NovelToon NovelToon
The Quartet Of Desteny

The Quartet Of Desteny

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Time Travel / Fantasi Wanita / Reinkarnasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:832
Nilai: 5
Nama Author: TAOYUEDAO

judul lain : Sìmíng (empat takdir)

Chen Chuchu adalah seorang penulis novel daring yang tidak pernah mempublikasikan wajahnya di depan umum.

Suatu hari dia menulis ulang cerita lama yang tidak pernah ia lirik sebelumnya.

Siapa sangka, sebelum memperbaiki akhir tragis dari cerita itu, dia malah bertransmigrasi ke dalam dunia buku tersebut dan menjadi antagonis kedua yang mati di awal cerita.

Dia bahkan tidak sendirian. Selama perjalanan dia ternyata menarik teman-temannya masuk ke dalam dunia buku itu juga.

Selama prosesnya mengubah alur cerita yang berakhir tragis, Chuchu merasa penyimpangan alurnya semakin tidak masuk akal dan terasa aneh.

Misteri satu-persatu mulai terkuak.

Apakah ini dunia ilusi yang ia buat, ataukah dunia nyata?

Saat ingatan lama bangkit, dia mulai meragukan dirinya. Siapakah dia? seorang dewi dari masa kuno, atau antagonis kedua yang berhati hitam, atau hanyalah manusia biasa di dunia modern yang menginginkan kenyamanan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TAOYUEDAO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Dalam arena pacuan kuda, anak panah dilepaskan dan suara retakan dari papan kayu yang tertancap oleh anak panah mengisi keriuhan di dalam sana.

Tempat ini tidak terlihat seperti pacuan kuda biasanya. Di belakang arena pelatihan adalah Heihuaqing yang sangat menyeramkan, tidak ada orang yang diizinkan untuk memasuki kawasan terlarang itu. Tetapi di sisi barat ada sebuah aula yang dirancang sangat mirip dengan hutan gelap terlarang itu, dan disinilah arena pacuan kuda serta tempat pengujian kuda dilakukan.

Chen Chuchu memacu kudanya makin cepat dan mengarahkan panahnya pada target di beberapa pohon yang sengaja di pasang di sana.

Hutan replika ini walau tidak bisa dibilang sebesar Heihuaqing di belakang Tie Wei Si, tapi bisa membuat orang pingsan hanya dengan mengitarinya sekali.

Di belakang Chen Chuchu, Qi Gang dan Duan Zheng mengikutinya.

Dalam cerita asli yang ia tulis, keduanya adalah tangan kanan sang antagonis dan merupakan kekuatan yang hampir tak terkalahkan di medan perang.

Chen Chuchu menyunggingkan senyum miring melihat aksi kedua pemuda itu. Mereka mengikuti Chuchu tepat di belakangnya yang berarti kecepatan kudanya tidak kalah dengan kecepatan kuda Chen Chuchu.

“yah… memang panglima perang yang kuat. Sekarang kalian tidak akan menjadi pesuruh siapapun, aku yang akan membuat kalian menjadi panglima sejati”

Setelah cukup memerhatikan kedua pemuda di belakangnya, Chuchu kembali meluruskan pandangannya ke depan. Dia memegang kedali kuda, menendang kuda seraya berseru “hiya!” Dan melaju lebih kencang lagi.

Tepat ketika dia melihat titik merah di pohon, dia mengangkat busurnya dan membidik. Hampir waktu yang tepat untuk melepaskan anak panahnya, tapi tiba-tiba kudanya menghentikan lajunya dan melengking.

Jika saja Chuchu tidak memiliki keseimbangan yang baik, dia mungkin sudah terlempar dari atas kuda dan terkapar di tanah. Tapi begitu merasa ada yang aneh dnegan kudanya, Chuchu segera melepaskan kembali teknik Zhifeng Fa dan kudanya kembali tenang seperti semula.

