ini kisah anak bungsu dari 6 bersaudara dia bernama laras.laras gadis SMA berumur 17 tahun yang periang dan memiliki suara yang indah yang dijodohkan dengan seorang anak pengusaha besar yang kaya raya.dewa adalah anak pengusaha besar dia anak tertua dari 3 bersaudara.cerita ini bermula saat perjanjian yang dilakukan kakek mereka saat muda dulu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
saudara
sehabis kekemar mandi Laras dan Mira adik iparnya pergi menuju ruangan pesta
"ya ampun pestanya mau mulai kak".ucap Mira menggandeng kakak iparnya
"iya semoga kita tidak melewati momen terpentingnya" berlari
"hey lama sekali,kamu menghasut adikku ya" ucap dewa berbisik
"kamu sudah gila ya mau ngajak ribut ditempat seperti ini" menepis dewa
tak lama kemudian MC memulai acaranya
"baikalh tamu hadirin yang terhormat mari kita sambut dengan meriah yang berulang tahun hari ini tuan muda PANJI".teriak MC
"apa Panji,Panji siapa".Laras bertanya tanya
para undangan bertepuk tangan dan bersorak selamat.tanpa disadari turunlah seseorang dari tangga menggunakan jas berwarna abu tua dan terlihat tampan.namun Laras bingung dengan apa yang dia lihat.
"kak Panji ,apa dia adik dewa tidak mungkin dia adik ipar ku" bertanya dan menundukkan kepala
Panji kemudian turun dari tangga dan melihat Laras dia hanya tersenyum.semua acara berjalan lancar hingga saat seseorang mengenalkan Laras
"dek ayo sini,kenalan sama istri kak dewa".menunjuk kelaras
"Hay Laras" tersenyum
"Hay kak Panji selamat ulang tahun."menundukkan kepalanya
"kenapa kak ,kamu bisa panggil dia Panji dia adik bungsuku".ucap dewa
"iya panggil saya Panji saja inikan bukan disekolah". ucap Panji
"sekolah,maksud mu apasih" kata Mira heran
"iya Laras adik kelas ku disekolah dan kita juga berteman dekat.benar begitu Laras" sambil melirik kearah Laras
"iya kita berteman".sambil tersenyum
"kenapa Panji tidak marah kalau aku kakak iparnya sekarang.apakah dia cemburu,atau dia tidak mau bertemu lagi dengan ku" ucap laras dalam hati.
"Laras lihat siapa yang datang,Erni dan emi ada disana mari temui mereka" sambil menunjuk kearah sahabatnya
"oh iya dewa,Mira aku permisi menemui kedua. sahabatku" ucap Laras
"kak aku permisi kesana juga ya".ucap dewa mengikuti Laras
Dewa tidak merasa ada yang aneh dengan mereka dan membiarkan mereka menemui sahabatnya.
"Erni Ema ".teriak Laras
"loh kok kamu kesini sih bukannya kamu nggak bisa hadir untuk menghadiri pesta adik ipar mu".ucap Erni
"hust Jagan berisik disini banyak orang.nanti akan aku ceritakan di sekolah besok".sambil membungkam mulut Erni
"hai terimakasihnya sudah mau datang ke acara ulang tahun ku" ucap Panji
"iya sama sama selamat ulang tahun .ini kado dari kita bertiga.kamu bisa lihat pemberian kami ada nama kami disitu" ucap emi sambil memberikan kadonya
"oh ya terimakasih maaf merepotkan kalian, seharusnya tidak perlu membawa kado kalian hadir saja aku sudah senang" ucap Panji
"itu tidak seberapa,kami yang seharusnya berterimakasih karena telah kamu undangan keacara ini" ucap Erni sambil memandangi tamu
mereka berempat berbicara dengan santai dan menikmati acara.namun Laras masih berfikir apakah Panji marah.
"Laras Laras Laras" tanya Panji
"ehhhhhh iy.....a maaf aku melamun".ucap Laras malu
"kamu nih ras nggak dirumah,disekolah,dipesta bahkan dimana mana masih saja suka melamun" ucap emi memandang Laras
"bener banget nih anak suka ngelamun awas loh nanti kesambet" ucap Erni sambil mencicipi hidangan
"kenapa kamu masih memikirkan kalau aku ini adik iparmu.kamu tidak perlu memikirkannya aku tau kalau kamu menikahi kakak ku karena Perjodohan dan kamu tidak mencintainya.berarti aku masih mempunyai kesempatan untuk menjadi orang yang kamu cintai".ucap Panji berbisik di telinga Laras
mendengar ucapan Panji Laras hanya diam dan tertegun dengan apa yang ia ucapkan
"apa dia masih mencintaiku bagaiman bisa aku kakak iparnya.bagaiman tau mengenai Perjodohan" didalam hati Laras
mereka semua bersenang senang dan mencicipi semua hidangan yang disediakan,hingga acara berakhir
"Laras,dewa kalain menginap disini saja ya sudah larut malam".ucap bunda
"benar kata bundamu tidurlah disini dan istirahat pasti kalian lelah" ucap ayah juga
"bunda,ayah kalau aku sih tidak mempermasalahkannya namun sekarang aku sudah punya istri jadi aku harus bertanya duku" ucap dewa menatap Laras
"ohhhhh meng....inap disini baiklah kita menginap disini saja malam ini" masih memikirkan hal tadi
"nah Laras juga mau bunda akan menyuruh pelayanan membereskan kamar kalian ya" ucap bunda
"saya permisi dulu menemui sahabat saya" ucap Laras
Laras menuju sahabatnya karena mereka akan segera pulang namun hari sudah larut
"Eni Erni kalian mau pulang" ucap Laras memegang tangan kedua sahabatnya
"iyalah pulang masa iya kita nginep di rumah Panji".ucap emi
"eh laras suami mu juga disini bukannya dia tidak akan memberimu izin kalau dia tau Panji yang pernah nembak kamu" kata Erni
"hustt kan sudah kubilang Jagan banyak bicara nanti aku jelaskan disekolah saja" ucap Laras yang menyadari dewa menuju kearah mereka
"Laras nanti temanmu pulang diantar oleh supir saja,aku tau kalau kamu mengkhawatirkan sahabatmu".merangkul Laras.
"ihhh apa apaan ini berani beraninya dia melakukan hal mesum didepan sahabatku" dalam hati Laras
"iya terimakasih,Erni emi kalian pulang diantar sopir ya.hati hati dijalan" melepaskan tangan dewa
"iya kamu tenang saja, terimakasih juga tuan dewa" ucap emi
"*iya terimakasih kami pulang dulu selamat malam".kata Erni sambil keluar
akhirnya dewa dan Laras memutuskan untuk tidur dirumah bunda dan ayah dewa*.