NovelToon NovelToon
HADIRMU KEMBALI

HADIRMU KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Three Flowers

Miranda Amalia, seorang gadis miskin berumur 16 tahun, dilamar oleh keluarga Pratama yang kaya raya untuk dinikahkan dengan anak tunggal mereka, Kevin Pratama, yang baru berusia 17 tahun. Ternyata Miranda dijadikan menantu agar bisa merawat Kevin yang lumpuh akibat sebuah kecelakaan.
Hingga suatu hari, seorang dokter berhasil menyembuhkan Kevin dari kelumpuhan. Dan untuk membalas budi pada dokter itu, Keluarga Pratama menjodohkan Kevin dengan anak sang dokter yang bernama Celine Richardo. Karena itu, mereka menceraikan Miranda dari Kevin dan mengusirnya.
Sepuluh tahun berlalu, tiba-tiba Kevin menemukan Miranda bekerja menjadi karyawati di sebuah perusahaan yang baru dibelinya. Merasa bersalah pada gadis itu, ia pun mendekatinya. Namun, yang dirasakan ternyata lebih dari sekedar rasa bersalah, tetapi juga rasa cinta, yang dulu tak pernah terpikirkan olehnya saat masih menjadi suaminya.
Maukah Miranda menerima Kevin yang terus mengejarnya, sedangkan Kevin telah beristri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Three Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PULANG

Kevin menatap Celine yang sedang duduk santai di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. Malam ini ia akan kembali tidur bersama wanita itu setelah kepulangan mereka dari Ibu Kota. Ada rasa sesal di hati Kevin karena ia akhirnya harus kembali ke kamar ini.

Kevin langsung berbaring di samping Celine dan tidur membelakanginya. Tiba-tiba Celine memeluk tubuhnya dari belakang dengan erat dan mesra.

“Sayang, aku rindu padamu. Bagaimana kalau malam ini kita mencobanya lagi?” bisik Celine.

“Aku lelah, Celine,” sahut Kevin.

“Kapan aku bisa merasakan kasih sayangmu seutuhnya, Kevin?” tanya Celine dengan nada sedih.

“Mungkin selamanya tidak akan bisa, Celine.” Jawaban Kevin sungguh pedas, seolah membunuh seluruh harapan Celine.

Celine justru memeluknya semakin erat. Kini, ia tidak peduli lagi bagaimana Kevin akan memperlakukannya. Dalam hati, ia sebenarnya penasaran, kira-kira apakah Kevin juga tidak bisa melakukannya jika bersama Miranda?

“Apakah selamanya kamu tidak ingin mencicipi rasanya bercinta?” tanya Celine. “Mari kita periksa ke dokter atau psikiater, berkonsultasi bagaimana baiknya.”

“Aku tidak mau,” sahut Kevin. “Kalau kamu ingin merasakannya, aku akan menceraikan mu. Menikahlah dengan pria lain dan hiduplah bahagia, lalu mempunyai anak.”

Celine langsung menangis. Kevin segera bangkit dan membalikkan badannya, menatap Celine yang sesenggukan.

“Maafkan aku, Celine,” ucap Kevin. “Tapi aku tak ingin selamanya lebih menyakitimu lagi.”

“Aku tidak bisa berpisah dari mu, Kevin. Aku sangat mencintaimu....” ucap Celine.

Kevin terdiam. Ia semakin merasa serba salah. Di satu sisi ia telah meyakini bahwa sesungguhnya yang ia cintai dan bisa membuatnya menjadi lelaki normal adalah Miranda, tetapi di sisi lain ada rasa tidak tega melihat cinta Celine yang begitu besar.

Sungguh pilihan yang sangat berat ketika harus ada salah satu dari para istri itu yang dikorbankan. Miranda, istri pertama yang terbuang tapi dicintainya, atau Celine, istri yang diakui oleh keluarganya dan terobsesi padanya tapi tidak pernah dicintainya.

‘Bila aku menuruti egoku, aku akan memilih Miranda, apa pun resikonya. Tapi melihat Celine yang serapuh ini, tidak tega juga meninggalkannya,’ ucap Kevin dalam hatinya, terombang ambing.

Perlahan, ditariknya tubuh Celine ke dalam pelukannya. Celine terkejut dengan sikap Kevin itu, tapi ia sangat bahagia mendapat perlakuan romantis dari suaminya.

“Kevin, jika kamu belum bisa mengatakan mencintaiku, setidaknya katakanlah bahwa kamu menyayangiku,” pinta Celine.

“Aku memang menyayangimu, Celine,” ucap Kevin tulus, karena ia yakin bahwa bagaimanapun,  ia menyayangi Celine karena ia ternyata tidak tega melihat Celine terluka.

