NovelToon NovelToon
Diam-Diam Cinta

Diam-Diam Cinta

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: Win

Elena, ku mohon cepatlah sadar! Aku sangat merindukanmu!

Seorang Pria muda duduk di samping ranjang, menemani seorang wanita cantik yang baru saja kembali dari gerbang kematian.

Apa yang terjadi dengan wanita itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20. Gerah?

"Gerah?" ucap Elena, dia menatap ke angka suhu kamar, di sana muncul angka 16°C yang berarti di kamar itu saat ini suhunya 16° Celcius.

"Kamu demam, Ga?" tanya Elena yang segera mendekat lalu menyentuh kening Ryuga dengan telapak tangan.

Wajah Ryuga semakin memerah, darahnya terasa mendidih. Dalam hati Ryuga mengutuk dirinya sendiri yang masih saja terangsang jika berada di dekat Elena.

Ryuga berjalan mundur, "Aku nggak demam, kamu jangan dekat-dekat!"

Elena merasa Ryuga bersikap dingin terhadapnya. Sekarang dia mengerti, bagaimana rasanya di abaikan oleh orang yang dekat dengannya. Dia merasa Ryuga sedang membalas perbuatannya tadi.

"Makanannya udah aku antar, aku pergi dulu." ucap Elena dengan wajah yang hampir menangis.

Ryuga tidak tahan lagi, dia tidak bisa melihat tangisan Elena. Laki-laki itu segera memeluk Elena dari belakang.

"Jangan pergi, kamu nggak boleh ke mana-mana." ucapnya di telinga Elena.

"Bukannya tadi kamu yang bilang jangan dekat-dekat?" keluh Elena.

"Bukan begitu, aku bilang jangan dekat-dekat karena...!"

"Karena apa? Kamu benci sama aku?" tanya Elena.

"Len, aku...!" Ryuga tidak berani mengungkapkan isi hatinya, dia takut Elena akan menjauh jika mengetahui perasaannya untuk Elena.

"Kamu apa? Bikin penasaran aja!" Elena berbalik, dia menatap wajah Ryuga. Jarak mereka begitu dekat, hingga wajah keduanya hampir menempel.

Ryuga menelan salivanya yang terasa banyak, dia menatap bibir merah Elena yang begitu menggoda gairahnya. Sementara Elena yang tidak peka malah semakin maju, kedua bukit kembarnya kembali menempel di dada Ryuga.

"Len, kamu ini benar-benar nggak ada takutnya yah! Aku juga cowok lho." omel Ryuga sambil memicingkan matanya.

"Apa sih?" sahut Elena dengan wajah bingung.

Ryuga menurunkan pandangan matanya, melihat ke bukit kembar yang sedang menyiksa kejantanannya. Elena segera menyadari jika kedua benda kenyal miliknya tengah bersandar di dada Ryuga yang terasa keras.

"Maaf...!" Elena memundurkan langkah, dia berjalan ke belakang. Namun Ryuga segera memeluk tubuh Elena hingga keduanya semakin dekat.

"Jangan kabur!" perintah Ryuga.

"Tapi kamu kan terganggu." jawab Elena.

"Kamu harus tanggung jawab!" Ryuga tersenyum, dia berpikir untuk menggoda Elena.

"Tanggung jawab?" tanya Elena.

Ryuga mengangguk.

"Caranya?" tanya Elena lagi.

"Seperti ini!" sahut Ryuga yang langsung mencium bibir Elena.

Elena terkejut, dia memukuli badan Ryuga sambil mendorong tubuh laki-laki itu. Ryuga mempererat pelukannya, dia masih menikmati bibir Elena yang tidak merespon. Sebab Elena sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam berciuman.

Elena masih meronta, dia menjambak rambut Ryuga dengan kuat hingga akhirnya Ryuga melepaskan ciumannya.

"Sakit lho Len!" protes Ryuga sambil mengelus kepalanya yang terasa sakit.

"Kamu ngapain sih?" bentak Elena kesal.

"Menagih tanggung jawab dari kamu." jawab Ryuga sambil tersenyum nakal.

"Aku balik dulu ke restoran. Ini masih jam kerja!" ucap Elena sambil mendorong trolly ke arah pintu keluar.

Ryuga tersenyum menatap Elena, dia merasa senang karena sikap Elena sudah kembali seperti dulu lagi.

"Drttt! Drttt!"

Ryuga mendapatkan pesan dari klien, dia mengundang Ryuga untuk datang ke acara party mereka di lantai paling atas. Ryuga mengganti pakaiannya dengan kemeja lengan panjang dan celana hitam. Dia lalu berjalan ke tempat acara di selenggarakan.

