NovelToon NovelToon
Dosenku Majikanku

Dosenku Majikanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Dosen
Popularitas:353.6k
Nilai: 5
Nama Author: Choi Nna

Jauh di negara Italia, kisah antara mantan jaksa yang mengubah profesi menjadi seorang dosen dengan seorang mahasiswi fakultas hukum yang tak lain ialah pembantu di rumahnya, mengawali hubungan sebagai dosen dan mahasiswi membuat keduanya sering bertemu. hingga akhirnya tumbuhlah benih cinta di antara keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi Nna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 # Visual ° Sunday Special

Augustine Bellamore

Michelle Torres

selamat membaca!!!!

"Pagi Bu! Pagi mom!... Hi.. pagi juga uncle!" Nana menyapa semua orang di meja makan.

"Selamat pagi sayang." Sahut Laura.

Nana duduk disamping Messina, berhadapan dengan Mike.

"Sayang! Kamu pagi ini berangkat sama uncle kamu. Oke?!" Ucap Laura. Laura dan Mike sudah mengobrol santai sejak tadi, Mike mengatakan ada jadwal mengajar jam pertama.

Baru saja Nana akan menyetujuinya, Mike langsung berkata, " maaf mom! Na! Bukannya Mike gak mau tapi Mike mau singgah di suatu tempat nanti, kalau Nana ikut Mike, takutnya Nana telat."

"Hari ini kan jadwal pertama uncle di kelas Nana? Berarti nanti uncle telat dong?"

"sama aja dong. Kalian ke kampus bareng aja." Ucap Laura.

"Gak bisa mom! Telatnya siswa sama dosen beda..." Mike tetap menolak untuk kekampus dengan Nana, sebenarnya Mike sudah mantap untuk menghindari Nana. Mike ingin membuat Nana kecewa padanya agar Nana hilang respect padanya.

Nana tiba-tiba mengingat obrolan grup chat temann kelasnya semalam, "kalau mereka liat gue semobil uncle Mike, gimana dong? Ntar gue malah diserang lagi, pertanyaan lah, surat lah, hadiah lah, dan segala titipan buat uncle Mike. Mendingan gue kekampus jalan aja deh."

"Gakpapa mom! Nana juga ada urusan dikelas, Nana lupa sesuatu, Nana harus cepat biar gak telat." Ucap Nana. Bukannya Nana yang kecewa, malah Mike yang sakit hati, Mike berpikir Nana akan mengikuti keinginan mommynya dengan memaksa, malah ikutan nolak.

"Yah sudah dari kalian saja berdua, akurin kalian berdua aja susah banget." Laura kesal.

"Maafin Nana mom! lain kali aja Nana ikut uncle Mike. Boleh kan uncle?" Nana sebenarnya tau Mike sedang menghindarinya, dan Nana mengerti akan hal itu, dan begitupun dengan Nana, Nana punya alasan untuk menghindari unclenya. Alasannya sangat konyol, hanya karena fans uncle nya yang bar-bar.

"Em.. lain kali aja." Jawab Mike singkat.

Nana yang sudah selesai makan, meneguk air putih dari gelas. Mike yang dari tadi diam-diam mencuri pandang, melihat dengan jelas leher jenjang Nana yang sangat mulus, bergerak mengikuti aliran air yang diminumnya. Mike hanya menelan kasar ludahnya.

"Shit! Apa yang aku lihat? Mike sadarlah, kau sudah klop untuk menghindari nya, kenapa kau malah jatuh hati padanya." Batin Mike dalam hati.

"Ibu! Mommy! Uncle Mike! Nana duluan yah?" Nana menyalim ketiga orang itu yang masih duduk. Mike dapat merasakan lembutnya sentuhan Nana saat menyalimnya.

"Hati-hati dijalan sayang.!" Ucap Laura dan Messina bersamaan.

*

*

*

"Nana datang! Nana datang!" Melihat Nana yang masih berjalan menuju kelas, para mahasiswi sudah saling meneriaki membuat cowok-cowok teman kelas mereka kebingungan.

