekacauan yang ada di dapur bahkan sama sekali dia tidak mencuci piring.
Saat dia keluar dari kamar mandi,dia menatap meja makanya yang berantakan,wastafel yang penuh piring kotor,matanya benar-benar sakit melihat semua kekacauan itu,tapi dia sudah memutuskan untuk mengabaikan semua itu dan tidak mau lagi menghabiskan energi untuk ribut dengan keluarga suaminya yang tidak tau malu sama sekali.
Setelah selesai mandi,dia membangunkan kedua putrinya lalu menyuapi keduanya sarapan pagi setelah itu dia mengantarnya ke rumah Rini tetangganya yang bertugas mengantar jemput mereka ke sekolah.
Sarah membawa sepeda motor suaminya ke pasar,rasanya dia tidak sudi suaminya yang jahat memakai sepeda motor dengan nyaman kemana-mana tanpa beban,padahal sepeda motor itu dia beli dengan hasil keringatnya.
Setelah jam tujuh pagi,semua orang sudah mulai bangun dan keluar,Maya langsung ke belakang,rencananya dia ingin menghangatkan sisa daging yang tadi malam tidak mereka habiskan tapi dia menyembunyikannya karena tidak ingin Sarah dan kedua anaknya memakan makanan lezat itu.
Sesampainya di dapur mata Maya terbelalak melihat tumpukan piring belum di cuci,meja masih berantakan bahkan peralatan masak masih kotor dan blender masih berserakan di atas meja,dia mengira Sarah akan mencuci semua piring dan peralatan dapur seperti biasanya ternyata semuanya tidak seperti yang dia pikir.
"Dasar menantu kurang ajar,dia makin berani menunjukkan sikap kurang sopan nya itu di rumah ini." Ucapnya dengan penuh amarah,dia meletakkan panci yang berisi sisa daging tadi malam di atas meja dengan keras hingga menimbulkan suara yang ribut.
" Bu...Ada apa? " Andin yang baru saja keluar dari dalam kamar langsung menghampiri ibunya di dapur.
"Ada apa bu?" Andin juga tidak kalah kagetnya melihat tumpukan piring kotor yang di tinggalkan Sarah.
" Dasar Sarah menantu kurang ajar,aku rasa dia marah karena tadi malam tidak mengajak mereka makan bu." Ucap Andin yang masih berdiri di samping ibunya.
" Aku tidak sudi membagi makanan untuk Sarah dan anak- anaknya, tidak ada gunanya baik kepada menantu seperti itu." Jawab ibunya dengan nada yang masih emosi.
Mendengar suara ramai dari dapur,Bima keluar dari kamar lalu menghampiri ibu dan adiknya yang masih mengomel dan sesekali memaki Sarah dengan sebutan binatang.
" Bu ada apa?"
"Ada apa kamu bilang!! kamu tidak melihat sikap istrimu ini,pantas saja dia pergi buru-buru itu karena dia tidak ingin mencuci piring dan membersihkan rumah,Bima...Lebih baik kamu ceraikan wanita tidak berguna itu..Tidak ada untungnya kamu bertahan dengan dia."
Bima tampak berfikir,untuk bercerai dengan Sarah itu hal yang tidak mungkin baginya,selama menikah dengan Sarah dia hidup dengan layak tanpa harus kerja keras.
"Aku akan pikirkan itu bu.Andin kamu bantu ibu untuk mencuci semua piring,sementara Raisa membereskan kamar kami,mungkin Sarah masih kesal dengan ku,dia memilih tidur dengan anak-anak." Ucap Bima lalu dia pergi dari dapur menemui Raisa di halaman rumahnya.
"Bu...Masak aku harus mencuci semua ini? aku tidak mau,tunggu saja Sarah yang mencucinya kalau dia sudah kembali dari pasar."Jawabnya dengan wajah tidak suka.
"Ya biarkan saja,kamu tidak perlu melakukan itu,ini tugas seorang menantu." Jawab Maya yang lebih memilih mencuci sebagain barang yang dia butuhkan saat untuk memasak.
****
"Sayang!! kamu sedang apa? kamu tau tidak Sarah tidak mau lagi tidur bersamaku,nanti kalau itu terus berkelanjutan mulai nanti malam kita tidur di kamar ku ya." Raisa yang sedang menggerakkan tubuhnya menoleh ke arah Bima dengan senyum manisnya.
"Dengan senang hati tuan..." Jawabnya seraya tersenyum sambil mencubit pinggang Bima.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu