Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anna Cemburu
Daniel masih memeluk kekasihnya itu. Dia tidak mau melepaskan Anna. Karena permohonan maaf darinya belum di respon oleh Anna.
"Sayang, Joanna Josep. Mas akan jelaskan. Tetapi tidak begini, kamu duduk, tenang." Anna menuruti apa kata Daniel. Daniel pun menutupi kamar dan di kunci.
"Kenapa harus di kunci mas."
"Kas ngak mau kamu keluar dari kamar ini. Mas tahu kamu tadi mendengar apa yang mas bicarakan dengan dokter Nurul kan."
"Tidak sengaja, karena mas lama."
"Apa yang kamu dengarkan."
"Mas mau jelaskan atau apa sih." Anna menuju pintu kamar begitu cepat. Namun Daniel sudah mengantisipasi dia sudah mengunci terlebih dahulu dan menyimpan kuncinya. Daniel memeluk dari belakang kekasihnya itu.
"Mas perna pacaran dengan dokter Nurul Pratiwi satu tahun. Kami sudah putus."
"Apa ini yang membuat dokter Nurul membenciku. Kenapa putus? Apa karena aku." Daniel tersenyum, hatinya mengelitik percaya diri amat nih kekasihnya.
"kenapa putus? Karena tembok kita sangat tinggi. Kami kan pacaran diam - diam keluarga tidak ada yang tahu."
"Pacaran sembunyi - sembunyi." Kembali Daniel tersenyum. Anna mengira mereka anak kecil.
"Ya ngak gitu juga. Kami kan satu kesatuan. Kapan mau ketemu kan bisa saja."
"Oooo... Sampai liburan berdua ke Bali dan Jepang begitu." Daniel membalik badan Anna, ini bukan sedikit yang Anna tahu, pasti dia mendengar banyak.
"Berapa lama sayang di depan ruangan dokter Nurul??"
"Kenapa, mas keberatan. Buka pintu kamarnya." Daniel merasa Anna sudah mulai berani. Digendong tubuh calon istrinya dan dibawa ke atas tempat tidur. Dia langsung berada di tubuh Anna.
"Hanya kamu perempuan yang mas cintai, hari ini sampai maut memisahkan kita."
"Mas jangan macam - macam."
"Sekarang mas akan satu macam."
"Mas stop."
"Ngak sayang." Daniel sudah mencium Anna. Leher kiri dan kanan Anna sudah penuh dengan tanda cinta. Bahkan ada dua tanda merah yang besar. Waktu Daniel memberikan ciuman itu sangat lama. Dia mendengar desahan Anna.
"Mas please jangan, kita belum sah." Daniel tidak mendengar. Sekarang tubuh Anna sudah polos bagian atas. Baju tidur Anna sudah, Daniel robek. Kancing baju sudah terlempar kesana kemari. Anna sudah lemas di bawa kungkungan Daniel. Anna tampak pasrah. Bahkan sekarang Daniel sudah seperti bayi yang kehausan. Di pikiran Daniel ini cara mengikat Anna, biar tidak lepas. Dua bulan lagi mereka akan menikah.
Nafas Anna sudah satu - satu. Kembali lagi suara sakral itu terdengar. Seketika Anna sadar, dia kembali memohon kepada kekasihnya.
"Mas please....."
"Ngak dek. Mas ngak bisa lepaskan kamu." Daniel menatap Anna yang sudah dia buat lemas dan tak tentu nafasnya. Karena ketika tangan Daniel menyentuh sesuatu yang berharga milik calon istrinya. Tubuh Anna sudah sangat siap. Anna menolak dengan kata - katanya, namun tubuhnya merespon terbalik dari sentuhan Daniel.
"Joanna Josephine Josep, Mas mau menyentuhmu meskipun kau mengatakan tidak, tetapi tubuhmu tidak sayang."
