NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11.

"Apa Sesil baik-baik saja, mbak?." Perasaan Vania tiba-tiba tidak enak hingga wanita itu memutuskan menghubungi mbak Atun untuk menanyakan kabar putrinya.

"Non Sesil baik-baik saja, Bu. Ini baru saja selesai mandi." Mbak Atun terpaksa berdusta demi menuruti keinginan Sesil. Ya, sejauh itu Sesil memikirkan ibunya, bocah itu tidak ingin sampai kejadian yang sempat menimpa dirinya beberapa saat lalu membuat ibunya kepikiran hingga tak fokus dalam bekerja. Jika ibunya tidak fokus bekerja tentu akan semakin lama berada di sana.

"Syukurlah, mbak. Tadinya aku pikir terjadi apa-apa pada Sesil, soalnya tiba-tiba perasaanku nggak enak, mbak." Vania pun lega.

"Maafkan mbak Atun yang telah lalai dalam menjaga Non Sesil, Bu." Sesal mbak Atun dalam hati.

"Kalau begitu sudah dulu ya mbak. Aku mau lanjut kerja dulu." Bahkan hingga sinar mentari telah tergantikan oleh cahaya rembulan, Vania masih sibuk bekerja, mengecek satu persatu fasilitas kamar hotel, apakah sudah sesuai dengan standar yang diinginkan atau belum.

"Sudah kubilang Sesil pasti baik-baik saja, kau tidak perlu terlalu mencemaskannya! lagipula, putrimu itu adalah gadis kecil yang cerdas. Sesil pasti pandai menjaga diri. Apalagi selama ini mbak Atun selalu merawat dan menjaganya dengan baik." Kata Cika setelah Vania selesai berbicara dengan mbak Atun melalui sambungan telepon.

"Kau tahu sendiri, hanya Sesil yang kumiliki di dunia ini. Jika sampai terjadi apa-apa padanya, aku pasti tidak akan sanggup melanjutkan hidup, Cika." Mendengar kata-kata Vania, Cika pun memeluk sahabatnya itu.

"Jangan bicara seperti itu, Vania! Tuhan pasti akan selalu melindungi putrimu. Sekarang lebih baik kita fokus menyelesaikan pekerjaan agar bisa segera pulang dan kau bisa kembali bertemu dengan Sesil!." Kata Cika dan Vania pun mengangguk setuju.

Di saat Vania sedang fokus pada pekerjaannya, di belahan kota yang berbeda Sandi masih saja kepikiran dengan ucapan ibunya sore tadi.

"Rupanya dia adalah anak dari wanita yang akan menikah denganku." Jujur, saat melihat wajah Sesil, Sandi sudah bisa menebak seperti apa kecantikan yang dimiliki oleh ibunya. Karena biasanya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Tetapi, bukan hal itu yang menjadi pemikiran Sandi saat ini, melainkan bocah perempuan tadi. Ya, Entah mengapa, Sandi merasa bocah perempuan itu mampu menarik perhatiannya. Ia yang sebelumnya tidak terlalu suka pada anak-anak, kali ini merasa tidak demikian. Mungkin karena bocah itu cerdas atau seperti apa, Sandi sendiri tak paham dengan perasaannya.

Sandi yang baru selesai mandi dan berpakaian lengkap memilih beranjak dari kamar untuk mengalihkan pikirannya. Namun, baru saja melangkahkan kaki keluar dari kamarnya, pandangan Sandi malah disuguhkan oleh senyuman manis Sesil yang melintas di depan kamarnya. Ya, kamar yang ditempati oleh Sesil dan mbak Atun tepat berada disebelah kamar Sandi. Entah apa maksud dan tujuan Bu Dinda hingga menempatkan Sesil dan juga Mbak Atun di kamar itu, bukannya di kamar tamu.

"Hai, Om." Gadis kecil itu melebarkan senyum seraya melambaikan tangan pada Sandi.

"Hai." Tanpa sadar Sandi pun ikut melebarkan senyum pada bocah itu.

"Eh...kamu mau pergi kemana?." Sandi gegas menyusul langkah Sesil Ketika melihat gadis kecil itu hendak berjalan ke arah tangga. Sesil mungkin pandai berbicara, tapi dia tetaplah seorang bocah yang belum sepenuhnya bisa menjaga diri dari hal-hal yang bisa saja membahayakannya.