“Kevin, apakah kamu tahu bedanya rasa sayang dengan rasa cinta?” tanya Celine. Ia ingin menguji bagaimana pandangan Kevin tentang kedua hal itu.

“Tahu,” jawab Kevin tanpa ragu. Karena sejak bertemu dengan Miranda lagi, ia jadi bisa mengerti artinya cinta.

Celine tertegun. Kalau Kevin bisa membedakannya, lalu kenapa selama ini ia hanya mengatakan sayang padanya? Kenapa bukan cinta? Lalu cintanya untuk siapa?

“Apa artinya sayang dan cinta bagimu?” tanya Celine lagi.

“Sayang artinya kepedulian tanpa pamrih, dan cinta adalah ikatan emosional yang lebih kompleks, ada hasrat untuk memiliki atau mendapatkan sesuatu darinya,” jelas Kevin.

Celine menelan ludahnya. Bila rasa sayang itu untuk dirinya, pasti rasa cinta Kevin adalah untuk Miranda. Tiba-tiba Celine menyimpulkan begitu. Tidak, tidak boleh begitu! Membahas tentang cinta sama saja dengan mengingatkan Kevin pada Miranda.

“Apakah rasa sayang itu bisa berubah menjadi cinta?” tanya Celine, masih dalam pelukan Kevin.

“Apapun bisa berubah, Celine....” jawab Kevin.

Celine tersenyum puas. Berarti, kesempatan itu masih ada untuknya. Tidak mengapa, ia masih bisa bersabar untuk itu sambil mencari cara menghilangkan cinta Kevin dari Miranda atau menghilangkan bayangan Miranda dari hidup Kevin.

Celine berjanji akan menghancurkan hidup Miranda hingga jera mendekati suaminya. Cicilan yang ditargetnya dari Miranda, pasti cukup untuk membuat wanita itu hidup susah.

****

Sementara itu di rumah sakit Ibu Kota, Miranda masih merenungkan kejadian saat Celine datang menemuinya. Akhirnya terjadi juga, hubungannya dengan Kevin ketahuan oleh keluarganya. Tinggal Maya yang belum tahu, tapi Miranda yakin, cepat atau lambat, mantan ibu mertuanya itu akan tahu dan melabraknya.

‘Bagaimana aku menjelaskan hal ini? Sedangkan Kevin juga bersikap masa bodoh seperti itu, tapi aku yang kena dampaknya...’ batin Miranda bingung.

Lalu ia melirik Silvia yang sedang asyik bermain boneka di atas tempat tidurnya. Melihat gadis cilik itu, Miranda lalu menghela nafas lega.

‘Tapi, Kevin juga sangat berjasa menolong Silvia. Mungkin, tantangan hidupku ini sebanding dengan apa yang aku dapatkan juga, yaitu kesembuhan Silvia. Aku harus berani menjelaskan semua, apapun yang mereka pikirkan tentang aku,’ ucap Miranda dalam hati.

‘Kalau begitu, aku harus membuktikan pada keluarga Pratama bahwa aku tidak bermaksud buruk pada keluarga mereka,’ lalu ingatan Miranda tertuju pada sosok pemuda yang selalu baik padanya dan berusaha mendekatinya juga. Sandy.

‘Kalau aku menjadi kekasih Sandy, Kevin akan berhenti mengejarku. Dan sementara itu hidupku bisa tenang sebentar. Lalu aku akan bekerja di luar negeri menggantikan Kak Marina agar cepat mengumpulkan uang untuk menebus uang Kevin pada istrinya.’

Miranda membuat rencana dan membangun kembali semangat hidupnya. Dalam bayangannya, Silvia sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan kakaknya, Marina. Lalu ia akan menggantikan kakaknya menjadi TKW di luar negeri dan melanjutkan hidupnya setelah hutangnya pada Celine lunas.

****

Dua minggu setelahnya, Miranda dan Silvia akhirnya diperbolehkan pulang karena Silvia hanya tinggal kontrol dengan jadwal yang lebih longgar. Kevin datang untuk menjemput mereka.

Silvia merasa senang karena selain badannya terasa sehat, Kevin juga mengajaknya jalan-jalan keliling Ibu Kota sebelum jadwal penerbangan pulang. Mereka menyempatkan waktu untuk mendatangi taman bermain yang terkenal di Ibu Kota untuk menyenangkan Silvia.

Sambil menanti Silvia naik Carussel, sebuah permainan yang tenang dan tidak berbahaya, Miranda dan Kevin duduk di bangku taman yang menghadap ke arena permainan tersebut sehingga bisa mengawasi Silvia. Miranda sangat bahagia melihat Silvia yang tampak sangat ceria dan bahagia, dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya.

“Silvia terlihat sangat sehat dan bahagia, bukan?” Kevin membuka obrolan.

