NovelToon NovelToon
ANTARA SAM DAN DIA

ANTARA SAM DAN DIA

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Tamat
Popularitas:43k
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Sam adalah Duda berusia 45 tahun, pria tampan yang menolak tua ini telah jatuh hati pada wanita yang usianya jauh lebih muda darinya.

Begitu juga dengan Darren, anaknya. Ia menyukai wanita yang sama. Apakah akan ada persaingan diantara anak vs ayah ini? Terus baca kelanjutannya, ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedih Lagi

Di makam, Medina berjongkok, ia mengusap batu nisan kakaknya.

"Mbak, Dina minta maaf. Dina enggak bisa jaga amanat mbak, Dina terpaksa menceritakan semua sama Mas Sam."

Walau sudah belasan tahun Husna pergi, tetapi, air mata kesedihan dan kehilangan itu masih terus membasahi pipi Dina, Husna adalah keluarga satu-satunya.

****

Sementara Sam terus terngiang dengan apa yang Medina ceritakan dan itu membuat Sam terus menyesal karena sempat membenci Husna.

Flashback

Di Bali, Medina mengetahui kalau Sam diam-diam mengikutinya, Dina yang sedang berjalan di gang menuju rumahnya itu menghentikan langkah.

"Aku tau kamu mengikuti aku, Mas!" ucap Dina tanpa melihat ke belakang.

"Bagus, lah. Jadi aku enggak perlu sembunyi-sembunyi lagi," jawab Sam yang juga menghentikan langkah.

"Mas, ini amanat. Aku enggak bisa kasih tau di mana Mbak Husna!" ucap Medina seraya berbalik badan, menatap Sam dan terlihat raut wajah sedih Medina membuat Sam semakin penasaran.

"Katakan! Aku berhak tau! Dia meninggalkan aku tanpa alasan! Aku sendiri enggak tau apa salahku! Jadi aku berhak tau!"

"Benar apa yang kamu katakan, setidaknya... kalau kamu tau di mana Mbak Husna, bisa mengurangi rasa benci kamu padanya!" kata Medina.

"Ck!" Sam berdecak. Sudah pasti dirinya akan membenci Husna yang pergi begitu saja tanpa alasan dan sebab.

"Enggak usah pakai drama!" ucap Sam.

"Mbak Husna udah enggak ada! 13 tahun yang lalu setelah melawan sakitnya sendirian!" ucap Medina seraya menghapus air matanya yang sudah membasahi pipinya.

"Jangan bohong kamu!" Sam mencoba tidak percaya.

"Untuk apa kamu bertanya kalau enggak percaya?" kata Medina.

"Mbak Husna sakit kanker, dia enggak mau kamu tau terus kamu sedih, bikin kamu susah! Itu Mbak Husna dan di akhir hidupnya selalu mikirkan kamu dan Darren!" Medina menjelaskan dengan diringi tangisnya, Sesenggukan, hatinya sangat sakit saat merindukan Kakaknya yang sudah lagi tidak dapat ia peluk.

Setelah mendengar tentang Husna, sekarang, Sam yang sedang berdiri tegak itu merasa kalau lututnya lemas, ia tak mengira kalau Husna pergi untuk selamanya.

Medina memberikan alamat pemakaman Husna pada Sam.

"Kamu serius? Kenapa aku merasa kamu berbohong?" tanya Sam pada Medina yang masih berdiri di depannya.

"Apa perlu kamu lihat surat kematian Mbak Husna?"

Setelah mengatakan itu, Medina pergi melanjutkan langkah kakinya, ia pulang dengan sedihnya karena Sam telah mengingatkannya dengan kepergian Husna.

Sementara Sam, ia yang masih tidak percaya itu menyendiri ke pantai dan di sana, Sam di temani oleh seorang pemuda asing yang membawa sebotol minuman, Sam yang sedang sedih itu meminta minuman tersebut pada si pemuda dan pemuda itu memberikannya lalu pergi meninggalkan Sam sendiri sebelum akhirnya Vio dan Adiba datang.

Keesokannya, Sam pergi ke pemakaman. Pria yang matanya sembab itu ingin tidak mempercayai Medina tetapi juga ingin tau kebenarannya.

