NovelToon NovelToon
Kembalinya Cinta Yang Hilang

Kembalinya Cinta Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Poligami
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anjana

Kisah yang menceritakan perjalanan sepasang Suami Istri, Darma dan Arsyla yang belum juga dikaruniai sang buah hati karena penyakitnya. Demi mendapatkan keturunan, Darma menikah lagi dengan seorang Wanita. Adakah laki laki yang bisa menerima kekurangan Arsy akan penyakitnya?


Penasaran? ikutin yuk, jalan ceritanya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang Ke Rumah

Arsy dan Darma dalam perjalanan pulang, didalam mobil Darma dijadikan sandaran ternyaman untuk Arsy. Pikirannya pun jauh dari angan angan, kini Arsy hanya sebatang kara. Yang dimana sudah tidak mempunyai kedua orang tua. Hanya memiliki Paman, itupun jarang berkomunikasi.

Setelah menempuh perjalanan yang bisa katakan cukup lama karena banyak kemacetan dijalan, membuat Arsy merasa jenuh di dalam mobil. Hingga kini tidak sadarkan diri bahwa dirinya sudah sampai didepan rumah.

"Sayang, kita sudah sampai. Ayo kita turun," ajak Darma. Sedangkan Arsy masih pada sandarannya.

"Benarkah? kamu yakin?" tanya Arsy setengah tidak sadar, jika dirinya sudah sampai dihalaman rumahnya.

"Benar, aku tidak bohong." Jawab Sang suami dengan yakin. Kemudian Arsy mengangguk dan mengiyakan.

Setelah percaya bahwa benar benar sudah sampai dihalaman rumahnya, Arsy dan Darma segera turun dari mobil.

Dilihatnya disetiap sudut halaman yang dimana Arsy teringat masa kecilnya yang penuh kebahagian bersama kedua orang tuanya.

Sekarang aku tidak memiliki siapa siapa, bahkan saudara pun tidak punya. Sedangkan Paman saja entah ada dimana. Sejak kepergian Kak Reno, Paman menghilang bagai ditelan bumi. Batin Arsy teringat akan masa kecilnya bersama kakaknya. Air matanya pun membanjiri kedua pipinya. Darma yang melihat istrinya menangis langsung menghapuskan air mata istrinya.

"Sayang... kenapa kamu menangis lagi? apa ada sesuatu?" tanya sang Suami.

"Aku hanya teringat saat bermain bersama kak Reno, sekarang entah ada dimana kak Reno. Sejak kecelakaan itu, kak Reno tidak ditemukan. Aku sangat merindukannya, apakah kak Reno masih hidup atau benar benar sudah tiada. Aku sangat merindukannya, aku tidak mempunyai siapa siapa lagi." Jawab Arsy yang masih mematung dihalaman rumahnya.

"Kita bicarakan di dalam saja, sambil rebahan kamu bisa menceritakannya. Aku akan menjadi pendengar setia, dan juga akan selalu ada waktu untuk kamu. Aku tidak akan membiarkan kamu larut dalam kesedihan, kamu tidak perlu khawatir." Ucap Darma yang masih menggenggam tangan istrinya.

"Baik, Mas. Ayo kita masuk." Ajaknya, Darma pun mengangguk dan menggandeng tangan istrinya masuk kedalam rumah.

Selamat malam, Nona... Tuan..." sapa salah satu pelayan. Arsy pun mengangguk dan langsung masuk kedalam kamarnya.

"Kamarnya masih wangi juga ya, sayang... apa kamu selalu memerintahkan untuk selalu menghidupkan kamar kamu ini? agar tetap terasa ada penghuninya." Tanya Darma penasaran.

"Benar sekali, aku tidak menyukai kamar kosong yang tidak dirawat. Ya, meski dirawat tetapi tidak ada bau bau kebiasan akan membuat kamar tersebut redup. Yang berarti hampa, seakan benar benar ikut suram." Jawab Arsy menjelaskan.

