NovelToon NovelToon
KEBAYA PUTIH YANG TERNODA

KEBAYA PUTIH YANG TERNODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:74.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Sejak awal aku memang tidak pernah mencintaimu, Alin! Hatiku sepenuhnya masih milik Cindy!"

Kalimat kejam dari Elang menjadi penutup malam pertama yang dingin bagi Alin. Hanya karena rasa hormat pada Nenek Aisyah, sang CEO angkuh itu sudi mengikat Alin dalam pernikahan sepihak. Bagi Elang, menyelamatkan Cindy dan bocah kecil bernama Ega dari jalanan adalah segalanya, meskipun ia harus menginjak-injak martabat Alin sebagai istri sah.

Namun, Elang melupakan satu hal: Alin bukanlah wanita lemah yang akan mengemis cinta. Saat Alin benar-benar melepaskan cincin pernikahan mereka dan menghilang untuk menata hidupnya sendiri, dunia Elang justru runtuh seketika. Terlebih saat sebuah rahasia medis terbongkar dan membuktikan bahwa anak yang ia agungkan selama ini adalah sebuah kebohongan besar yang dirancang oleh mantannya.

Penyesalan itu datang terlambat. Elang yang dulu arogan kini harus melepaskan seluruh harga dirinya, merangkak di tengah badai, hanya untuk mendapatkan secuil maaf Alin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Tamparan di Sisi Ranjang Sepuh

"Sangat berisiko untuk usianya sekarang," tegas Dokter Hermawan. Ia membetulkan letak kacamata paruh bayanya. "Untuk saat ini, tolong pastikan Nenek Aisyah tidak boleh banyak pikiran, tidak boleh emosi sama sekali, dan yang paling penting ... harus ada yang menemaninya selama dua puluh empat jam penuh. Jangan biarkan beliau sendirian."

Sebelum Elang sempat membuka mulut untuk memberikan instruksi kepada pelayan, Alin sudah melangkah satu blok lebih maju ke depan Dokter Hermawan.

"Saya yang akan menjaga Nenek di sini semalaman ini, Dok," ucap Alin dengan nada suara yang teramat lembut, tenang, namun penuh penekanan yang mutlak. Ia melirik Elang sekilas dengan tatapan dingin yang tak terbaca. "Dan secepatnya, besok pagi-pagi sekali, kami yang akan membawa Nenek ke rumah sakit untuk pemeriksaan EKG itu. Dokter tidak perlu khawatir."

Dokter Hermawan tersenyum tipis, tampak lega melihat kesiapan sang cucu menantu. "Terima kasih, Alin. Kalau begitu, saya pamit dulu untuk menyiapkan surat rujukannya. Tolong obat yang saya berikan tadi segera diminumkan setelah Nenek tenang."

"Mari, Dokter, biar Mbok antarkan keluar," sela Mbok Darmi buru-buru, memandu Dokter Hermawan melangkah meninggalkan kamar bawah yang sarat akan ketegangan tersebut.

Begitu pintu kamar kembali tertutup rapat dan menyisakan kesunyian yang mencekam, Nenek Aisyah perlahan membuka sepasang matanya yang sayu. Tatapan matanya yang semula redup mendadak berkilat penuh kekecewaan, duka, dan amarah yang teramat mendalam saat manik matanya menangkap sosok Elang yang berdiri di sisi kanannya.

"Nenek ... minum air hangatnya dulu ya? Elang bantu," ucap Elang lirih, melangkah satu langkah mendekat ke tepi ranjang, mengulurkan kedua tangannya berniat membantu menyangga punggung sang nenek.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat telak di pipi kanan Elang. Tangan Nenek Aisyah yang gemetar, kurus, dan tampak lemah itu mendadak memiliki kekuatan yang luar biasa untuk melayangkan pukulan tepat di wajah cucu laki-laki kesayangannya. Suara tamparan itu menggema nyaring di dalam kamar bawah yang sunyi.

Elang tersentak kaku, kepalanya tertoleh ke kiri akibat hantaman tersebut. Pipi kanannya mendadak memerah pias, namun ia tidak berani membalas atau memprotes. Ia hanya bisa berdiri membeku dengan sepasang mata yang melebar shock, menatap sang nenek yang kini bernapas dengan terengah-engah menahan luapan murka.

"Suami berengsek!" seru Nenek Aisyah dengan suara yang parau, pecah, dan bergetar hebat menahan tangis kekecewaan yang mendalam. Telunjuknya yang gemetar menunjuk tepat di depan dada Elang. "Di mana hatimu, Elang?! Di mana harga dirimu sebagai laki-laki?! Kamu menodai pernikahan yang Nenek usahakan dengan membawa perempuan ular itu ke rumah kalian?!"

"Nenek, dengarkan penjelasanku dulu—"

"Tutup mulutmu! Nenek tidak sudi mendengar alasan apa pun dari mulut kotormu itu!" potong Nenek Aisyah histeris, dadanya naik turun dengan sangat cepat, membuat garis pernapasannya kian tersendat berbunyi lirih.

Melihat kondisi Nenek Aisyah yang mendadak kembali kritis akibat emosi yang meledak, Alin tidak tinggal diam. Ia segera bergerak cepat, duduk di tepi kasur sisi kiri, lalu merengkuh lembut bahu ringkih wanita tua itu ke dalam pelukannya. Tangan kanan Alin yang halus dengan telaten mengusap-usap dada kiri Nenek Aisyah, mencoba menenangkan detak jantung yang berdegup tidak beraturan di balik kebaya sepuhnya.

