NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

Catherinebaru saja keluar

dari rumahnya. Ia menatap ke langit saat butiran salju jatuh ke tanah. Ia

menengadahkan telapak tangannya hingga butiran salju itu menyentuh kulit

tangannya.

                Tidak terasa, sekarang

sudah masuk ke musim dingin dimana salju pertama sudah turun.

                Saat tengah menikmati

hujan salju pertama, tiba-tiba seseorang berdiri di hadapannya membuatnya

melihat ke arah seseorang itu.

                “Alan?” seru

Catherine.

                “Hai, selamat pagi,”

sapanya dengan senyuman lebar.

                “Kamu? Kenapa ke sini?”

tanya Catherine mengernyitkan dahinya.

                “Sengaja aku datang

kemari untuk mengantarmu ke kantor,” seru Alan.

                “Tapi arah menuju

kantor berbeda denganmu,” seru Catherine.

                “Tidak masalah. Ayo

aku antar kamu ke kantor,” ucap Alan menarik pergelangan tangan Catherine dan

masuk ke dalam mobil Alan.

                Dari kejauhan sebuah

mobil tampak berhenti dan sang sopir terlihat mengawasi Catherine yang masuk ke

dalam mobil Alan. Kedua tangannya terlihat mencengkram setir mobil.

                “Ada apa denganku,”

gumamnya yang tak lain adalah Aiden.

                “Kenapa rasanya sangat

marah melihat Catherine bersama pria itu.”

                Aiden memukul setir

mobilnya karena kesal. Sesaat ia terdiam menyandarkan kepalanya ke sandaran jok

mobil seraya menghembuskan napasnya dengan kasar.

                “Mr. Aiden, anda di

minta datang ke ruangan Mr. George,” seru Sekretaris Aiden saat ia hendak masuk

ke dalam ruangannya.

                Aiden sudah tau cepat

atau lambat ia akan di panggil oleh pemimpin Firma hukum dimana ia bekerja.

Kasus Menteri itu sepertinya telah sampai ke telinga atasannya.

                “Baik,” jawab Aiden.

                ---

                Saat ini Aiden sudah

berdiri di depan pintu besar. Ia menguatkan dirinya sebelum mengetuk ruangan

itu.

                Setelah mendapatkan

jawaban dari dalam, ia pun membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.

                “Selamat Pagi, Mr.”

                “Silakan duduk,

Aiden,” seru pria tua itu.

                Aiden mengambil duduk

di hadapan Mr. George yang terlihat emosi.

                “Anda memanggil saya?”

tanya Aiden.

                “Lihat ini!” George

melemparkan koran ke atas meja di hadapan Aiden. “Apa-apaan ini Aiden. Bisa kamu

jelaskan?”

                Geroge terlihat emosi

sekaligus kesal.

                “Apa ada masalah Pak?”

tanya Aiden dengan nada tenang.

                “Kamu jelas sudah

mengetahuinya. Bagaimana media mendapatkan aib Menteri Lian. Bukankah berkas

bukti skandalnya kamu yang simpan,” serunya. “Kamu yang menangani kasusnya saat

itu.”

                “Ya,” jawab Aiden.

                “Apanya yang Ya!”

                Brak

                George menggebrak meja karena emosi. “Jadi benar kamu

yang menyebarkan berita ini?” tanya George.

                “Tanpa aku sebar pun,

Menteri Lian memang sudah sangat banyak melakukan penggelapan dana dan bermain

wanita di luar. Aku hanya tidak suka melindungi seorang penjahat,” jawab Aiden

dengan tenang.

                “Dimana otakmu, hah?

Apa kamu ingin Firma ini hancur dan di tutup!” pekik George. “Jangan kelewatan

batasanmu, Aiden. Kau di sini hanya seorang Pengacara! Kau harus mengikuti

aturan yang aku buat!”

                Aiden tersenyum kecil.

“Apa Menteri itu sangat berpengaruh pada Firma ini?” tanya Aiden.

                “Kalau Firma ini

berjalan karena melindungi para penjahat. Maka aku akan senang hati

mengundurkan diri dari sini,” ucap Aiden.

                “Jangan sombong kamu

Aiden. Karena kamu pengacara yang begitu handal dan berbakat di sini. Kau akan

tamat saat aku mencabut ijinmu,” seru George dengan nada angkuh.

                George menghela napasnya

seraya kembali duduk di kursi kebesarannya.

                “Kau harus menarik

kembali semua berita ini dan mengakui kalau kamu yang telah memfitnah Menteri

Lian. Katakan kalau dia tidak bersalah,” seru George.

                “Maaf tapi aku tidak bisa.

Aku bekerja untuk kejujuran.”

                “Kau sungguh angkuh

dan sombong,” ejek George.

                Aiden hanya diam

membisu.

                “Baiklah kalau kamu

memang tidak ingin melakukan hal itu. Karena kamu sudah membuatku rugi besar

karena tuntutan dari Menteri Lian. Maka aku akan putuskan. Mulai sekarang kamu

bukan lagi pengacara di sini,” ucap George.

                Aiden hanya terdiam.

