NovelToon NovelToon
Istri Tak Tergapai

Istri Tak Tergapai

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Angst / Romansa / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Kirana Pramudya

“Cinta tidak memberikan apa pun kecuali dirinya sendiri dan tidak meminta apa pun selain cinta itu sendiri. Terluka dalam pemahaman tentang cinta. Berdarah dengan penuh ikhlas dengan penuh sukacita.”

Bagaimana memulai rumah tangga jika sama sekali tidak ada cinta? Hanya mendasarkan hubungan pada kompromi dan rasa hormat. Itu yang dijalani Ravendra Jaya Wardhana dan Medhina Kartika. Menjalani rumah tangga hanya sekadar formalitas, tidak ada rona dalam rumah tangganya. Kenyataan makin pelik karena Medhina masih begitu mencintai mantan kekasihnya, Andreas Saputra. Dalam upaya menggapai rumah tangga yang bahagia, Ravendra justru akan merelakan istrinya itu untuk kembali bersama dengan mantan kekasihnya lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Satu Kamar?

"Silakan masuk, Dhina ... mulai hari ini, unit ini akan menjadi tempat tinggal untuk kita berdua," ucap Ravendra dengan mempersilakan Medhina untuk masuk ke dalam unit apartemennya.

Pria itu terlihat bahagia mempersilakan istrinya untuk masuk, sekaligus dia merasa lega karena setidaknya memiliki hunian yang layak untuk Medhina. Di tempat inilah, Ravendra berharap bahwa benih-benih cinta akan tumbuh di antara keduanya.

Medhina pun menganggukkan kepalanya, kemudian Medhina tampak berjalan-jalan layaknya melakukan room tour untuk melihat keseluruhan ruangan yang ada di ruang apartemen itu. Namun, ada hal yang membuat Medhina terkejut kala melihat ruangan apartemen beserta perabotnya di sana. Dalam hatinya, justru ada rasa getir yang amat sangat. Andai saja, dia menempati unit apartemen ini dengan seorang pria yang dia cintai. Sayangnya, apartemen ini tak ayal hanya sebuah ruangan persegi yang hampa dan tak ada cinta di dalamnya.

"Kita masih pengantin baru, jadi ... tinggal di apartemen adalah pilihan yang tepat untuk pasangan pengantin baru. Kita tidak pusing membersihkannya, karena bisa dilakukan di akhir pekan. Selain itu, ruangan satu dengan ruangan lain yang tidak terlalu jauh, memungkinkan kita untuk memperhatikan satu sama lain," ucap Ravendra.

Medhina merespons hanya dengan menganggukkan kepalanya. Sebab, dia bingung juga harus merespons ucapan Ravendra seperti apa lagi. Lebih baik Medhina tetap melihat keseluruhan ruangan itu.

Kini, keduanya menuju ke dapur. Walau apartemen milik seorang pemuda, tetapi kitchen set di sana sudah lengkap. Beberapa teflon dengan berbagai ukuran, dan juga perabotan memasak yang canggih ada di sana.

"Semua kitchen set ini hadiah dari Mama ... katanya biar menantunya ini belajar memasak," ucap Ravendra.

Mendengar ucapan Ravendra, Marsha menggigit bibir bagian dalamnya. Merasa bersalah juga rasanya. Terlihat Mama Sandra begitu sayang padanya hingga menyediakan berbagai kitchen set dan perabotan memasak. Medhina menaksir bahwa semua ini begitu mahal harganya.

"Sayangnya, aku tidak jago memasak," balas Medhina.

Ravendra menghela nafas, tidak mengira bahwa istrinya juga tidak jago memasak. "Tidak apa-apa, kamu bisa belajar pelan-pelan," sahut Ravendra.

Kemudian Medhina melanjutkan room tournya, melihat bagian lain dari ruang apartemen itu, tetapi Medhina berhenti dan mengernyitkan keningnya karena merasa ada yang janggal menurutnya.

"Kamarnya apa hanya satu?" tanya Medhina kepada Ravendra.

Pria itu pun mengangguk, "Iya, apartemen ini memang hanya memiliki satu kamar. Kenapa?" tanyanya.

"Apa tidak bisa menyekat ruangan dan membuat kamar baru?" tanya Medhina lagi.

