NovelToon NovelToon
Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Apa yang paling menyakitkan dari pengkhianatan?

Bukan saat musuh menusukmu dari belakang, tapi saat orang yang kau anggap saudara justru merebut duniamu.

​Kinanti harus menelan kenyataan pahit bahwa suaminya, Arkan, telah menikahi sahabatnya sendiri yang bernama Alana, di belakang punggungnya. Kini, dengan kehadiran anak di rahim Alana, Kinanti dipaksa untuk berbagi segalanya.

​Tapi, Kinanti bukan wanita yang akan diam saja. Jika mereka ingin berbagi, Kinanti akan memastikan mereka menyesali keputusan itu.

Kita simak kisah selanjutnya di Cerita Novel => Duri Dalam Pernikahan.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

Hujan gerimis membungkus Jakarta dalam selimut kelabu, namun di dalam kediaman Wiratama, udara terasa jauh lebih menyesakkan.

Arkan berdiri di koridor lantai bawah, bayangannya memanjang di atas lantai marmer yang mengilat. Langkahnya ragu, matanya terus melirik ke arah tangga, memastikan Kinanti masih berada di ruang kerjanya di lantai dua untuk meninjau laporan audit bulanan.

Arkan melangkah cepat menuju area dapur, tempat Bi Ijah biasanya merapikan sisa-sisa perjamuan atau sekadar menyeduh teh herbal untuk Kinanti. Ia menemukan wanita tua itu sedang melipat kain serbet dengan tangan yang sedikit gemetar.

"Bi Ijah," bisik Arkan pelan, hampir seperti desisan.

Bi Ijah tersentak, bahunya melonjak kecil. "Eh, Den Arkan. Kaget saya, Den. Ada yang bisa saya bantu? Mau dibuatkan kopi?"

Arkan menggeleng, ia melangkah lebih dekat, memperkecil jarak agar suaranya tidak bergema di ruangan yang luas itu. "Bi, saya mau tanya soal barang-barang... barang-barang yang tertinggal di paviliun. Waktu Kinanti menyuruh Bibi membersihkannya, apa Bibi menemukan sesuatu? Catatan? Atau mungkin yang lain....?"

Wajah Bi Ijah seketika berubah pasi. Ia melirik ke arah pintu dapur dengan ketakutan yang nyata. "Maaf, Den... Saya sudah bakar semuanya di tungku belakang, Den. Saya tidak berani menyimpan apa-apa."

"Bibi pasti melihat sesuatu, kan?" Arkan mendesak, suaranya naik satu oktav karena frustrasi.

Bi Ijah menunduk dalam, jari-jarinya meremas kain serbet. "Saya cuma... Saya..."

"Bicara soal apa, Bi Ijah?"

Suara itu tenang, namun saku-saku udara di dapur seolah tersedot habis seketika. Kinanti berdiri di ambang pintu dapur, masih mengenakan kacamata bacanya. Ia tidak tampak marah, bahkan ada senyum tipis di bibirnya, jenis senyum yang biasanya ia berikan kepada lawan bisnis yang baru saja ia jebak dalam kontrak yang merugikan.

Arkan membeku. Jantungnya berdegup kencang, menghantam rusuknya. Bi Ijah segera menunduk dan bergegas pergi melewati Kinanti tanpa berani mengangkat wajah.

"Kin... aku cuma mau tanya soal menu makan malam," Arkan mencoba berbohong, namun suaranya terdengar sumbang.

Kinanti tidak membantah kebohongan itu. Ia justru berjalan santai menghampiri Arkan, lalu meletakkan sebuah map tipis berwarna biru di atas meja granit dapur.

"Aku tidak butuh menu makan malam, Arkan. Aku butuh kamu membaca ini," ujar Kinanti lembut.

Arkan membuka map itu dengan tangan gemetar. Di dalamnya bukan daftar menu, melainkan laporan kinerja eksekutif dan struktur dewan komisaris terbaru. Namanya masih ada di sana sebagai Direktur Utama, namun ada catatan merah tebal di sampingnya.

"Dewan komisaris baru saja mengadakan rapat tanpa kamu pagi tadi," Kinanti menjelaskan sambil menuangkan air mineral ke dalam gelas kristal. "Nilai saham kita sedang sensitif, Arkan."

Arkan merasa seolah ada tali tak kasat mata yang menjerat lehernya, menariknya semakin kencang. Ia menatap laporan itu, menyadari bahwa setiap rupiah yang ia miliki, setiap kemewahan yang ia injak, adalah milik keluarga Kinanti. Ia adalah tawanan di rumahnya sendiri.

"Istirahatlah, Arkan. Besok akan ada presentasi besar," ucap Kinanti, lalu berlalu meninggalkan Arkan yang masih terpaku di dapur yang kini terasa sedingin ruang bawah tanah.

Malam semakin larut. Arkan berbaring di tempat tidur luasnya, menatap langit-langit kamar yang dihiasi lampu chandelier redup. Di sampingnya, Kinanti sudah tertidur dengan tenang, napasnya teratur, seolah beban dosa di rumah ini tidak memengaruhinya sedikit pun.

