NovelToon NovelToon
Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Mantan Suami, Lihatlah Aku Sekarang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:917
Nilai: 5
Nama Author: Vyyy ink

Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.

Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:

"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketukan Palu Kebebasan

Suasana di dalam ruang sidang utama Pengadilan Agama Distrik Pusat terasa begitu hening, dingin, dan menekan. Aroma kayu jati tua dari meja hakim berpadu dengan udara dingin dari pendingin ruangan yang mendengung pelan, menciptakan atmosfer yang sangat formal sekaligus menegangkan. Di sisi kanan ruangan, Adrian von Secilia duduk dengan kepala tertunduk dalam-dalam. Di sekelilingnya, tim pengacara keluarga Secilia tampak sibuk membolak-balik berkas dengan gurat wajah yang dipenuhi kegelisahan nyata. Mereka tahu betul, di atas kertas hukum, mereka sudah kalah telak dari segala sisi.

Di seberang ruangan, Elena duduk dengan posisi punggung yang sangat tegak, memancarkan aura ketenangan yang mutlak bak seorang permaisuri yang sedang menunggu keputusan takhtanya. Dia mengenakan gaun biru gelap yang dipadukan dengan perhiasan safir biru berkilau di lehernya. Di sampingnya, Duke Xavier von Obsidian setia menemani dengan tatapan mata abu-abu gelap yang tajam. Genggaman tangan kokoh Xavier pada jemari Elena menyalurkan kehangatan nyata, menjadi perisai tak kasat mata yang memastikan tidak ada satu pun intimidasi yang bisa menyentuh wanitanya.

Hakim Ketua yang memimpin persidangan tersebut akhirnya merapikan berkas-berkas perkara di atas mejanya. Dia membetulkan letak kacamatanya, lalu mengetuk palu kayunya sekali demi meminta perhatian penuh dari seluruh hadirin yang ada di dalam ruang sidang.

"Setelah memeriksa dengan seksama seluruh bukti pelanggaran perjanjian pra-nikah, pengabaian hak asasi istri selama tiga tahun berturut-turut, serta laporan audit keuangan yang sah dari pihak penggugat," ujar Hakim Ketua dengan suara bariton yang berwibawa dan menggema di setiap sudut ruangan, "maka Pengadilan Agama Distrik Pusat secara resmi menyatakan bahwa gugatan cerai yang diajukan oleh Nona Elena von Secilia terhadap Tuan Adrian von Secilia dikabulkan secara mutlak tanpa syarat."

Tok! Tok! Tok!

Tiga ketukan palu hakim bergema dengan sangat keras di seluruh penjuru ruangan, memutus ikatan pernikahan kontrak yang selama tiga tahun terakhir ini menjadi penjara dingin bagi jiwa Elena yang asli. Bersamaan dengan ketukan itu, hak hukum Adrian atas status sebagai suami Elena runtuh seketika menjadi debu sejarah yang tak berharga.

Mendengar ketukan palu tersebut, Adrian memejamkan matanya dengan sangat rapat. Bahunya merosot turun ke bawah dengan lemas, seolah seluruh pasokan udara dan energi kehidupan di dalam tubuhnya telah diisap habis tanpa sisa. Rasa sesak yang teramat sangat menghantam dadanya hingga dia harus mencengkeram tepi meja persidangan agar tidak jatuh tersungkur di atas lantai marmer. Statusnya sebagai suami dari wanita paling menawan dan paling cerdas di kota ini telah berakhir secara memalukan. Lebih buruk lagi, karena kesalahan masa lalunya, dia tidak berhak menuntut sepeser pun pembagian aset dari *Aethelgard Holdings* yang kini telah berkembang menjadi raksasa keuangan mandiri.

Sebaliknya, Elena justru mengulas sebuah senyuman tipis yang sangat cantik, menawan, namun sarat akan kemenangan dingin di bibir merahnya. Dia mengembuskan napas panjang dengan lega. Beban penderitaan masa lalu dari tubuh ini, serta memori pengkhianatan dari kehidupan lalunya sebagai Clarissa, kini akhirnya telah terangkat dan menguap sepenuhnya dari dalam jiwanya. Pembalasan untuk kubu Secilia telah berjalan di jalur yang tepat.

"Selamat atas kebebasan mutlakmu, Elena," bisik Duke Xavier tepat di dekat telinga Elena. Suara baritonnya yang berat dan dalam memancarkan kehangatan yang sangat tulus, berbanding terbalik dengan aura mematikan yang biasa ia tunjukkan kepada dunia luar.