Sebelum target di pohon terlewati, Chuchu segera mengganti posisi duduknya, dia meloncat dan berdiri di atas kuda. Dia mengarahkan panahnya ke arah targetnya dan melepaskannya… tepat sasaran, bahkan menancap dalam ke dalam batang pohon.

Setelah ia selsai melakukan aksinya, dia melihat ke belakang. Dua wanita yang berkuda tidak jauh di belakang Duan Zheng melihatnya dengan tatapan tidak suka.

Sebelumnya, dia tahu apa yang terjadi dengan kudanya. Setelah kejadian kuda gila “Xuefeng” tadi siang, kuda-kuda benar-benar diseleksi dengan sangat baik. Kuda yang ia tunggangi merupakan kuda yang kuat dan tangkas, tidak mungkin ia tiba-tiba mengacau seperti Xuefeng. Alasan satu-satunya hanyalah… seseorang telah mengganggunya.

Sejenak, Chen Chuchu melihat kaki kuda yang meninggalkan sebuah memar. Seseorang telah menembakkan batu dengan sangat keras kepadanya dan itu mengakibatkannya terkejut dan tidak terkendali sesaat.

“Hah… dasar anak-anak” Chen Chuchu hanya mendesah singkat kemudian kembali melajukan kudanya seperti biasa.

Melihat ada yang tidak beres dengan Chuchu tadi, Qi Gang dan Duan Zheng khawatir dan mendekatkan kudanya ke arahnya.

“Chu A’jie… ada apa?”

Chen Chuchu memelankan laju kudanya, dia lalu tersenyum pada Qi Gang, “tidak apa-apa, hanya saja tadi dia menginjak sesuatu dan membuatnya tidak nyaman. Sekarang dia sudah baik-baik saja.”

Kata-kata Chuchu mungkin terlihat santai, tapi Duan Zheng bisa menebaknya tepat sasaran. pemuda berbaju putih itu berbalik dan melihat ke arah kedua gadis di belakang mereka kemudian mendekat pada Qi Gang, dia berkata, “sepertinya itu adalah perbuatan Nona Qinglan.”

Mendengar itu, Qi Gang menoleh ke belakang dan berseru dengan marah.

Qi Gang: “hei! Bocah, jika kau melakukan sesuatu yang buruk pada Chu A’jie, aku tidak akan mengampunimu. Tunggu dan lihat bagaimana kepala keluarga akan memarahi mu nanti!”

Chen Chuchu tertawa mendengar ucapannya.

Chen Chuchu: “Xiao Gang, tidak perlu pedulikan anak-anak itu. Mereka masih kecil, dan kenakalan itu biasa. Lanjutkan, ayo lanjutkan.”

Chen Chuchu menendang kudanya dan berseru “hiyah!” Lagi dan berlari ke depan. Sementara Qi Gang tercengang di tempatnya.

Dia memandangi punggung Chen Chuchu yang perlahan semakin menjauh. Tatapan kagum dan haru bercampur di matanya yang basah.

“Duan Zheng apa kau dengar itu? Chu A’jie memanggilku ‘Xiao Gang’ tadi!” Dia berseru dengan antusias dan tersenyum lebar pada Duan Zheng.

Bagaimana Duan Zheng harus menanggapinya? Ia hanya tersenyum sambil berkata, “bagus sekali, itu sangat bagus, Tuan.”

Batas waktu dua dupa sebentar lagi akan habis. Selama proses ujian ini, Chen Chuchu banyak sekali mendapat gangguan dari Qinglan. Tetapi, setiap gangguannya ia anggap sebagai kenakalan anak-anak saja. Hal itu semakin memancing kemarahan Qinglan.

Qinglan tidak terima dengan banyaknya perhatian yang tertuju pada Chuchu, bahkan kakak sepupu yang sombong dan angkuh yang selalu merendahkan dirinya begitu patuh kepadanya, yang jelas-jelas orang baru. Ia sangat tidak terima dan merasa sangat kesal dalam hatinya.

