Ayda adalah wanita muda berusia 30 tahun yang mempunyai sifat lembut dan penyayang. Ia menerima pinangan pria bernama Fattah dan menjalani kehidupan yang bahagia.
Hingga sebuah kekecewaan Fattah dan kehadiran wanita dalam kehidupan mereka membuat keadaan rumah tangganya jauh dari kata harmonis. Ayda merasa Fattah semakin jauh darinya dan lebih dekat dengan Anita.
Akankah Ayda mampu menerima keadaan baru itu dan apakah Fattah mampu mengembalikan keutuhan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRIO A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Tak berapa lama Bara sudah keluar membawa kunci sepeda motornya dan ia segera menyalakan mesinnya. Fattah berdiri di samping sambil memperhatikan sepeda motor adiknya.
" Bara, itu sepeda motor udah kamu ganti olie belum, jangan sampai kehabisan olie ", kata Fattah.
" 3 bulan yang lalu Kak", jawab Bara sambil merenges.
" Papa udah kasih uang jatah bulanan belum buat kamu?" tanya Fattah.
" Bulan ini belum Kak, bulan kemaren saja udah hampir akhir bulan ngasihnya", jelas Bara dengan wajah lesu.
" Papa kita sudah berubah semenjak menikah dengan wanita pilihannya, ia lebih senang dengan keluarga wanita itu, semenjak mama meninggal papa telah mengabdikan dirinya pada wanita pilihannya", papar Fattah yang juga merasa kecewa dengan sikap papanya saat ini, terutama kepada adik satu-satunya yang masih membutuhkan bantuan biaya untuk kuliahnya.
Namun sebagai seorang kakak, Fattah harus tetap bijaksana dalam menyikapi keadaan.
" Mungkin, sebaiknya kamu telfon papa untuk menanyakan jatah bulanan kamu, sekedar tanya dulu, kalau misal papa masih belum ada uangnya, Kakak bisa bantu, karena selama kamu masih menempuh pendidikan, biaya hidup juga kuliah kamu masih menjadi tanggungan papa", jelas Fattah pada Bara.
"Iya Kak, Bara paham maksud Kak Fattah", ujar Bara.
" Mungkin nanti malam saja, aku coba hubungi papa Kak", lanjut Bara.
" Terserah kamu saja gimana enaknya", ujar Fattah.
Fattah mematikan mesin sepeda motornya juga sepeda motor Bara dan mencabut kunci sepeda motor Bara dan meletakkan di telapak tangan kanan adiknya. Bara menggenggam erat - erat kunci tersebut.
Fattah merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah dompet kulit berwarna cokelat kehitaman. Mengambil selembar uang seratus ribu rupiah.
" Ini buat kamu, Kakak ada rejeki lebih, bisa buat biaya ganti olie sepeda motor kamu sebelum dikasih papa", kata Fattah.
" Alhamdulillah..., makasih ya Kak...", ucap Bara penuh dengan kegembiraan.
Fattah masuk ke dalam rumah untuk mengambil helm, sekalian berpamitan pada Ayda, dan kedua putrinya yang lagi asyik main lego. Pandangannya tertuju pada jam dinding di ruang tengah yang sudah menunjukkan pukul 07.45 WIB.
Fattah berpamitan pada istrinya tak lupa mencium kening Ayda, juga mencium kedua pipi putri - putrinya.
" Hati - hati ya Pa...", ucap kedua gadis kecil kesayangannya itu.
" Iya sayang..., baik - baik di rumah, yang rukun ya", pesan Fattah untuk putrinya sebelum berangkat.
Kebiasaan seperti itulah yang senantiasa memberikan nuansa keharmonisan dalam rumah Nenek Yati.
Bara ikut masuk ke dalam, mau sarapan pagi sebelum berangkat ke kampus.
" Berangkat dulu Bar", tegur Fattah sambil menepuk punggung adiknya tersebut.
" Hati - hati Kak", ucap Bara.
Fattah menyalakan mesin sepeda motornya, Ayda mengantar sampai depan, ia berdiri di depan pintu memperhatikan keberangkatan suaminya. Tidak berapa lama Fattah dengan sepeda motornya sudah tak nampak di gang depan rumah nenek.
Ayda masuk kembali ke dalam dan menengok kedua putrinya yang masih asyik bermain lego.
" Wah...serunya..., adik Ana hebat bisa menyusun sampai tinggi, Kakak Nissa juga hebat selain bisa merakit lego bisa jagain adik ya", ucap Ayda memuji kedua putrinya dengan mengelus rambut keduanya.
" Mama mau ikut main". Nissa mengajak mamanya bermain dengan menyodorkan beberapa buah lego di dekat Ayda.
