NovelToon NovelToon
Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster

Status: tamat
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:64.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Cerita ini berkisah tentang tiga sahabat cowo ganteng yang bersumpah untuk selalu bersama dan saling melindungi yaitu Arka, Kenzi dan Nino. Mereka berandalan yang berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan sehingga terjerumus ke dalam dunia hitam.

Pemimpin mereka Arka jatuh cinta pada Sania, yang merupakan kebalikan dari segalanya. Dia berasal dari keluarga dengan latar belakang yang sangat baik dan memiliki masa depan yang cerah sebagai pianis pemula.

Penyerangan terhadap Arka oleh sekelompok preman mempertemukan mereka ketika Sania menyelamatkan Arka.

Penasaran tentang bagaimana mereka jatuh cinta dan bagaimana Arka, dalam upaya untuk melindungi Sania?

Ikuti ceritanya di karya author yang berjudul
"Pacarku seorang gengster"

Jangan lupa kasih like, vote, favorit, hadiah juga, komentar terbaik nya ya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Sania menatap Arka yang terlihat sendu dan mencoba memahami perasaan pria yang ada di hadapannya itu. Lalu Arka menghadap Sania dan berkata,

"Setiap kali aku memanggil namamu, aku merasa sedih karena itu semakin membuatku menyadari jika kita memang sangat berbeda."

"Tapi selama kita mau, kita bisa membuang semua perbedaan itu Arka."

Arka menatap mata Sania yang sudah berkaca-kaca, namun dia harus mengatakannya,

"Kita sudah berbeda sejak kita lahir Sania, dan aku rasa, ini adalah pertemuan kita untuk yang terakhir kalinya. Semakin sering kita bertemu, itu hanya akan semakin memperburuk keadaan."

"Apa itu artinya, kita tidak akan bertemu lagi?."

"Ini takdir kita, Sania."

Sania dan Arka saling menatap dengan mata yang penuh rasa sedih. Arka terlalu sedih untuk mengucapkan kata-kata. Arka meyakini bahwa hubungan mereka harus berakhir, meskipun itu menyakitkan.

Arka memegang tangan Sania dengan lembut dan meminta maaf karena tidak bisa terus bersamanya. Ia kemudian membuka kalung yang selalu dia pakai,

"Sania, ini adalah kalung peninggalan nenekku. Aku ingin kamu memilikinya sebagai kenang-kenangan dariku," ujar Arka sambil mengalungkan kalung tersebut di leher Sania.

Sania terkejut dan terharu melihat hadiah dari Arka. Kalung itu sangat indah dan terlihat sangat berharga. Ia merasakan kehangatan dan cinta dari Arka yang mengalungkan kalung itu di lehernya.

"Terima kasih, Arka. Aku sangat menghargai ini," ucap Sania sambil memeluk Arka dengan erat. Arka merasakan pelukan Sania dan tersenyum bahagia. Ia merasa senang bisa memberikan hadiah yang berarti bagi Sania.

"Tapi Arka, bukankah hari ini kamu yang sedang ulang tahun, kenapa aku yang di beri hadiah?." Arka hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Sania.

"Baiklah, apakah kamu tidak berdo'a untuk satu keinginan?," lanjut Sania. Lalu Arka berdo'a dalam hatinya,

"Sania, aku berharap kamu bahagia selamanya, seperti saat pertama aku melihatmu, lugu dan ceria."

Setelah Arka selesai berdo'a, Sania mengatakan jika ia mempunyai sebuah hadiah untuk Arka. Tanpa aba-aba, Sania berjinjit dan mengecup kening Arka.

"Ini ciuman pertamaku, ini pertama kalinya aku mencium seorang laki-laki. Arka, aku akan mengingatmu selamanya," batin Sania.

Mereka lalu duduk di tepi gedung, masih menikmati keindahan pemandangan dan suasana malam yang tenang. Mereka pun berbincang-bincang dan menghabiskan waktu bersama hingga pagi menjelang.

Pagi-pagi buta, Arka mengantar Sania pulang ke rumahnya dan saat sampai di depan rumah, Sania berkata bahwa dia akan masuk secara diam-diam agar orang tuanya tidak terbangun. Mereka saling melambaikan tangan saat Arka hendak pergi dan Sania pun masuk ke rumah.