Posisi Daniel sudah sangat siap. Bahkan sehelai kain pun tidak ada di tubunya. Dia membuka kain pentutup bagian bawah kekasihnya,calon istrinya ini. Dan dengan cepat rudal Daniel yang sudah siap pun berusaha menerobos pertahanan Anna calon istrinya. Diperlukan usaha, akhirnya sekarang rudal itu sudah berada pada wilayah pertahanan Anna. Rintihan Anna terdengar waktu rudal itu masuk. Air matanya respon mengalir keluar dari mata cantiknya.
Anna hanya melihat Daniel. Mereka saling bertatapan. Akhirnya Daniel berhasil menyentuh sesuatu yang berharga. Ada sesuatu yang mengakur membasahi rudalnya. Daniel tahu bahwa itu darah yang keluar akibat robekan yang dia lakukan dengan rudalnya.
"Mas sakit....." Anna mengeluarkan suaranya. Ya dia merasa kesakitan. Daniel yang sudah menginginkan mencium kekasihnya, calon istrinya ini.
"Mas akan bermain pelan sayang."
Benar Daniel bermain sangat lembut sampai Anna merasa nyaman. Bahkan sekarang Anna sudah dua kali pelepasan.
"I love you. Hanya kamu sayang yang mas mau. Hanya kamu Joanna Josephine Josep."
Merasa kekasihnya sudah nyaman, Daniel mempercepat volume bersentuhan. Suara tubuh beradu terdengar merdu. Mereka pun mencapai puncak kenikmatan bersama. Serum terbaik Daniel sudah ada didalam rahim Anna. Dia mencium Anna di kening dan di bibir.
"Kamu sudah tidak bisa membatalkan hubungan kita. Apapun alasannya. Jika mas salah kita akan berbicara menyelesaikan. Tidak berpisah. Begitu juga dengan adek. "
"Mas, tadi itunya mas tumpah di mana??"
"Apa itunya." Daniel sengaja mengoda Anna kekasih yang dia sayangi, calon istrinya.
"Mas......"
"Mas tumpah di dalam." Anna bergerak cepat,mau turun dari kasur menuju kamar mandi. Namun Daniel menahan di peluk Anna sangat erat.
"Mas....."
"Mau kenama??"
"Kamar mandi."
"Ngak sayang. Kita tiduran sebentar."
"Mas nanti adek hamil."
"Puji Tuhan."
"Mas......" Anna sudah menangis, Daniel memeluk Anna dan mencium. Dia mau meyakinkan calon istrinya, kalau dia siap menjadi suami yang baik. Semua yang dia lakukan sampai membawa Anna dalam kehidupan keluarganya, karena dia tidak mau berpisah dari Anna.
Daniel mengendong Anna ke kamar mandi. Dia bahagia sekali. Minggu lalu orangtua dan kakak - kakaknya mengira bahwa Daniel sudah meyentuh Anna saat itu, namun sebenarnya ini pertama kali dia menyentuh Anna.
Selesai mandi bersama, Daniel dan Anna membereskan tempat tidur mereka. Karena di seprei ada bercak darah. Padahal Anna baru ganti seprei di kamar mereka. Daniel melipat seprei itu yang ada noda darah perawan Anna. Dan Anna menganti seprei baru.
"Mas cari kerjaan malam - malam." Daniel tersenyum, dia langsung mendekati kekasihnya di cium bibir Anna.
"Jangan marah - marah. Nanti gairah mas meningkat. Kamu ngak marah saja mas bergairah, apalagi kalau marah, mengebu gairahnya." Anna langsung memukul kekasihnya itu.
"Mas sepreinya taruh di keranjang laundry."
"Ngak mas mau simpan. Ini kenangan tanda mas menyentuh kamu."
"Mas adek malu loh. Ngapain disimpan. Toh mas sudah miliki tubuh adek." Daniel mencium Anna lagi dan lagi.
"Ya tubuh kamu semua dari atas sampai bawa, punya mas."
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan