Baca season pertama juga ya judulnya Akhir Yang Bahagia.
Cyra Alesia Wijaya gadis manis berjilbab yang cukup ceria, punya keluarga yang semuanya baik membuat Cyra merasa hidupnya sempurna.
Tapi suatu kejadian membuatnya berubah jadi gadis murung, kejadian yang gak bisa diceritakannya pada siapapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
Cyra bersama keluarganya datang ke pabrik, semua orang di sana menyambut mereka dengan ramah.
"Ayah, Bunda, Cyra jalan dulu," ucap Cyra
"Iya, hati-hati," kata Ayahnya
Cyra mencium tangan keduanya lalu langsung masuk ke mobil lagi.
Cyra mulai menjalankan mobilnya sambil tersenyum ke arah Ayah dan Bundanya, lalu Ia menutup kaca mobil.
Cyra melaju ingin menuju hotel milik Geral, setelah beberapa lama dia pun sampai Cyra langsung berhenti dan langsung turun.
Cyra menatap ke arah depan hotel itu, tangannya mulai bergetar karna mengingat kejadian dulu.
Kakinya melangkah pelan saat masuk ke hotel.
Cyra langsung menuju meja resepsionis.
"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?" tanya wanita di meja itu.
"Saya mau tanya, alamat Pak Geral Fano pemilik hotel ini dimana ya? saya cuma mau bertemu adiknya," tanya Cyra
"Maaf Mbak kami tidak bisa memberitahukan apapun tentang Pak Geral ke siapa pun kecuali kerabatnya," kata wanita tadi.
"Ya sudah saya permisi, terima kasih," ucap Cyra
Cyra langsung berjalan keluar hotel, saat di depan Cyra mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk, dilihatnya Geral yang baru turun dari mobil.
Cyra mematung melihat ke arah Geral, Geral yang berjalan menuju hotel juga terhenti saat melihat wanita bercadar di depannya.
Geral menatap mata wanita bercadar.
Air mata Cyra kembali menetes, Cyra buru-buru menghapusnya dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, Geral berjalan perlahan ingin masuk ke hotel melewati Cyra, Ia kembali menoleh ke belakang.
Cyra buru-buru masuk ke mobil dan melaju pergi.
Kenapa tatapannya mirip seseorang, batin Geral
Geral langsung masuk, wanita yang di resepsionis langsung menghentikannya.
"Maaf Pak tadi ada wanita bercadar menanyakan alamat Bapak, katanya dia cuma mau ketemu adik Pak Geral, tapi gak saya kasih," ucap wanita itu.
Geral kaget dan langsung berlari keluar dari hotel.
Geral melihat mobil Cyra yang sudah tidak terlihat lagi.
Itu pasti Cyra, sudah pasti Cyra batin Geral
Geral kembali masuk, "Desi nanti jika dia datang lagi, kasih saja alamat saya karna dia teman dekat adik saya,"
"Iya Pak," ucap Desi wanita yang tadi.
"Saya cuma mampir bentar jadi jangan siapkan apapun," kata Geral
Geral berjalan masuk ke ruangannya.
Di jalan Cyra menghentikan mobilnya.
Cyra menangis tersedu-sedu.
Ya Allah tolong buang rasa ini seperti dulu Engkau membuang rasaku pada Bang Rendy, ini salah sangat salah, Cyra gak bisa memikirkan orang yang mungkin sudah dimiliki orang lain batin Cyra
Cyra memukul pelan dadanya beberapa kali supaya berhenti memikirkan Geral.
Cyra masih terus menangis, setelah agak lama menangis Cyra langsung menghapus air matanya dan melaju kembali ke pabrik.
Cyra berhenti di depan pabrik dan langsung menarik nafas supaya gak ada yang tau kalau Ia habis menangis.
Cyra berjalan masuk ke dalam dan langsung mencari Bundanya di dapur pribadi.
Cyra baru masuk dan melihat banyak perubahan di dapur itu.
Hana dan Arka yang sibuk mengadon roti tidak sadar Cyra sudah kembali.
Cyra langsung mendekat dan mengucap salam baru mereka sadar dan menjawab salam Cyra.
"Cyra juga mau ikut," ucap Cyra pura-pura ceria biar gak ketahuan habis nangis.
"Ya sudah sini," ajak Ayahnya
Cyra langsung mencuci tangannya dan kemudian bergabung bersama orang tuanya.