Dengan sangat perlahan Sania membuka pintunya agar tidak berisik. Namun, tidak terduga ternyata orang tuanya sudah duduk di ruang tamu menunggunya.

"Akhirnya kamu ingat pulang juga!," bentak ayah Sania.

Ayah Sania marah besar karena putrinya itu kelayapan semalaman dan mengelabui meraka. Ayah Sania mengatakan jika Sania tidak bisa menjaga kehormatannya sebagai seorang perempuan dan menyalahkan orang yang membawanya semalaman.

" Siapa bajingan yang membawamu itu? Katakan!."

"Suamiku, kenapa kamu bicara seperti itu pada anakmu." Ibu Sania merasa ayahnya sudah terlalu keras dan mencoba membela Sania.

"Kamu juga, jangan mencoba membelanya."

"Ayah, Arka tidak seperti yang ayah katakan, dia orang baik," jelas Sania.

Ayahnya semakin marah saat mendengar nama Arka, dan mencelanya karena Arka hanya preman kecil dan menyuruh Sania untuk tidak percaya kata-kata pria yang ayahnya sebut sebagai berandal itu.

Sania mencoba membela dirinya dan Arka, juga mengatakan kalau mereka tidak berbuat salah dan Arka bukanlah orang jahat. Lalu Sania menyamakan sikap ayahnya dengan kepala sekolah yang menurutnya tidak bermoral dan berpikiran pendek.

Plak!

Sania kena tampar ayahnya yang sudah tersulut emosi sehingga membuat Sania dan ibunya terkejut. Ayahnya terus menerus memarahi Sania yang sedang menangis sambil memegang pipinya.

Ayahnya sangat kecewa karena putrinya itu sudah bersikap keterlaluan dengan membantah guru juga orang tuanya. Ayahnya mengatakan jika semua itu gara-gara Arka yang membawa pengaruh buruk untuk Sania. Arka yang dia anggapan hanya sebagai preman dan suka berkelahi juga siswa yang tidak mempunyai masa depan karena sudah di keluarkan dari sekolah.

Ibu Sania menyuruh putrinya itu untuk segera meminta maaf kepada ayahnya agar tidak berkepanjangan, tapi Sania menolaknya karena dia merasa tidak melakukan kesalahan lalu berlari menuju kamarnya dan menangis di sana.

Pagi itu suasana rumah Sania menjadi sangat tegang. Ibu Sania merasa sangat bimbang dan serba salah, di satu sisi dia melihat suaminya yang sangat marah dan satu sisi melihat putrinya yang menangis dan perlu dukungan.

~

Arka membuka pintu rumahnya dan melangkah masuk dengan hati yang berat.

Begitu dia masuk ke dalam rumah, dia menemukan Kenzi, Nino, dan Keyla di ruang tamu. Keyla sedang tertidur di kursi, sedangkan Kenzi dan Nino sedang sibuk dengan ponsel mereka.

"Ada apa kalian semua di sini?" tanya Arka.

"Akhirnya kamu pulang," Bukannya menjawab, Nino malah bersyukur atas kepulangan Arka yang mereka tunggu semalaman.

Kenzi mengangkat kepalanya dari ponselnya dan berkata, "Kami khawatir tentangmu, jadi kami ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja."

Arka mengangguk dan tersenyum kecil. "Terima kasih, aku baik-baik saja," jawabnya. "Kenapa di tidur disini?," lanjut Arka saat melihat Keyla terbaring di kursi dan masih terlelap tidur.

Nino menjelaskan kejadian semalam di area balap saat Keyla ngotot membela Arka di hadapan lawan balap Arka. Dan ia tidak bisa membiarkan gadis itu habis dipukuli mereka, apalagi saat geng Jack ada disana.

Lalu Nino, menggoda Arka bahwa Keyla itu penggemar setia Arka dan berani mati untuk membelanya. Nino terus mengoceh tentang Keyla yang kegirangan karena tau itu rumah Arka.

