NovelToon NovelToon
Tak Ada Lagi Kesempatan

Tak Ada Lagi Kesempatan

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Tamat
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alrumi

"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."

Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.

Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.

Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.

Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.


Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjalankan Peran Pemainnya Itu

Waktu berjalan begitu cepat sampai tak terasa kini sudah jam 03.25 wib seperti pada hari-hari biasanya Claudia dan Rijal selalu chat atau pun telpon menjelang subuh.

Sampai tak terasa sudah dua minggu lebih hal ini berlangsung. Membuat Rijal mulai menjalankan peran pemainnya itu.

Ada satu momen dimana Rijal mulai menunjukkan rasa sukanya itu pada Claudia. Ntahlah itu benar atau tidak yang tahu hanyalah Rijal.

Karena bagi Claudia sendiri, hal itu terasa mustahil jika berjalan begitu cepat.

"Em... aku su... ka.. kamu..." ucap Rijal kala itu dengan nada yang kecil saat kata suka ia ucapkan pada Misel melalu telpon.

Claudia yang mendengar samar-samar kata itu pun, mulai bertanya kembali pada Rijal karena ia takut jika ia salah dengar.

Rijal pun kembali mengucapkan kata itu dengan sedikit lebih keras dari sebelumnya.

Barulah Claudia mulai mendengar kata itu lebih jelas.

"Kok bisa kaya gitu?" ucap Claudia kalau itu.

"Bisa lah, namanya juga suka nggak ada yang tau kan?" ucap Rijal.

"Iya sih tapi agak aneh aja, tiba-tiba kamu bilang suka kaya gini." ucap Claudia.

"Mana ada suka jadi aneh. Kamu mah ada-ada aja." ucap Rijal.

"Maksudnya aneh karena tiba-tiba kamu bilang suka. Emang kamu sukanya, mau jadiin aku apa?" ucap Claudia yang mulai merasa semakin tak enak.

Ntahlah dipikirin dirinya tak pernah menyangka jika ternyata Rijal memiliki rasa untuknya.

"Em... pacar..." ucap Rijal yang awalnya ragu untuk mengungkapkan nya.

"Bukannya kamu tau sendiri kalau aku nggak mau pacaran. Kenapa masih berani bilang suka dan mau jadiin aku pacar?" ucap Claudia yang ntah kenapa ia langsung berkata seperti ini pada Rijal.

"Iya aku tau kok, tapi ya sudahlah jangan di bahas lagi." ucap Rijal.

"Hem... tapi kan..." ucap Claudia yang langsung di potong oleh Rijal.

"Udah kita bahas yang lain aja." ucap Rijal.

"Hem... baiklah." ucap Claudia.

Kata-kata inilah yang sering kali Claudia dengar selama kenal Rijal. Namun saat Misel minta penjelasan lebih. Rijal selalu mengalihkan pembicaraan.

Padahal Claudia selalu bilang, jika ia tak mau pacaran dan tak kepikiran untuk punya pacar. Tapi sampai perkenalan berakhir pun tujuan Rijal tetap sama.

Jujur hal ini membuat Claudia bingung, karena di satu sisi ia selalu menerima setiap kebohongan yang Rijal berikan tanpa menghakimi sama sekali.

Walau memang ia tau jika selama ini Rijal selalu membohongi dirinya. Bahkan ada satu momen yang membuat Claudia tak habis pikir dengan tingkah Rijal.

Dimana saat itu Rijal mengirim pesan pada Claudia menggunakan nomor berbeda. Disana ia meminta izin untuk mengenal Claudia.

Sampai akhirnya Claudia tahu jika hal tersebut adalah motif dari Rijal.

Jujur disana Claudia seperti sedang di mata-matai. Apa sebenarnya yang mau dan diinginkan Rijal. Kenapa dia sampai tega berbuat seperti itu.

Apa ini salah satu ujian untuk mengetes Claudia atau untuk apa? yang jelas di sana Claudia benar-benar kecewa telah mengenal Rijal namun Claudia sempat berpikir.

"Apa gini ya kebanyakan cowok jika menginginkan seorang cewek, tapi kenapa harus di uji dengan cara seperti ini? rasanya benar-benar sulit untuk di percaya." inilah isi pikiran Claudia kala itu.

