NovelToon NovelToon
Sebenarnya Cinta Musim Kedua

Sebenarnya Cinta Musim Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Musim telah berganti dengan begitu cepat. Denting waktu membawa kita pada detik ini. Musim pertama telah usai meninggalkan bait-bait kenangan yang begitu indah.

Mereka telah bersama setelah melewati rintik sendu. Kini saatnya berbahagia. Namun adakah waktu yang tidak terbatas untuk merasa bahagia?
Bagaimana cinta akan menjawabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19_Selepas Hujan

Yuna langsung menoleh kearah Leo begitu mobil Vano keluar dari gerbang tinggi mereka. Ia memamerkan senyum cantik dan kedipan mata bak sayap merak yang meliuk menggoda.

“Akan kujelaskan,” ujarnya. Leo menatapnya dengan diam dan dengan sorot mata yang tajam. Kemudian ia mengangkat sedikit tangan kanannya. Asisten khusus Arai datang dengan cepat.

Leo menunduk menatap putranya. “Sayang, mandi dulu,” ujarnya. Kemudian dia mempersilahkan asisten untuk membawa Arai. Sekarang … hanya tinggal dia dan Yuna.

“Masuk,” ucapnya. Yuna mengangguk dengan patuh. Ia membuntuti Leo dengan diam dan memikirkan cara untuk merayunya. Ia akan mengeluarkan jurus sayang yang imut. Semoga berhasil, do’anya dalam hati. Mereka masuk kedalam kamar.

“Jadi, apa yang akan kau jelaskan?” Leo bertanya setelah ia duduk di sofa. Yuna duduk disebelahnya. Ada jarak diantara mereka.

Sungguh Leo sangat terkejut saat Yuna keluar dari dalam mobil Vano dan ia semakin terkejut saat melihat Yuna memakai jaket yang terlihat kebesaran ditubuhnya. Leo tahu itu milik Vano. Sejujurnya ada rasa yang masih begitu menusuk di sudut hatinya tetapi ia tidak bisa terus egois dan berjiwa pecundang seperti dulu. Ia bisa mengatasi rasa itu dengan mudah. Ia mencintai Yuna dan ia sangat percaya padanya. Wanita yang begitu tulus mencintainya. Wanita yang begitu setia saat ia tak berdaya. Wanita yang bahkan mau kembali padanya setelah begitu banyak menyandang luka.

Ia juga percaya pada Vano.

“Tadi pagi aku memesan mainan disebuah toko, dan sore tadi aku berniat mengambilnya. Aku masuk ke dalam toko mainan dan ternyata Vano ada disana bersama Arai,” Yuna menjelaskan dengan suaranya yang lembut.

Leo masih menatapnya tetapi tidak mengatakan apa-apa.

Yuna tahu, si tuan suami menunggunya untuk melanjutkan penjelasannya. Ia berdehem kecil sebelum kembali membuka mulutnya.

“Aku kehujanan sedikit dan merasa dingin. Kemudian---”

“Kenapa kau sampai kehujanan?” sahut Leo dengan suara yang begitu singkat dan terdengar dingin.

Mata Yuna melirik keatas sebentar untuk memikirkan jawabannya. Ia berfikir apakah harus berbohong atau jujur. Kemudian dia kembali menatap Leo. Ia menggeser duduknya lalu tersenyum.

“Umm tadi ….” Yuna menggantung ucapannya. Ia mendekat lagi hingga membuat dirinya

menempel pada Leo. Sementara Leo masih diam dan memperhatikannya.

“Tadi di jalan macet,” lanjut Yuna. Ia menggeser duduknya lagi. Saat ini ia menempatkan dirinya tepat di atas kedua paha Leo. Ia menghadap ke wajah tuan suami. Tangan Leo dengan otomatis memegang pinggulnya dan membenarnya posisi duduk Yuna. Yuna mengulum senyum di bibirnya. Ia tahu Leo tidak secuek itu.

Setelah memastikan jika Leo tidak akan marah, ia melanjutkan. “Ada anak kucing kecil ditengah jalan. Ia mengigil dan kedinginan. Aku keluar dari mobil begitu saja dan langsung menolongnya.”

“Kau---”

“Albar langsung menyusulku dan memayungiku. Aku hanya sedikit saja terkena hujan.” Yuna segera menjelaskan lagi. Dia bercerita dengan jujur. Ia bahkan melepas coatnya untuk membungkus kucing kecil lalu membawanya kedokter hewan.

