NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Haifa

Kisah Cinta Haifa

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:890.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deche

Kata kunci masuk GC : Sebutkan nama sepupu Haifa!

Haifa menerima perjodohan dengan Wisnu Hutama yang memiliki penyakit jantung demi membiayai sekolah adiknya.

Wisnu Hutama :
“Kamu ke sini untuk apa? Liburan atau mau mencari kerja di Jakarta?”

Haifa menikah dengan Wisnu dan mereka hidup bahagia. Namun takdir berkata lain Wisnu meninggal dunia ketika Haifa sedang mengandung delapan bulan. Sanggupkah Haifa melalui hari-harinya tanpa suami tercintanya?

Wira Hutama adik dari Wisnu Hutama namun memilik sifat yang berbeda dengan kakaknya. Wira terkenal sebagai seorang Don Juan. Namun Wira sanggup meninggalkan kehidupan masa lalunya demi Haifa dan keponakannya.

Wisnu Hutama:
“Wira, pulanglah! Mas titip Mamah, Papah, Wina serta Haifa dan anak yang dikandungnya.”

Apakah Haifa mau menerima mantan seorang Don Juan untuk menjadi suami dan ayah untuk putri tercintanya?

Haifa:
“Mas Wira, jangan tinggalkan kami! Kami membutuhkan Mas Wira.”

Wira:
“Apakah itu artinya kau mengatakan “Ya”?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Pindah Kamar.

Syaiful berjalan menuju masjid di dekat rumahnya. Ketika ia hendak masuk ke halaman masjid tanpa sengaja Syaiful melihat Dodi sedang berjalan menuju ke masjid. Di sebelah Dodi ada seorang pria dewasa yang sedang mengajak Dodi berbicara. Dodi terlihat begitu serius mendengarkan pria itu berbicara. Di belakang Dodi ada Pak Yayat yang sedang berjalan sambil berbicara dengan pria setengah baya. Sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang ringan-ringan, karena terlihat mereka berbicara sambil tertawa. Dan di belakang Pak Yayat ada Mang Diman, Pamannya Haifa.

Syaiful tertegun melihat keakraban mereka. Kalau dilihat dari penampilannya kedua pria itu sepertinya bukan warga sini.

Apa mereka majikannya Bibinya Haifa? Tanya Syaiful di dalam hati.

Mau apa mereka datang ke sini?

Syaiful membuang pikiran negatinya.

Mungkin mereka sedang menjenguk Mamahnya Haifa, kata Syaiful di dalam hati.

Syaiful melanjutkan langkahnya menuju masjid.

“Dodi,” panggil Syaiful.

Dodi dan Wisnu menoleh ke belakang. Syaiful berlari kecil mendekati Dodi.

“Bareng ke mesjidnya,” kata Syaiful.

Akhirnya Syaiful masuk ke masjid bersama dengan Dodi dan Wisnu.

Setelah selesai sholat sebelum berpisah di depan masjid, Syaiful, membisikkan sesuatu ke Dodi.

“Titip salam, ya buat Teteh. Bilangin jadi nggak nonton hari ini?” Bisik Syaiful.

Mendengar perkataan Syaiful muka Dodi langsung berubah pucat. Ia takut Wisnu mendengarkan apa yang Syaiful katakan.

“Jangan lupa sampaikan, ya!” kata Syaiful sebelum belok ke arah rumahnya.

Dodi hanya mengangguk. Ia takut Wisnu mendengar perkataan Syaiful.

Sepanjang perjalanan Dodi merasa tidak enak kepada Wisnu.

“Itu tadi…..” Lidah Dodi terasa menjadi kaku untuk melanjutkan perkataannya.

“Temannya Teteh Haifa, kan?” kata Wisnu.

Dodi langsung menoleh ke Wisnu.

“Mas Wisnu tau?” tanya Dodi.

“Tau, dong. Pernah dia menelepon Teteh Haifa,” kata Wisnu.

“Tapi mereka itu cuma berteman,” kata Dodi.

Dodi merasa cemas gara-gara omongan Syaiful, Wisnu akan membatalkan lamarannya.

“Iya, Mas Wisnu juga tau. Kamu nggak usah cemas,” kata Wisnu sambil menepuk bahu Dodi.