Miranda mengangguk, lalu menoleh pada Kevin yang sedang duduk di sampingnya. “Terimakasih, Pak Kevin. Berkat bantuan Anda, Silvia bisa jadi seperti sekarang ini. Sungguh, baru kali ini saya melihat ia tampak lebih ‘hidup’...,” ucap Miranda tulus.

“Sama-sama, Miranda. Dan kalau kamu membutuhkan sesuatu, jangan segan untuk meminta padaku, ya?” sahut Kevin dengan lembut. Sebuah senyum tipis menghias bibirnya, dan tatapan matanya tampak teduh saat menatap Miranda.

Miranda langsung melemparkan pandangannya ke tempat lain, khawatir terbuai oleh pesona pria yang terlahir sempurna ini. Kevin tersenyum semakin lebar, karena menyadari Miranda yang tampak terpesona padanya, walau hanya sebentar.

“Miranda,” Kevin mencoba untuk membicarakan hal yang lebih pribadi lagi. “Tentang pernikahan kita, aku tetap tidak mau menceraikan mu.”

Miranda tertegun. Kenapa pria ini membahas masalah pernikahan lagi? Bagaimana caranya agar ia bisa lepas dari jerat cinta Kevin agar rumah tangga pria itu bersama Celine tidak berantakan?

“Pak Kevin, saya mohon..., lupakanlah pernikahan kita. Demi kebaikan kita bersama, saya ingin melanjutkan hidup saya dengan tenang. Dan saya rasa, saya juga sudah mempunyai harapan bersama pria lain,” Miranda mencoba beralasan dengan berbohong.

Kevin merasa terkejut dengan ucapan Miranda yang menyebut pria lain itu.  “Pria lain itu, Sandy maksudmu?”

Miranda mengangguk. Kevin menahan nafasnya, lalu menariknya pelan. “Jadi waktu kamu berkelahi dengan temanmu di pabrik itu, kamu benar-benar memperebutkan Sandy?”

Miranda buru-buru mengangguk. Ini adalah kesempatan baginya untuk mematahkan harapan Kevin terhadapnya.

Kevin tertawa sinis, “Miranda, itu sungguh memalukan. Berhentilah mengharapkan Sandy karena kamu masih menjadi istriku! Berilah aku kesempatan karena kita baru bertemu. Aku yakin kamu bisa mencintaiku seperti aku mencintaimu.”

Miranda tertegun lagi. Bukannya mundur, Kevin malah meminta untuk diberi kesempatan.

“Tidak, Pak Kevin! Ini sudah jalan yang terbaik, karena saya juga tidak mau berurusan dengan keluarga anda lagi.” Buru-buru Miranda memberi alasan lain agar Kevin lebih mempertimbangkan resikonya.

“Tapi aku baru merasa hidup setelah menemukan mu kembali, Miranda,” Kevin menatap mata Miranda dengan memelas. Miranda langsung menunduk, khawatir pendiriannya akan goyah karena merasa iba.

“Pak Kevin, apakah anda ingin melihat saya hancur?” tanya Miranda. “Jika anda memang mencintai saya, biarkanlah saya hidup dengan tenang.”

“Apa alasanmu hanya karena takut pada keluargaku? Aku bisa meninggalkan mereka untukmu,” tegas Kevin.

“Tidak! Jangan!” Miranda langsung menyahut dengan cepat sebelum Kevin mengambil keputusan yang ekstrim itu.

“Miranda, tataplah mataku! Aku ingin melihat kejujuran di matamu, tidak adakah sedikit rasa cintamu padaku?” perintah Kevin.

Miranda memberanikan diri menatap mata Kevin. Alih-alih membencinya, ia justru mengagumi sepasang mata indah milik Kevin. Ia lalu buru-buru menundukkan pandangannya lagi, dan hatinya kembali merutuki kegagalannya dalam menutupi perasaan.

Wajah Kevin itu adalah satu-satunya wajah pria yang melekat di dalam hatinya dan berakar sangat kuat. Meski waktu telah membunuhnya, akar itu bisa tumbuh kembali jika dibiarkan terus bersama, sehingga akan membuatnya semakin sulit melupakan.

Kevin tersenyum. Ia sudah tahu jawabannya. Tatapan mata Miranda dinilainya penuh cinta dan kekaguman, namun tertutup oleh keraguan dan kekhawatiran.

“Ingat, Miranda! Jangan macam-macam dengan Sandy karena kamu masih istriku! Kamu cukup diam dan nikmati saja menjadi istriku.” Kevin menyudahi pembicaraan mereka.

Ia lalu meninggalkan Miranda untuk menghampiri Silvia dan membantunya turun dari Carussel. Miranda menatapnya bimbang.

Sepanjang perjalanan pulang, Kevin tidak berkata apa-apa lagi padanya, kecuali membantunya untuk urusan penerbangan. Suasana menjadi canggung dan hubungan mereka lagi-lagi masih menggantung.