Leo menatapnya dan masih diam. Tapi tak lama tangan kanannya terangkat dan memencet hidung Yuna.

“Nyonya ceroboh. Kau memikirkan anak kucing yang kedinginan, sementara kau mengabaikan dirimu.” Tangannya berpindah untuk mengusap rambut Yuna. Lalu menyusupkan jari-jarinya disela rambut halus Yuna. Ia menarik pelan kepala Yuna, membuat wanita itu menegakkan dagunya dan bahkan sedikit membuka bibir ranumnya.

“Apa kau sudah mandi dengan bersih?” tanya Leo.

“Sudah,” jawab Yuna serak tetapi menggoda. Ia menatap wajah Leo tapat pada matanya. Menghujam jantungnya. Leo tersenyum disisi bibirnya.

“Dengan sangat bersih?” Leo bertanya lagi.

“Iya.”

“Aku tidak mau aroma parfum Vano berjejak di tubuhmu.”

Dan Leo langsung menarik Yuna. Menyatukan bibir mereka. Tangan sebelah Leo meraih releting bagian belakang baju Yuna dan menariknya kebawah. Ia menyusuri setiap jengal tubuh Yuna dengan bibir dan sentuhannya. Tanpa melepaskan ciumannya, ia membalik tubuh Yuna, menyandarkan istrinya diujung sofa dan dia langsung menyusulnya.

“Sayang, pintunya tidak dikunci,” ujar Yuna saat Leo berhasil melucutinya.

“Memangnya siapa yang akan masuk?”

“Putramu,” jawab Yuna dengan nafas yang sedikit tersengal karena Leo tidak berhenti membuat kecupan di dadanya.

Leo tidak menjawabnya. Ia yakin putranya sedang asik dengan mainan barunya. Apalagi, mainan itu membutuhkan konsentrasi dan kreatifitas tinggi. Arai pasti sangat sibuk merakitnya sekarang.

Leo tidak mengindahkan permintaan Yuna untuk berhenti sejenak hanya sekedar untuk mengunci pintu. Nyonya terlambat untuk bisa menghentikannya. Leo telah tenggelem dalam gairah. Aroma tubuh Yuna begitu memabukkan. Ini bagai sihir cinta mati baginya.

Yuna menggigit jari Leo untuk meredam suaranya.

“Kenapa kau harus menahannya, sayang. Teriak saja.” Leo berbisik halus di telinga Yuna.

Bisikan yang membuat aliran darah semakin terasa panas. Dan mereka menjadi satu

setelah itu.

***@***

Neva sedang ada di dapur saat Vano sampai di rumah. Gadis itu tengah mengambil segelas air. Ia hanya mengenakan jubah handuk tebal. Karena memang dia baru saja selesai mandi. Vano langsung menyusulnya. Ia memeluk Neva dari belakang dan langsung mencium pipinya.

“Ummm, kau sudah pulang.” Neva melepaskan pelukan Vano lalu membalik dirinya menghadap Vano.

“Kenapa tidak mengganti baju dulu baru keluar kamar?” Vano menegurnya. Ia membenarkan jubah handuk yang Neva kenakan. Menutup rapat bagian dada yang sempat sedikit terbuka.

“Apa si kecil sudah sampai?” tanya Neva yang dijawab anggukan oleh Vano. Ia kemudian mengambil oleh-oleh yang ia letakkan di meja.

“Waahh, apa ini?” Neva segera mengambil dari tangan Vano. Ia membuka satu bungkus yang berisikan keripik khas kota MD, coklat bubuk dan coklat kurma khas dari pulau KL. Satu bungkus lagi berisikan bunga rosella yang sudah dikeringkan.

“Langsung eksekusi, yuk,” ajak Neva. Ia menatap Vano kemudian berubah pikiran. “Umm, kau mandi dulu. Aku akan membuat ini untukmu. Seduhan Rosella sepertinya cocok untuk cuaca dingin saat ini.”

Vano menatapnya dengan lugu. Lalu memajukan langkahnya. Kedua tangannya mengulur dan melingkar di pinggang Neva.

“Mandiin,” ujarnya dengan suara yang manja.

Pipi Neva mengembung karena menahan senyum. Ia mengalihkan pandangannya sebentar lalu kembali menatap Vano.

“Manja.” Ujarnya.

Vano menurunkan kepalanya dan langsung membuat kecupan di leher Neva. Tangan kanannya menarik handuk itu kebawah. Membuat pundak Neva terbuka dan bahkan bagian depan tubuhnya juga terbuka.