"Hai, Ga!" sapa seorang laki-laki yang bernama Dennis.

Ryuga hanya menatap sinis tanpa membalas sapaan dari Dennis. Dia lalu mencari penyelenggara pesta, setelah menemukan orang yang dia cari, Ryuga mendekat ke tempat duduk orang tersebut.

"Selamat Malam, Mr. Sean!" sapa Ryuga.

"Selamat Malam, Mr Ryuga. Silahkan duduk." sapa Mr. Sean yang sudah menjadi rekan kerja Ryuga selama 5 tahun.

"Maaf mengundang anda malam-malam begini, ini juga mendadak acaranya." ucap Mr. Sean sambil tersenyum.

Ryuga hanya tersenyum, dia terlalu malas meladeni hal yang tidak penting. Dia duduk di depan Mr. Sean, laki-laki itu menuangkan segelas minuman beralkohol untuk Ryuga.

"Ayo kita bersulang untuk keberhasilan kerja sama kita." ajak Mr. Sean.

Ryuga meneguk minuman beralkohol itu, dia tidak mengira jika minuman yang diberikan oleh Mr. Sean mengandung alkohol dengan kadar tinggi. Setelah menghabiskan beberapa gelas minuman bersama kliennya, Ryuga pamit untuk beristirahat.

Ryuga berjalan menuju lift, dia lalu menunggu di depan pintu lift. Begitu pintu lift terbuka, dia melihat Elena di dalam. Ryuga langsung berhambur masuk dan memeluk Elena.

"Kamu mabuk?" tanya Elena.

"Len, aku nggak mabuk, cuma sedikit pusing." sahut Ryuga yang berdiri dengan sempoyongan.

Elena membawa Ryuga kembali ke kamar, dia membaringkan tubuh Ryuga di atas ranjang. Elena kemudian membuka sepatu dan kaus kaki Ryuga yang di anggap mengganggu tidurnya.

Elena duduk di tepi ranjang, dia menatap wajah Ryuga yang terlihat mirip dengan Aries.

"Sepertinya aku terlalu merindukan Ryuga sewaktu hamil, Aries jadi mirip sama wajah Ryuga." ucap Elena.

Wanita itu lalu bangkit, dia hendak pergi karena Aries masih menunggu di rumah. Namun Ryuga menarik lengannya, "Jangan pergi. Jangan tinggalin aku lagi." gumam Ryuga dalam tidurnya.

Elena mencoba melepaskan genggaman tangan Ryuga, namun tiba-tiba Ryuga menarik tubuh Elena hingga menimpa di atas tubuh Ryuga. Laki-laki itu kemudian menahan kepala Elena dan menekannya hingga bibir mereka menempel, Ryuga mulai mencium Elena dan bermain dengan lidahnya di dalam mulut Elena.

Elena meronta, namun dia tidak sekuat Ryuga. Elena hanya bisa pasrah melihat keadaan mabuk Ryuga. Ciuman Ryuga semakin liar, dia mulai mencium di bagian telinga dan leher Elena yang putih dan mulus, membuat Elena memejamkan mata menahan hasratnya.

"Ga, bangun!" panggil Elena sesekali ketika melihat Ryuga menghentikan aksi nakalnya.

^^^BERSAMBUNG...^^^

1
Ney Maniez
mata mu trnodai😲😲🙄🙄
Ney Maniez
💪💪ga
Ney Maniez
lambattt ahhh,,,
nyatain ajj cwe suka kok sama cwo baik🤗
Ney Maniez
kok aku geregetn y pngn ngarungin Steven trus anyutin deh 🤭🤭
Ney Maniez
😲😲😲😲
Ney Maniez
kode-kode 🤭🤭
Ney Maniez
ayo ryu nikahin💪💪🤭
Ney Maniez
ryu💪💪
Ney Maniez
atuhh mending sahabat nya lah dr pd cwonya baj*ngn🤭💪💪
Ney Maniez
baru baca langsung ngenes🥺🥺
Ney Maniez
mampir🙏🤗
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Liez🅟ᴳ᯳ᷢ
kapan up s 2 nya ka ?
Aze_reen"
lanjut kk S2.. ditunggu yah
Win
Akan di lanjutkan kembali di season 2 jika banyak permintaan dari pembaca. Terima kasih❤❤
Cycle
oke
Hi No
Tolong dilanjutkan
Sugito S
dan aku pun penasaran
Lian
penulisannya rapi, mudah dibaca, gampang di pahami.
Hendy Wijaya
lanjutnya kpn ini?
Win Nie
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!