Dodi langsung bernafas lega. Bagaimanapun juga Tetehnya harus diberi tahu tentang hal ini.

Sesampainya di rumah Dodi langsung mencari Tetehnya. Haifa sedang cuci tangan langsung ditarik oleh Dodi.

“Dodi! Ap…”

“Ssssttt jangan berisik!” bisik Dodi sambil menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya.

Dodi langsung menarik Tetehnya ke kamar Tetehnya.

“Ada apa sih, Dod?” tanya Haifa begitu berada di dalam kamarnya.

Dodi langsung menceritakan apa yang dikatakan Syaiful.

“Teteh harus bilang ke Aa Syaiful kalau Teteh sudah di lamar Mas Wisnu. Agar aa Syaiful tidak berharap lagi ke Teteh,” kata Dodi.

“Iya. Nanti Teteh bilang ke Aa Syaiful,” jawab Haifa.

Tiba-tiba…..

“Haifa….kamu dimana? Ini Den Wisnunya mau makan.” Terdengar suara Ibu Euis memanggil Haifa.

Haifa langsung membuka pintu kamarnya.

“Lagi apa kamu di kamar?” Tanya Ibu Euis kepada Haifa.

“Dodi lagi ngapain kamu di kamar Teteh?” Tanya Ibu Euis ketika melihat Dodi di kamar Haifa.

“Disuruh Teteh cari kecoa di kamar,” jawab Dodi.

“Sejak kapan kamu takut sama kecoa?” Tanya Ibu Euis ke Haifa.

“Ini kecoanya beda, Mah. Kakinya nggak kelihatan, jalannya juga lebih cepat dan tidak ada sayapnya,” Jawab Haifa.

“Ada-ada saja kamu. Mana ada kecoa seperti itu. Semua kecoa bentuknya sama. Udah sana, temani Den Wisnu!” seru Ibu Euis.

Haifa keluar dari kamarnya dan menghampiri Wisnu yang sedang mengambil makan.

“Kamu sudah makan?” Tanya Wisnu sambil mengambil makanan.

“Belum,” jawab Haifa.

“Ayo makan sekalian,” kata Wisnu.

Haifa pun mengambil makanan dan makan bersama dengan Wisnu.

Setelah selesai makan Pak Broto dan Ibu Deswita pamit pulang. Haifa pun ikut mereka ke Jakarta untuk menyiapkan pernikahannya dengan Wisnu.

“Jaga diri baik-baik!” kata Pak Yayat ketika Haifa pamit kepada orang tuanya.

“Ya, Pak,” jawab Haifa.

Haifapun mencium tangan kedua orang tuanya.

“Assalamualaikum,” ucap Haifa.

“Waalaikumsalam,” jawab Pak Yayat dan Ibu Euis.

Setelah Haifa masuk ke dalam mobil Mang Diman langsung menutup pintu mobil.

Haifa melambaikan tangannya kepada kedua orang tuanya dan Dodi.

Mobilpun melaju meninggalkan rumah Haifa.

Sepanjang perjalanan Wisnu memandangi Haifa sambil tersenyum.

“Kenapa?” Tanya Haifa melihat Wisnu.

“Kamu tambah cantik,” bisik Wisnu.

Langsung wajah Haifa memerah karena dipuji. Haifa dan Wisnu duduk di bangku paling belakang sehingga percakapan mereka tidak terdengar oleh Pak Broto dan Ibu Deswita.

“Nanti kamu belajar menyetir mobil, ya!” kata Wisnu.

“Takut ah, Mas. Lagipula untuk apa Haifa belajar menyetir mobil? Nanti mobil Mas Wisnu penyok gara-gara dipakai Haifa,,” kata Haifa.

“Ya jangan ditabrakin mobilnya. Belajar menyetirnya yang benar!” kata Wisnu.

“Nggak ah, Mas. Haifa takut,” jawab Haifa.

“Kalau kamu sedang kesal di rumah, kamu bisa jalan-jalan ke mall sendiri,” kata Wisnu.

Hadeuh….Mas Wisnu lagi ngelawak kali. Haifa tidak hafal jalanan di Jakarta. Bagaimana kalau ia sampai ke sasar di jalan,? Kata Haifa di dalam hati.