"Berarti kamar Mama dan Papa juga akan kamu buat suasana seperti biasa atau... hanya dibersihkan saja." Ucap Darma penuh rasa penasaran.

"Kamar Mama dan Papa akan aku kosongkan, akan aku buat tempat membaca. Itupun hanya satu rak buku dan juga 2 kursi. Aku tidak ingin terlarut dalam angan angan. Aku tidak ingin teringat dalam nyata, biarlah aku mengingatnya dihatiku dan dalam pikiranku." Jawab Arsy sekuat mungkin.

"Bukan berarti aku ingin melupakannya, aku hanya tidak menyukai sesuatu yang terlihat. Yang dimana Papa dan Mama sudah tiada. Biarlah semua kenangan terkubur dalam hangatnya cintaku kepasa kedua orang tuaku. Terkecuali ada yang mau menempati kamar Mama dan Papa, aku tidak akan merubahnya." Ucap Arsy kembali.

"Kamu benar benar istriku tercinta, aku sangat beruntung memiliki istri setegar kamu. Kamu yang begitu kuat menghadapi semua cobaan. Dari kesehatan kamu, dari hilangnya kakak kamu, dan kehilangan kedua orang tuamu kamu. Kamu benar benar kuat dan sabar, orang lain mungkin hanya menganggapmu bersedih hanya kehilangan kedua orang tua. Dan tidak melihat kesedihan kamu yang lainnya." Jawab Darma penuh kagum.

"Aku tidak peduli dengan kondisiku saat ini, yang aku pikirkan saat ini adalah tentang kakakku. Apakah masih hidup atau sudah tiada, akupun penasaran. Aku ingin mencari jejak kakakku, tapi bagaimana caranya? bahkan aku kesulitan. Aku tidak mempunyai sesuatu yang dimiliki kak Reno." Ucap Arsy lesu.

"Memangnya tidak memiliki identitas? kalung atau gelang." tanya Darma mengingatkan. Tiba tiba Arsy tersadar dengan gelangnya sendiri, seketika itu juga Arsy langsung memeriksa gelang miliknya.

"Gelangku.. dimana gelangku, Mas?" Ucap Arsy sambil memeriksa pergelangan tangannya. Arsy pun sangat cemas akan gelangnya yang sudah tidak ada di pergelangan tangannya.

"Maksud kamu, gelang kamu tidak ada?" tanya Darma.

"Benar, Mas... gelangku tidak ada. Lihatlah, tidak ada dipeegelangan tanganku. Kamu tidak mengambilnya kan, Mas?" jawab Arsy balik bertanya.

"Aku tidak mengambilnya, apa kamu lupa menaruhnya? coba kamu ingat ingat dulu. Kenapa gelang kamu bisa tidak ada di pergelangan tangan kamu?" Ucap Darma mencoba mengingatkan istrinya, agar sang istri teringat saat dirinya bersama seseorang.

"Benar, Mas... dari dulu aku pakai. Dan tidak pernah aku melepasnya, karena gelang itu adalah pemberian dari kakek. Kalau hilang bagaimana? aku takut jika gelangku hilang, Mas?" jawab Arsy cemas dan juga takut. Karena gelang tersebut adalah gelang wasiat dari kakeknya. Arsy sendiri tidak tahu apa yang dimaksud pesan dari sang kakek.

"Yakin, kamu tidak salah menyimpan?" tanya Darma yang berusaha mengingatkan istrinya.

Sedangkan Arsy berusaha mengingat ingat disetiap kejadian yang membuatnya lupa. Meski sudah berusaha mengingatnya, Arsy masih belum juga mendapatkan jawabannya. Arsy pun merasa putus asa akan hilangnya gelang yang sudah lama dipertahankan.

"Aku harus mencarinya dimana, Mas? itu gelang sangat penting untukku." Ucapnya lagi dengan perasaan cemas dan juga takut tentunya.

