Apa yang terjadi jika hubungan yang dibina sejak lama hancur dalam sekejap mata ?
Itulah yang dirasakan oleh Aira. Ia sungguh tak menyangka jika suami tercintanya akan membawa wanita lain masuk ke dalam rumah tangganya.
Lalu, akankah Aira mempertahankan rumah tangganya ? Atau mengakhiri semua yang telah dibangun ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Nova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Menantu
Aira membuka pintu dengan lunglai. Sidang kali ini kembali tidak dihadiri oleh Yuda. Padahal Aira sudah mengingatkan Yuda untuk menghadiri sidang perceraian mereka.
Aira berjalan menuju ruang tengah. Ia sedikit merasa heran karena tidak disambut oleh anak kesayangannya. Padahal Bayu tak pernah melewatkan untuk menyambutnya saat ia pulang.
Di ruang tengah Aira bisa melihat ibunya bersama dengan seorang wanita yang sebaya dengan sang ibu. Wanita itu terlihat antusias bermain bersama Bayu.
" Assalamu'alaikum " salam terucap dari mulut Aira.
" Wa'alaikumsalam " jawab mereka kompak dan menengok ke arah datangnya suara.
" Mama... " teriak Bayu lalu bangkit dan berlari menghampiri Aira.
" Uh... Anak mama yang gantengnya gemesin " ucap Aira sambil mencubit hidung Bayu dan menciumi pipinya.
" Bagaimana sidangnya ? Lancar ? " tanya Bu Widya.
Aira menggelengkan kepalanya.
" Mas Yuda tidak datang lagi, Bu " jawab Aira lirih.
Bu Widya menghela nafasnya.
" Ya sudah. Mudah-mudahan cepat selesai dan secepatnya ada keputusan " timpal Bu Widya.
" Oh iya, ibu mau kenalin kamu sama teman lama ibu. Kita sudah berpisah hampir 25 tahun. Ini tante Maudy. Tante Maudy itu teman sekaligus atasan ibu sewaktu kerja dulu " Bu Widya mengenalkan Bu Maudy pada Aira.
Aira meraih tangan Bu Maudy lalu mencium tangannya. Bu Maudy langsung memeluk Aira.
" Wah dari bayi sampai sekarang kamu memang cantik. Dulu tante lihat kamu terakhir kali waktu kamu umur 1 tahun. Waktu itu kamu baru bisa jalan. Gak sangka sekarang malah tante bisa lihat kamu dan anak kamu yang lucu ini " terang Bu Maudy sambil mencubit pipi chuby milik Bayu.
Aira hanya tersenyum mendengar ucapan dari Bu Maudy.
" Tante turut sedih atas masalah yang menimpa rumah tangga kamu ya, nak. Semua pasti ada jalan keluarnya dan tante yakin kalau Tuhan telah merencanakan hidup yang lebih baik buat kamu " ucap Bu Maudy simpati.
" Makasih, Tante " jawab singkat Aira.
" Oh iya, ngomong-ngomong kamu kerja dimana ? " tanya Bu Maudy.
" Di K Corporation tante. Aira baru kerja 2 minggu ini " jawab Aira.
Ternyata, kamulah wanita yang ku cari itu... Tak disangka, anak nakal itu memang pintar memilih calon istri.
Bu Maudy tersenyum tipis.
" Kenapa tante ? " tanya Aira ketika melihat Bu Maudy tersenyum.
" Gak apa-apa. Kebetulan anak tante juga bekerja disana. Mungkin kamu kenal juga " jawab Bu Maudy.
" Oh ya ? Di bagian apa tante ? " tanya Aira lagi.
" Di..."
Belum sempat melanjutkan ucapannya, ponsel Aira berdering. Nama Yuda tertera di layar ponsel. Aira meminta ijin untuk menjawab telepon dan berjalan ke dalam kamar.
" Iya mas " ucap Aira sewaktu mengangkat panggilan tersebut.
" Maaf tadi aku tidak bisa datang ke pengadilan. Ada meeting penting yang tak bisa kutinggalkan " jelas Yuda.
Aira menghembus nafas kasar.
" Sampai kapan mas ? Sampai kapan mas mengulur waktu ? " tanya Aira.
" Aku tidak mengulur waktu. Aku hanya berharap kamu berubah pikiran " jujur Yuda.
" Mas... Aku tidak akan mengubah keputusanku untuk berpisah dari kamu. Bukankah mas sudah setuju ? "
" Aku tidak pernah setuju... Aku mengatakan itu karena tak ingin kamu tersiksa "
" Mas... ! "
" Kita harus membicarakan lagi tentang ini. Aku akan menjemputmu sekarang " potong Yuda lalu mengakhiri panggilan telepon.
" Mas... Mas... ? " sayangnya panggilan telepon itu telah terputus.
" Apa mau kamu, mas ? Bukankah kamu sudah setuju " gumam Aira tak mengerti dengan pemikiran Yuda.
Aira berjalan keluar dari kamar menuju ruang tengah. Melihat kedua nenek muda itu tengah asyik bercengkrama melepaskan kerinduan setelah lama berpisah. Bayu pun begitu akrab meskipun baru pertama kali bertemu dengan Bu Maudy.
" Lho kenapa belum ganti baju, nak ? " tanya Bu Widya saat melihat Aira masih mengenakan pakaian kerjanya.
" Aira ada janji sama mas Yuda, bu " jawab Aira apa adanya.
Bu Widya menatap Aira penuh tanya.
