COOL BOY GUS FASHAN
🌸SEASON DUA DARI USTADZ MUDA ITU SUAMIKU🌸
Seorang pria gagah, tampan, pemalu dan dingin. Sangat menyayangi keluarganya. Seorang pria berumur 25 tahun, Muhammad Fashan Ali Zainul Majdi. Si sulung dari 4 bersaudara.
Kisah cintanya tak berlangsung mulus, apalagi saat dia dituduh atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Namun, walaupun begitu. Dia adalah pria yang taat agama dan Sholeh. Menginginkan pasangan terbaik, bahkan keislamannya pun sangat berharga untuk nya. Gus Fashan adalah seorang pebisnis muda, guru dan pengurus pesantren keluarganya Al Bidayah. Karena kejadian malam itu, setelah yakin dengan sholat istikharah. Dia menikahi seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh-jauh darinya, dingin, cuek, galak dsn ketus. Gus Fashan berusaha menjadi sosok yang baik untuk istrinya tercinta Raihanah Sufu Embrace, 22 tahun, santriwati baru di pesantren. Gus Fashan berusaha menjadi pencair suasana, jika dia masih bersikukuh dengan sikap cueknya, entah bagaimana rumah tangga nya dengan Raihanah. Gus Fashan akan terus berusaha mendapatkan penerimaan yang ikhlas dari istrinya, walaupun sulit dan memerlukan waktu. Akankah si ketus Raihanah luluh? kita simak kisahnya..
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Rencana Honeymoon
Raihanah terdiam, mendengarkan ucapan neneknya di telepon. Nenek pergi ke rumah anaknya di Jakarta. Raihanah kaget saat ada notifikasi pesan masuk, laporan transferan masuk ke rekeningnya.
”Kalian sama-sama sibuk, tapi harus bisa membagi waktu” kata nenek dan Raihanah memijat dahinya.
"Rai sibuk nek”
”Honeymoon itu penting, untuk mempererat hubungan kalian”
”Tapi ini kegedean, aku transfer lagi deh ke rekening nenek sekarang”
”Awas kamu kalau balikin uang itu ke nenek, itu hadiah buat kamu sama Fashan. Nikmati waktu kalian berdua ya”
"Fashan juga punya uang, kami kalau ada niat untuk bulan madu, gak perlu nenek juga yang ngasih uangnya” tutur Raihanah sambil mendelik.
”Pokoknya terima, nenek tunggu kabar kalian bulan madu, honeymoon atau apalah namanya. Selamat senang-senang, cucu nenek” seru nenek penuh sukacita, Raihanah mengernyit heran. Dia sudah membuka mulutnya untuk berbicara, tapi panggilan diakhiri oleh nenek.
”Dasar nenek” katanya berbisik, lalu meletakkan ponselnya di atas meja.
”Haaaasss.. tscih!” suara bersin gus Fashan menggelegar.
”Aing kaget” ucap Raihanah sambal menepuk-nepuk dadanya. Gus Fashan terus melangkah, dia baru pulang dari sekolah, ada rapat guru dan dia pulang agak sore. Gus Fashan mengusap hidung mancungnya yang merah, Raihanah diam memperhatikan sampai suaminya mendekat padanya.
”Kamu sakit?” tanya Raihanah.
”Saya baru pulang, apa gak ada teh manis hangat, atau ciuman di punggung tangan saya?” ucap gus Fashan sambil tersenyum kecut. Raihanah mendelik sebal, dia raih dan tarik lengan suaminya itu, dan dia tempelkan ke keningnya.”Cium, masa ditempel di kening” protes.
Cup cup cup
Raihanah mencium punggung tangan suaminya kesal, tiga kali kecupan. Gus Fashan terkekeh geli melihat nya.
”Eh sebentar” ucap Raihanah, dia masih memegang tangan suaminya. Dia tempelkan punggung tangan suaminya ke pipinya, lalu Raihanah berdiri, berjinjit menempelkan punggung tangannya di kening gus Fashan." Kamu demam Gus” khawatir.
”Cuma flu” jawab gus Fashan.
”Sini duduk” ajak Raihanah. Dia merasa bersalah, semalam hujan deras, pasti gus Fashan demam dan flu karena kedinginan tidur dilantai.” Pasti karena tidur di lantai, aku minta maaf” ujarnya lalu memeluk gus Fashan erat.
Gus Fashan terkejut, dia senang Raihanah khawatir, tapi dia juga tidak enak hati karena Raihanah merasa bersalah.
”Maaf” suara Raihanah berat.
”Enggak Rai, ini bukan salah kamu” ucap Gus Fashan lembut. Raihanah melepas pelukannya, mendongakkan kepalanya menatap suaminya hangat.
”Nanti malam tidur di ranjang aja ya” ucap Raihanah dan gus Fashan cemberut.
”Katanya gak boleh hemm?” goda gus Fashan sambil tersenyum.
plak...
Raihanah memukul dada bidang suaminya itu satu kali.” Asal jangan macam-macam” ucap Raihanah sambil melotot.
