NovelToon NovelToon
Sebuah Harga Diri

Sebuah Harga Diri

Status: tamat
Genre:Pelakor / Nikahmuda / Selingkuh / Tamat
Popularitas:40.2k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Amydia telah bertunangan dengan Heru, lelaki pujaan hatinya. mereka telah menjalin kasih sejak masih di bangku SMA, hingga keperguruan tinggi.

Tinggal sebulan lagi, mereka akan mengadakan resepsi pernikahan. Tapi, disuatu malam yang naas, Amydia menjadi korban perkosaan, seorang laki-laki karena pengaruh obat perangsang.

Heru sangat kecewa, tetapi tetap menikahi, Amydia tunangannya. Karena takut disebut lelaki pengecut.

Akankah kehidupan rumah tangga Amydia dan Heru akan berjalan indah, paska Amydia di per**sa. Akankah cinta Heru luntur? Apakah Amydia tau siapa lelaki yang telah melecehkannya?

"Sebuah harga diri" akan mencoba mengupas pergolakan batin seorang Amydia, dalam memperjuangkan harga dirinya dan masa depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20.Bercerai

"Mari," Pram mengulurkan tangannya untuk membantu Amy keluar dari mobil. Sementara tangan kirinya menjaga kepala, Amy, agar tidak menyentuh atap mobil.

Amy, nampak cantik dan serasi sekali dengan balutan dress sifon warna hijau sage, motif bunga-bunga kecil. Beberapa pasang mata, melihat pasangan itu dengan pandangan kagum.

Amy, merasa jengah juģa, dengan pandangan beberapa orang yang menatapnya terang-terangan.

"Pak, saya duduk disana aja, ya," Amy menunjuk kearah tempat duduk, agak di pojok. Pram, mengiyakan saja karena dia melihat Amy, tidak nyaman.

"Sebaiknya kita serahin kado dulu, dan menyapa pengantin," ucap Pram, diangguki Amy tanda setuju.

"Rileks saja, Amy. Mereka itu mungkin mengagumi kecantikanmu," bisik Pram agar Amy, tidak merasa canggung.

"Saya, kira itu bukan pandangan kagum, pak. Melainkan, pandanga tak suka karena bapak mengajak saya mendampingi bapak."

"Ini bukan di kantor, Amy. Panggil saja namaku. Aku lebih suka kamu panggil, mas Pram," ucap Pram santai sembari tersenyum lembut.

"Baik, pak. Eh, mas Pram," ucap Amy gugup. Amy merasa lidahnya keseleo menuruti permintaan, Pram.

"Nah, gitukan lebih enak, dengarnya. Ayo," Pram, mensejajarkan langkahnya dengan Amy.

"Eh, mas Pram!" teriak sang pengantin perempuan, begitu melihat kehadiran Pram dan Amy. Aurel, adalah sepupu Pram dari pihak mamanya.

"Selamat, ya. Langgeng sampai kakek nenek." pelukan Aurel hampir saja membuat Pram, sesak napas. Sepupunya yang satu ini memang selalu heboh. "Cantik kali pasanganmu, mas. Calon kak ipar, ya?" bisik Aurel di telinga, Pram.

"Iya, dong," ucap Pram sekenanya. Amy yang mendengar dengan jelas bisikan itu, melotot ke arah, Pram. Pram, mengedipkan sebelah matanya, memberi kode supaya, Amy, manut saja.

"Selamat, ya?" ucap Amy, seraya menyerahkan kado ke tangan Aurel.

"Makasih ya, kak. Kalau mas Pram, nakal kasih tau aku ya kak, biar aku bantuin mengeroyoknya," ucap Aurel gokil. Amy, tersenyum mendengar ucapan itu.

"Emang, mas Pram suka nakal, ya?" ucap Amy, menanggapi seloroh, Aurel.

"Gak juga sih. Tapi, banyak cewek yang patah hati, karenanya," kekeh Aurel. Pram melototkan matanya pada Aurel. Supaya tidak latah bicara.