"Sebenernya apa yang ingin kamu tau dari aku Rijal, kenapa kamu melakukan cara ini untuk menguji. Aku sudah kasih tau kamu semuanya. Jika ingin mengenalku lebih banyak. Silahkan kamu datang saja ketempat yang seharusnya kamu datangi dan meminta langsung sama mereka. Tapi justru hal ini selalu kamu abaikan. Kecewa... aku benar-benar kecewa sama kamu." ucap Claudia kala itu, ia sudah menyadari ada keanehan dalam diri Rijal.

Namun selalu ia maafkan dan akhirnya ia dan Rijal tetap chat dan telpon. Namun sayangnya setelah kata maaf itu terucap dan akhirnya chat dan telpon itu berjalan normal lagi.

Tak lama setelah itu, Rijal kembali lagi meneror Claudia. Ia kembali mengirim pesan dengan nomor baru.

Yang chat kali ini lebih dari chat sebelumnya karena nomor ini ketika Claudia telah menjawab yang saat itu posisinya Claudia sedang chat sama Rijal.

Dimana chat itu pun juga sama sedang memberikan chat juga pada Claudia namun bedanya orang yang teror Claudia ketika Claudia telat jawab chatnya, dia langsung telpon Claudia.

Hal ini membuat Claudia heran dan akhirnya memeringati orang tersebut untuk tidak menggangu dirinya.

Namun justru si peneror semakin berbuat ulah membuat Claudia akhirnya memberitahu Rijal mengenai kecurigaan dirinya.

"Em... kamu yang teror aku kan?" ucap Claudia yang sudah geram karena terus menerus mendapat telpon dari orang yang meneror dirinya.

Sehingga ia pun mulai mengirim pesan tersebut pada Rijal karena ia curiga chat dan telpon itu dari Rijal.

"Nggak ko, aku nggak teror kamu lagi. Waktu itu sih iya aku teror kamu, tapi sekarang aku nggak teror kamu kok." inilah jawaban yang di kirim Rijal untuk Claudia.

Yang dimana di sana, Rijal tetap membohongi Claudia akan ulah dirinya yang meneror Claudia lagi.

"Ayolah Rijal, kamu jujur aja. Yang chat sama telpon aku ini, kamu kan?" ucap Claudia masih yakin jika ucapannya tidak salah sama sekali.

Sehingga ia tak ingin menyerah sebelum Rijal mengakui jika itu benar dirinya.

"Lah itu bukan aku, aku jujur loh ini." ucap Rijal yang masih mengelak.

"Tapi aku yakin kalau ini adalah kamu, karena waktu itu juga kamu pernah seperti ini. Tujuan kamu apa sih kaya gini sama aku?" ucap Claudia yang sudah geram.

"Itu bukan aku." ucap Rijal yang lagi dan lagi tetap tak mau mengakuinya.

"Ya sudahlah, terserah kamu jika kamu tak mau mengakuinya ya sudah. Tapi aku yakin itu kamu." ucap Claudia yang akhirnya menyerah tak mau membahas lagi.

"Hem... kenapa kamu bilang seperti itu, kamu bisa tau itu aku, darimana? lagian itu kan bukan aku." ucap Rijal kala itu.

"Dengan jawaban kamu saat ini aja aku udah tau, kalau itu memang kamu. Dari chat kamu dan dia yang sama walau ada perbedaan sedikit, tapi waktu dan jamnya hampir bersamaan, terus chat kamu ada yang ceklis satu tiba-tiba dan aktif di chat nomor satunya. Abis itu sebaliknya di nomor satunya nggak aktif yang kamu aktif. Jadi aku tanya sekali lagi, itu kamu kan?" ucap Claudia yang langsung menjelaskan mengenai dirinya yang percaya bahwa chat yang di kirim Rijal dan orang yang meneror dirinya adalah orang yang sama yaitu Rijal lah pelakunya.

Dalam situasi terpojok seperti ini, akhir nya Rijal pun mengakui bahwa itu memanglah dirinya

Bersambung...

1
falea sezi
MC oon
falea sezi
cewek oon
Rahmat Hidayatullah: jaga bicaramu
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!