Asik, jadi tidur sama Raihanah lagi.
Gus Fashan tersenyum setuju, Raihanah melepaskan pelukannya dan gus Fashan terus bersin.
”Saya mau teh hangat” pinta Gus Fashan, Raihanah mengangguk dan pergi untuk membuatkan teh. Gus Fashan diam memperhatikan Raihanah, tidak lama dia berbaring di atas sofa dan tidak sadar tertidur pulas. Gus Fashan sangat lelah, ditambah kondisinya yang kurang sehat. Setelah teh hangat selesai dibuat, Raihanah lekad membawanya kepada suaminya. Dia terdiam melihat suaminya tidur.
”Malah tidur” ucap gadis itu. Dia meletakkan teh hangat di atas meja, Raihanah mengecek suhu tubuh suaminya kembali dengan menempelkan punggung tangannya, panasnya malah terasa semakin tinggi. Raihanah bergegas pergi untuk segera membeli obat, sesampainya di santai satu. Umi Nailah bingung melihat menantunya grasak-grusuk.
”Mau kemana neng?” tanyanya.
”Mau beli obat umi, Gus Fashan demam” jawab Raihanah, umi Nailah tersenyum tapi menahan Raihanah." Umi, kenapa?”
”Kamu pergi mau beli obat gak pake kerudung?” ucap umi Nailah, sontak Raihanah mengigit bibir bawahnya kelu, dia sentuh rambutnya yang di ikat.
”Hehe, lupa” jawab Raihanah begitu enteng dan jujur.
”Pakai kerudung dulu” titah umi Nailah, Raihanah mengangguk lalu pergi menaiki tangga untuk mengambil kerudungnya.
*****
Di tempat lain, Fara dan Nida sedang di toko perlengkapan buku tulis. Keduanya tidak sadar Nafis juga ada di sana, Nafis cengengesan dan mendekati Fara.
”Dor” seru nya membuat Fara kaget, Fara refleks memukul lengan Nafis." Auw” kata Nafis pura-pura kesakitan.
”Bikin kaget aja sih" sewot Fara.” Ngapain kamu disini?”
”Nafis, jangan gangguin Fara terus deh kamu. Suka kamu ya sama Fara?” ketus Nida dan wajah Nafis langsung panik. Kedua pipinya langsung merah merona.
”Idih amit-amit” sewot Fara lagi dan menjauh.
”Jangan ngomong sembarangan ya kamu Nida” seru Nafis lantang.
”Berisik ah" tegur Fara dan Nafis tersenyum. Nida mendelik sebal dan sibuk memilih pena dan pensil, Fara sedang sibuk memilih buku dan Nafis memperhatikannya.
...Andai kamu bukan adiknya pak Fashan dan anaknya pak kyai, udah aku pacarin kamu Fara....
Nafis hanya bisa bergumam. Fara sangat cantik, tapi sangat polos. Nafis mana berani mengutarakan perasaannya, gus Fashan galak. Ditambah status Fara yang seorang Ning, membuatnya insecure duluan.
”Fara, habis lulus kamu mau ngapain?” tanya Nafis dan Fara menoleh sekilas.
”Aku mau langsung siap-siap kuliah, gak mau menunda-nunda” jawab Fara dan Nafis tersenyum.
”Mau kuliah dimana?” tanyanya lagi.
”Enggak tahu, aku maunya ke luar negeri, tapi abi aku kan udah tua, takut putus dijalan karena masalah biaya” tutur Fara menjelaskan, Nafis mengangguk-anggukkan kepalanya.” Kalau kamu?” sekarang Fara yang bertanya.
”Aku mau langsung kerja kayaknya, gak kuliah. Aku kan cuma anak yatim-piatu, diurus sama nenek aja udah syukur” tiba-tiba Nafis sedih, suaranya serak dan Fara menoleh memperhatikannya.
”Nafis sabar ya” kata Fara menyemangati. Nafis mengangguk pelan.” Aku cuma bisa do'ain kamu doang, setelah kita lulus pasti kita semua berpisah. Termasuk aku sama kamu” sambungnya.
”Iya Far, makasih ya”
”Siap” decak Fara dan membuat Nafis senang.
****
Malam hari, Gus Fashan dan Raihanah sudah berbaring di atas tempat tidur. Keduanya sama-sama gugup, Raihanah menutupi dadanya dengan boneka. Karena dia tidak memakai bra.
”Rai” panggil gus Fashan seraya menoleh.
”Apa?” tanya Raihanah, dan tetap menatap ke depan, tidak mau menoleh kepada suaminya.
”Kamu udah suka belum sama saya?” tanya Gus Fashan dan Raihanah menoleh. Keduanya saling menatap lekat, tangan Gus Fashan tiba-tiba bergerak, menyisir rambut istrinya.
”Jangan pegang-pegang” seru Raihanah sambil menepis tangan Gus Fashan kasar. Gus Fashan tersentak kaget dan menjauhkan tangannya.” Jangan macam-macam Gus, saya belum siap” Ujarnya kembali.
