NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Sekretaris Aneh

Mengejar Cinta Sekretaris Aneh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aini Sanusi

Hai, salam kenal! ini karyaku yang pertama semoga kalian suka. Terima kasih sudah berkenan membaca!

Bab 1. Pertemuan

Namaku Aiu N. Ya, Aiu N. Banyak orang tanya nama panjangku tapi hanya ku jawab seperti itu saja. Aku memang tidak tahu kepanjangan "N" itu sendiri. Mereka bilang aku aneh karena gak tahu kepanjangan namaku sendiri. Mau gimana lagi emang itu yang terjadi.

Aku tinggal di toko kue yang letaknya di sebelah panti asuhan. Aku dibesarkan di panti asuhan. Menurut cerita ibu kepala panti, aku dibawa ke sana saat umurku 5 tahun. Nenek yang membawaku meninggal setelah 1 hari tinggal di panti. Tidak banyak yang diceritakan kepadaku tentang siapa aku. Meski penasaran tapi ya sudahlah, mungkin suatu saat akan datang jawabannya.

Hari sudah pagi, adzan subuh sudah berkumandang. Bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu. Hari ini memang seperti biasa hanya saja aku harus bergerak cepat karena ini hari pertama datangnya bos baru. Gak mungkin kan terlambat di hari pertama bos baru datang. Apa kata si bos nanti?!!

Setelah salat subuh, aku turun ke bawah menuju toko kue. Melihat persiapan toko yang akan dibuka pukul 06.00 setiap harinya. Semenjak kerja semua kegiatan toko ku serahkan pada anak-anak di panti yang sudah lulus SMA. Aku hanya tinggal mengawasi saja. Setelah persiapan selesai, toko dibuka dan pembeli mulai berdatangan. Aku kembali ke kamarku untuk bersiap-siap berangkat kerja.

Dengan mengenakan blouse berwarna biru langit, celana panjang hitam, serta blazer hitam aku siap untuk pergi kerja. Rambut dikuncir kuda, make up tipis, dan tidak lupa sepatu kets serta ransel biru dongker kesayangan menyertaiku pagi itu. Setiap hari ke kantor dengan naik angkutan umum. Males aja naik kendaraan pribadi, bikin macet dan nambah polusi.

Hanya 5 menit perjalanan sampai dengan selamat di kantor. Seperti biasa satpam yang ramah menyapa.

"Pagi, mbak!" kata pak satpam.
"Pagi, pak!" jawabku.

Aku berlari menuju lift setelah melihat ada lift yang terbuka. Selamat. Orang-orang di lift menatap aneh ke arahku. Aku hanya diam. Ku tekan tombol 10. Seketika ku dengar bisik-bisik tetangga, "Oo...itu ya si orang aneh itu!" kata salah seorang wanita. Tak ku pedulikan dan tetap diam saja. Satu persatu orang-orang itu turun dari lift. Tinggal aku seorang diri. Ting. Bunyi lift dan pintu terbuka. Aku segera masuk ke dalam ruanganku.

Setelah duduk di kursiku, ku nyalakan komputer dan membaca setiap email yang masuk. Ku lihat ke ruangan bos, si bos belum datang. Akupun pergi ke aula untuk melihat persiapan pertemuan pagi ini. Pertemuan dimulai pukul 09.00, sekarang masih jam 07.15. Setelah mengecek semua persiapan, aku kembali ke ruangan. Ku lihat lagi ruangan si bos, belum datang. "Kembali ke ruangan dulu ah!"

Sambil mendengarkan lagu Ready steady go-nya Laruku, ku cek lagi jadwal si bos hari ini. Kalo ada yang kelupaan bisa amsyong.