Sandi meraih dan menggenggam tangan Sesil.

"Ayo turun bareng Om!."Kata Sandi.

"Makasih ya Om."

"Ya Tuhan... mengapa setiap kali melihat senyuman bocah ini, hatiku terasa begitu hangat?." Batin Sandi, semakin tak paham dengan keanehan yang terjadi pada dirinya.

"Apa Sesil sudah makan malam?."

"Sudah Om, tadi disuapin sama mbak Atun." jawab Sesil.

Mendengar kata disuapi, Sandi kembali tersenyum. Bocah ini tetaplah seorang anak kecil yang masih membutuhkan bantuan dari orang dewasa, hanya caranya berbicara dan sikapnya saja yang lebih dewasa dari anak seusianya.

Di taman depan, di sinilah Sandi dan Sesil berada sekarang. Tadi Sesil berkata ingin melihat bintang hingga Sandi pun berinisiatif mengajak bocah itu ke taman depan untuk menyaksikan indahnya bintang-bintang yang menghiasi malam.

"Bintang-bintangnya cantik ya Om." Kata Sesil seraya mengarahkan pandangannya ke langit.

"Tentu saja." Balas Sandi tanpa mengalihkan pandangannya dari indahnya bintang-bintang.

"Tetapi, secantik apapun bintang dilangit masih cantikan mamahnya Sesil. Sesil jadi kangen mamah deh, Om." Menyaksikan indahnya bintang-bintang yang bertaburan di langit membuat Sesil teringat pada ibunya.

Dari pujian Sesil pada sosok ibunya, Sandi bisa menebak sebesar apa rasa cinta dan sayang bocah perempuan itu terhadap ibunya.

"Memangnya mamah kamu kemana?." Tanya Sandi seraya mengalihkan pandangannya pada Sesil.

"Mamah lagi kerja ke luar kota, dan baru akan kembali beberapa hari kedepan, Om." jawab Sesil dengan wajah polosnya.

"Begitu ya." Kata Sandi dan Sesil pun mengangguk.

"Sejak mamah mengandung Sesil, papah sudah meninggal makanya mamah terpaksa harus bekerja, Om." Sesil mengutarakan kalimat yang biasa di ucapkan ibunya setiap kali ia bertanya mengapa ibunya setiap hari meninggalkannya untuk bekerja.

Deg

Dari pengakuan Sesil, Sandi dapat menebak bahwa bocah itu tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah.

"Seandainya papah masih ada, mamah pasti tidak perlu meninggalkan Sesil demi pekerjaan." Gumaman bocah itu terdengar begitu menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya, tidak terkecuali Sandi.

"Non Sesil....Non...." Tiba-tiba terdengar suara mbak Atun menyerukan nama Sesil, mencari keberadaan bocah itu.

"Sesil di sini, mbak." Mbak Atun lantas beranjak ke sumber suara.

"Maaf tuan, tadinya saya pikir Non Sesil di sini sendirian." Kata mbak Atun.

"Tadi Sesil ingin melihat bintang mbak, makanya saya ajak ke sini." Jawab Sandi seadanya dan mbak Atun pun mengangguk paham.

"Sudah larut malam, sebaiknya Sesil masuk ke dalam!." Kata Sandi sambil mengusap lembut puncak kepala Sesil.

"Kalau begitu Sesil masuk dulu ya Om." Pamit Sesil.

Sandi mengangguk seraya mengulas senyum.

Tak berselang lama, terdengar suara ibu.

"Baru sehari bertemu, tapi kelihatannya kalian sudah cukup dekat."

"Sandi hanya sekedar menemani bocah itu melihat bintang, mah." Balas Sandi.

"Sudah larut malam, sebaiknya kamu juga masuk dan beristirahat!." Kata ibu setelahnya.

Sandi mengangguk kemudian beranjak dari posisinya hendak kembali ke kamar untuk beristirahat.

Setibanya di kamar, Sandi merebahkan tubuhnya telentang diatas tempat tidur, menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba Sandi kembali teringat akan kejadian lima tahun lalu.

"Bagaimana nasib gadis itu sekarang?." Gumam Sandi kembali diselimuti perasaan bersalah.