Gus Fashan tersenyum lebar.” Itu berarti kalau kamu sudah siap, bisa dong kita melakukan sesuatu selayaknya suami istri?” imbuh gus Fashan dan Raihanah bergidik ngeri.
”Apaan sih, tidur ah. Jangan aneh-aneh” sewot Raihanah. Dia berbalik, memunggungi suaminya. Gus Fashan tersenyum, dia bergeser dan Raihanah diam saat gus Fashan memeluknya erat dari belakang. Raihanah menutup matanya saat Gus Fashan mencium bahunya.
”Kamu bisa peluk saya sembarangan, saya juga boleh dong?” berucap diselingi tawa kecil dari bibirnya.
”Kamu suami saya, kamu harus melindungi saya. Mau saya peluk kapanpun ya terserah, tapi kamu jangan peluk peluk saya sembarangan” jawab Raihanah dan mendorong tangan Gus Fashan yang kekar itu, berat juga. Ucapnya dalam hati.
”Peraturan dari mana itu Rai?”
”Peraturan baru yang saya buat”
Gus Fashan tersenyum, dia menjauhkan tangannya, sekaligus bergeser menjauh.
”Oh iya Gus, saya belum ngomong” tiba-tiba Raihanah ingat dengan permintaan neneknya.
”Apa?” singkat Gus Fashan, dia pandangi langit-langit kamarnya itu.
”Nenek ngirim uang, buat kita bulan madu ke puncak. Mau gak?” ajak Raihanah.
”Enggak, bulan madu apaan kalau gak ngapa-ngapain” ketus gus Fashan, dia kini memiringkan tubuhnya dan Raihanah menoleh.
Raihanah berbalik, dia menatap punggung besar suaminya saat ini.
”Kalau enggak nenek nanti marah Gus, cuma dua hari. Ayolah” Raihanah memaksa dan merengek-rengek, Gus Fashan menggeleng kepala dan kedua matanya sudah tertutup, dia sudah siap untuk tidur.
Gus Fashan membuka matanya, saat Raihanah bangkit, melangkahi tubuhnya dan pindah ke hadapannya saat ini. Gus Fashan diam memperhatikan Raihanah yang merapat padanya, gadis itu tidak mau diapa-apakan, tapi terus saja memancing.
”Ayo honeymoon Gus” ajak Raihanah.
”Ngapain?” Gus Fashan tetap tidak mau, Raihanah mencengkram kuat baju suaminya itu.
”Honeymoon gak? daripada nenek marah-marah sama kita gus” mulai memaksa, Gus Fashan diam, dia ingin melihat sejauh mana Raihanah membujuknya.” Ayo Gus”
Gus Fashan menggeleng kepala.
”Minggu ini tanggal Sabtu merah, kita ke puncak. Malam seninnya pulang, ya ya mau ya?”
Gus Fashan tetap menggeleng kepala.
”Gus, jangan begitu” Raihanah mulai Frustasi.
Gus Fashan menekan pipinya untuk sebuah syarat." Cium pipi saya, nanti kita honeymoon” titahnya dan Raihanah menggeleng kepala, dia mundur dan Gus Fashan menahannya, Raihanah bisa saja jatuh ke lantai jika tidak dia tahan.
”Kamu jatuh nanti” Gus Fashan berbisik.
”Jangan begitu” rengek Raihanah. Dia tidak mau melakukannya. Melihat Raihanah yang hanya diam, Gus Fashan menarik tubuh gadis itu, memindahkannya kembali ke tempatnya. Gus Fashan kesal, dia berbalik memunggungi Raihanah.
”Gus, marah ya?” Raihanah berbisik. Gus Fashan diam, pria itu menarik selimut kasar. Raihanah mengerucutkan bibirnya, dia merangkak perlahan-lahan dan Gus Fashan membuka matanya saat bibir gadis itu mendarat di pipinya. Ciuman yang begitu lembut dan lama, Gus Fashan diam. Dia remas selimutnya dan setelah merasa cukup Raihanah melepaskan ciumannya.
”Sudah saya cium, jadi honeymoon?” ucap Raihanah.
Gus Fashan mengangguk mengiyakan.” Emmm, iya kita honeymoon” Ujarnya gugup dan Raihanah tersenyum lebar.
Waktu berlalu, Raihanah sudah tertidur, Gus Fashan diam memperhatikan istrinya yang sangat cantik itu. Gus Fashan mengangkat kepala Raihanah, memasukan lengannya lalu merengkuh tubuh gadis itu sampai menempel padanya. Raihanah juga terlibat nyaman, bibirnya menempel di leher gus Fashan. Gus Fashan mengusap-usap rambut coklat itu lembut dan menciumnya sesekali. Tidak lama, dia juga tertidur pulas masih dengan posisi seperti itu. Keduanya sama-sama nyaman, tapi Raihanah masih terus menolak.