- Author pake dua kata subjek aku dan gue ya... itu semata ngikutin kata hatinya author yang aneh. -

Jujur aja gue gak tau orang macam apa yang bakal gantiin Pak Hadi. Sebenarnya ada rasa takut di hati, apa bakal cocok atau gak sama bos baru. Apa bakal dipecat ya kalo dia liat kelakuan aneh gue? Apa semua keanehan gue yang ditolerir sama Pak Hadi bakal berakhir? Jangan-jangan gue disuruh ngembaliin ruangan sekretaris kayak dulu lagi. Yap. Ruangan gue ini dah dirombak sedemikian rupa biar gue nyaman. Ruangan sekretaris yang udah mirip kamar kos-kosan. Meja kerja gue ganti sama meja minum teh ala jepang. Lantainya full karpet bulu. Dindingnya gue tempelin wallpaper gambar bunga sakura dan pemandangan musim semi di jepang. Gak lupa di meja gue pasang bingkai fotonya Hyde, vokalisnya Laruku yang ganteng. Gue juga bawa kasur lipet semacam futon gitu yang gue umpetin di lemari. Jaga-jaga kalo lembur dan males pulang jadi tidur di kantor. Serasa tu kantor gue yang punya, hahaha... Ada rak sepatu di depan ruangan. Isinya ada sendal bunny kesayangan gue, sepatu kets, flat shoes juga sepatu kerja berhak 5cm, dan sendal jepit.

Lagi asik ngelamun, tiba-tiba pintu diketuk. Tok..tok...tok... Ku lihat Pak Hadi berdiri di pintu ruangan.

"Maaf pak saya ngelamun, gak tau bapak udah datang." kataku.
"Sudah gak apa-apa. Kamu kasih tau semua karyawan untuk berkumpul di aula 5 menit lagi". ucap Pak Hadi dengan senyum.

Tepat pukul 08.00 semua karyawan sudah berkumpul di aula. Kemudian Pak Hadi masuk bersama dengan dua orang pria yang mukanya aje gile, ganteng bener. Jujur aja gue sampe bengong liatnya. Gue cepet-cepet sadar, kalo gak fokus apa kata bos baru bisa-bisa habis pertemuan gue dipecat.

Gak pake basa-basi, Pak Hadi langsung memperkenalkan pria yang bersamanya.

"Assalamualaikum, Selamat Pagi! Ini anak saya yang mulai hari ini akan memimpin perusahaan." ucap Pak Hadi sambil merangkul anaknya dan tak lupa tentunya dengan senyuman.

"Assalamualaikum, Selamat pagi! Saya Andreas Putra Winata dan ini asisten saya Alex Wiryawan. Mohon kerja samanya selama saya memimpin. Terima kasih." ucap Andre singkat.

Setelah itu, semua karyawan kembali ke ruangan. Akupun meminta OB untuk membereskan aula. Sekilas ku dengar para karyawan membicarakan bos baru.

"Wuiiih...ganteng banget Pak Andre, udah punya pacar belum ya?? Pengen gue gebet dah si bos". kata salah satu karyawan wanita.
"Iya bener, ganteng banget, ada lesung pipinya, senyumnya itu loh, bikin hati lumer." kata karyawan wanita lainnya.
"Ganteng sih ganteng, tapi dia tu killer tau. Senyumannya cuma kamuflase aja. Belum pernah kan lo kena semprot sama dia" ucap seorang karyawan pria yang berlalu pergi.
"Apa sih ganggu aja?!!" kata para wanita itu.

Seketika jantung gue deg-degan setelah mendengar ucapan pria tadi. Apa jadinya sama gue nanti. Ya Allah tolong hambamu ini. batinku. Dengan perasaan gelisah kembali ke ruangan bos. Pasalnya Pak Hadi minta gue langsung ke ruangan setelah membereskan aula. "Haduuuhh...Ya Allah bagaimana ini? Tolong hamba Ya Allah." ucapku.

Tiba di depan ruangan bos, gue gak langsung masuk. Komat-kamit kayak dukun baca mantra kalo pas lagi praktek. Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya gue ketok juga pintu ruangan si bos.

"Masuk!" perintah Pak Hadi. "Aiu sini nak! akupun berjalan menghampiri Pak Hadi. Aku memperkenalkan diri, "Saya Aiu, mohon kerja sama dan bimbingannya, pak!" ucapku sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan, tapi kepalaku masih menunduk. Malu. itu yang ku rasakan.

