NovelToon NovelToon
Terikat Oleh Perjodohan

Terikat Oleh Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: saphal_tha

#history Romantic
by : Saphal_tha

Anna adalah istri yang tidak pernah Xavier inginkan… sekaligus kelemahan yang tak pernah ia sangka.

Kekayaan, kekuasaan, dan kecerdasan. Xavier Romanov memiliki segala sesuatu yang diimpikan banyak orang. Sebagai seorang CEO muda yang disegani, hidupnya nyaris sempurna, kecuali satu hal yang tidak pernah ingin ia miliki, seorang istri.

Pernikahan tidak pernah ada dalam rencana hidup Xavier, sampai sebuah ancaman pemerasan memaksanya bertunangan dengan wanita yang hampir tidak ia kenal.

Annastasia Clifford ahli waris perusahaan perhiasan sekaligus putri dari musuh terbarunya.

Tidak peduli seberapa cantik atau menawannya wanita itu, Xavier akan melakukan segala cara untuk memusnahkan bukti ancaman tersebut dan membatalkan pertunangan mereka.

Namun satu hal yang tidak pernah ia predeksi akan terjadi, sekarang setelah mendapatkan Anna... ia tidak sanggup melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saphal_tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Xavier

“Jangan mulai,” kataku saat melewati Beatrice yang sedang cemberut. Dia sedang membersihkan debu di ruang tamu, cukup dekat untuk mendengar setidaknya sebagian dari percakapanku dengan Annastasia tadi.

Para petugas pengangkut barang tampaknya sudah pergi.

“Kamu terlalu keras padanya,” tegurnya, membenarkan dugaanku sebelumnya.

Beatrice berusia lebih dari tujuh puluh tahun, tetapi pendengarannya jauh lebih tajam daripada pendengaran seekor kelelawar.

“Bukan keras. Tapi jujur.” Aku mengecek jam tanganku. Aku ada janji makan siang dengan seorang CEO tamu dalam dua jam lagi, dan aku harus bersiap-siap sebelum berangkat. “Apa kamu lebih suka aku memberi harapan palsu padanya? Menuruti imajinasi masa kecilnya tentang Pangeran Tampan yang datang dan membawanya terbang bahagia?”

“Tahu dari mana kamu kalau dia punya imajinasi seperti itu?” Beatrice mengusapkan kemocengnya ke atas rak perapian dengan tenaga yang lebih besar dari yang dibutuhkan. “Dia kelihatannya tipe orang yang praktis dan realistis.”

“Kamu baru bertemu dengannya setengah jam yang lalu.”

Aku tidak percaya aku sedang berdebat dengan pengurus rumahku sendiri demi membahas calon tunanganku. Ini pasti gara-gara kue-kue berengsek yang dipakai Annastasia untuk menyuapnya. Beatrice sangat menyukai makanan manis dan punya kelemahan khusus pada kue kering cokelat.

“Instingku cukup tajam kalau menyangkut menilai orang. Kalau tidak…” Satu usapan keras lagi di atas rak perapian. “Aku pasti sudah mencapmu sebagai kloningan kakekmu yang otoriter itu sejak bertahun-tahun yang lalu.”

Raut wajahku langsung menjadi dingin. “Ingat untuk siapa kamu bekerja,” peringatku dengan nada suara yang gelap.

"Jangan menceramahi orang yang sudah membasuh bokongmu sejak kamu kecil. Kalau kamu mau memecatku, pecat saja. Tapi aku tahu ada hati di dalam sana, ragazzo mio. Gunakan hati itu dan perlakukan calon istrimu dengan rasa hormat.”

“Aku sudah memberinya sebuah kartu Amex Black dan sebuah cincin berlian.” Semua wanita rela mati demi mendapatkan benda-benda itu, dan hal itu sudah lebih dari yang layak didapatkan Annastasia, mengingat siapa ayahnya.

Beatrice menatapku selama satu menit penuh sebelum dia menggelengkan kepala dan bergumam penuh amarah dalam bahasa Italia secara samar. Aku tidak bisa mendengar apa yang dikatakannya, tetapi aku mengira itu bukanlah pujian.

Aku berhenti di sebelah Beatrice dan memegang kemocengnya, memaksanya untuk berhenti bergerak. “Kamu adalah anggota rumah tanggaku yang sangat berharga, tetapi ada batasan untuk kelonggaran yang kuberi,” kataku dingin. “Jika kamu ingin liburan untuk menyegarkan pikiranmu, beri tahu aku dan itu bisa diatur.”

Ancaman itu menggantung di udara dalam bentuk sebuah penawaran.

Mata Beatrice menyipit. “Tidak perlu liburan.”

“Bagus.”

Beatrice telah bekerja untuk keluargaku sejak aku masih bayi. Dia membantu membesarkanku dan Alex karena orang tua kami sangat buruk dalam menjalankan tugas itu, dan dia mengurus rumah tangga kakekku sampai aku membujuknya untuk bekerja padaku empat tahun yang lalu. Alih-alih marah, kakekku malah memberiku sebotol anggur seharga sepuluh ribu dolar karena berhasil merebut pekerja darinya.

Meskipun aku punya kelemahan pada Beatrice dan menganggapnya seperti nenek yang tidak pernah kupunya, sebab kedua nenek kandungku meninggal sebelum aku lahir, namun aku tidak akan mentoleransi ketidakdisiplinan atau rasa tidak hormat yang terang-terangan.

Jika dia adalah orang lain, aku pasti sudah memecat dan memasukkannya ke dalam daftar hitam pada detik pertama kata keras keluar dari mulutnya.

Batuk sopan mengalihkan perhatianku ke arah pintu tempat Jack berdiri dengan ekspresi netral.

“Tuan, para petugas pengangkut barang telah resmi meninggalkan lokasi,” katanya. “Apakah Anda ingin saya mengajak Nona Clifford berkeliling untuk tur rumah secara lengkap?”

Aku tadi membawa Annastasia langsung ke kamarnya tanpa memperlihatkan sisa bagian rumah yang lain. Meskipun, dia sebenarnya sudah melihat separuhnya saat pameran minggu lalu.

“Tolong lakukan.” Dia harus tahu seluruh tata letak apartemen ini. Aku tidak ingin dia tidak sengaja keluyuran masuk ke kamarku atau ruang kerjaku.

Jack menganggukkan kepala lalu menghilang di balik koridor. Beatrice berjalan melewatiku dan menghilang ke sudut lain dari penthouse ini tanpa mengucapkan sepatah kata pun, tetapi rasa tidak sukanya masih tertinggal seperti aroma pembersih lemon favoritnya.

Aku memijat pangkal hidungku. Baru kurang dari satu jam setelah pindah, Annastasia sudah membuat kekacauan.

Perselisihan dengan stafku hanyalah sebuah permulaan. Selanjutnya dia pasti akan memindahkan barang-barang. Mengacaukan lingkungan yang telah kubangun dengan cermat. Aku akan pulang ke rumah tanpa tahu apa yang akan kulihat atau kuhadapi.

Rasa jengkel membumbung tinggi di dadaku.

Aku melangkah keluar dari ruang tamu dan masuk ke ruang kerjaku, tempat aku berusaha memeriksa materi untuk rapatku nanti. Namun meskipun aku telah menutup pintu dan terisolasi di sisi rumah yang berseberangan dengan kamar Annastasia, aku masih bisa mencium aroma apel yang tipis dan membakar emosi itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!