Sam pergi tanpa pamit pada Sarifah juga Darren dan sesampainya di pemakaman Sam mencari makam Husna.

Terlihat ada bunga yang masih segar di atas makam tersebut.

Sam yang berjongkok di samping makam itu bertanya, "Apa menurut mu ini benar?"

Sam berpikir, seharusnya Husna menceritakan sakitnya agar Sam bisa membantu untuk mencari pengobatan.

Sam yang dulu patah hati karena ditinggal pergi Husna dan menyisakan kebencian di hatinya kini Sam harus mengulang patah hatinya setelah mengetahui kalau Husna pergi untuk selamanya.

Flashback off.

Sarifah mengantarkan makan siang untuk Sam dan melihat Sam masih memeluk gulingnya di bawah selimut.

Sarifah membuka selimut itu dan menyuruhnya untuk bangun.

"Kenapa kamu? Patah hati lagi?" tanya Sarifah seraya menarik lengan Sam dan saat itu juga Sarifah merasakan kalau suhu tubuh Sam naik.

"Ibu, mau sampai kapan di sini?"

"Anak durhaka kamu, kamu ngusir?" tanya Sarifah dengan kesalnya.

Sam hanya diam saja. Pria itu semakin mengeratkan pelukannya pada guling, Sam juga memejamkan mata, tidak ingin menghiraukan Sarifah.

Sarifah duduk di tepi ranjang, wanita tua itu mengusap rambut Sam layaknya mengusap rambut anak kecil.

"Ceritakan, apa yang membuat kamu seperti ini, Sam?" tanya Sarifah.

"Bu... ternyata di-dia sudah...," ucap Sam yang terbata dan menggantung ujung kalimatnya.

"Dia siapa? Sudah apa?" Yang jelas kalau bercerita itu!" protes Sarifah masih dengan mengusap rambut Sam.

"Bu, Sam bukan anak kecil lagi, tolong berhenti mengusap rambut!" pinta Sam.

"Kalau bukan anak kecil kenapa masih suka menangis?"

"Bu...." Sam menggenggam tangan Sarifah, menatapnya.

"Ada apa?" Sarifah kembali bertanya.

"Husna, Bu," lirih Sam seraya menatap Sarifah.

"Iya, Husna kenapa? Bukannya kamu sudah menganggap dia udah enggak ada?"

"Dan itu kenyataannya, Bu. Sam bertemu Dina dan makam Husna," jelas Sam.

Sam pun menjelaskan alasan Husna pergi dari hidupnya dan Sarifah yang juga menyayangi Husna itu ikut merasakan sedih.

"Kalau begitu doakan dia, Sam. Bukannya menangis, tidak akan merubah apapun!"

"Sam menangis karena menyesal, Bu. Sam sempat membencinya selama ini, bukan mencarinya, tetapi, Sam sibuk membenci," ucap Sam, "seandainya Sam mencari dan membawanya untuk berobat mungkin sekarang kami bahagia bersama," lanjut Sam dan Sarifah menarik nafas.

"Bukan salah kamu, Sam. Husna yang pergi tanpa mengatakan apapun, itu sudah menjadi kemauannya dan itu sudah takdir, Takdirnya pergi lebih dulu!" Sarifah mencoba mengingatkan agar Sam bisa kembali berpikir jernih.

"Bangunlah, Husna pasti sedih lihat kamu seperti ini!"

Dan ternyata, obrolan Sam itu di dengar oleh Darren yang baru pulang kuliah itu mendengar semua percakapan antara Sam dan Sarifah.

"Pi, papi beruntung bisa mengenal mami. Sekarang, Mami pasti mau Papi hidup bahagia, jangan seperti ini, Mami pasti punya alasan kenapa melakukan ini sama Papi!" ucap Darren seraya masuk ke kamar Sam.

"Anak kecil tau apa kamu!" kata Sam yang tak mau melihat ke belakang, Sam memunggungi Sarifah dan Darren.

"Percaya sama Darren, Pi."

"Percaya sama kamu sama dengan musyrik!"

"Astaga, Papi!" geram Darren seraya menggelengkan kepala.

Sementara Sarifah menepuk jidatnya.

"Sam, ini bukan pertama kali kamu menangisi Husna, ayolah, bangun! Husna menangis melihat ini dari surga!" kata Sarifah.

Dan Sam masih tak bergerak.

Sarifah dan Darren pun menjadi kesal, pasalnya, lebih mudah membujuk anak kecil dari pada harus membujuk Sam yang susah diberi pengertian.

"Kalau Ibu yang meninggal, apa kamu akan seperti ini juga, Sam?" tanya Sarifah dan Sam berbalik badan.

Walau sering bertengkar dan selalu tidak cocok saat bertukar pikiran, tetapi, Sam sangat menyayangi Sarifah.

"Ibu!" ucap Sam.

"Nenek!" ucap Darren dan keduanya memanggil wanita keriput, berambut putih itu bersamaan.

Bersambung.

Jangan lupa like dan komen ya, all. Difavoritkan juga. Terimakasih.

Suka dengan cerita ini? Jangan lupa votenya, ya dan terus dukung karya ini 😇.

1
Qaisaa Nazarudin
Makanya jgn lemot,Ku pikir setelah Darren tau idenya nya Vio dan Rossi utk bikin Darren cemburu,Darren bakalan ngejar2 Rossi dan nyatain perasaanya,Eh malah di cuekin..🤦🤦
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Jodoh nggak ada yang tau ka, 😬😬
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Mungkin Rossi emang JODOH nya Dandi..
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan sok soan jadi emak ayam, Sekarang malah nyalahin orang lain..Cckk dasar Jalang..
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Sabaarrr, 😬😬
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Cuuiihh Rosi sok baik,Padahal ini semua rencana nya..Darren bego ya masih aja membela ular,Apa dia gak tau siapa Rosi dan Lea..ckk
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Belum ketahuan, Kak. 😇
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Doa Vio waktu itu terkabul..Surya mati menggenaskan tertabrak mobil..
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Karma, Kak. 😬😬
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Gila nih emak ayam,Saat ketangkap polisi ntar malah mewek2..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal si Vio ini BODOH apa POLOS sih heran aku..Seneng banget di tipu,Gak ada Tegas2 nya,..
Qaisaa Nazarudin
Cinta tdk bisa di paksa Rosi..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Darren mau gantiin uang Sam ke Vio waktu itu..Waahh Darren aku pada mu..
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: Aku juga padamu, Kak. 🤭🤭😇
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Innalillahi wainnailahirojiun..😭😭😭Kok nenek meninggal sih..
Qaisaa Nazarudin
wkwkwkwk mampos loe..😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Berarti Darren yg duluan nyangkut sama Vio..Tapi Vio malah kepaksa nikah nikah sama teh celup..ckck..
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: 😅😅😅😅😅😅 teh celup gx tuh 😬
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Feeling ku mengatakan kalo Husna itu udah gak ada(meninggal)
Qaisaa Nazarudin
BODOH..YG ADA DIA MALAH KABUR KALO DI LEPASIN..
Qaisaa Nazarudin
Karena kamu suka cela celup,Mana ada isteri yg mau suaminya dari barang bekas.
Qaisaa Nazarudin
Semoga Surya mendapatkan KARMA nya..🤲🤲🤲 Jangan bikin Surya kelamaan bersenang-senang nya thor..
Qaisaa Nazarudin
Cewek umur 25 tahun udah dewasa mah,Aku suka baca novel cewek remaja dengan cowoknya dewasa,Saat baca sinopsis aku langsung suka,tapi saat tau umur ceweknya langsung down..
Pikir ku cewek yg udah dewasa kalo gak bisa berpikir dewasa dan gak tegas ,lebay aja menurutku..
𓆩𓆪🏠⃟ ᴘᷳᴙᷫᴉᷫᴎᴄᴇ𝐀⃝🥀
typo di sini thor🏃🏃
🚶‍♀️🚶‍♀Notifikasi: iya kayanya gx prnah gx typo 🙈
total 1 replies
𓆩𓆪🏠⃟ ᴘᷳᴙᷫᴉᷫᴎᴄᴇ𝐀⃝🥀
baru di gigit nyamuk 😒
𓆩𓆪🏠⃟ ᴘᷳᴙᷫᴉᷫᴎᴄᴇ𝐀⃝🥀
wah parah ni cowo, kick surya dari dunia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!