"Tidak, tidak bisa. Apartemen ini memang hanya memiliki satu kamar. Kenapa Dhin? Bukankah seorang suami dan istri hanya membutuhkan satu kamar saja?" tanya Ravendra.

Kala itu justru Ravendra tertawa dalam hati. Dia ingin melihat reaksi dari Medhina. Namun, faktanya memang apartemen miliknya hanya memiliki satu kamar tidur saja. Ketika dibeli, apartemen ini memiliki tiga kamar. Hanya saja dua kamar yang lain Ravendra ubah fungsinya. Satu kamar sebagai ruang bekerja, dan satu kamar yang Ravendra ubah menjadi tempat gym. Sehingga hanya ada satu kamar tidur di tempat itu.

Medhina memutar bola matanya dengan malas, sehingga kali ini dia bertanya lagi kepada Ravendra.

"Euhm, maksudku ... apakah kita juga harus satu kamar? Berbagi kamar?" tanyanya lagi.

"Tentu. Tentu kita harus menempati satu kamar itu. Lagipula, kita halal bagi satu sama lain. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk pisah kamar kan?" sahut Ravendra.

Medhina hanya diam. Yang diucapkan Ravendra benar adanya. Pasangan suami dan istri memang seharusnya menempati satu kamar. Akan tetapi, Medhina sendiri sebenarnya belum siap untuk berbagi hidup dengan pria itu.

Bagi Medhina, kamar itu adalah ruangan privasi baginya. Salah satu ruangan yang penting baginya. Begitu menikah dan berbagi kamar dengan pria lain, rasanya Medhina belum siap. Untuk berbagi satu ruangan yang sangat privasi untuknya dengan Ravendra, rasanya Medhina belum siap. Rasanya semua ini terlalu cepat.

"Sudah istirahat saja, lagian aku juga tidak akan menerkammu," sahut Ravendra.

Pria itu kemudian masuk begitu saja ke dalam kamarnya. Menaruh koper demi koper milik Medhina. Bahkan Ravendra menyiapkan walk in closet khusus untuk Medhina.

Mendengar kata diterkam yang barusan diucapkan oleh Ravendra, sontak saja Medhina teringat dengan sebuah tayangan dunia satwa liar di siaran televisi di mana seekor singa yang sedang menerkam mangsanya. Membayangkan semuanya itu, Medhina sampai kesusahan untuk menelan salivanya sendiri. Untuk itu, Medhina memilih duduk di sofa yang berada di sudut apartemen itu. Membawa kedua matanya menatap langit kota Jakarta yang biru, tetapi justru terlihat kelabu di kedua netra Medhina.

Dari jauh Ravendra melihat Medhina yang duduk termenung seorang diri. Pria itu kemudian menghampiri Medhina dan duduk di sisinya.

"Minumlah ... ada kue juga dari Mama," ucapnya dengan menyodorkan botol minuman berisi Teh beraroma melati.

"Terima kasih," balas Medhina dan mengambil satu potong kue itu dan memakannya sendiri sembari menatap pemandangan dari unit apartemen itu.

"Pemandangan di sini indah," ucap Medhina.

Suara gadis itu mengalun lembut, suara yang terdengar indah di indera pendengaran Ravendra. Hingga Ravendra pun menganggukkan kepalanya, "Iya ... akses ke tempat-tempat lainnya juga strategis," jawab Ravendra.

***

Menjelang Malam ....

Agaknya Medhina masih betah berdiam diri di sofa itu. Sejak kedatangnya ke apartemen milik Ravendra, Medhina belum menginjakkan kakinya ke dalam kamar tidur. Padahal berlama-lama duduk juga membuat pinggang merasa sakit dan tidak nyaman.

Melihat Medhina yang masih duduk di sofa pun, Ravendra menghela nafas dan kembali menghampiri Medhina.

"Ayo," ucapnya singkat.

Medhina justru tertegun melihat Ravendra yang sudah berdiri di hadapannya dan mengulurkan tangan kanannya kepadanya.

"Hmm, apa?" tanya Medhina singkat.

"Ayo, kita ke kamar ... apa kamu akan terus-menerus duduk di sofa ini?" sahut Ravendra.