Nana masuk dan melihat temannya perempuan sudah mengelilingi tempatnya, Nana hanya diam dan tentunya sudah mendapatkan jawaban.

"Nana! Nana! Lo ada hubungan apa sama prof. Mike?" Tanya salah satu dari mereka.

Willy yang mendengar pertanyaan itu, ikut berkumpul dengan mereka, Willy juga penasaran, dari kemarin tatapan dosen baru mereka itu pada Nana mengartikan sesuatu, bukan tatapan biasa. Willy awalnya biasa aja, tapi saat Mike menyuruh Nana tinggal sejenak diruangannya kemarin membuat Willy makin penasaran.

"Eh cowok gak boleh ikutan, ini urusan cewek." Protes mereka lagi saat melihat Willy mendekat.

"Bodoh amat! Udah biasa kali kita duduk bareng" Willy menatap Luna dan Nana.

"Udah! udah! Jadi gimana Na?."

"Apa yang gimana?" Tanya Nana pura-pura bingung.

"Soal prof. Mike yang nanyain alamat rumah lo."

"Hahahah...kata siapa prof. Mike nanyain alamat gue?, dosen gabut banget nanyain alamat mahasiswi tanpa alasan." Jawab Nana terkekeh.

"Kata si Luna, prof. Mike nanyain alamat lo? Gimana sih lun! Ngasih info yang jelas dong.!" Teman-teman Nana kecewa karena mereka pikir apa yang Nana katakan adalah kebenaran, dan Luna berbohong.

"Nana! Bukannya Lo kemarin bilang kalo prof. Mike nanyain alamat Lo? Iyakan Wil? Ini Willy saksinya!" Luna berusaha meyakinkan teman-temannya. Nana yang kesal menginjak kaki Luna.

"Sakit tau Na!"

"Gue cuman boong kok, cepat banget kalian ketipu sama gue." Nana tersenyum ringan.

Tapi Willy bisa melihat kebohongan di mata Nana. Tapi Willy urungkan untuk bertanya lebih lanjut, Willy yakin Nana punya alasan.

Tiba-tiba prof. Mike membuka pintu khusus dosen membuat semua orang yang berkumpul di meja Nana kembali ketempat masing-masing. Mike yang melihat meja Nana dikerumuni teman hanya hanya bingung mengerutkan keningnya.

"Selamat pagi semua! Kemarin mengenai tugas-tugas kalian, sudah ada beberapa yang saya periksa belum semuanya, dan sejauh yang saya periksa, jawaban kalian terlihat sama semua? Kata prof. Lewi ini bukan tugas kelompok, tapi tugas individu, mengapa semuanya mirip? Ada yang bisa jelaskan?".

Semua mahasiswi/a saling melirik satu sama lain penuh kecemasan.

"Intinya jika kalian berani berbagi jawaban dengan sesama tentu saja kalian juga harus merelakan nilai kalian dibagi... Jadi saya tanya sekali lagi, kalian kerja kelompok atau nyontek?!" Mike kini meninggikan sedikit suaranya.

Teman Nana yang duduk disamping mengangkat tangannya.

"Maaf prof. Saya menyontek." Melihat satu orang sudah mengaku, akhirnya mereka semua mengangkat tangannya, kecuali Luna, Nana, Willy, dan 2 orang lainnya.

Mike kagum pada Nana, pasalnya Nana mendapatkan nilai yang tinggi namun nyatanya dia tidak menyontek.

"Apakah kalian menyontek pada orang yang sama?" Tanya Mike.

"Iya prof."

"Kalian menyontek pada siapa?"

Semua mata menatap Willy, Willy jadi ikutan cemas karena tatapan Mike.

"Dari Willy prof."

"Willy? William?"

"Iya prof., Dari William."

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, nilai kamu akan saya bagi menjadi 20, karena empat teman kamu mengerjakannya secara pribadi....." Willy diam sejenak, kemudian mengingat, jawaban Nana, Luna dan Willy juga sama.