Tiba-tiba, sebuah tangisan memecah kesunyian malam. Suara itu melengking dari kamar bayi di ujung koridor. Arjuna menangis. Tangisannya terdengar pilu, seolah bayi itu sedang memanggil sesuatu yang hilang dari hidupnya.

Arkan segera bangkit. Secara naluriah, ia ingin berlari ke sana, menggendong putranya, memberikan kehangatan yang selama ini dirampas oleh protokol kaku di rumah ini. Namun, saat tangannya menyentuh gagang pintu kamar, sebuah tangan lain menahannya.

Kinanti sudah berdiri di sana, matanya tajam meski dalam kegelapan.

"Biarkan dia, Arkan," bisik Kinanti.

"Dia menangis, Kin! Mungkin dia lapar, atau...."

"Pengasuh sudah ada di sana. Arjuna harus belajar menenangkan dirinya sendiri. Pelatihan kemandirian dimulai dari sekarang. Kalau kamu selalu datang saat dia memanggil, dia akan tumbuh menjadi pria lemah... pria yang mudah dikendalikan oleh emosi, persis seperti ayahnya."

"Dia masih bayi, Kinanti! Dia baru berumur satu bulan!" Arkan memohon, air mata mulai menggenang di matanya.

"Justru karena dia baru satu bulan, dia harus tahu siapa penguasanya. Masuklah ke kamar, Arkan." nada suara Kinanti berubah menjadi mutlak, dingin seperti baja.

Arkan terpaksa mundur. Ia menutup pintu kamarnya kembali, namun tangisan Arjuna masih menembus dinding-dinding mewah itu. Arkan merosot di balik pintu kayu yang tebal. Ia menutup telinganya dengan kedua tangan.

Arkan menangis tanpa suara. Bahunya terguncang hebat. Ia menyadari sebuah kenyataan pahit, di rumah ini, ia memiliki segalanya tapi tidak memiliki apa-apa. Ia memiliki seorang putra, tapi tidak boleh memeluknya. Ia memiliki kekayaan, tapi tidak bisa menggunakannya untuk menebus kesalahannya.

Di luar sana, Alana mungkin sedang kedinginan, mungkin sedang kelaparan, dan Arkan, hanyalah seorang pengecut yang meringkuk di balik pintu jati mahalnya.

Setiap tangisan Arjuna malam itu adalah cambukan bagi jiwa Arkan. Dan saat fajar menyingsing, Arkan tahu bahwa ia telah mati sedikit demi sedikit di tangan wanita yang kini menjadi pemilik sah atas napas dan hartanya.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Arieee
bagus👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Oma Gavin
ceraikan saja Arkan biar bahagia sama selingkuhan pastinya kere dan alana ngga bakalan lagi mau sama arkan tujuan alana ngerebut arkan hanya kekayaan
stela aza
❤️❤️❤️
stela aza
Thor ini jadinya gimana hubungan Arkan dan Kinanti mau lanjut apa di gantikkan sama dewa ,,, kalau emang Ama Arkan mau the end buruan selesai kan hubungan mereka,,, soale wis bosen part Arkan dan Kinanti,,,
Siti Zaid
Author lanjut..kesian pulak pada arkan...tapi itulah harga yg harus dia bayar kerana pengkhianatan nya pada kinanti...
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
pokoknya ya kinanti kamu jangan mudah terbujuk rayu sama arkan kalau bisa kamu siksa arkan sehancur2nya, jangan kalah dr arkan, ceraikan ðlm diam saja, biar dia tdk bisa berkata2 lagi dan jd gembel
Agus Tina
baguus ...
Maria Magdalena Indarti
author makasih ada Dewa untuk warnai hidup Kinanti
Maria Magdalena Indarti
penghianat tetap penjahat.
ga punya hati. .. tetap berselingkuh
Tunggu hukum karma selanjutnya
Maria Magdalena Indarti
wow Kinanti luar biasa. Libas abis kel Hadiningrat... Arkan.. .. ya hianati malah mau berjaya
Maria Magdalena Indarti
horeee... Kinanti sdh sedia payung sblm ujan.
Maria Magdalena Indarti
wah... wah... penghianat akan menang nih.
Kinanti yg dihianati kalah. ga setuju
Siti Zaid
Semoga Arkan menyedari kesalahan nya pada kinanti..walau berkemungkinan mereka akan berpisah juga pada akhirnya...
Maria Magdalena Indarti
kinanti tetap kuat
Maria Magdalena Indarti
lanjut Kinanti
Kale
suka pemeran kinanti,,tanpa airmata,gk menyek" meskipun pernikahannya hancur👍
Maria Magdalena Indarti
mantap Kinanti pegang kendali
Siti Zaid
Author..terima kasih selalu update cerita nya👍👍👍
Agus Tina
Bagus

.👍
Siti Zaid
Alana..nikmati lah rasa bahagia kamu sebelum derita musnah kan seluruh hidup kamu dan juga Arkan😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!