Ketika rasa tidak terima dan kekesalan itu berubah, dan hatinya menjadi semakin menghitam ke titik iri dan dengki, dia melancarkan sebuah rencana jahat.

Senyumnya berubah licik seperti iblis.

Dia berbisik pada Tian Ruoyi, anak gadis seumurannya yang selalu bersamanya.

Gadis itu tidak seburuk dirinya, tapi sangat patuh kepadanya. Saat mendengar rencananya, dia mengernyitkan kening dan memperlihatkan ekspresi takut dan ragu.

“Apa yang kau takutkan? Semuanya akan di tanggung oleh Nona ini!”

Setelah terdiam cukup lama dan mendengar paksaan Qi Qinglan, mau tidak mau, Tian Ruoyi harus melaksanakan perintahnya.

Dia hanya seorang anak pejabat rendah yang tidak sebanding denga keluarga Qi, dengan kebaikan kepala keluarga Qi, dia bisa bergaul dengan Qinglan dan membuat citra keluarga Tian kian meningkat. Jika dia menolaknya, maka itu bisa membuat keluarganya hancur seketika. Tian Ruoyi tidak punya pilihan.

“Baiklah, Xiaojie.”

Dia memacu kudanya mendekat pada Chen Chuchu. Pintu keluar dari hutan replika ini harusnya sudah sangat dekat, hanya tinggal satu pohon target yang harus mereka lewati.

Tetapi, sebelum itu terjadi dia harus mengarahkan panah kepada objek lain.

Tangannya terangkat, menarik senar dan anak panah, kemudian mengarahkannya pada Chen Chuchu.

Tian Ruoyi merasa ragu, dan tangannya bergetar ketika memegang panahnya. Rasanya, panah itu menjadi semakin berat di genggamannya.

Ketika hatinya merasa bersalah dan ragu-ragu untuk melepaskan anak panahnya, sebuah suara membuat Tian Ruoyi kaget.

“Lepasakan!” Suaranya benar-benar besar dan menakutkan, dan terasa tepat berada di samping telinganya.

Tanpa sadar, dia melepaskan anak panah itu.

Kecepatannya bahkan seperti angin yang lewat, tetapi dalam sudut pandang Chen Chuchu, kecepatan itu bahkan tidak membuatnya kaget.

Chen Chuchu melepaskan panah pada terget di pohon, lalu menggunakan busur untuk menangkis anak panah yang melesat ke arahnya.

Anak panah yang melesat ke arahnya akhirnya jatuh dan menancap di tanah.

Seluruh adegan itu di lihat oleh para rekrutan dan instruktur.

Setelah Chen Chuchu berhasil menembakkan panah terakhirnya ke pohon target, mereka semua berbondong-bondong masuk ke dalam arena.

Instruktur Huang mendekat dan mencabut panah yang tertancap di tanah. Dia memandang Tian Ruoyi dengan sorot mata tidak senang.

“Tian Ruoyi. Apa aturan terakhir dari ujian berkuda? Apakah kamu mengingatnya?”

Tian Ruoyi sudah turun dari atas kudanya, dia berdiri kaku dan tidak berani menatap instruktur Huang.

Sebagai gantinya, salah satu yang berada dalam kerumunan menjawab, “tidak menggunakan kekerasan kepada pihak lawan, bersaing secara sehat dan adil.”

“kau sudah melanggar aturan utama dalam seleksi ini, bahkan sangat berat. Jika tadi nona Chen tidak menangkis panah itu, dia sudah celaka, bahkan dia bisa kehilangan nyawanya. Apa kau tahu apa artinya itu?”

Tian Ruoyi masih tidak menjawabnya.

“Tian Ruoyi, kau akan di keluarkan dari seleksi dan tidak akan pernah bisa bergabung dengan Tie Wei Si kedepannya.”

Ucapan instruktur Huang bagai petir yang menyambarnya. Dia mendongak dengan mata yang berair.