Arsy berusaha menenangkan pikirannya agar mudah mengingatnya. Tiba tiba Arsy teringat saat kejadian yang menurutnya membuat Arsy penasaran.

"Apa iya lelaki itu?" Gerutu Arsy tanpa sadar. Darma yang mendengarnya pun kaget.

"Lelaki itu? siapa lelaki itu, sayang?" tanya Darma mengagetkan Arsy yang sedang fokus dengan apa yang dipikirkannya.

"Iya, lelaki yang sudah aku tabrak. Dan kemudian lelaki itu mencengkram tanganku, karena aku sudah menabraknya. Sebenarnya aku tidak sengaja menabraknya, karena aku terburu buru. Dan aku sudah meminta maaf dengannya, namun aku tidak mendapati kata maaf darinya. Lelaki itu terus mencengkramku. Kemudian melepaskan cengkramannya lalu mendorongku dengan kuat, hingga aku hampir tersungkur. Karena tubuhku yang ramping, mungkin." Jawab Arsy menjelaskan begitu panjang.

"Aku yakin, lelaki itu yang mengambil gelang punya kamu. Tetapi siapa? dan untuk apa? apa kamu masih ingat wajah lelaki itu?" ucap Darma bertanya.

"Sayangnya, waktu itu aku tidak berani menatap wajahnya. Aku takut dia akan semakin marah jika aku menatapnya. Aku hanya menunduk dan meminta maaf. Itupun aku tidak mendapatkan kata maaf darinya." Jawab Arsy dengan lesu.

Apa iya, Raska? karena saat itu aku bertemu dengannya. Tapi itu tidak mungkin, seorang Raska mengambil gelang untuk apa? Sedangkan rumah sakit saja miliknya. Batin Darma mencoba menerka nerka.

1
Bangun T.S
udah 1 tahun thor ??? gak dilanjut nihh ?
yatun divia
Kak..ini koq gk ada lanjutannya lama bgt..hiatus kah novel ini 🙏🙏
Anisa Nazwa
lanjutannya mana
Hera sasuwe
semoga jodohnya arsy sex ini lebih baek lagi ya dari si darma
Hera sasuwe
jadi kayak patung manequin x ya arsy liat ulet nangka gabung sama ulet cabe 😄😄
yatun divia
Lanjut bund..
Anjana: bulan puasa gak punya banyak waktu kak..🙏
total 1 replies
yatun divia
Akhirnya di lanjut lama hiatus mkc bunda..🙏🤗😘😍
beban suami.......
the one.....
Sunnyta Mukherji
la kan udah di bilangin dari mantan suami kamu malah buka hp gimana to Arsy
siti aminah
semangat thor 💪💪
💫ReNieta
saya baru baca meski dah lama ada..kna br muncul d layar saya..tp maaf skali thor...ada sdikit janggal,..diagnosa pnyakit kanker itu g bs hnya dgn skali pemerksaan bgitu z..hrs observasi dr mlai cek darah, usg , rongsen, dll..mohon maaf koreksinya🙏
Lusi Bintang
kak kenapa gak ada tulisan terus si jadi bosen in
Cheng xiao
Oalah koyok sinetron bertele2 tinggal blg mntan suami ribet amat
Novii Sabri
thor kok dicerita ini disebut klrga wilyam dan danuarta... mank msh ada kaitannya yhh
Siti Masitoh
visualnya dong thor
Rena Agustina
mending lu dapat emas dmsetelah membuang berlian darma ini malah dapat lumpur comberan
Rena Agustina
gak kebalik tuh brengsekkk??? bukannya elu yg nyakitin Arsy .....dasar bajingsn laknat
Rena Agustina
😂😂😂😂😂♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️😘😘😘😘😘😘😘😘
Rena Agustina
keluarga di darma keluarga srrakH gila harta dan tak tahu diri
Rena Agustina
ternyata loh jaim juga tara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!