"... Lusia, Nana dan Willy! Seingat saya jawaban kalian juga sama, apakah kalian ada yang menyontek?" tanya Mike pada ketiganya.

Semua yang ada dalam kelas itu bingung, ini baru hari kedua, tapi prof. Mike sudah menghafal dengan jelas nama dan juga wajah ketiga sekawan itu, dan juga Nana? Bukankah kemarin prof. Mike menyebutnya Bella? Mereka makin yakin Nana dan prof. Mike ada hubungan.

Nana mengangkat tangannya dan menjawab.

"Ada apa Nana?" Tanya Mike.

"Begini prof., Tugas ini memang bukan tugas kelompok. Tapi profesor Lewi sebelumnya mengatakan bahwa kami bisa berdiskusi jika kurang mengerti dengan materinya, jadi kami bertiga mengerjakan tugas ini bersama. Saya rasa itulah mengapa jawaban kami sama." Jelas Nana.

"Kalian berdua? Yang laki-laki di belakang, nama kamu siapa?" Tanya Mike menunjuk seorang mahasiswa yang tadi mengerjakan tugas nya tanpa menyontek.

"Saya Amber prof."

"Dan kamu yang disana?"

"Grichia prof."

"Luna, William, Nana, Amber, dan juga Grichia... Saya akan berusaha mengingat nama kalian satu persatu. Untuk saat ini saya hanya bisa mengingat nama kalian yang mencolok. Seperti Luna, karena dia penanggungjawab kelas, Willy dan Nana, karena mereka yang smart, dan juga Amber dan Grichia, saya harap bisa mengingat itu....."

"...oh yah? Kamu yang disana? Nama kamu siapa?" Tanya Mike menunjuk Agnes.

"Saya Agnes prof."

"Dan kamu yang dibelakangnya Agnes?" Tanyanya lagi.

"Saya Nicho prof."

"Saya rasa saya bisa mengingat nama kalian juga, karena kalian juga mencolok."

Semua yang ada dikelas itu menahan tawa mereka, mereka paham maksud prof. Mike mengatakan bahwa keduanya mencolok. Karena Agnes yang gemuk dan Nicho yang banci.

Tapi melihat prof. Mike tertawa ringan membuat semuanya ikut tertawa, keadaan kelas berubah menjadi bising karena tawa mereka.

"Ok. Sudah cukup semuanya, kita lanjutkan materi kita.."lanjut Mike.

"Ternyata prof. Mike bisa bercanda juga yah?" Ucap salah satu dari mereka.

Saat sedang mengajar, Mike sesekali mencuri pandang pada Nana, dan itu tidak luput dari tatapan Willy.

"Lihatlah! Dia hanya diam tapi bisa seseksi itu? Sadarlah Mike!" Batin Mike dalam hati.

1
Muhamad Abin Zakaria
mana nih lanjutannya
tulip
penasaran sama endingnya
kira² mike sama Nana bersatu ga ya
Agip Awaliah
Luar biasa
Siti Magfiroh
keren.. lanjutkaan.. 🤗
Muhamad Abin Zakaria
lanjuut dong
Muhamad Abin Zakaria
lanjut dong
Muhamad Abin Zakaria
lanjuut
Muhamad Abin Zakaria
lanjuut dong kan jd penasaran nih
Muhamad Abin Zakaria
bagus di tgg ya klanjutanya..
Primanita Ulfah
mike tergoda jesse..nana tergoda crash..hemm
penasaran endingnya..smngt thor💪
Lesmono Wati
lanjuuuuuut......
Nona Ruhulessin
lama bangat lanjutannya
Retno Wulan
ayo dooooong lanjutin up datenya...
Retno Wulan
Kenspa lama skali blum up date lsjutannyaj
Firda a
wahhhh ternyata Mike narsis juga ya
Kartika
thor lama banget siich up nya...semangaat💪
Tina Agus
cool visual qresh
Roroazzahra
ahhhhh kena prank yaampu........author tega😑
Wulan Buasan
lanjut thor
Roroazzahra
nana kamu yg ngetok pintu aku yg deg-degan😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!