NovelToon NovelToon
Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sebuah kecelakaan pesawat Jet terjadi dan Alika adalah seorang pramugari satu-satunya yang selamat dalam penerbangan tersebut, namun kecelakaan itu membuat Alika buta.

Ryan Aditama sang CEO, rasa bersalah atas meninggalnya seluruh tim 1 membuatnya tak bisa mengabaikan Alika, dia putuskan untuk jadi pelayan gadis buta tersebut dengan identitas yang lain, Erlan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Debar Yang Sama

Ryan juga tidak tahu, kenapa dia jadi suka sekali mengelus kepala Alika.

Hanya saja tangannya selalu tergerak untuk melakukan hal itu.

Sementara Alika, selama ini yang menyentuh kepalanya dan memberikan sentuhan lembut seperti ini hanyalah Erlan.

Tidak ada yang lain.

Hidupnya selalu sendiri dan sangat mandiri. Dia seperti tidak butuh orang lain disampingnya.

Kuat di kakinya sendiri.

Jadi ketika Erlan melakukan itu, dia sontak seperti anak kucing yang langsung tunduk. Nyaman yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.

"Pak Ryan banyak sekali bertanya, jadi kami butuh waktu lama untuk bicara," ucap Ryan, mencari-cari alasan, meski bohong, tapi baginya ini adalah bohong demi kebaikan.

"Ya sudah," balas Alika, meski terdengar acuh tapi suaranya mulai terdengar lembut.

Ryan mengulum senyum.

Sangat yakin jika tadi Alika marah, jika tadi Alika menunggunya.

"Makanan sudah siap, bibi ke warung sebentar ya, tiba-tiba bibi pengen makan kerupuk," ucap bi Santi, memang benar seperti itu adanya. Bi Santi tiba-tiba ingin makan makanan ringan itu.

Dan Deg! bi Santi yang mau pergi, namun Alika yang mendadak berdegup. Karena itu artinya, dia hanya akan berdua saja dengan Erlan disini.

Belum apa-apa kedua pipinya sudah merah merona.

Terdengar bi Santi melangkah menjauh dan Alika jadi salah tingkah sendiri, berulang kali dia membenahi rambutnya yang sudah rapi.

"Al," panggil Ryan.

"Apa?" balas Alika dengan sangat cepat, juga menoleh ke arah sumber suara. Erlan yang duduk disampingnya.

Dan entah kebetulan atau bagaimana, kini kedua mata Alika itu menatap lurus ke arahnya, membuat jantung Ryan jadi tidak tenang.

Ryan bahkan sampai menelan ludahnya sendiri dengan kasar.

Jadi bingung apa yang ingin dia katakan tadi.

"A-Aku." Ryan jadi gagap.

Sumpah, selama ini dia tidak pernah segagap ini ketika berhadapan dengan seorang gadis. Ryan selalu dominan dan bisa jadi penuntun arah mau kemana.

Tapi dihadapkan Alika dia seperti kehilangan kendali, hanya debar jantung satu-satunya yang membuatnya sadar.

"Kenapa bicara mu seperti itu? apa ada hal penting yang mau kamu sampaikan? tentang pak Ryan? dia tidak jadi membantu pengobatan ku?" tanya Alika bertubi.

Tak biasanya Erlan bicara dengan terbata, dan itu membuatnya cemas. Apalagi Erlan baru bertemu dengan pak Ryan, jadi itulah satu-satunya ketakutan yang dia rasakan sekarang.

Bahwa pak Ryan tidak jadi membantunya hingga sembuh, mungkin hanya akan memberi uang sebagai tunjangan.

Alika sedih sekali, meski Erlan belum menjawab apa-apa tapi kedua matanya sudah mulai berkaca-kaca.

"Bukan seperti itu Al, ini tidak ada hubungannya dengan pak Ryan, dia akan tetap membantu kamu," jelas Ryan.

Alika terdiam, coba memahami situasi ini.

"Ini tentang aku," ucap Ryan lagi.

"Kamu kenapa? ingin mengundurkan diri jadi pelayan ku?" tanya Alika lirih.

"Tidak, hanya saja aku jadi punya syarat."

"Syarat apa sih?! bicara yang jelas!!" Alika sudah tidak sabar. Dia bahkan menghentakkan kaki kirinya ketika bicara itu.

Ryan lantas menyentuh tangan Alika, karena Erlan tidak izin lebih dulu Alika jadi terkejut dan reflek menarik tangannya.

"Kamu mau apa?" tanya Alika.

"Sini dulu, ada yang ingin aku tunjukkan padamu," jawab Ryan.

Dia pun kembali menarik tangan kanan Alika tersebut, dan kali ini Alika tidak menolaknya.

Ryan meletakkan tangan Alika di daddanya, hingga gadis itu bisa merasakan detak jantung yang berdegup kuat, berdetak lebih cepat.

Deg deg! deg deg!

Debar yang sama seperti apa yang dia rasakan saat ini.

Deg!

1
Ibrahim Efendi
bukankah video call otomatis ke mode speaker (not earpiece)?????
Ibrahim Efendi
jawaban yang bijak..👍
Gia Nasgia
Untung Alika jawabnya pas😂
Gia Nasgia
Alika msh butuh waktu sebab dekat dgn pak Ceo sama dgn naik Rolercoster😂
Gia Nasgia
Benar kata Ryan ingat Alika siapa yg selama ini ada di samping mu saat kamu terpuruk
Gia Nasgia
Pusing nggak tuh 🤣🤣🤣
Gia Nasgia
penasaran caranya pak Ceo menjelaskan ke Alika tentang peran ganda nya menjadi Erlan😂
Gia Nasgia
Dua orang yg sama
Gia Nasgia
siap kk Author🫡
Gia Nasgia
jeng....jeng....jadi ikut pinisirin😂🤣
Gia Nasgia
Pak Ceo modus🤭
Gia Nasgia
cemungut Al yg penting pak Ceo nggak berpaling😍
Gia Nasgia
Siap"aja pak Ceo menjelaskan di saat mata Alika kembali bisa melihat🤭
Gia Nasgia
Awalnya hanya kecupan aja dulu🤭
Gia Nasgia
jeng...jeng...tdk sabar lihat reaksi Alika klau tahu selama ini yg menjaga nya ,adalah pak Ceo
Gia Nasgia
Sdh tdk ada jarak antara pak Ceo dan Alika😍
Gia Nasgia
Semua ikut dgn Drama nya pak Ceo🤭
Gia Nasgia
Ciee😍😍🥰🥰
Gia Nasgia
Romi 😂😂
Gia Nasgia
Nah lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!