"Oke, siap mas," Aurel menyatukan jari telunjuknya dengan ibu jarinya lalu menarik di depan mulutnya, siap untuk tutup mulut.

"Ayo, Amy, bisa lupa dia nanti sedang jadi manten, kalau diladeni cerita," sindir Pram, membuat Aurel melotot.

"Awas nanti ya, mas. Aku buka nanti kisah, mas sama mbak Amy," ancam Aurel ngakak.

"Kamu sadar gak, sedang jadi pengantin. Ya, ampun malah ngajak gelut," timpal Pram. "Simpan aja tenaganya buat malam nanti. Biar kuat gelut," goda Pram.

"Awas ya, mas, ntar aku lemparin sama Aqua," ucap Aurel pura-pura marah. Tanpa sadar, Pram, menarik lengan Amy, memeganginya hingga tiba di tempat duduk. Amy, terpaksa diam saja, karena tidak mungkin menampik lengan, Pram.

"Eh, maaf ya, Amy," ucap Pram saat menyadari keteledorannya.

"Gakpapa, mas," ucap Amy tersenyum datar.

"Juga, kata-kata yang tadi, kalau gak di iyakan, Aurel akan berkicau seperti burung. Repot, menyumpal mulutnya nanti."

"Gakpapa, mas."

"Kita, cabut aja, yuk. Makan diluar aja. Paling gak nyaman makan, di kondangan." keluh Pram. Karena keramaian seperti ini katanya membuatnya sesak.

"Terserah, mas. Tapi, apa mereka tidak tersinggung kalau kita gak makan jamuan mereka?"

"Ah, gak bakalan ada yang perhatikan itu. Ayo, cabut."

Namun, baru selangkah Amy, berjalan. Tiba-tiba, Amy melihat Heru, suaminya tengah bergandengan dengan seorang perempuan, dan berjalan kearah pasangan pengantin. Sejenak tubuhnya mengejang. Amy, merasa sakit, saat melihat senyum Heru, yang begitu hangat kepada perempuan itu.z

Amy, tak begitu jelas melihat wajah wanita itu. Karenaa kaca mata hitamnya yang menutup hampir separuh wajahnya.

Amy, pura-pura menunduk, merapikan gaun bawahnya. Kebetulan juga, Pram melihat kalau tali highheels di kaki Amy terlepas satu. Spontan, Pram, menunduk membetulkannya.

Heru yang lewat bersama dengan Alya, tidak melihat Amy dan Pram.

"Sudah beres," Pram berdiri dan mengajak Amy, pergi. Amy, masih sempat menoleh ke belakang, memastikan benar telah melihat suaminya bersama wanita lain.

"Ada apa, Amy?" ucap Pram karena Amy, menoleh kebelakang mereka.

"Tidak apa-apa, mas. Aku hanya seperti mengemali seseorang, ternyata keliru," ucap Amy.

Jadi, itukah wanita yang akan dinikahi, suaminya. Cukup cantik dan mungkin masih perawan. Tidak seperti dirinya.

Karena itukah suaminya ngotot minta ijin menikah lagi.

Amy, semakin membulatkan tekadnya untuk berpisah. Biarlah mereka mencari jalan masing-masing. Mengakhiri pernikahan mereka yang hanya pura- pura.

"Amy, kamu kenapa?" ucap Pram, melihat wajah Amy, yang nampak keruh, sqaat dalam perjalanan pulang. Benak Pram, terus bertanya heran, apakah itu berkaitan dengan ucapannya saat di kondangan itu.

"Tidak usah dibawa kedalam hati, ucapan tadi, Amy. Aural hanya kebawa canda, anak itu memang selalu rane setiap kali kami bertemu," ucap Pram salah paham.

"Tidak kok, mas. Amy, tidak memikirkan soal itu."

"Lantas , kenapa wajahmu berubah drastis. Yang tadinya santai, malah seolah terbebani."

"Amy, benar gakpapa kok. Mungkin, karena telat makan, saja." guyon Amy meretas kecurigaan, Pram.