“Sa---”

Tidak menerima protes apapun, Vano langsung mengunci bibir Neva dengan ciuman lembut dari bibirnya. Menekannya dan membuatnya tak mampu untuk berpaling. Neva ingin menyudahi ciumannya dan bilang jika mereka tengah ada di dapur sekarang, bagaimana jika ada yang melihat. Hanya saja, kalimat itu tidak berhasil keluar dari mulutnya. Bibir Vano membuatnya tak mampu berkata apapun. Neva hanya mampu sesekali mengambil nafas saat Vano memberinya sedikit jeda.

Ikatan tali pada handuk berwarna putih itu telah terlepas. Membuat handuk itu luruh begitu saja dari tubuh sang pemilik.  Sebagai gantinya, Vano menutup dengan tangannya. Menutup bagian depan tubuh Neva. Tubuh Neva yang baru saja selesai mandi begitu menggodanya. Aroma wangi tubuhnya membuat Vano tidak tahan untuk segera menikmatinya. Ia mengangkat tubuh Neva lalu membawanya ke kamar, merebahkannya di atas ranjang indah mereka.

Vano membuat kecupan manis dikening Neva. Lama.

Neva memejamkan matanya. Kedua tangannya memeluk tubuh Vano. Terselip do’a tulus dalam hati mereka. Wahai malaikat kecil yang begitu indah. Semoga segera bersemayam dalam rahim yang begitu mendamba.

Vano menurunkan ciumannya, pada kelopak mata Neva, pada hidung mancungnya, pada daun telinganya, lalu berbisik penuh cinta.

“I love you.”

Dibawah harapan dan sebuah do’a mereka menjadi satu. Ketika hujan mulai mereda, mereka membuat cinta. Melebur dengan begitu cantik.

______

Catatan Penulis.

Butuh es teh lagi ...

Nanas Up sepertiga malam nih. Biar menyapa pagimu...

Jangan lupa sun jempolnya yach.

Like koment dan silahkan vote jika kalian suka. Ilupyuuuu.

1
💕Miuccia💓
ohh misha nya BAm🥰🥰🥰
Author.N.
Gais, Perfect Husband tuh lanjutan ini ya, jadi buat yang kangen sama Daddy Mommy, Neva dan Vano bisa kesana 🥰 Kangen Dion juga bisa kesanaaaa😘 Menunggu kalian.
Hanna
apakah tidak ada lg episode berikutnya thor🤭🤭
Author.N.: Leo Yuna ada di judul Perfect Husband, Kak🙏 Yuk
total 1 replies
Nurul Mila
yaaaa bgitulah wanita... kita yg kepo kita jga yg skit hati 🤣🤣🤣
Nurul Mila
jarang² lho liat neva cemburu gtu 🤭🤭
KimYoona
setiap mengingat masa lalu pernikahan mereka memang terasa sangat menyakitkan
KimYoona
oh nyonya kau harus mendengarkan suamimu
KimYoona
gk bakalan bisa debat kalau lawannya Leo🤣🤣 sebelum memulai serangan sudah di skakmat sulu🤣🤣
KimYoona
kasian Kim.. semoga Daniel bisa merubah sikapnya
KimYoona
Untung Leo pintar jadi negosiasinya lancar tidak berjalan alot🤣🤣
KimYoona
si Nyonya lagi uring2an gara2 buku kenangan SMA🤣🤣
KimYoona
nyonya kenapa Anda malah mencari penyakit🤣🤣 udah plng bener gk usah kepo2 skg jadinya malah tantrum sendiri🤣🤣
KimYoona
untung kak Er paham betul sepak terjangnya tuan muda Leo..🤣🤣
KimYoona
kayaknya Leo kalau pengen manja2an sama Momm pakek topeng aman😄😄😄
KimYoona
berarti asalkan gk liat wajahnya Leo kesalnya ilang😄😄 lucunya bumil satu ini..🤣🤣
KimYoona
kalau Mom bilang kesal jangan dipaksa Daddy jadinya mual kan🤣🤣
💕Miuccia💓
aduhh... penassaran hasilnha... 🥰🥰🥰
💕Miuccia💓
gila nya kumat sepertinya.. 😂🤭
KimYoona
bisa2nya tuan suami malah menggoda disaat si nyonya lagi ngambek🤣🤣🤣
KimYoona
tolong diingat baik2 daddy🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!