Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....
di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19.
dua sejoli terdiam hening di dalam mobil, hanya suara musik yg terdengar, hingga pertanyaan Zahra menghilangkan keheningan di dalam mobil....
"siapa sebenarnya om??mengapa om begitu nurut dengan kakek saya??"tanya Zahra yang masih sesenggukan..
Ansar memandang sebentar ke Zahra sebelum menjawab..
"kakek kamu orang baik Ra"hanya Kalimat itu yg Ansar berikan.
Merasa tak puas Zahra pun kembali bersuara."emang kebaikan apa yang kakek saya berikan kepada om??" tanya Zahra kembali..
"kakek kamu itu sering banget bantuin saya, dari pertama saya datang di kampung ini kakek kamu udah begitu baik, beliau menasehati saya, mengajari saya cara ap yang saya sendiri tidak tau awalnya ra"
jelas Ansar....
Sedangkan di Rumah sakit tempat nenek Siti berada...
Nenek Siti yang sudah sadar mencari keberadaan Zahra.
"Zahra mana kak"panggil nya ke kakek Hasan
"dia ikut sama Ansar dek"jelas kakek sembari mengusapkan kulit jeruk
Nenek Siti yang mendengar itu hanya diam sesaat, hingga ia kembali berbicara
"anak kita nikah lagi kan dek??, kenapa adek gak bilang sama kakak kalo Selena nikah lagi "tanya kakek Hasan yg duduk di dekat nenek Siti
"hiks kak, aku gagal jadi ibu, Selena benar' gak pikirkan anaknya kak hikss"ucap nenek Siti yg menangis di tangan suaminya.
kakek Hasan hanya mengelus kepala nenek siti"kamu tidak gagal dek anak itu aja yg keterlaluan"
"hikss, sekarang nasib Zahra kaya mana kak hikhs"nenek Siti tau usia mereka sudah tidak muda lagi.
"gapapa dek, kita pasti bisa besarkan Zahra dek"ucap kakek Hasan yg juga ikut merintihkan air mata,
"mudahan saja zahra tidak seperti kedua orang tua nya itu ya kak"ucap nenek Siti....
......
"ohh jadi itu alasan om nurut dengan omongan kakek saya om?"
"bisa di bilang begitu, saya mau balas Budi saja"jawab Ansar yg berhenti di lampu merah..
Zahra yg memandang ke luat menyipitkan matanya meliat sosok yg begitu ia kenali
Degg
*bapak*batin Zahra
Tanpa nunggu lama Zahra turun dari mobil dan berlari ke arah trotoar disamping tepat di pintu masuk sebuah kafe
//Brakk, Zahra masuk membanting pintu kafe
"BAPAK !!"teriak Zahra yg disusul wajah terkejut seorang pria yg tidak begitu tua..
"za_zahra ngapain di sini nak"tanya Zahra yg berjalan pelan ke arah nya.
Sedangkan pandangan Zahra jatuh ke perempuan yg usianya mungkin lebih tua dari pada mama nya.
"dia siapa pak!!"tunjuk Zahra
yoga yg meliat Zahra marah', ia pun menarik Zahra untuk duduk dulu..
"ini istri bapak ra"jawab yoga benar apa adanya
"halo nak"sapa perempuan itu
mendengar sapaan itu Zahra tak membalas.
Ia sadar orang tuanya tak mungkin kembali bersama seperti dulu..
"kenapa bapak gak nafkahi Zahra pak, Zahra masih anak bapak kan"tanya Zahra yg selama ini ingin dia tanya ke pada yoga
"kamu gak tau Ra, ayah sudah lama memutuskan hubungan dengan kamu, sejak hak asuh mu jatuh ke tangan Selena "ucap yoga yg tak merasa sakit hati
Zahra melamun mencerna kalimat yoga
*memutuskan hubungan??emang bisa seorang bapak memutuskan hubungan dengan anak *
Di tengah melamun, suara seorang pria menyadarkan nya
"Woi oon"ucap Ansar yg menggebu-gebu kerna ia berlari mencari Zahra setelah memarkirkan mobilnya.
"sini om"panggil Zahra
"ini om Ansar pak teman kakek "jawab Zahra yg mengenalkan.
"ya saya gak mau tau Ra siapa dia"
"intinya kita sudah lama memutuskan hubungan dan mama kamu juga tau kalo saya lebih memilih menafkahi istri saya dari pada kamu"ucap yoga lembut yg begitu menusuk di dada Zahra.
Byurr
air jus jeruk mengalir deras dari wajah yoga, Zahra menyirami dengan itu,
"bapak pecundang!!"teriak Zahra sedang Ansar yg meliat itu justru terkejut.
tidak jauh berbeda wanita di samping yoga juga terkejut, sedang yoga sendiri hanya bereaksi biasa.
"siapa bilang hah seorang bapak bisa memutuskan hubungan dengan anak kandung nya hah!!"tanya Zahra yg di dengar seluruh tamu di kafe itu.
"Ra cukup Ra, kita di liatin semua orang "ucap Ansar yg memengang bahu Zahra
Zahra menepis tangan Ansar yg dibahu nya"biarin om biar orang tua ini tau darimana ada sejarah seorang bapak kandung memutuskan hubungan hanya kerna hak asuh jatuh ke mantan istri "jelas Zahra yg menatap Ansar.
"sudah lah mas kita pergi saja dari sini, anak kamu ini kayanya udah gila "gumam perempuan itu kepada yoga yg masih di dengar Zahra
"ya Tante saya memang gila, gila kerna kenapa bisa perempuan seperti Tante ini ada di dunia ini dan menjadi perusakan rumah tangga orang !!!"
'PLAAKk'
Satu tamparan mendarat keras di pipi zahra,tamparan yang yoga berikan
"Cukup Zahra !! kamu boleh hina bapak tapi jangan hina istri bapak dia juga mama kamu!!"
Zahra memengangi sudut bibirnya yg mengeluarkan sedikit darah..
"dia bukan mama ku!!, mama ku bukan perusak rumah tangga orang !!"teriak Zahra yg mungkin di dengar semua orang disana.
"ZAHRA CUKUP !!"bentak yoga
"Bapak harap kamu terima dengan keputusan bapak Ra, dan satu lagi mulai sekarang urus diri mu sendiri "ucap yoga yg mengandeng istrinya untuk keluar dari kafe itu..
"emang kapan bapak urus Zahra hah!!!"teriak Zahra yg ingin mengejar yoga namun di tahan oleh Ansar
"cukup ya Ra, sekarang kita pulang ke rumah ya"ajak Ansar yg Manarik Zahra kerna saat ini mereka telah jadi pusat pembicaraan orang' disana
Zahra tak menjawab ia hanya mengikuti Ansar dari belakang...