"Memangnya apa yang terjadi di arena semalam?," tanya Arka.

"Jack hadir di acara semalam dan dia menyimpan taruhan yang banyak pada lawanmu, sepertinya dia kesal karena kamu semalam tidak datang. Lebih baik kamu berhenti sejenak mengikuti balapan," jawab Kenzi.

"Tenang saja, aku bukan siapa-siapa sekarang, jadi mereka tidak akan menggangguku," jawab Arka.

Lalu Arka menyuruh Kenzi dan Nino untuk pulang dan berangkat sekolah karena hari sudah mulai siang. Arka tidak ingin jika teman-temannya di keluarkan juga dari sekolah. Akhirnya Kenzi dan Nino beranjak dan hendak pulang, tapi Arka menyuruh Nino untuk membawa Keyla pulang juga dna tidak membiarkannya tetap di rumahnya.

"Aku tidak pernah melihat wanita jelek sedang tidur seperti dia," celetuk Nino, lalu dia membangunkan Keyla dan menyuruhnya segera pulang.

Keyla meregangkan badannya dan menunggu nyawanya terkumpul. Dengan mata yang sedikit tertutup karena masih ngantuk dia mengusap iler di pipinya dan langsung terperanjat saat melihat Arka ada di hadapannya.

"Arka!."

Keyla sibuk sendiri dan salah tingkah karena menahan rasa malu saat berpenampilan sangat kacau di hadapan pria yang dia taksir selama ini.

"Kenapa kalian tidak membangunkan aku!,"

Teriak Keyla pada Nino sambil menginjak kakinya hingga membuat Nino kesakitan. Lalu Keyla segera pergi dari sana meskipun Nino terus berteriak mengomelinya karena sudah menginjaknya dengan sengaja.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Bersambung...

Jangan lupa kasih like, subcribe, hadiah juga komentar terbaik nya ya...

1
Ayano
Cih...
Bisa gak jack dimatiin lebih cepat?
Aku siap bawa pentung
Ayano: Pentungannya ada pakunya pasti mempan
total 2 replies
Ayano
Tidak semua yang bisa membuatmu bahagia. Kalau lu jahat ya jahat aja
Ayano
Apakah mulai ada tanda perselingkuhan?
Ayano
Waduh.. dateng gak pernah bayar
Ayano
Gyaaaa... semangka wak
Ayano
Bagian akhir tuh kayak sebuah awal drama dan kesalahanpahaman lain deh pasti
Ayano
Keinget sifat bebeb yang dulu yak 😅😅
Ayano
Keknya perlu dilestarikan juga sih orang-orang yang bisa Setia kawan. Soalnya udah hampir punah di jaman sekarang
Ayano
Jan macem-macem. Nanti ada aja masalahny. Cuma kali ini aku mesti dukung dan doain sih

Jan ampe sial kalian ya
Ayano
Aku sedikit tegang dan nungguin bagian ini
Ayano
Aku boleh ganti pasangan aja gak wak?
Kenzi sania aja boleh 🤣🤣🤣
Udah capek ama Arka dan tempramen labilnya nih
Ayano
Penasaran kapan kenzi akan kasih tau semua ke arka
Ayano
Sakit banget ngeliat sania habis seperti ini. Dia udah banyak makan pil pahit
Ayano
Jan gitu
Akan ada masa dimana kamu akan berubah jadi dirimu yang dulu

Arka belum tau kenyataan aja. Dia mesti digampar ama masalah baru bisa sadar kalau ada hal yang diabaikan selama ini
Ayano
Kau harus Setia ya nak 🤣🤣🤣
Nanti digantung ama Keyla kalau ketauan playboy lagi
Ayano
Berat cuy
Hubungan kalian juga mencurigakan sudah

Aku agak was was
Ayano
Mampus. Rasain
Jack harus mati kalau menurutku

Jan ampe Kenzi mokad plis
Ayano
AKU MAU JACK MAMPUS
Seriusan dah 😏
Ayano
Biar gak jadi bobrok
Ayano
Kenzi beruntung banget asli. Temennya pada care yak
Sayang kebenaran selama ini cuma kamu yang tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!