NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Hantu di Dalam Kabut

Xue Ling'er telah jatuh tertidur. Tubuhnya meringkuk di sudut gua, memulihkan tenaga yang terkuras.

Mo Xie berdiri di tengah kepompong.

Ia menunduk menatap dadanya. Bekas luka berbentuk akar teratai merah kehitaman berdenyut perlahan. Di balik dagingnya, Tulang Punggung Jiwa Baru lahir telah menyatu dengan tubuh dan menggantikan tulang dada yang rapuh.

Setiap kali kekuatan Kera Iblis dan Harimau Kegelapan bergejolak, tulang emas itu menyerapnya. Qi Yang di dalamnya memurnikan kedua kekuatan tersebut sebelum mengalirkannya kembali ke meridian Mo Xie.

Rasa sakit telah lenyap.

Yang tersisa hanya rasa lapar, bukan lapar akan makanan.

Ia ingin menguji kekuatan baru yang kini mengalir dalam tubuhnya.

Mo Xie mengenakan kembali jubah abu-abunya yang koyak. Sebelum pergi, ia menarik seutas benang darah dan menyelimutkannya pada tubuh Ling'er.

"Tidurlah, Ling'er."

Suara Mo Xie terdengar berat dengan gema samar dari dua jiwa iblis.

"Saat kau bangun, aku akan membawakanmu makanan segar."

Dengan cakar obsidian, ia membuka celah kecil pada kepompong darah.

Mo Xie melangkah keluar.

Celah itu segera menutup kembali dan menyembunyikan Ling'er dari kesadaran spiritual yang menyapu hutan.

Di luar, Hutan Kabut Ilusi telah berubah menjadi lautan kegelapan.

Pepohonan purba menutupi langit. Cahaya bulan bahkan tak mampu menembus celah-celah dedaunan. Kabut putih memenuhi tanah hingga setinggi lutut, membawa racun yang dapat mengacaukan pikiran dan mengikis tubuh.

Dua li dari tempat persembunyian Mo Xie, lima kultivator berjubah perak bergerak perlahan.

Mereka adalah pasukan elit Istana Dao Surgawi.

Kelima orang itu berada di tahap akhir Inti Emas. Di depan regu itu, sebuah kompas spiritual berwarna emas berputar tanpa arah.

Lu Feng, sang pemimpin, mengerutkan kening.

"Sial. Kabut ini terus mengacaukan kompas." Ia menepuk permukaan kompas tersebut.

"Jejak Qi pembunuh Penguasa Kota lenyap di sini."

"Mungkin dia sudah mati, Kapten." Kultivator termuda yang berjalan paling belakang menelan ludah. "Serangan balik setelah membunuh seorang kultivator Jiwa Baru Lahir mungkin telah menghancurkan meridiannya."

"Jangan lengah!" Lu Feng menoleh tajam. "Pertahankan Formasi Bintang Lima. Jaga punggung satu sama lain."

Tatapannya menyapu kegelapan.

"Makhluk yang mampu mencabut tulang punggung seorang Jiwa Baru Lahir dengan tangan kosong bukan iblis biasa."

Mereka terus berjalan.

Tak seorang pun menyadari bahwa maut telah berada tepat di atas kepala mereka.

Lima belas zhang di atas tanah, Mo Xie berjalan terbalik di bawah dahan pohon raksasa.

Dengan Domain Penghancur Gunung, ia mengubah arah daya tarik pada kedua kakinya. Tubuhnya menempel pada dahan seperti kelelawar.

Mata merah Mo Xie menembus kegelapan dan berhenti pada kultivator termuda di barisan belakang.

Tubuhnya meluncur perlahan seperti daun jatuh.

Dalam sekejap, ia telah berdiri tepat di belakang pemuda itu.

Jarak mereka hanya beberapa meter.

Sebelum pemuda itu sempat menoleh, lengan Harimau Kegelapan menyambar.

Srak!

Cakar obsidian menembus leher dari belakang dan keluar melalui mulut.

Darah mengalir deras.

Pemuda itu bahkan tak sempat berteriak.

Pada saat yang sama, lengan Kera Iblis mencengkeram tulang punggungnya.

Krek!

Tulang itu patah dalam satu putaran. Tubuh kultivator muda itu langsung lemas.

Mo Xie menarik cakarnya dan menahan tubuh tersebut agar tidak jatuh menimbulkan suara.

Empat kultivator lainnya terus berjalan.

Mereka tak menyadari bahwa satu nyawa telah lenyap dari formasi mereka.

Mo Xie menatap kultivator di sisi kanan.

Ia bergerak lagi. Tubuhnya melesat rendah menembus kabut.

Dalam sekejap, ia telah berada di samping target.

Kultivator itu sempat melihat bayangan jubah abu-abu dari sudut matanya.

"Apa..."

Buum!

Kepalan Kera Iblis menghantam kepalanya.

Pelindung Qi dan penutup kepala perak hancur bersamaan. Kepala kultivator Inti Emas itu meledak menjadi kabut darah.

Tubuh tanpa kepala tersebut terhuyung dan menabrak rekannya.

"Serangan musuh!"

Kultivator di sisi kiri berteriak.

Lu Feng langsung berbalik dan menghunus pedangnya.

Cahaya emas menyembur dari bilah pedang dan menerangi kabut di sekeliling mereka.

Pemandangan di hadapannya membuat wajah Lu Feng memucat.

Di tengah hutan berdiri seorang pemuda berjubah abu-abu.