"Terima kasih, Xavier. Ini semua juga berkat perlindungan dan jalan yang kamu buka untukku," jawab Elena sembari menoleh, menatap Xavier dengan binar mata safir birunya yang kini tampak jauh lebih lembut dan penuh rasa percaya.

Elena bangkit berdiri dari kursi persidangan dengan gerakan yang luar biasa anggun. Dia merapikan lipatan gaun biru gelapnya sejenak sebelum melangkah keluar dari ruang sidang. Begitu pintu ganda berbahan kayu ek besar itu dibuka oleh para pengawal, puluhan lampu kilat dari kamera para pemburu berita dan jurnalis bisnis langsung menyala bergantian tanpa henti, menerangi koridor pengadilan yang semula remang-remang.

Adrian yang menyadari kepergian Elena langsung berlari keluar dari ruang sidang dengan langkah kaki yang terhuyung-huyung, mencoba mengejar bayangan mantan istrinya untuk yang terakhir kali di tempat umum.

"Elena! Elena, tunggu aku! Tolong dengarkan aku sekali saja!" seru Adrian dengan suara yang parau, serak, dan penuh keputusasaan. Dia mengabaikan jepretan kamera media yang kini merekam wajah frustrasinya secara langsung. "Aku mohon... setidaknya lepaskan blokir jaminan saham keluarga Secilia di bursa efek! Jika kamu melakukan likuidasi besok pagi, ibuku dan aku akan kehilangan segalanya! Tolong ingat sisa hubungan kita, Elena!"

Elena menghentikan langkah kakinya tepat di puncak anak tangga gedung pengadilan yang tinggi. Dia membalikkan tubuhnya dengan perlahan, berdiri tegak di bawah siraman cahaya matahari sore yang mulai kemerahan. Dari posisi yang lebih tinggi, Elena menatap Adrian yang berdiri di anak tangga bawah dengan pandangan penuh kemenangan yang sedingin es kutub.

"Tuan Adrian," ucap Elena dengan nada suara yang sangat jernih dan bergaung kuat, sengaja menghapus marga Secilia dari namanya sendiri di hadapan seluruh awak media yang sedang merekam pembicaraan mereka. "Urusan bisnis antara *Aethelgard Holdings* dan sisa perusahaan Anda akan diurus sepenuhnya oleh tim pengacara saya. Jika Anda ingin mempertahankan sisa aset keluarga Anda, bersiaplah untuk membeli kembali saham jaminan itu dengan harga pasar tertinggi esok pagi di pasar sekunder. Saya tidak menerima negosiasi atau pengemisan di jalanan."

Xavier melangkah maju ke samping Elena, lalu dengan sangat posesif melingkarkan lengan kokohnya di pinggang ramping Elena di hadapan seluruh kamera wartawan. Tindakan berani sang Duke seolah mempertegas pesan kepada seluruh penjuru kota tentang siapa pria berkuasa yang kini memiliki hak mutlak untuk berdiri dan melindungi sang janda terkaya baru di Secilia City.

"Ayo pergi, Elena. Mobil kita sudah menunggu di lobi utama," ujar Xavier dengan suara yang sangat lembut namun sarat akan kepemilikan yang berbahaya bagi siapa pun yang berani mengusiknya.

Elena mengangguk patuh dengan senyuman menawan. Di bawah kawalan ketat dari belasan pengawal bertubuh tegap yang mengenakan jas hitam dan pin berlian hitam di kerah mereka, Elena menuruni anak tangga pengadilan dengan keanggunan seorang ratu yang baru saja memenangkan takhtanya. Dia melangkah masuk ke dalam mobil Rolls-Royce hitam mewah yang sudah bersiap di lobi utama, bergerak pergi membelah jalanan distrik finansial menuju masa depan barunya yang gemilang.

Sementara di belakang mereka, Adrian von Secilia tampak terduduk lemas di atas anak tangga pengadilan yang dingin dengan kedua tangan mencengkeram wajahnya. Isak tangis penyesalan yang teramat dalam dan terlambat akhirnya pecah di tengah kerumunan wartawan—sebuah akhir yang menyedihkan bagi seorang Tuan Muda yang dulu menyia-nyiakan permata berharga di dalam rumahnya sendiri demi keangkuhan semu.

1
Noey Aprilia
Waahhhh....
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Noey Aprilia
Wooowww.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
Noey Aprilia
Hai kk...
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄
Noey Aprilia: Sama2....smngttt....😘😘😘
total 2 replies
Raisha Mieyka
terbaik kk.. tolong up scptnyaaa episodny
VyyInk: diusahakan kka🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!