NovelToon NovelToon
Barista Cafe Jomblo

Barista Cafe Jomblo

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: santy puji

Bercerita tentang lika-liku kehidupan Barista cantik, Bulan Aisyah Permana. Kehidupannya yang semula bahagia dan baik-baik saja mendadak seperti dihantam badai besar, Ayahnya selingkuh lalu meninggalkan Bulan dan Ibunya hingga kini Bulan harus menghidupi dirinya dengan Ibunya karena ulah Ayahnya, kini Ibunya menderita struk. Bulan yang memang anak tunggal merasa bertanggung jawab atas kehidupan Ibunya.

Tidak hanya tentang kisah keluarganya saja yang begitu memprihatinkan, namun kisah cintanya juga sama pahitnya. Kekasih yang selama ini diharapkan bisa menghibur dan menyemangatinya, malah berhianat juga. Bulan dan Ibunya merasa mendapatkan nasih yang sama.

Bulan menyemangati dirinya sendiri, bahwa pasti akan ada pelangi setelah hujan badai.
Bagaimanakah kisah perjalanan keluarga Bulan beserta kisah percintaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggil Saya Mas

Malam harinya Mamih Bela berkumpul dengan Bintang dan Papih Arav di ruang TV. Mamih Bela duduk di sebelah Papih Arav sambil bermanja ria. Sengaja bikin Bintang haredang. Nih loh anak soleh, kalau sudah punya istri tuh enak, ada yang bermanja-manja, ada obat lelah juga.

Bintang melirik Mamihnya sambil mendengus kesal, sementara Mamihnya malah mengerlingkan mata ke arah Bintang. Dih tua-tua narsis terus.

"Eh Papih, Mamih mau tanya deh." Mamih Bela menunjukan foto yang dikirim Bulan pada suaminya.

"Papih kenal nggak?"

"Emm ini kan dulu rekan bisnis Papih, cuma sekarang sudah bangkrut sepertinya, kalah tender sama perusahaan lain, jadi nggak tau sekarang gimana. Itu kan istrinya, ngapain sih Mamih fotoin suami istri begitu."

Mamih Bela terkejut, "Mereka suami istri?"

Papih Arav mengangguk, "Kenapa sih Mih?"

Mamih Bela mengajak Bintang untuk mendengarkan obrolan mereka juga. Mamih Bela menceritakan perihal Bulan, Pak Permana dan Bu Laras. Kehidupan Bu Widya sekarang begitu memprihatinkan, Mamih Bela ingin membantu Bulan dan Bu Widya.

"Kayaknya ada yang nggak beres deh Mih." Bintang nampak serius jika menyangkut kehidupan Bulan.

"Bulan anaknya pak permana itu, yang suka dibawa Ibunya kan kalau makan-makan bareng Mamih."

Mamih Bela mengangguk, "Masa nggak ada berita-berita apa gitu Pih, Papih masa nggak denger apapun gitu?"

"Papih kerja ya kerja, hanya bahas kerjaan, nggak ngegosip Mih."

"Emangnya perempuan," Ledek Bintang.

"Gini aja deh." Papih Arav mulai menyusun rencana bagaimana cara membantu Bulan keluar dari masalah yang ada. Mamih tersenyum dan akan berusaha semaksimal mungkin membantu Bu Widya. Bintang juga akan membantu sebisa Bintang.

"Mamih dapat foto itu dari mana?"

"Dari Bulan tadi, Bulan yang kirim foto ini ke Mamih."

"Berarti, Mamih punya nomer ponsel Bulan dong?"

"Punya dong."

"Minta dong Mih." Bintang pura-pura malu buaya. Masa malu-malu kucing, nggak cocok ah.

Mamih lalu mengirimkan nomor Bulan ke WhatsApp Bintang. Bintang langsung jingkrak-jingkrak lari ke kamar. Mau telfon ah, nemenin Bulan jarak jauh.

Sesampainya di kamar, Bintang duduk di balkon kamarnya, Bintang langsung mendial nomor Bulan, hanya hitungan detik, langsung di angkat. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Ah pret.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsallam, maaf ini siapa yah?"

"Emm, saya yang selalu menemani kamu di atas langit sana." Et dah Bintang, pakai kode segala.

"Apaan sih nggak jelas, saya tutup nih."

"Et jangan, saya Bintang Lan, galak bener sih."

"Eh ya ampun Pak Bos."

Bintang nyengir, ngapain nyengir yah, kan nggak kelihatan.

"Maaf ya Lan, saya minta nomor kamu ke Mamih."

"Iya nggak apa-apa pak Bos, eh ngomong-ngomong ada apa yah, kok telfon?"

