NovelToon NovelToon
Suksesnya Gadis Yang Di Hina

Suksesnya Gadis Yang Di Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama ende

"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19 Bertemu ayah

     Habis Maghrib kita berangkat ke mall aku mau belanja bersama ibu biar ibu nanti yang memilih mau masak apa saja selama dia di sini kami belanja dulu di super market mas Bayu juga ikutan masuk mungkin dia butuh beli kebutuhan pribadi dia bagain mendorong troli ibu bagaian pilih aku beli buah sayur juga jajanan sampai keranjang belanjaan kami penuh makanan ringan juga daging dan ikan segar pilihan ibu kayak nya ibu akan memasakkan kami selama dia di sini

" Kalau di kota enak ya mau belanja apa saja ada dan lengkap" kata ibu

" Bu besok masak kwetiau ya " Kataku sambil memilih beberapa merk kwetiau

" Iya besok pagi ibu masakkan" kata ibu tiba tiba ada yang menegur kami

" Sekarang sudah banyak uang datang dari Korea lupa sama ayah nya belanja banyak banget boros" kata seorang laki laki ku toleh ternyata ayah sama gundiknya belanja bergandengan

" Maaf belum sempat ke ayah" kata mas Bayu sopan aku segera meningalkan tempat bersama ibu aku tarik tangan nya menjauh dan menuju kasir kami antri bayar ibu tersenyum nggak marah

" Kenapa kamu menghindar katanya mau membalas ayah mu" kata ibu sambil cekikikan

" Belum saatnya Bu aku baru lulus jangan jangan ibu kangen ya" kata ku

" Ih kamu saja yang takut ibu mah santai dan sudah move on" kata dia sebelum aku jawab aku sudah waktunya barang belanjaan ku di scan satu persatu sampai mas Bayu muncul sambil bawa barang tambahan di belakang ku dan sama kasir di scan sekalian kemudian aku bayar

   karena belanjaan kami banyak kami bisa pinjam troli untuk membawa Sampai di parkiran tapi kami bawa dulu ke restoran Korea yang ada di sebelahnya supermarket karena kami mau makan hot pot apa apa Korea

" Ibu mau kan makan di sini biar kita merasakan makanan mas Bayu pada waktu si sana " tanya ku

" iya mau tapi kalau jamurnya kalian yang makan ya" kata ibu

     Kami duduk bertiga mas Bayu yang pilih apa yng akan kita makan aku dan ibu pasrah karena kami pesan makanan Korea dengan bumbu

" Jangan pilih yang terlalu pedas nak ini nggk kuat" kata ibu

   Pelayan datang menyajikan dengan tungku kecil di meja kami dan masing masing di kasih mangkuk kecil buat makan ada irisan salmon dan lainnya mas Bayu memasukan bumbu nya ke dalam hot pot dan biarkan mendidih kemudian dia memasukan apa saja yang ada di loyang kecil pesanan dia aku makan dengan mangkuk ku juga ibu

" Enak mas kamu pinter memilih apa saja yang kita suka" kata ku

" Kalau aku sudah biasa di sana bagi ku masih enak masakan ibu biasa anak rantau yang di kangeni pertama kali adalah masakan ibu " kata mas Bayu

" Sama mas kalau aku pulang ke rumah pasti sama ibu di masakin dan di suapi itu enak banget nggak ada tandingan nya di warung manapun" kata ku

" Bisa saja kalian merayu ibu ya biar besok ibu masakin Sampai kalian puas kalian bisa request tapi ibu nggak bisa makan dengan sumpit" kata ibu sambil tersenyum

"Pakai sendok saja Bu lebih nyaman" jawab mas Bayu

     Kami sangat menikmati kebersamaan ini makan sambil berbincang santai ternyata pesanan yang banyak ini tak terasa hampir habis memang racikan mas Bayu sangat cocok dengan lidah kami tiba tiba ada yang menyapa

" Kalian makan enak di makan sendiri mentang mentang dapat uang dari Korea belanja banyak makan makanan mahal kasihan Bayu di poroti kalian nanti kalau uang nya habis miskin lagi mencari ayah" kata ayah ku

" Maaf bapak Ansori terhormat saya belanja banyak dan makan makanan mahal tidak minta uang anda ya ini uang yang kami hasilkan sendiri ya kami nikmati sendri" jawab ku sarkas

" Nis kamu baru segini saja sudah sombong kamu minta kakakmu terus kasihan dia kerja di Korea tidak mudah jangan kamu recoki terus" kata ayah