" Mama sebenarnya mau ikut bermain, tapi masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan, nanti saja gimana kalau misal pekerjaan Mama udah selesai...Mama ikutan main boleh", ucap Ayda berusaha agar tak mengecewakan kedua putrinya.
" Iya Ma, gak pa pa...Mama selesaikan dulu pekerjaan Mama", jawab Nissa dengan senang hati.
" Sungguh putri - putri yang luar biasa", ucap Ayda yang tak henti-hentinya memuji keduanya dan kembali mencium kedua pipi mereka.
Nissa dan Ana tak menolak ciuman sayang dari mamanya dan mereka berpelukan bertiga.
Perlahan Ayda melepaskan pelukannya dengan kedua putrinya dan beranjak melangkahkan kakinya ke tempat jemuran. Masih ada satu ember baju yang belum terjemur.
Bara sudah selesai sarapan ia sibuk menyiapkan beberapa buah buku untuk di masukkan ke dalam tas.
Ia merasa sudah cukup buku apa saja yang harus dibawa hari itu, ia melangkahkan kakinya menuju kamar nenek untuk berpamitan.
" Nek..., Bara berangkat dulu ya", ucap Bara sambil meraih tangan kanan nenek menciumnya.
" Iya...hati - hati, belajar baik - baik ", jawab nenek.
Nenek sangat menyayangi Bara, meskipun tadi sempat mendengar perkataan Bara yang tak seharusnya ia tujukan padanya, nenek sudah memaafkannya.
Bara juga berpamitan pada Ayda juga kedua keponakannya.
***
Di sekolah Teguh dikenal sebagai siswa yang rajin juga pandai, ada beberapa siswi teman sekelasnya yang mengidolakan dirinya.
" Anak - anak harap duduk yang tenang ya...karena Bu guru akan memperkenalkan teman baru untuk kalian semua", kata Bu Ria wali kelas TK B.
" Iya Bu Ria...". Jawaban kompak seluruh siswa siswi TK B.
Semua duduk dengan rapi dan tenang, menunggu siapakah teman baru yang dimaksud oleh Bu Ria. Tampak seorang siswi cantik berambut panjang diikat dua kanan dan kiri berjalan masuk ke dalam kelas dan berdiri di samping Bu Ria.
" Janet perkenalkan diri kamu pada teman-teman ", pinta Bu Ria pada siswi baru tersebut.
" Iya Bu... ", jawab siswi tersebut sambil melangkahkan kaki selangkah di depan Bu Ria.
" Halo teman-teman," ucapan pembuka siswi baru tersebut.
" Halo juga ...," jawab semuanya kompak.
" Ijinkan saya untuk memperkenalkan diri saya," lanjut siswi baru tersebut.
" Silahkan ... ". Jawaban kompak semuanya.
" Perkenalkan nama saya Janeta Fauziah biasa dipanggil Janet, umur aku 6 tahun, terimakasih".
" Halo Janet ... terimakasih kembali ". Ucapan kompak dari seluruh siswa siswi di kelas TK B.
" Nah ... anak - anak , semua sudah tahu kan, nama teman baru kita?" Bu Ria menanyakan ulang pada anak - anak.
" Sudah Bu Ria ... ".
" Kalau sudah kita akan melanjutkan pelajaran kita hari ini, " kata Bu Ria pada semua.
" Nah, Janet kamu duduk di samping Ayu, " kata Bu Ria sambil menunjuk ke arah bangku kosong di samping Ayu.
" Iya Bu," jawab Janet sambil melangkahkan kaki menuju tempat duduk yang sudah ditunjukkan oleh Bu Ria.
Janet duduk di samping Ayu keduanya saling melempar senyum.
***
Di rumah Nenek Yati kedua putri Ayda masih asyik bermain lego, minta dibuatkan kue kesukaan mereka dadar gulung coklat berisi pisang. Ayda yang tahu kesukaan putra putrinya selalu menyediakan berbagai macam bahan kue. Selain hemat dan hasilnya lebih banyak juga lebih sehat mengurangi putra putrinya jajan di luar.
" Tunggu sebentar saja ya Nak ..., Mama sebentar saja akan segera membawakan kue dadar gulung cokelatnya ke sini," ucap Ayda pada kedua putrinya.
Kedua putrinya mengangguk tanda mengerti perkataan Ayda. Ayda dengan cepat membuat adonan hingga tak lama kemudian jadilah kue dadar gulung cokelat kesukaan putra putrinya.
- bersambung
Terimakasih atas kunjungannya ke karyaku danbyang tetap setia mengikuti kisah ini, tetap jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya...kalau boleh kasih Vote juga ya terimakasih...semoga semua diberikan kesehatan dan kelancaran rejeki hingga mau berbagi dengan diriku.