Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.
Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
SELAMAT MEMBACA
Jam sebelas kurang Vika pun pamit pada Mama Iren untuk pergi bersama Keysa sahabat nya waktu SMA dulu.
Saat tiba di Mall yang dituju Vika pun menunggu Keysa di depan pintu masuk.
Keysa yang sudah lama tiba di sana tidak mengenali Vika yang kini telah berubah.
Sedangkan Vika yang tau jika Keysa sudah disana hanya diam saja tidak ingin menegur lebih dahulu karena iseng ingin menjahili sahabatnya itu.
Hampir lima belas menit Keysa menunggu akhirnya ia pun menelpon sahabatnya itu.
Tepat saat telpon tersambung wanita disebelahnya juga mengangkat telpon nya dan berkata "Hallo, Assalamualaikum" sama persis dengan yang di ucapkan Vika.
Keysa pun memperhatikan wanita disebelahnya.
Ingin rasanya Vika tertawa terbahak-bahak saat itu juga saat melihat ekspresi wajah sahabatnya itu.
"Eh kok pas gw telp saat Vika bilang hallo disebelah gw juga bilang hallo" batin Keysa
"Apa mungkin itu Vika ya, tapi kok kalo itu emang Vika dia kurus tapi Vika kan...." batin Keysa sambil memperhatikan wanita disebelahnya.
Ha ....ha...
akhirnya Vika pun tidak dapat menahan tawanya saat melihat sahabatnya itu kebingungan.
"Hallo key, ini gw Vika" ucap Vika sambil menaik turunkan tangan ya di depan wajah Keysa yang masih bingung.
"Hallo Key..." ucap Vika lagi dan berhasil menyadarkan sahabat nya itu dari lamunannya.
"Ini loe beneran Vika?" tanya nya seakan tidak percaya.
"Iya ini gw, ih emang ada yang aneh ya kok loe sampe kaya gitu liatin gw"
Saat melihat tahilalat di leher Vika barulah Keysa yakin jika itu sahabatnya.
Mereka pun berpelukan saling melepas rindu karena setelah lulus SMA meraka tidak pernah bertemu lagi.
Tidak perduli berapa banyak mata yang memandang mereka.
Keysa nampak begitu terharu melihat perubahan drastis sahabatnya itu.
"Loe sekarang beda banget Vika, jauh lebih cantik" ucap Keysa sambil menghapus air matanya.
"Gak usah cengeng, ayo lah kita masuk malu juga tuh di liatin sama orang-orang" Vika menarik tangan sahabatnya untuk mengikutinya masuk kedalam mall.
Mereka pun kembali seperti dahulu, hamoir semua toko mereka masuki hanya sekedar melihat-lihat saja.
Setelah puas berjalan-jalan mereka pun duduk di bangku sambil menikmati es crim.
"Kayanya nonton enak ni Vik, udah lama kita gak nonton ya" ajak Keysa
Vika pun langsung menyetujui dan setelah es mereka habis mereka pun langsung menuju bioskop yang ada di sana.
Setelah melihat beberapa film yang tayang mereka pun memilih film horor untuk di tonton.
Sebelum masuk mereka sempat berfoto-foto lalu Vika mengirimkan fotonya kepada Ujang.
Sebuah pesan masuk ke ponsel Vika
"Selamat bersenang-senang sayang, jangan lupa makan dan jangan terlalu cepat ya, cepat kembali Aa rindu 😘😘😘"
Vika pun tersenyum membaca pesan dari Ujang.
Karena penasaran Keysapun mengintip ponsel Vika
"Cieeee ada yang kangen itu...." ucap Keysa menggoda sahabatnya.
"Pacar ya?" tanya Keysa lagi
Wajah Vika bersemu malu saat Keysa menggodanya.
Ternyata Ikhlas pun sedang berada di Mall yang sama dengan Vika, namun wajahnya terlihat tidak menyenangkan mungkin karena banyaknya barang belanjaan yang ia bawa, sementara itu sang kekasih Rani nampak sibuk menelepon.
"Sial banget sih, udah kaya pembantinya aja gw bawain barang-barang dia, gw juga yang bayarin" maki Ikhsan pelan.