Lengan kanannya yang menyerupai logam hitam meneteskan darah. Lengan kirinya yang berlapis obsidian memegang tulang punggung rekannya.

"Formasi Pembelah Gunung!"

Lu Feng menggeram. "Bunuh dia!"

Tiga kultivator yang tersisa menyerang bersamaan.

Puluhan tebasan Qi emas melesat dan menutup seluruh ruang di sekitar Mo Xie.

Mo Xie hanya memiringkan kepalanya. "Kalian menyebut ini Pembelah Gunung?"

Ia menghentakkan kaki kanannya.

Boom!

Domain Penghancur Gunung meledak dari bawah tanah.

Lumpur bergetar dan tanah terbelah. Ketiga kultivator kehilangan pijakan. Tebasan Qi mereka melenceng dan menghantam pepohonan di sekitar.

Mo Xie sudah bergerak. Ia menerjang kultivator di sisi kiri.

Pedang spiritual menebas ke arahnya. Cakar Harimau Kegelapan menyambar.

Krak!

Bilah pedang itu terpotong menjadi beberapa bagian.

Cakar yang sama terus melaju dan merobek tubuh kultivator tersebut dari bahu hingga pinggang.

Darah dan organ tubuh berhamburan ke dalam lumpur.

Kultivator ketiga langsung kehilangan keberanian. Ia berbalik dan mencoba melarikan diri. Namun begitu tubuhnya terangkat...

"Mau kemana kau pergi?" Mo Xie mengangkat tangan kanannya.

Seni bawaan Kera Iblis meledak. Tarikan Gaya Berat!

Tubuh kultivator itu berhenti di udara. Ia terseret mundur dengan paksa.

"Mustahil!"

Jeritannya semakin dekat.

Dalam sekejap, tubuhnya telah berada di depan Mo Xie.

Lengan Kera Iblis mencengkeram kepalanya.

Krak!

Tengkoraknya hancur.

Dari lima kultivator Inti Emas tahap akhir, empat telah mati dalam waktu kurang dari tiga puluh tarikan napas.

Tersisa Lu Feng.

Sang kapten berdiri gemetar.

Pedangnya masih terangkat, tetapi tangannya tak lagi mampu menyembunyikan rasa takut.

Monster dari Sembilan Kegelapan yang selama ini hanya dianggap legenda ternyata benar-benar ada.

Dan monster itu berdiri tepat di hadapannya.

Lu Feng menggigit lidahnya. Ia hendak membakar esensi darah untuk melarikan diri.

Namun Mo Xie telah muncul di depannya.

Kakinya menghantam lutut Lu Feng.

Krak!

Tulang lututnya remuk. Lu Feng jatuh berlutut.

Sebelum ia sempat bangkit, kaki Mo Xie telah menginjak pergelangan tangannya.

Tekanan berat turun.

Krek!

Pergelangan tangan Lu Feng hancur.

Pedangnya jatuh ke lumpur.

"Tolong..." Suara Lu Feng bergetar. "Ampuni nyawaku."

Mo Xie berjongkok di hadapannya.

"Pengampunan selalu memiliki harga." Cakar obsidiannya menekan paha Lu Feng. "Katakan siapa saja yang datang mencariku."

Lu Feng menggigil.

"Jika kau berbohong, kematian akan menjadi kemewahan yang tak akan kuberikan."

Cakar itu menekan lebih dalam.

Lu Feng menjerit. "Aku bicara! Aku akan bicara!"

Darah mengalir dari sudut bibirnya.

"Kematian Penguasa Kota telah memicu Tanda Darurat Tingkat Empat! Istana Dao Surgawi telah mengirim Penatua Penegak Hukum Tertinggi!"

"Kultivasinya?"

"T-Tahap Transformasi Ilahi!"

Wajah Lu Feng semakin pucat.

"Leluhur Pedang Pembelah Angin! Dia sedang menuju ke sini dengan kereta perang surgawi."

Ia terisak.

"Dan seluruh hutan telah dikunci oleh tiga Formasi Besar. Tiga Tetua Jiwa Baru Lahir puncak menjaga masing-masing formasi!"

Lu Feng menatap Mo Xie dengan putus asa.

"Mereka akan membakar hutan ini dari pinggir hingga ke tengah. Kau tidak akan bisa melarikan diri."

Mata Mo Xie menyipit.

Seorang kultivator Transformasi Ilahi.

Tiga Jiwa Baru Lahir puncak.

Istana Dao Surgawi benar-benar mengerahkan kekuatan besar demi menutup kematian seorang penguasa kota.

Dengan kekuatannya saat ini, berhadapan langsung dengan seorang Transformasi Ilahi sama saja dengan mencari kematian.

Namun tiga Jiwa Baru Lahir puncak yang terpisah di tiga penjuru hutan...

Senyum perlahan muncul di wajah Mo Xie.

"Tiga Jiwa Baru Lahir puncak menjaga tiga formasi."

Ia berdiri.

"Berarti mereka juga terpisah." Tatapannya berubah dingin. "Bagus. Aku tak perlu mencari mereka."

Lu Feng menatapnya dengan ketakutan.

"Aku sudah memberitahumu semuanya. Kumohon..."

Lengan Kera Iblis menembus dada Lu Feng dan mencengkeram jantungnya.

Jantung itu hancur. Tubuh Lu Feng terkulai.

Mo Xie menarik lengannya dan membiarkan mayat tersebut jatuh ke lumpur.

Ia kemudian mengumpulkan tulang-tulang dari kelima kultivator itu, terutama tulang punggung mereka.

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!