" Ayah kenapa sih kami menikmati uang kami sendiri kok ayah yang tantrum dulu yang buang kami siapa dan meningalkan tanggung jawab pada kami siapa sekarang kami bisa beli semua kok di marahi kan uang ini bukan dari ayah" jawab mas Bayu

" Bayu kamu jangan seperti Anisa ya anak durhaka yang menghabiskan uang mu kamu bela kalau jelek, ya jelek saja,kalau miskin ya miskin saja uang mu yang banyak dari Korea buat beli skincare dan baju buat gaya gaya an adek mu" kata Tante gundik ayah

" Eh Tante gundik jangan ikut campur urusan ku ya ingat dosa kamu merebut kebahagian kami sudah di catat sama malaikat dan tidak akan di hapus selamanya kalau aku durhaka trus ayah ku apa durjana ayah yang tidak bertanggung jawab ke anak anaknya karena kamu rebut ingat walaupun kamu tobat tidak akan bisa di hapus kerena pakai tinta permanen tahu nggak" kataku sarkas

" Sudah sudah kalian jangan ganggu kami, kami nggak perduli sama kalian dan Kalian jangan urusi kami toh kami nggak minta uang dari mu sekarang kalian pergi dari sini bikin napsu makan hilang" kata dia Bu

" Ayah pergi saja sana makan sendiri sama Tante gundik jangan ganggu kebahagiaan kami " kata mas Bayu

" Ayo kali sudah selesai kita pulang biar Anisa bayar dulu ke kasir mana nota nya" kata ku

    Aku pun menuju kasir membayar semua nya dengan kartu ATM ku seperti biasa tinggal klik pakai qris aku terus manuju pintu keluar ternyata ada Tante gundik

" Sok gaya bayar pakai kartu kakaknya saja bangga bentar juga habis buat foya foya" kata Tante gundik

" Biar saja kan bukan uang mu kamu juga pakai uang ayah buat foya foya nanti kalau habis bingung" jawabku sambil menjulurkan lidah ku

    Karena ayah mendekat aku segera berlalu aku nggak mau berurusan sama ayah karena aku belum bisa mengejek ayah dan keluarga nya tunggu saja nanti kalau mereka terpuruk aku akan melihat dari jauh.

Aku ke tempat parkir dan mas Bayu memasukan belajaan kami ke dalam mobil di bantu petugas supermarket yang bagian menjaga troli aku kasih tip dia biar senang

" Nis kamu ketemu lagi sama sayekti" tanya ibu

"Tante gundik maksud ibu iya tadi aku pelet pakai lidah ku" jawabku

" Nis kamu dong yang mengemudi" kata mas Bayu

" Nggak ah aku mau tidur di belakang kamu sama ibu di depan" kata ku

Akhirnya mas Bayu mengalah dia yang mengemudi aku duduk di belakang sambil selonjoran

" Oh Tante gundik itu namanya Sayekti ya Bu" tanya ku

" Iya kenapa kamu di hina lagi" tanya ibu

" Dia bilang aku banyak gaya padahal pakai uang kakak ku dari Korea" jawabku

" kok kamu nggak bela diri itu kan uang mu bukan uang kakak" kata mas Bayu

" Saat ini Anisa belum bisa menunjukan uang nanti lah kita sekarang masih berjuang mas biar saja kata mereka Anisa miskin padahal Anisa calon sultan yang menyamar biar mereka puas menghina Anisa" jawabku penuh percaya diri

Ibu dan mas Bayu tertawa terbahak bahak sampai meneteskan air mata kami bertiga bahagia dengan kerja keras kami kok yang lain iri dan menasehati

Bersambung

1
Erna Ladi Yanti
aku bergabung tho,semngt.🙏
Miftahul Khoiriyah: terima kasih support nya
total 1 replies
Dwi Sulistyowati
lanjut Thor
Miftahul Khoiriyah: terima kasih dukungan nya 😍
total 1 replies
Dwi Sulistyowati
semangat paman pepet trs anisa
Dwi Sulistyowati
lanjut Thor suka sm cerita nya🫶
Miftahul Khoiriyah: terima kasih banyak atas dukungan nya
total 1 replies
TytinApriana InaQx GuhHasbi
aku suka ceritanya /Smile//Smile//Smile/
Miftahul Khoiriyah: Terima kasih kakak semoga terhibur
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!