"Oo...jadi namamu Aiu ya? Ditulis dengan huruf A, I, U. Sungguh unik. Seunik orangnya ya!" ucap Andre dengan senyum yang tak bisa diartikan.

Seketika aku menaikkan kepalaku hingga menatapnya. Ucapannya hanya ku balas dengan senyuman tipis. Apa sih ni orang, kenapa emang kalo gue unik. Tentunya cuma ngomong dalam hati ya. Kalo terang-terangan bisa-bisa disemprot gue, mending disemprot lah kalo dipecat, amsyong kan.

Melihat senyumanku yang seperti itu, Pak Hadi langsung bicara. "Kalian baik-baik ya! Ya udah papa pulang dulu ya, Dre! Papa mau liburn dulu sama mama." ucap Pak Hadi dengan gembira. "Kamu mau oleh-oleh apa iu?" tanya Pak Hadi.

"Terserah bapak aja. Apa yang bapak kasih aiu terima." jawabku.
"Kalo jodoh mau gak iu?" tanyanya.
"Kalo ada dan dia mau sama saya gak apa-apa pak." jawabku asal sambil tertawa lepas. Pak Hadi berlalu sambil tertawa. Entah mengapa tiba-tiba ruangan jadi berasa dingin. kenapa ya batinku. Akupun berinisiatif mengecek suhu AC. Suhunya normal pikirku. kok dingin ya? batinku.

"Kamu kenapa pegang-pegang remot AC? tanya Pak Andre ketus.
"Ga..gak..apa-apa pak." jawabku terbata.
"Saya permisi ke ruangan, pak." kataku pergi sambil berlari kecil menuju pintu dan menutupnya dengan hati-hati. Takut tersinggung lagi tu si bos baru.

Di dalam ruangan. "Lo kenapa Dre? kok ketus gitu? katanya mo kasih kesan baik? Kalo begini mah yang ada dia takut sama lo?" kata Alex. Kalo mereka cuma berdua, Andre minta Alex untuk bicara selayaknya teman. Andre hanya diam saja tidak membalas perkataan Alex. Jadi namanya Aiu. Hmmm.... Andre hanya tersenyum.


Segini dulu ya. mohon komen dan sarannya. Maaf kalo masih banyak typo. Terima kasih sudah membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aini Sanusi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Lamaran (Part 1)

Pagi itu, setelah sekian lama akhirnya dua insan bertemu lagi. Rindu. Sangat rindu. Itulah yang sedang dirasakan Andre. Pertemuan tidak dilakukan di rumah Aiu. Setelah perkataan Leon hari itu, Andre memutuskan untuk bertemu Aiu di teras panti saja. Alasannya untuk mencegah fitnah apalagi sekarang status mereka meningkat.

Andre sudah menunggu di teras dengan gelisah. Alex yang melihatnya jadi meledek, "Santai aja ngapa bro!" ucapnya sambil tertawa. "Berisik lo! Gue kan...!" ucapannya Andre terhenti ketika melihat sosok yang dirindukannya.

Pagi itu gadisnya memakai kaos panjang turtleneck warna peach dengan celana training senada dan rambut yang digelung ke atas dan dihiasi tusuk konde. Sebagin anak rambut masih menjuntai. Tak ada riasan di wajahnya tapi tetap saja mampu menawan sang pemuda.

"Assalamualaikum!" sapa Aiu.

Andre yang masih terpesona hanya diam saja. Alex yang menjawab salam, "Waalaikumsalam!"

Aiu meletakkan makanan yang dibawanya di atas meja bundar. Sarapan pagi ini Andre minta dibuatkan nasi uduk lengkap dengan lauknya. Sedangkan Alex hanya minta dibuatkan roti bakar coklat dan segelas susu hangat pada Arin. Arin datang tak lama setelah Aiu.