"Nenek ... Alin mohon, demi Alin, jangan emosi seperti ini, Nek. Ingat pesan dokter," bisik Alin dengan nada suara yang teramat lembut, hangat, dan sarat akan buaian penenang. Ia mengecup pelan pelipis Nenek Aisyah, membiarkan rambut panjangnya yang terikat bergoyang menyentuh pipi pias sang nenek. "Ingat kata Dokter Hermawan tadi, Nek. Nenek tidak boleh banyak pikiran. Alin ada di sini, Alin tidak ke mana-mana. Alin ada di samping Nenek sekarang."

Nenek Aisyah mencengkeram erat ujung tunik abu-abu milik Alin, menenggelamkan wajah pucatnya di ceruk leher cucu menantunya sambil terisak parah. "Nduk ... Alin ... maafkan Elang ... maafkan keluarga Nenek yang sudah memberimu luka sedalam ini ...."

"Sudah, Nek ... tidak apa-apa. Jangan dipikirkan lagi ya? Sekarang Nenek harus istirahat agar besok pagi kita bisa ke rumah sakit dengan kondisi yang lebih baik," bujuk Alin lagi, suaranya begitu tulus dan meneduhkan, sangat kontras dengan tatapan mata barbarnya saat menantang Elang di luar kamar tadi.

Alin mendongakkan kepalanya sedikit, menatap lurus ke arah Elang yang masih berdiri mematung di seberang ranjang dengan pipi yang memerah dan tangan yang mengepal kuat di dalam saku celana. Tatapan mata Alin begitu dingin, tajam, dan penuh kemenangan, seolah ingin mempertegas pada suaminya yang arogan itu: Lihat, di kamar ini, Mas Elang yang seorang CEO hebat sama sekali tidak punya kuasa apa pun.

Bersambung ...

1
Ayudya
bagus Lin kamu harus tunjukan sikap badas dan bar bar kamu ke elang yg bego🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
hadeh Cindy sadar diri itu perlu Uda syukur Alin ga mampir kamu dan kamu di biarkan tinggal di rumahnya🤣🤣🤣🤣
Kar Genjreng
astagaa ya Lang loe si yang mulai duluan,,, kalau di pikir Lang sakitnya Lin banget nget,,,coba di bayangke. coba loe bisa membedakan yang stri sah dan mantan mana malam pertama,,,belum lagi pelaminan nya geger dan memalukan s x,,
siapa npun akan marah sekarang di nikmati saja sikap Alin terhadap mu loe tidak boleh TREMOSI ya 🤣 coba sekarang buktinya mantan loe pakaian beli di departemen store saja protes,,,coba loe baik sama Alin pasti akan membalas seribu lebih baik tidak tamak dan bukan sandiwara ,,,angel wis Lang Leh darani kadung mungkal Alin,,, padahal Alin cantik muda sarjana,, mandiri. lemah lembut asal Ojo di centok wadine tapi neh di srempet ,, jangan tanya bar bar yang muncul 😇
Teti Hayati
Diiih... ada yg kepengen Lin... gak usah dikasih Lin. kekepin aja... 🤣🤣🤣
Puput Assyfa
ngarep yg ketinggian km Cindy,liat kebawah statusmu itu apa,gak capek apa dangak trs berharap yg lebih tp ujung2nya nyesek tanpa nenek Elang itu kere Cindy
Rarik Srihastuty
elang pengen sama yg di makan istrinya, menggiurkan ya aromanya. suruh aja masakin mbak pacar yg lg uring2an di rumah gegara merek baju 😂😂😂
Dcy Sukma
Hmmm... jatuh cinta duluan lewat masakan..🫣
Dcy Sukma
Untung Denis dah tau sifat matre si Cindil../Chuckle/..
Setyowati Setyowati
lanjut lagi yuk mom
Teh Euis Tea
si elang sebenarnya minta di layani am alin tuh tp malu
Mutaharotin Rotin
dasar g tau diri,g punya terima kasih,mau nuntut,emang kamu bininya elang sombong amat sok kaya🤦
Sugiharti Rusli
bagi Alin prinsipnya sekarang dia hanya fokus membuat nenek Aisyah pulih, dan urusan rumah tangganya ga terlalu dia pikirkan dengan serius dan Elang dianggap kasat mata saja sekarang😷😷😷
Sugiharti Rusli
dan sekarang si Elang seperti tertantang dengan sikap Alin yang tidak terintimidasi lagi berhadapan dengan dirinya yah,,,
Sugiharti Rusli
susah sih yah kalo orang sudah merasa jatuh cinta, yang dia lihat hanya kebaikan yang sejatinya hanya topeng saja,,,
yuni ati
Terlalu PD Cindy🤣
Sugiharti Rusli
entah pemikiran bodoh mana yang si Elang punya yah sampai bisanya jatuh cinta sama modelan spek kek si Cindy😏😏😏
Sugiharti Rusli
yah kali mau dianggap siapa kamu Cindy di sisi Elang sekarang dengan berharap dapat apa yang sesuai keinginan kamu,,,
Halimatus Syadiah
bagus alin, terus bersikap cuek sama elang, agar dia tidak seenaknya sendiri
Sugiharti Rusli
wah mantab mommy Ghina, dua bab langsung hari ini🥰🥰🥰
Elsa Hasanah
ih dikit amat sih up nya 🤭
jadi penasarankan 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!