Sesampainya di Kost, Bu Tina menyambut kedatangan mereka dengan sangat gembira. Kevin sendiri langsung berpamitan dan tidak sampai ikut masuk ke dalam kost mereka.

Entah harus senang karena Kevin tidak mengganggunya lagi atau harus sedih karena sikap dingin Kevin itu. Yang jelas Miranda ingin istirahat dulu dari semua beban hidupnya selama ini. Ia merebahkan diri di atas ranjang yang sangat dirindukannya, memeluk erat guling yang selama ini selalu menemaninya melepas lelah.

TING!

Tiba-tiba terdengar bunyi notifikasi pesan di ponselnya, membuat Miranda yang setengah tiduran tadi langsung membuka mata dan meraih ponselnya. Dan ia sangat terkejut saat menerima pesan pada mobile bankingnya, uang sejumlah dua puluh juta telah masuk ke dalam rekeningnya.

Miranda langsung bangun dan memeriksa rekeningnya lagi dengan tatapan tidak percaya. Ya, uang itu memang benar-benar masuk ke rekeningnya!

Miranda bingung, apakah ada orang yang salah kirim memasukkan dana ke rekeningnya? Tapi kebingungannya langsung terjawab, karena tak lama setelah itu, ada sebuah pesan dari Kevin.

‘Untuk nafkah istriku, aku telah mengirimkan uang belanja. Pergunakanlah dengan baik, kalau kurang, mintalah lagi padaku. Love you, Miranda, My Wife...’ Tulisan itu seakan menunjukkan ketidakpedulian Kevin terhadap penolakannya tadi.

Kepala Miranda langsung pusing setelah membaca pesan itu. Apa yang harus ia lakukan? Apakah ia harus mengembalikan uang itu pada Celine? Tapi Celine akan lebih marah lagi bila mengetahui kelakuan suaminya. Jelas bara api permusuhan akan semakin besar.

“Aku bisa gila!” Miranda meremas rambutnya sendiri.

Sementara di luar, terdengar suara Silvia sedang becanda dan tertawa lepas dengan Bu Tina, saling melepas rindu. Suasana yang berbanding terbalik dengan suasana hati Miranda di dalam kamarnya.

*** BERSAMBUNG***

Apa yang akan dilakukan Miranda dengan uang pemberian Kevin itu?

IKUTI TERUS KELANJUTANNYA YA...

1
Aquarius97 🕊️
hufffttt kukira beneran anakmu mir
Aquarius97 🕊️
kompor udah meleduk tambah disiram bensin.. wah parah 😤
Aquarius97 🕊️
anaknya Miranda betulan kah kak... perasaan waktu itu Miranda belum anu 🤭
Xlyzy
Ibu mu beneran tega ya Vin Sampek segitu nya misahkan kalian
Xlyzy
Loh loh kok gitu, kan menyembuhkan itu memang udah tugas nya dokter dan lagi kalian membayar nya kan bukan gratisan
Three Flowers: saking senengnya karena sebelumnya mereka sudah kehilangan harapan
total 1 replies
-Thiea-
Emanya kenapa kalo janda. Toh dia gak merebut pacar orang.
-Thiea-
Beneran punya anak? Kok bisa?
Three Flowers: cuma gosip, padahal itu ponakan
total 1 replies
Miu.Nuha
dikejar kejar suami kok malah takut 😁
Three Flowers: merasa dia udah tidak berhak, dan istri sah di mata hukum adalah Celine
total 1 replies
Miu.Nuha
waduwadu manis begete ☺
Miu.Nuha
terima aja kenyataan 😁
tapi mana mungkin, hehehehe...
ᰔᩚ⊹܀⃟ᴸ⃞ᵒᵛᵉˡʸ𝐂𝐡𝐞𝐨𝐧𝐦𝐚❦ೄྀ❧
duh, gimana kabar Kevin nanti?
Mega Siregar
semoga aja jodohmu sandy, mir...
biar kevin tahu rasa
Rain Aricia
Keponakan ya Lucy, bukan anaknya. Makanya punya otak dipake🤭
Rain Aricia
Tukang fitnah ga diajak
Rain Aricia
Iya ga usah lah balas perasaan dia karena nanti jodohmu si Kevin🤭
Rain Aricia
Cantik2 plenger
Elly Suroso
Serba salah jd Miranda, bersama Kevin sm dgn menyakiti hati istri Kevin, klo bersama Sandy bgmn perasaan Kevin yg sdh merasa yg dikandung Miranda anakny, wah rumit nih, lanjut donk👍💪😍
Cimol krispy
boleh juga tuh dicoba
Cimol krispy
owalah kasian celine
Cimol krispy
wah beneran di nikahin ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!