Medhina menundukkan wajahnya, hanya melihat tangan Ravendra yang terulur kepadanya. Namun, rasanya untuk memasuki kamar itu juga sungkan dan enggan rasanya.

"Tidurlah Dhin ... sudah hamil. Sedari tadi, kamu cuma berada di sini. Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal yang macam-macam. Pegang saja janjiku," ucap Ravendra yang wajah yang sangat serius.

Medhina pun berdiri, tetapi dia tidak menyambut uluran tangan Ravendra. Ravendra menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya itu, kemudian berjalan di depan Medhina.

"Ini kamar kita ... dan itu, ranjang kita," ucap Ravendra.

Kali ini mendengar kata 'ranjang', Medhina bergidik negeri rasanya. Lagi-lagi dia harus tidur seranjang dengan suaminya yang tidak dicintainya.

Medhina mengambil tempat di sisi kiri, sementara Ravendra di sisi kanan. Wanita itu segera merebahkan dirinya dan memunggungi Ravendra. Sementara Ravendra yang masih duduk dan bersandar di headboard tersenyum dalam hati melihat istrinya itu.

Pelan-pelan saja, Dhina ... aku yakin suatu saat nanti tindakanku dan ketulusanku bisa menyentuh hatimu.

Kamu cukup menunggu di tempatmu. Biarkan aku saja yang berusaha untuk mendapatkan hatimu.

Percayai aku, dan aku akan terus berjuang.

Kali ini, memang kamu adalah istri yang tak bisa kugapai.

Namun, akan datang hari di mana aku bisa menggapaimu dan kamu yang akan berlari ke arahku.

1
Gina Savitri
Makanya papa darren jangan suka bohong, giliran sakit bnrn dan meninggal nggak ada vendra yg nemenin di sampingnya 😏
Gina Savitri
Lagian vendra kaya hidup jaman batu, jagain papa darren apa gak bisa telpon atau video call anak2 dan istri di rumah
Biar nggak putus komunikasi juga dan medina serta anak2nya bisa di perhatikan juga tiap harinya..
Eny Rinansih
Luar biasa
Anonim
membaca hepi ending cerita ini rasanya plong bgt. gak perlu harta segudang, punya keluarga kecil rav serasa punya harta karun /Smile/
mifta churohmah
Akhirnya..hapy emding. bagus banget ceritanya, saya suka novel novelmu thor, selalu ada sisi positifnya yg bisa saya ambil. makasih banyak thor, sehat selalu.
Shifa Burhan
saat raven begitu tulus mencintai dhina dan begitu ikhlas menerima dhina dengan semua masa lalunya dan selalu mempercayai dhina

tapi dhina segampang itu lebih mempercayai orang lain, ragu dengan masa lalu suaminya, dhina cinta mu memang tulus tapi hati mu tidak ikhlas pada suamimu
Oma Umi
tak dukung terus..
Opa Sujimim
akhirnya bahagia ,lanjut ke anak²mereka ya kk
vi
aq cek di NT GA ada??
Kirana Pramudya: Ada Kak.
Judulnya Duda Terpaksa Turun Ranjang
total 1 replies
DwiFitriani
siap meluncur thor😍
A R
wahh mksh kakakkk sdh tulis karya baruuu. semangattt kakak 💪
Aini Tri
karya. .baru...lagi ..ya. kakak
.
Sumar Sutinah
tank y thor ceritanya bagus aq suka, suami yg penuh kesabaran, d tunggu karya" mu say. /Heart//Heart//Heart/
mama Al: mampir kak ke karyaku after wedding Panji dan Echa
total 1 replies
indah riesmi
semangat kak Kirana, selalu cinta karya karyamu...😍
Esther
siap menunggu cerita Rangga & Irene.
utk Indi & Satria tdk dilanjut thor
Esther
akhirnya tamat dengan kebahagiaan keluarga Vendra🥰.
terima kasih thor utk cerita indahnya.
A R
ditunggu apdetan rangga n irene nya kakak... nahyab smp ktm thn depan ya. semangatt kakakk
sella surya amanda
lanjut
Ainajla
siap menunggu klnjutan kisah air langga kak... sehat dan sukses selalu kak😘
Dian Isnawati
ditunggu kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!