Dikeluarkan kali ini tidak menjadi masalah, tapi jika dia tidak bisa lagi bergabung dengan Tie Wei Si kedepannya? Bagaimana itu bisa terjadi? sejak kecil impiannya adalah menjadi salah satu jenderal Tie Wei Si! Dia tidak bisa hanya diam dan membiarkan mimpinya hancur di depan matanya!

“tidak! Kumohon instruktur Huang… ijinkan aku bergabung dengan Tie Wei Si. Itu adalah impianku sejak kecil… saya mohon”

Instruktur Huang menatapnya dengan dingin. Walau tadinya dia masih bersahabat dan sering bercanda dengan para rekrutan, tapi begitu ini menyangkut tugas dan tanggung jawabnya, dia berubah tiga ratus enam puluh derajat.

Melihat tatapan dingin Inspektur Huang, Tian Ruoyi jadi takut. Dia kemudian berlari dan berlutut di kaki Qinglan.

“Xiaojie… tolong, tolong biarkan saya bisa bersama denganmu di sini. Bukankah kau yang bilang bahwa—”

“Berani sekali kau!”

Qinglan menendang Tian Ruoyi yang berlutut di kakinya sebelum dia menyelesaikan kata-katanya.

Mata Tian Ruoyi yang berkaca-kaca menatapnya dengan tidak percaya. Dia terkejut dan merasa dikhianati.

Dalam hatinya dia sadar. Siapa yang salah di sini.

Saat kau menjual jiwamu pada iblis, kamu tidak berhak lagi pada hidupmu. Seharusnya kata-kata inilah yang cocok untuknya.

Ia tidak bisa berkutik, dia hanya bisa menerima nasib malangnya.

Setelah masalah Tian Ruoyi selesai, Qinglan ingin melihat reaksi Chen Chuchu. Dalam hatinya ia merasa senang dan dia mensimulasi sebuah adegan di mana Chen Chuchu berteriak dan meminta dirinya untuk mengampuninya. Dia pikir Chen Chuchu akan terpancing sehingga membuat citra baiknya tadi tercoreng. Tetapi… itu diluar dugaannya.

Saat matanya menoleh ke arah Chen Chuchu, dia malah hanya menatapnya dengan bingung dan wajah bodoh yang tidak bisa ia artikan.

'Apa maksudnya itu?’

Chen Chuchu menyembunyikan senyumnya. Dia tahu, semua ini adalah ulah anak itu, yang berdiri sambil menatapnya dengan tidak puas.

Chen Chuchu sudah sering menuliskan adegan ini dalam naskah novelnya.

Dia adalah seseorang yang menciptakan dunia ini, apakah hanya seorang gadis kecil yang nakal bisa mengelabuinya? Tidak akan.

Dia ingin melihat aksi berlebihannya? Ingin mencoreng nama baiknya? membuatnya di diskualifikasi dari seleksi ini? Tanyakan dulu apakah kau memiliki kemampuan ini.

Chen Chuchu hanya terus diam dengan wajah bodohnya tanpa memperlihatkan reaksi apapun.

Wajah Qinglan berubah merah, kemudian menjadi hijau lagi karena terlalu menahan amarahnya.

Orang-orang di sekitarnya bahkan meneriakkan betapa hebatnya dirinya dan betapa tercelanya Qinglan yang begitu kasar pada teman yang selau bersamanya. Dia dituding tidak setia dan menjijikkan.

Qinglan sangat marah, hingga rasanya dia ingin muntah darah.

‘Chen Chuchu… aku ingin menghancurkan mu. Menghancurkan mu sampai ke titik kau tidak bisa bangkit lagi! Tunggu dan lihat saja nanti!’

1
StarJustStar
Bagus banget, semoga mendapat banyak pujian dan dukungan!
Mamimi Samejima
OMG! Gemes banget!
Kamiblooper
Kisahnya bikin baper thor, semangat terus menulisnya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!