"Oh, karena itu, ya. Maafkan, aku. Harusnya kita makan dikondangan itu saja. Biar tidak telat. Mana kejauhan pula kita, makannya," Pram menepuk jidatnya berkali-kali atas kelalaian itu.

***

Amy, akhirnya menceritakan konflik dalam rumah tangganya. Meski sempat kaget kedua orang tua Amy, memberi dukungan pada putrinya.

"Bapak dan ibu, hanya bisa memeberi dukungan, nak. Semoga apa yang menjadi keputusanmu, itulah yang terbaik, buat hidupmu. Ibu harap kamu kuat menjalani semua ini," ucap ibu Amy sedih. Sedih dengan kejadian yang menimpa putrinya.

Hati orang tua mana yang tidak ikut merasa sedih. Menyaksikan kehidupan anaknya yang malang, sudahlah mengalami pelecehan, dan harus mengalami penghinaan pula dari suaminya. Karena menantu mereka malah trauma dengan apa yang menimpa putrinya.

Pernikahan itu, hanya untuk menutupi aib, buat sementara. Pernikahan yang tidak dilandasi hati yang ihklas. Bagaimana bisa bertahan?

Ternyata, setelah bertahan setahun, konflik diantara mereka makin memanas, dan harus berpisah. Perceraian itu tidak bisa dielakkan lagi.

Heru dan Amy, pada akhirnya bercerai juga.

Proses perceraian itu cukup singkat, terlebih karena Arya, terlibat didalamnya. Seperti janjinya, Arya membantu Amy, mengurus perceraian itu. Berkat bantuan hukum yang diberikan Arya, prosesnya tidak berbelit-belit.

Kedua orang tua Heru, juga merasa terpukul dengan apa yang terjadi pada rumah tangga putranya. Padahal mereka sangat menyayangi menantunya itu, terlepas dari apa yang terjadi padanya di masa lalu.

Justru, mereka tidak menduga kalau Heru menikahi Amy karena terpaksa juga kasihan. Selama ini mereka mengira kalau rumah tangga anaknya baik-baik saja. Ternyata penuh dengan kebohongan. *****

1
Ika Marbun
singkat padat jelas ga bertele-tele
lanjut terus thor
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indahnya
Sungguh mantap sekali 🌹🌹🌹🌹🌹
Terus lah berkarya dan sehat selalu ✌️
Yunerty Blessa
wow... mantap kak thor..
Yunerty Blessa: Sama kasih kak thor
total 3 replies
Yunerty Blessa
betul sekali Pram... nanti dibilang penyibuk 🤣
Yunerty Blessa
Menyatu nya Pram dan Amy ada campur tangan Arya...
Yunerty Blessa
cari kesempatan dalam bilik mandi 🤭🤣🤣🤣
Yunerty Blessa
syukurlah ,Amy telah selamat menjalani pembedahan melahirkan...
Yunerty Blessa
#Heru
Yunerty Blessa
salah sendiri terlalu mencari kesempurnaan, kau rasa diri mu juga terlalu sempurna...
Yunerty Blessa
kasian Heru...beli baju baby untuk teman dan bukan untuk diri sendiri 😒
Yunerty Blessa
berarti kembar lelaki..
Yunerty Blessa
sabar Pram 🤣🤣
Yunerty Blessa
sabar Pram, begitu lah kalau isteri lagi hamil..
Yunerty Blessa
semoga Amy hamil..
Yunerty Blessa
seharian buat baby,apa tak sakit badan 🤭
Yunerty Blessa
malam yang di tunggu² untuk sepasang pengantin baru... olahraga malam untuk mencetak gol 🤭
Yunerty Blessa
sabar Pram...tiga bulan sekejap saja...
Yunerty Blessa
kalau begitu, terima lah lamaran Pram.. apa lagi kedua orang tua Pram juga menyukai mu..
Yunerty Blessa
syukur lah,Amy bisa di terima di keluarga Pram..
Yunerty Blessa
pasti orang tua Pram setuju kerana mereka juga suka dengan Amy..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!