NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Mafioso

Istri Kontrak Sang Mafioso

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jullia Soares

Sebuah utang nyaris sejuta dolar mengubah segalanya bagi Alice. Demi menyelamatkan sang kakak dari maut, gadis polos berusia dua puluh tahun itu harus menandatangani kontrak paling gila dalam hidupnya: menjadi istri Adriano Mancini selama dua tahun.

Adriano bukan pria biasa. Ia bos mafia paling ditakuti di Sisilia — dingin, posesif, dan bersumpah tak akan pernah jatuh cinta lagi. Yang ia inginkan hanya satu: seorang perawan untuk melahirkan pewaris kerajaannya. Tanpa cinta, tanpa hati. Begitu bunyi perjanjiannya.

Tapi Alice bukan perempuan yang mudah ditaklukkan. Di balik pesonanya tersembunyi keberanian dan kecerdikan yang perlahan meruntuhkan tembok es di dada sang mafioso. Dan ketika sebuah rahasia kelam tentang tubuh Alice terungkap, Adriano dipaksa memilih antara kesepakatan dingin yang ia buat... dan perasaan yang tak pernah ia duga akan tumbuh.

Di tengah dunia penuh kuasa, pengkhianatan, dan gairah yang membara, mampukah dua hati yang terikat kontrak menemukan cinta yang sejati? Ataukah masa lalu — dan musuh yang mengintai di kegelapan — akan menghancurkan segalanya lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jullia Soares, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 — Tak Ada Jalan Kabur...

"Adriano, aku harus menolong temanku, dengan atau tanpa bantuanmu. Aku tak bisa berpaling darinya," ucap Alice dengan tulus.

"Baiklah, Cantik, aku akan membantu temanmu," kata Adriano.

Mereka bertiga berjalan menuju tempat Adriano memarkir mobil, sampai mereka dikejutkan oleh Emmanuel yang berdiri menanti mereka.

Joarah terperanjat melihat Emmanuel dan berkata,

"Kau kira aku tak akan menemukanmu? Kau pikir aku ini pemburu yang harus memburu mangsanya?"

"Emmanuel, dia ketakutan. Jangan menakutinya, kalau tidak kau akan selalu harus mengejarnya," kata Adriano.

"Aku tak tahu apa yang mendorongmu datang ke Sisilia. Jangan kira aku sedang mencari istri yang suka kabur. Pernikahan kita ini hanya urusan profesional. Aku tak punya perasaan apa pun padamu. Jadi kalau kau takut hidupmu akan berubah jadi siksaan, aku sendiri yang akan lebih dulu membatalkan kesepakatan dengan ayahmu," ucap Emmanuel dengan dingin sambil menatap Joarah.

"Kawan, kurasa dia mengatakan yang sebenarnya," bisik Alice.

"Baiklah, Emmanuel, aku akan ikut denganmu. Tapi kuharap kau menepati apa yang baru saja kudengar, dan kata-katamu bukan dusta," ucap Joarah sambil mendekat ke arahnya.

Emmanuel masuk ke mobil, Joarah pun ikut, lalu mereka menuju sebuah hotel di Sisilia.

"Kupikir hari ini kita akan kembali ke Meksiko," kata Joarah sambil turun dari mobil di pintu masuk hotel.

"Seperti sudah kubilang tadi, aku tak datang untuk menjemputmu. Aku punya beberapa urusan yang harus diselesaikan. Aku ingin kau bersiap, dan dalam dua jam kau harus sudah siap," ucapnya tanpa memandangnya sama sekali.

Keduanya menuju resepsionis hotel. Emmanuel mengambil dua kartu akses kamar, memberikan satu pada Joarah, dan berkata,

"Naiklah, bersiaplah, dan jangan terlambat. Dua jam lagi aku akan berada di depan pintu kamarmu untuk menjemputmu."

"Aku tak punya baju untuk acara semacam ini. Bagaimana aku bisa keluar bersamamu?"

"Aku tak akan kembali menjemputmu. Lagi pula kau sudah dewasa, kau harus memikirkan ayahmu," ucapnya sambil menjauh dari Joarah.

"Lelaki yang begitu dingin," gumam Joarah lirih pada dirinya sendiri.

* * *

Sementara itu, di mansion Adriano...

"Alice, apa kau sudah memberi tahu dosen-dosenmu bahwa besok kau harus menjalani operasi?"

"Sudah. Ujian terakhir hari ini," kata Alice yang sudah berpakaian rapi, hendak berangkat.

"Biar kuantar," kata Adriano.

"Tak perlu. Bukankah kau bilang hari ini harus menghadiri acara di kasino?"

"Ya, tapi masih ada waktu," kata Adriano.

"Sayang, soal temanmu Emmanuel, dia tak akan menyakiti Joarah, kan?" tanya Alice, cemas akan sahabatnya.

Adriano menuruni tangga bersama Alice dan berkata,

"Emmanuel itu lelaki yang dingin, tapi dia tak pernah menyakiti perempuan mana pun. Setidaknya sepanjang yang kuketahui tentang dirinya, aku yakin dia tak pernah menyakiti perempuan mana pun."

* * *

Sementara itu, di pesawat menuju Sisilia...

Romeo dan Andrea sudah beberapa jam berada di pesawat menuju Sisilia ketika Romeo bertanya,

"Apa yang kau takutkan?"

"Hah? Kau menanyakan itu sekarang?" tanya Andrea sambil tersenyum.

"Habisnya kau meremas tanganku," ucap Romeo.

"Baiklah, aku tak tahan terbang. Bukannya takut, tapi aku tak suka berada di ketinggian. Itu membuatku sedikit panik," kata Andrea.

"Jadi sang sirena merasa tak nyaman saat terbang. Menarik."

"Aku merasa seperti ikan di dalam plastik berisi air. Saat seekor ikan dibeli, sampai tiba di rumah ia harus tetap berada di dalam plastik kecil berisi air itu," ucap Andrea sambil meremas tangan Romeo.

Romeo tersenyum melihat wajah Andrea, wajah seseorang yang ketakutan tapi tak mau mengakuinya.

"Entah ini ide bagus atau tidak, tapi aku yakin kau bisa membuatku lupa bahwa kita sedang berada di pesawat," ucap Andrea, masih menggenggam tangan Romeo.

"Cerita? Boleh cerita apa saja?" tanya Romeo.

Andrea mengangguk, lalu Romeo berkata,

"Dahulu kala..."

"Serius?" tanya Andrea sambil tertawa.

"Kenapa tertawa? Aku bahkan belum menceritakan kisahnya."

"Suara yang kau buat tadi lucu sekali. Kau mau meniru siapa? Penjahat atau penyiar radio bersuara garang?" tanya Andrea sambil tertawa dan melepaskan tangannya.

Romeo berbicara dengan nada naik-turun, suaranya terdengar seperti penjahat dalam dongeng.

Andrea tertawa terbahak-bahak mendengar suaranya, dan Romeo bahkan tak sampai melewati kalimat pertama saat mencoba menuturkan kisahnya. Untuk beberapa menit, Andrea benar-benar lupa bahwa ia sedang berada di dalam pesawat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!