“Nanti saya akan belikan kamu mobil,” kata Wisnu.

Haifa langsung membelalakan matanya karena kaget.

“Serius, Mas?” tanya Haifa.

“Hmm,” jawab Wisnu sambil menganggukan kepalanya.

“Untuk kamu belanja ke pasar dan supermarket,” kata Wisnu.

“Tapi Haifa tidak hafal jalanan di Jakarta,” kata Haifa.

“Lama kelamaan kamu akan hafal jalan di Jakarta,” kata Wisnu.

Haifa menghela nafas panjang.

“Terserah Mas Wisnu saja, deh,” ujar Haifa.

****

Pukul setengah sepuluh malam mereka sampai di rumah Pak Broto. Mata Haifa sudah mengantuk, padahal tadi selama perjalanan Haifa tidur. Namun tetap saja Haifa masih mengantuk.

“Kamu sekarang pindah ke kamar tamu,” kata Bi Nani ketika pamit kepada Haifa.

Haifa kaget mendengar perkataan Bi Nani.

“Barang-barang kamu sudah Bibi pindahkan ke kamar tamu,” kata Bi Nani.

“Kenapa dipindahkan sih, Bi? Padahal Haifa tidur di kamar yang biasa Haifa tempatkan,” protes Haifa.

“Ibu Deswita yang menyuruh,” jawab Bi Nani.

“Nanti akan membuat rasa iri yang lain,” kata Haifa.

“Nanti juga mereka akan tau kalau kamu adalah calon istri Den Wisnu,” kata Bi Nani.

Tiba-tiba terdengar suara Ibu Deswita memanggil  Haifa.

“Haifa…!” seru Ibu Deswita.

“Bibi pulang dulu, ya! Assalamualaikum,” ucap Bi Nani.

Haifa mencium tangan Bi Nani dan Mang Diman. Bi nani dan Mang Diman pulang dengan menggunakan sepeda motor karena rumah kontrakannya nya tidak terlalu jauh dari rumah Pak Broto.

Setelah Bi Nani pergi Haifa langsung menghampiri Ibu Deswita.

“Iya, Bu,” jawab Haifa.

“Mulai sekarang kamu tidur di kamar tamu. Kamu bukan ART lagi, tapi kamu calon istri Wisnu,” kata Ibu Deswita.

“Iya, Bu,” jawab Haifa.

“Sudah cepat tidur! Ibu sudah mengantuk,” kata Ibu Deswita.

Ibu Deswita langsung menuju ke kamarnya. Haifa pun bergegas ke kamar tamu  karena ia sudah tidak kuat menahan rasa ngantuk menyerah.

1
flower
harus nya di Bandara ya bukan terminal
ayu cantik
suka
Ira Herawati
tamat sudah...keren pisan lah... haturnuhun thor🥰
Ira Herawati
Kecewa
Ira Herawati
Buruk
Ira Herawati
apotik Pajaji pang lawasna di Sumedang jln Geusan Ulun
Ira Herawati: urang Bandung asli, tp aya wargi di Sumedang
total 2 replies
Ira Herawati
mampir disini lg 🥰
SRI HANDAYANI
🌹🌹🌹🌹🌹
SRI HANDAYANI
haifa sama wira sj jadinya turun ranjang...
Dini Dadi
Luar biasa
flower
wisnu ya kak..
Yuyun Yuningsih
Luar biasa
Deche: terima kasih
total 1 replies
maya ayu
"ceellll......" 🤣🤣🤣🤣
Valent Theashef
baru x ni thor novel yg konflikny gk berbelit,gk bnyak drama,suka model kek gni..
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Becky D'lafonte
ah syaiful ngaapain sm km hadir di pernikahan haifa lg
Deche: sabar, mbak. ini adalah cobaan.
total 1 replies
Becky D'lafonte
wira bucin sm haifa
Becky D'lafonte
wira menjalankan amanah dr wisnu
Becky D'lafonte
😭😭😭😭
Deche: sabar-sabar. nanti juga bahagia
total 1 replies
Becky D'lafonte
hamil ini kayaknya
Becky D'lafonte
ceritanya bagus🥰
Deche: Terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!