" Mau bahas masalah perceraian Bu " jelas Aira menjawab tatapan dari ibunya agar tidak salah paham.
" Aira titip Bayu ya, Bu. Sebentar lagi mas Yuda jemput kesini sekalian nengokin Bayu " tambah Aira kemudian.
Bu Widya melangkah mendekati Aira, sementara Bayu asyik bermain dengan oma barunya.
" Yuda masih bersikeras tak ingin berpisah ?" tanya Bu Widya dijawab anggukan oleh Aira.
" Apa sebaiknya kalian membatalkan proses perceraian ini saja ? Sepertinya Yuda tidak ingin berpisah dari kamu, nak. Ibu tahu betul betapa dia mencintai kamu. Sejak dulu, Yuda selalu memperjuangkan cintanya pada kamu nak " papar Bu Widya.
Aira menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan-lahan.
" Tapi keputusan Aira sudah bulat bu. Walau Aira akui jika Aira masih sangat mencintai mas Yuda tapi kami tidak bisa terus bersama " lirih Aira.
" Semoga keputusan kamu ini merupakan keputusan terbaik untuk hidup kamu nak. Ibu akan selalu berdoa untuk kebaikanmu dan Bayu. Ibu juga akan mendukung setiap keputusan kamu " ucap Bu Widya sambil memeluk Aira.
" Ya, terima kasih untuk segalanya bu. Maaf kalau Aira belum bisa membahagiakan ibu " timpal Aira seraya memeluk Bu Widya.
Bu Maudy hanya memperhatikan gerak gerik ibu dan anak itu dari tempatnya duduk. Jiwa keponya meraung-raung ingin tahu ada permasalahan apa.
Setengah jam kemudian Yuda datang menjemput Aira. Yuda berkenalan dengan Bu Maudy serta bermain sebentar bersama Bayu. Kemudian mereka berdua pergi setelah berpamitan.
" Jadi itu tadi suaminya Aira ? " tanya Bu Maudy kepo.
" Ya, mereka berdua saling mencintai hanya saja mungkin takdir tidak mengijinkan mereka untuk bersama " jawab Bu Widya sambil melihat mobil yang telah melaju.
" Mungkin takdir akan membawa Aira pada kebahagiaannya nanti. Siapa yang tahu jodoh ? Sekarang pergi dan nanti akan datang. Kita tak pernah tahu " ucap Bu Maudy bijak.
" Semoga kebahagiaan akan didapat oleh Aira ya, mba " balas Bu Widya.
" Ya, semoga... Kita doakan saja yang terbaik untuk Aira dan Bayu " timpal Bu Maudy.
Semoga Kay bisa membahagiakan Aira. Dan aku bisa sekaligus mendapat menantu yang baik dan cantik serta cucu yang tampan ini.
Batin Bu Maudy sambil melirik Bayu yang ada dalam gendongan Bu Widya.
" Sepertinya aku juga harus pulang. Anakku akan pulang sebentar lagi... " ucap Bu Maudy melihat jam tangannya.
" Lho... Pulang sekarang mba ? Padahal masih kangen ngobrol sama mba "
" Aku pasti sering datang kesini. Jadi kamu jangan bosan kalau aku datang lagi " tambah Bu Maudy sambil tertawa.
" Nah anak ganteng. Oma pulang dulu ya... Nanti oma datang lagi, bawain mainan buat Bayu " ucapnya sambil menciumi pipi Bayu.
Rupanya tak hanya Kay saja yang jatuh cinta, bahkan Bu Maudy juga langsung jatuh cinta pada Aira dan Bayu.
Bu Maudy melakukan panggilan, menyuruh sang sopir agar menjemputnya di depan rumah Aira. Setelah mobil datang, ia segera masuk ke dalamnya diantar oleh Bu Widya dan Bayu.
" Bye... anak ganteng. Nanti kita jalan-jalan bareng oma sama nenek ya ! " seru Bu Maudy sambil melambaikan tangannya.
Aku akan memastikan jika hanya Aira yang akan menjadi menantuku. Dan Kay... Tunggu saja, kamu pasti akan berterima kasih pada mommymu ini...
Senyuman terulas di bibir merah Bu Maudy. Ia harus menyiapkan rencana untuk mempersatukan Kay dengan Aira.
Aira
Menurut aku Aira hanya wanita bisa (tidak spesial tidak juga jahat), suaminya menikah lagi dia merasa dikhianati dan dia tidak bisa menerima itu dan dia memilih berpisah, dan mencari kebahagiaannya yang lain
Tasya
Korban opsesi pria, dan terjebak pernikahan dengan wanita beristri dan dia dicap pelakor yang mengakibatkan rumah tangga hancur, dia menerima status istri kedua untuk lelaki yang tida ia cinta tapi dia berusaha menerima lelaki itu, kebesaran hati seorang istri yang melihat suaminya masih berharap dan mngejar2 manta istrinya, dia berkali2 menahan sakit melihat suaminya mengharapkan wanita lain dan berjuang untuk wanita lain itu langsung dihadapannya, ingat tasya wanita kaya, dia tidak perlu suami kayak yuda, tapi karena tasya sangat menghormati pernikahan dan statusnya sebagai istri dia iklas menerima Yuda apa adanya dan selalu berjuang menahan sakit hati lihat suami mengejar wanita lain)
Coba poling pada lelaki pilih mana sosok Aira atau tasya pasti saya yakin 100℅ pilih tasya udah kaya, iklas, tidak banyak nuntut, berjuang,
selamat ya Thor... makin sukses dengan karya-karya lainnya😘🤗🤗