"Dari dulu roti buatan Ayah tetap yang terenak, buatan Bunda dan Cyra kalah terus," ucap Cyra
"Sekarang buatan mesin jauh lebih enak," ucap Ayahnya sambil tersenyum.
"Tapi di hati kami buatan Ayah lah yang paling enak," kata Hana
Cyra melihat ke arah kedua orang tuanya yang tetap romantis walau sudah lama menikah.
Cyra ingin seperti Bunda, selalu jadi nomor 1 di hati Ayah, Cyra juga ingin seperti Bunda yang selalu bahagia bersama Ayah batin Cyra
*
Sore hari Cyra dan kedua orang tuanya pulang ke rumah, Semuanya turun dari mobil, Cyra turun belakangan.
Dari kejauhan Geral melihat Cyra turun dari mobil.
Ternyata itu benar kamu Cyra, sekarang kamu sangat berubah batin Geral
Saat Cyra baru mau masuk ke rumah, tiba-tiba Rendy datang.
Cyra menoleh ke arah mobil Rendy, Husna turun dari mobil bersama Rendy.
Husna berlari ke arah Cyra, Cyra langsung mengangkatnya dan mengajak keduanya masuk.
Geral menyaksikan itu semua dari kejauhan, Geral langsung salah paham mengira Cyra dan Rendy sudah menikah dan punya anak.
Geral tersenyum tipis lalu langsung masuk ke mobilnya.
Ngapain aku kesini lagi, kita sama-sama sudah punya kehidupan masing-masing, tapi kaki ini melangkah dengan sendirinya, batin Geral
Geral langsung masuk ke mobil dan melihat sebentar ke arah rumah keluarga Cyra.
Semoga kalian selalu bahagia batin Geral
Geral langsung melaju pergi.
Sepanjang perjalanan Geral sedikit melamun.
Tapi kenapa tatapan Cyra terlihat sedih tadi, waktu di bandara juga, dan kenapa waktu di bandara dia membawa koper sendirian, seharusnya saat kembali aku cari tau dulu tentang hidupnya, batin Geral
Di rumah keluarga Cyra, Cyra sedang bermain bersama Husna.
Rendy juga bersama mereka, Rendy menatap ke arah Cyra yang masih memakai cadar.
"Apa tadi Cyra mencarinya?" tanya Rendy
Cyra langsung melihat ke arah Rendy.
"Kok Bang Rendy tau?" tanya Cyra
"Kita sudah kenal dari kecil, Bang Rendy tau apa yang Cyra rasakan," kata Rendy
"Ya tadi Cyra ingin mencari rumahnya, saat nanya di hotel miliknya, orang di sana gak ngasih tau jadi Cyra langsung pergi, terus ketemu di depan," kata Cyra yang memang dari dulu sulit untuk bohong pada Rendy.
"Kalian ngobrol?" tanya Rendy lagi
Cyra menggeleng, "Dia gak mengenali Cyra, Cyra juga langsung pergi, lagian mungkin dia sudah menikah jadi gak enak jika ngobrol bersama suami orang, Cyra cari rumahnya cuma mau lihat keadaan Dinda," kata Cyra masih sambil terus main sama Husna.
Rendy hanya diam mendengarnya.
"Oh ya Bang Rendy, Cyra minta maaf tentang hal dulu," kata Cyra
"Gak apa-apa, wajar kok Cyra seperti itu, daripada kita menikah tapi hati Cyra milik orang lain, kan itu sama juga kayak waktu Cyra menikah sama Geral tapi hati Cyra untuk orang lain dan akhirnya pisah juga," kata Rendy mengerti.
"Bang Rendy memang tau banget, tapi Cyra benar-benar merasa bersalah sama Bang Rendy," kata Cyra
"Lupakan masa lalu, jalani masa sekarang, jika kita berjodoh maka rasa cinta akan tumbuh lagi," ucap Rendy sedikit bercanda.
Cyra juga tersenyum di balik cadarnya.
Bundanya datang membawakan mereka minum.
Cyra langsung mengambil minuman dari tangan Bundanya dan memberikan minuman itu pada Rendy dan Husna.
Apa salah Alwi sampai ada musuh, penasaran🤔
like
sub
give
iklan
star
komen
paket lengkap tersemat
cya yo
😘😍😘😍😘😍
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
maka jadilah.
QS. al Baqoroh 216.
cha yo kk dwi nt k-2 mu stlh hana
😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