Jujur, salah satu alasan Sandi sampai enggan mencari calon istri adalah karena perasaan bersalahnya pada gadis itu. Gadis yang telah dinodai nya, namun hingga detik ini tak ketahui Sandi sosoknya.

1
Rita Susanti
kasihan banget Vania punya ibu yg jahat banet
Lia siti marlia
akhirnya kebenaran pun terungkap untuk vania 👍👍👍bagus sandi kamu harus ambil sikap tegas👍👍👍👍👍👍👍
secret
gilaakkk gilaakkk gilaakkk, tdk bisa berword2 dgn kelakuan nenek lampir.. para napi di penjara nnti titip ni anomali y
Ariany Sudjana
begitu dengar kata pengadilan, langsung panik, minta tolong Vania. kenapa kamu ga minta tolong sama pelacur murahan kesayangan kamu itu? dasar ibu durhaka kamu juga, sudahlah bunuh saja ibu yang tidak berguna itu
sri hastuti: ibu spt buang aja, biar tau rasa, jd miskin, vania gak usah berhubungan lg sm orang tua spt itu,waktunya km bahagia
total 1 replies
partini
moga kena stroke tuh mulut biar mencongggg ibu lacknat
sri hastuti
ibu spt itu buang aja thor, bikin jengkel aja, jd orang tua jahat banget, biar dpt balasan setimpal, biar kapok huuhhh😡😡😡😡
Yallend Mungil
bisa ngk thor updatetan nya banyakin jgn cuma 1 aja 3 bgtu perhari dong
Ayila Ella
kira kira siapa ya yg dulu bucin bara apa Cika,,,next thor
secret
nahh jd salah paham kan bpk securitynya😂 hayoloo bujuk bar yg lg cemburu tp ketutup gengsii🤭 hmm lg dan lg sandi hrs menghadapi si nnek lmpir
secret
syukur deh feeling readers salah, ga ktmu 2 nenek lampirr
alahaayyy mereka tu smsm mauu tp msih bingung ajaa mengungkapkannya🤭🤭
Felycia R. Fernandez
kan kemarin udah minta 2M agar Vania lepas dari ibunya...
Felycia R. Fernandez
Bara kk Thor
Ariany Sudjana
ga Natalie ga ibunya sama saja, sama-sama pelacur murahan 🤣🤣😂😂 heh waras kamu yah? menyebut diri sebagai ibu kandung Vania? ibu macam apa yang menjual putri kandungnya dan lebih percaya sama omongan pelacur murahan seperti Natalie?
Lia siti marlia
cie cie yang kw gep security cika bara 🤣🤣🤣🤣
lah lah bagus sandi kamu bilang gitu sama siapa sih mamahnya vania namanya pokonya dia we ...biar dia sadar kalu dia telah menukar vania dengsn uang 20 miliar 👍 amnesia kali tih orang masih menyebut dirinya ibu mertua 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
cie cie cika cemburu 🤭🤭
cie cie bara ke gep jadi kelimpungan kan buat jelasin 🤭🤭
cie cie vania yang melongo karna tingkah kedua nya 🤣🤣🤣
partini
bara bere minheeeee ,, terlalu banyak wanita sih jadi susah sendiri
Ariany Sudjana
kapan sih kena batunya orang tua Vania? sudah jahat, menjual Vania, dan masih juga percaya sama omongan si pelacur murahan Natalie itu
Yallend Mungil: jgn cuma org tua nya tp natalie jg hrs kena batunya🤭
total 1 replies
Lia siti marlia
sahabat rasa saudara ini mah bahagia selalu yah kalian vania cika semoga kalian di ratukan suami kalian😍😍😍
secret
good bahagiaaa2 ajaa van, nikmati hidup😁 ehh tapii feeling bkl ketemu si 2 nenek lampir, bkl hilang deh mood bahagia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳 : saatnya bahagia bersama suami anak dan mertua juga sahabat jangan pikirin orang-orang gila yang menyakiti mu Vania🥳semoga semua terungkap setelah paman Vania ditemukan dan tentang Ibunya Vania yang sesungguhnya
total 1 replies
secret
udah van air matamu terlalu berharga untuk org gatau diri gitu, mending bahagia2 ajaaa sm paksuu.. kehancuran otw untuk org2 gada otak ituu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!