Ibu hamil yang wafat di tempat kejadian,sebut saja Rini bersama dengan anaknya yang belum lahir. Rasa cinta yang dalam pada anaknya dan kemarahan pada mereka yang menyebabkan kematiannya membuatnya menjadi arwah penasaran yang tak bisa pergi ke alam lain. Setiap malam, dia muncul di jalan raya tempat kejadian itu terjadi—bayangan dia dengan perut membuncit dan tas yang masih tersangkut di bagian tubuhnya sering dilihat oleh sopir yang lewat, membuat mereka merasa dingin mendadak dan merasakan kesedihan yang mendalam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam ini Kamu Milikku
Sarah tersenyum dengan tatapan yang penuh hasrat, lalu menyentuh pipi Rizky dengan lembut. Sambil melihat wajah Rizky yang sedang tertidur, dia bisik dengan suara rendah namun jelas:
"Malam ini kamu milik ku, Rizky..."
Dia kemudian perlahan menghapus guling pembatas yang ada di tengah kasur, lalu mendekat lebih jauh ke arah Rizky sambil melirik jendela yang masih menerangi kamar dengan sinar bulan.
Dengan hasrat dan nafsu yang membanjiri dirinya, Sarah perlahan mencium dahi Rizky yang masih tertidur lelap. Kemudian dia mendekat lebih jauh, mencium bibir Rizky dengan gerakan yang lambat tapi penuh nafsu. Setelah itu, dia mulai membuka kancing baju Rizky satu per satu dengan tangan yang sedikit gemetar .
Saat baju Rizky mulai terbuka dan dia akan melanjutkan tindakannya, tiba-tiba udara di kamar menjadi sangat dingin jauh lebih dingin dari biasanya di malam hari. Lampu kamar yang awalnya menyala redup mulai berkedip cepat dan akhirnya padam total, hanya tersisa sinar bulan yang menerangi sebagian kamar dari jendela.
Sarah melanjutkan dengan menggoyangkan lidahnya perlahan ke bibir Rizky, menjelajahi setiap sudutnya dengan penuh hasrat. Dia merasakan getaran kegembiraan yang menyebar ke seluruh tubuhnya saat lidahnya bersentuhan dengan bibir Rizky yang masih tertidur.
Sambil terus menciumnya, dia semakin erat memeluk tubuh Rizky, menyadari betapa dia merindukan sentuhan dan kehangatan seperti ini. Ingatan masa lalu ketika mereka masih bersama terus muncul dalam benaknya bagaimana mereka sering berbagi canda tawa dan kedekatan yang tulus.
"Kamu seharusnya tetap bersamaku, Rizky..." bisiknya pelan di antara ciuman mereka. "Kita lebih cocok bersama, kalau bukan karna Rini kau masih tetap jadi milikku".
Sarah kemudian mulai meraba-raba perlahan ke bagian bawah tubuh Rizky, sambil masih terus menjaga nafsu agar tidak terlalu tergesa-gesa. Dia ingin Rizky merasakan apa yang dia rasakan, bahkan ketika dia tidak sadarkan diri.
Sarah terus menggoyangkan lidahnya ke dalam bibir Rizky, menjelajah setiap sudutnya dengan penuh hasrat. Dia merasakan bagaimana tubuhnya semakin panas seiring dengan setiap sentuhan dan ciuman yang mereka bagikan. Setelah itu, dia perlahan meraba dada Rizky yang tertutup di bawah baju, sambil masih menjaga gerakan nya agar tidak terlalu kasar.
Ingatan tentang masa lalu ketika mereka masih bersama terus menghiasi pikirannya. Saat itu mereka sering menghabiskan malam bersama dengan penuh cinta dan kedekatan. "Seharusnya kita tetap bersama seperti dulu," gumamnya pelan sambil mencium leher Rizky perlahan.
Sarah kemudian membuka seluruh kancing baju Rizky, mengekspos tubuhnya yang tegap. Dia menempelkan wajahnya ke dada Rizky, merasakan denyut nadi nya yang tetap teratur walau dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dengan lembut dia menjilat dan mencium setiap bagian tubuh Rizky, sambil terus berbisik:
"Kamu selalu jadi milikku Rizky... hanya milikku saja..."
Tanpa ada gangguan apapun dari luar, Sarah semakin dalam menjalani momen ini dengan penuh nafsu, merindukan setiap detik kedekatan yang mereka jalani dulu...
Sarah perlahan melepas semua pakaian Rizky hingga dia terlihat tanpa busana, kemudian dengan hati-hati menutupi tubuhnya dengan selimut agar tidak kedinginan. Setelah itu, dia juga melepas pakaiannya sendiri dan segera menutupi badan nya dengan selimut yang sama, lalu berbaring kembali di samping Rizky dengan tubuh yang saling menempel erat.
Dia melihat wajah Rizky yang masih tertidur lelap, lalu menyentuh pipi nya dengan lembut. Dengan suara rendah yang penuh dengan harapan dan sedikit kesedihan, dia bisikkan:
"Maaf Rizky... aku harus melakukan ini agar kamu tidak pergi lagi dari aku..."
Setelah itu, Sarah menutup mata dan merelakan kelelahan yang datang menjemputnya. Dalam waktu singkat, dia pun tertidur terlelap di samping Rizky.