"Aduh sayang maaf ya, belanjanya kebanyakan ya" ucap Rani tanpa ada minat untuk membantu Ikhsan membawa barang-barangnya.
Sementara itu di bioskop Vika dan Keysa nampak asik memakan cemilan yang mereka beli.
Setelah selesai nonton mereka tidak langsung keluar namun duduk-duduk santai sambil memperhatikan orang-orang yang lewat.
"Key, loe laper gak?" tanya Vika
"Hmmm...laper lah"
"Makan yuk abis itu pulang, tar gw dimarahin lagi sama si Pian gara-gara bawa loe main sampe sore" ujar Keysa sambil tersenyum.
Mereka pun segera menuju salah satu restoran cepat saji yang ada di mall itu.
Saat sedang asik makan sambil bercerita, Vika melihat Ikhlas yang sedang kesusahan membawa begitu banyak paper bag belanjaan sang kekasih.
"Mereka masih jadian ternyata" ucap Vika pelan.
Keysa yang mendengar ucap Vika langsung ikut melihat kearah mana Vika melihat.
"Oh...itu" Keysa langsung faham apa yang dimaksud oleh sahabatnya.
"Iya mereka masih jadian, tapi yang gw tau Ikhsan mulai males jalan sama Rani malah gw denger si Ikhsan lagi naksir sama cewe desa" tutur Keysa.
*Loe tau dari mana Key kalo si Ikhsan lagi suka sama cewe lain?" tanya Vika penasaran.
"Temen dia itu cowok gw, waktu liburan kemarin mereka main ke Bandung dan disana Ikhlas ketemu cewe yang mirip temennya terus ngejar-ngejar tuh cewe" tutur Keysa menjelaskan.
"Oh jadi salah satu teman Ikhlas itu cowoknya Keysa toh" batin Vika sambil tersenyum.
Andai Keysa tau jika cewe desa yang ia maksud adalah Vika pasti Keysa akan tertawa .
Ikhsan yang sedang kesal dengan ulah Rani
langsung tersenyum saat tanpa sengaja melihat Vika yang sedang asik makan bersama temannya.
Ingin rasanya ia menghampiri Vika namun ia belum dapat alasan yang pas untuk Rani agar mau pulang lebih dahulu.
"Sayang kok malah ngelamun sih, emang kamu gak laper apa?" tanya Rani saat melihat Ikhlas hanya memainkan makanannya.
"Abis ini anterin aku kesalon ya Yank, udah sebulan aku belum perawatan" ucap Rany lagi.
"Maaf Ran gw gak bisa, besok gw harus kuliah terus kerja, rencana gw abis ini mau istirahat badan gw cape" ucap Ikhsan malas.
"Yah...kok kamu begitu sih sekarang, masa iya aku disalon sendirian" ucap Rany kesal.
"Banyak cewe yang gak pernah kesalon tapi tetap cantik Ran" balas Iksan mulai kesal.
"Apa kamu gak mikir besok aku kuliah terus kerja, sedangkan kamu besok cuma leha-leha saja dirumah, dan ini barang yang kamu beli menurut gw gak ada gunanya juga" Iksan mulai merasa kesal karena Rany selalu maunya dituruti namun ia tidak pernah memikirkan dirinya.
"Kok kamu jadi marah sih Yank, kan aku cuma minta beliin segini aja gak banyak juga" ujar Rany
"Segininya kamu itu dia bulan gaji aku Ran, ini yang terakhir aku belanjain kamu, setelah ini jika kamu mau sesuatu ya kamu harus kerja atau minta sama orangtua kamu aja" ucap Ikhsan tegas .
Karena suara Ikhlas yang cukup kencang membuat beberapa orang memerhatikan mereka.
"Ihs bego aja ya si Ikhsan mau aja di porotin sama si Rany, mana udah lama lagi" ucap Keysa
Vika hanya diam padahal dalam hatinya ikut prihatin, ia mengira Rany bisa berpenampilan modis karena memang orang tuanya yang kaya, namun dugaannya salah ternyata selama ini ia hanya memanfaatkan Ihsan saja.