Ia sudah tau risiko apa yang akan dia terima.

                “Aku masih berbaik

hati tidak mencabut ijinmu sebagai seorang pengacara.” Ucap George.

                “Terima kasih Mr.

George. Kalau begitu saya permisi,” sahut Aiden berjalan keluar ruangan Geroge.

                Aiden berdiri di

sebuah jembatan dengan memegang minuman kaleng. Tatapannya tertuju menatap ke

depan, sebelah tangannya ia masukkan ke dalam saku celana dan sebelah lagi

memegang bir dalam kaleng. Ia meneguknya sesekali.

                “Ah jadi sekarang

dalam sekejap kamu berubah menjadi seorang pengangguran,” seru Mike berdiri di

sisi Aiden bersandar ke pegangan jembatan seraya meneguk bir dalam kalengnya.

                “Hmmm... apa kamu akan

membantuku mencari pekerjaan?” tanya Aiden.

                “Ck. Aku saja kerja

serabutan. Kalau kamu ingin pekerjaan, minta saja pada Harry,” seru Mike

membuat Aiden tersenyum kecil.

                “Aiden, sebenarnya aku

penasaran. Kamu melakukan pengorbanan besar untuk wanita itu. Apa kamu begitu

mencintainya?” tanya Mike.

                “Aku tidak tau. Aku

hanya ingin melindunginya, dan aku tidak ingin dia di hina dan di tuduh sebagai

wanita tidak baik dan bermoral,” ucap Aiden.

                “Ah ternyata kamu

memang mencintainya,” seru Mike.

                “Benarkah? Apa yang kamu

tau tentang cinta, Mike?” tanya Aiden melihat ke arah Mike. “Apa kamu pernah

mencintai seseorang?”

                “Belum sih,” kekeh

Mike.

                “Aku tidak akan pernah

percaya pendapatmu tentang cinta. Kamu sendiri pun tidak pernah jatuh cinta dan

pekerjaanmu hanya bersenang-senang dengan beberapa wanita,” seru Aiden.

                “Tapi aku juga tidak

begitu bodoh mengenai cinta. Sebenarnya aku masih tidak menyangka. Demi dia,

kamu rela melepaskan impianmu,” seru Mike membuat Aiden terdiam dan fokus

menikmati minumannya.

                Saat ini Aiden

mendatangi kantor Catherine dengan memakai pakaian casual dan mantel berwarna cokelat.

Ia berjalan melewati lobby kantor dan menuju ke lift.

                Ting

                Pintu lift terbuka dan memperlihatkan pemandangan yang

menyesakkannya.

                Di depannya Alan

tengah berpelukan dengan Catherine. Mendengar suara lift, Catherine terlihat

mendorong dada Alan dan menoleh ke arah lift. Tatapannya melebar saat beradu

pandang dengan mata tajam Aiden.

                “Baiklah Cath, sampai

ketemu akhir pekan nanti. Aku pergi yah,” seru Alan.

                “Iya, hati-hati,” seru

Catherine tersenyum kecil.

                Alan masuk ke dalam

lift dan Aiden berjalan keluar dari lift dengan perasaan tidak karuan. Ia

berjalan terlebih dulu meninggalkan Catherine yang sepertinya masih ingin

melihat kepergian Alan.

                Aiden mengambil duduk

di kursi yang ada di ruangan Catherine menunggu kedatangan Catherine. Tak lama

terdengar derap langkah anggun dan hentakan sepatu yang teratur.

                Catherine masuk ke

dalam ruangan, kemudian mengambil duduk di kursi kebesarannya tepat berhadapan

dengan Aiden.

                “Sepertinya kamu

semakin dekat dengan Ceo itu,” seru Aiden.

                “Ada apa kamu datang

kemari? Bukankah dokumen perjanjian kemarin sudah di kirim ke kantormu,” ucap

Catherine.

                “Aku kemari hanya akan

mengatakan sekaligus berpamitan,” seru Aiden membuat Catherine menegang.

                Pamitan....?

                Catherine masih

menanti lanjutan ucapan dari Aiden. Ia berharap ini bukan sesuatu yang akan

sangat menyakitinya.

                “Aku berhenti dari

Firma. Ke depannya akan ada pengacara yang menggantikanku untuk bekerja di

sini.”

                Deg

                “Ke-kenapa?” tanya Catherine.

                “Apanya?”

                “Kenapa kamu keluar

dari Firma?” tanya Catherine.

                “Mungkin aku tidak

cocok bekerja di sana,” jawab Aiden dengan santai.

                “Baiklah aku tidak

akan mengganggu mu lebih lama. Aku pergi,” ucap Aiden berdiri dari duduknya

kemudian menyodorkan tangannya ke arah Catherine.

                Catherine melihat

tangan Aiden di depannya dengan perasaan tak menentu. Setelah cukup lama, ia

pun menyambut uluran tangan Aiden.

                “Terima kasih atas kerja

sama kita selama ini,” ucap Aiden.

                “Iya.”

                Setelah mengatakan

itu, Aiden pun berlalu pergi meninggalkan ruangan Catherine.

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!