"Emangnya harus ada apa-apa dulu gitu baru telfon, kalau mau ada apa-apa juga nggak apa-apa sih?"

Eh kok jadi muter-muter kayak gangsing sih.

Bulan tergelak, "Ya barang kali ada penting Pak Bos."

"Bulan."

"Hemm..."

"Jangan panggil saya Pak Bos, saya mau di panggil Mas."

Bulan tergelak, "Ih lucu ih,"

"Kok lucu sih, panggil Mas Bintang gitu."

"Geli ih."

"Kok geli sih? kan nggak saya apa-apain." Jiwa bujang tuanya mulai muncul😆.

"Aneh aja gitu."

"Ayo panggil Mas Bintang."

"Maksa."

"Dari pada dipaksa yang lain." Hadeh Bulan, cuma disuruh manggil Mas aja susah banget, apalagi kalau disuruh manggil sayang. Eh ngarep banget.😆😆😆

"Iya iya Mas Bintang." Bulan mesem-mesem.

"Nah gitu dong, kan didengernya enak, lagian saya juga bukan Bos kamu. Kamu lagi apa?"

"Lagi istirahat Mas, kebetulan Ibu sudah tidur."

"Mau Mas temenin?"

"Boleh."

Tut tut tut. Bulan melihat panggilan masuk dari Mas Arkan.

"Ih apaan sih nih orang, demen banget ngeganggu."

"Hah, siapa Lan?"

"Ini Mas Arkan, lagi coba telfon terus, tau deh apa maunya, suka kesel, udah di tolak juga, terus aja ngejar, dia nggak mikir apa, hubungan dia sama Sarah aja belum selesai, tapi selalu maksa buat balikan, saya tuh nggak mau jadi yang kedua." Bulan malah ngedumel soal Arkan.

"Kalau sama Mas, kamu mau nggak jadi yang kedua?"

Bulan tergelak, "Bukannya Mas jomblo yah?" kok jadi yang kedua?"

"Jadi yang kedua, menjadi nomer urut dua di kartu keluarga kita nanti," ucap Bintang sambil terkekeh. Andai Mamih Bela lihat, tuh Mih, Bintang udah berusaha nih.

"Hahaha" Bulan malah tertawa. Tapi hatinya deg-degan. Siapa sih yang nggak deg-degan digombali sama cowok seganteng dan sebaik Bintang Al Arav.

"Udah ih Mas, jadi geer nih, jangan kebablasan."

"Kalau kebablasan saya akan tanggung jawab,"Ledek Bintang. Susah yah ngobrol sama bujang lapuk yang tiba-tiba pengen ngebet nikah, pasti otaknya nggak pernah diam ditempat.

"Ih Mas Ih."

Bintang tersenyum, Bintang sedang membayangkan wajah ayu Bulan yang tengah malu-malu sambil memandang purnama yang di kelilingi bintang-bintang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

( ea ea ea yang baca pasti sambil cengar-cengir nih🤭😆😆, jangan lupa, like, komen dan vote yah)

Salam sayang,

Santypuji

1
Dwi Ratnaningsih
apa aku pembaca terakhir disini ..
RithaMartinE
luar biasa
Ayu Sari
yg di gombalin siapa eh akunya ikut mesem
Ayu Sari
baca gombalannya mas bintang bikin q mesem
Noora Iyyah
q liat pilem e dl d yt,jadi pingin cus ke novel e
Vthree Sophia
luar biasa
Oei vi
🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
terimakasih banyak mba shanty telah menghibur kami pembaca 🙏🙏
ceritanya seru bagus banget 👍👍👍
semangat mba ya dgn karya selanjutnya 💪💪
Maryana Fiqa
berburu mantu😄😄😄
Maryana Fiqa
ya Allah perut aku kram dari tadi asyik ngakak aja🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
kok aku baca cerita ini perasaan ngakak terus dari tadi🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tengah malam pula di kirain cekikikan neng kun Kun lagi,,
Maryana Fiqa
aku gak bisa komen apa2 lg lihat mulut si konita keluar semburan api🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 burung si Kuncoro mau di sleding sm mami pakai gergaji,, asli bkin nggak banget...
Maryana Fiqa
senangnya si mami mau dapat mantu😄😄😄
Ran Aulia
terimakasih author 👍👍👍👍👍
yudi ardiansyah
👌
Asyatun 1
keren banget thoor
Tiwi Rahayu
tunggu ya Kuncoro sebentar lagi diajak duel Sama pak bos Bintang akibat lambemu yang lemes bocorin kegiatan pdkt an pak bos sama bulan 🤭🤣🤣🤣
Lha-Lha Dwi
Luar biasa
Lha-Lha Dwi
ya Allah sampai ikut nangis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!