Mereka duduk berhadapan. Alex mulai memakan sarapannya sedang Andre masih tetap terpaku di tempatnya. Sampai-sampai Alex harus menyadarkannya. "Bro, ayam tetangga aja bisa mati kebanyakan bengong! Lo mau begitu juga sebelum kawin!" bisik Alex pelan. "Ngedip bro! Belom halal!" ledeknya lagi. "Astaghfirullah!" ucapnya saat tersadar. Andre jadi malu. Tak hanya Andre, Aiu yang sejak tadi diperhatikan seperti itu juga jadi malu.

Kedatangan Andre pagi itu tidak hanya untuk melihat pujaan hatinya. Tujuannya bertemu Ibu Sarah untuk melamar secara pribadi kepada Ibu Sarah sebelum orang tuanya datang. Mereka berpindah duduk dari teras ke ruang tamu panti.

Meski tidak ke kantor pagi itu Andre tetap berpakaian rapi. Mau ketemu calon mertua. Tak lama berselang Ibu Sarah datang menghampiri mereka.

Ibu paruh baya itu tetap cantik di usianya yang sudah tidak muda. Mengenakan gamis dan hijab putih Ibu Sarah duduk di antara mereka.

"Nak Andre, ada keperluan apa datang pagi-pagi?" tanya Ibu Sarah sambil tersenyum.

"Begini bu, Saya langsung saja. Kedatangan saya kemari mau melamar Aiu menjadi istri saya. Saya ingin menikahi Aiu. Apakah ibu merestui?" tanya Andre.

"Alhamdulillah! Akhirnya ada juga yang mau melamar Aiu. Asal Nak Andre tahu, Aiu ini minderan orangnya. Banyak dibilang aneh sama orang. Kalo Nak Andre gak keberatan dengan Aiu yang seperti itu ya silakan saja! Kalo ibu sih mendukung saja. Asal Aiunya juga senang!" jawab Ibu Sarah.

Ibu Sarah sengaja mengatakan hal itu karena ingin melihat kesungguhan Andre.

"Jujur saya katakan pada ibu, jika gadis itu bukan Aiu mungkin saya tidak akan pernah mengejarnya!" ucap Andre tanpa keraguan. Sontak ucapan Andre membuat semua orang di ruangan jadi terkejut, kecuali Alex.

"Maksud Nak Andre bagaimana? Apa kalian sudah pernah bertemu sebelumnya?" tanya Ibu Sarah penasaran. Aiu yang masih tidak ingat hanya bisa menggeleng. Dia juga penasaran. Kapan kami pernah bertemu? Aiu.

Flashback On

Dua tahun lalu di sebuah hotel mewah sedang ada perjamuan besar. Hari itu adalah ulang tahun Grup Winata ke 25 tahun. Pesta diadakan meriah malam itu. Acara pesta itu hanya acara kecil dari rangkaian acara besarnya. Pesta besarnya sudah dilakukan minggu lalu dengan mengadakan acara amal secara besar-besaran.

Malam itu, seorang gadis belia berusia 18 tahun sedang melakukan kerja pertamanya setelah lulus kuliah. Gadia itu bekerja sebagai pelayan di pesta itu. Gadis itu tergiur dengan bayaran yang sangat besar dan itung-itung pengalaman pertama lihat pesta orang kaya.

Gadis itu adalah Aiu. Dia mengenakan seragam pelayan laki-laki dengan rambut disanggul dengan tusuk konde. Gadis itu sengaja meminta seragam pelayan laki-laki untuk memudahkan bergerak.

Saat pesta mencapai puncaknya, ada kejadian tak terduga. Sang pewaris menghilang. Pak Hadi meminta semua orang mencarinya. Andre akan dikenalkan sebagai penerus Winata Grup di acara puncak tersebut. Karena belum ketemu, akhirnya Pak Hadi mengatakan kepada para tamu bahwa anaknya sedang tidak enak badan. Acara pesta berlanjut dan pencarian tetap diteruskan.

Sepuluh menit sebelum acara puncak, Andre disapa seorang gadis cantik. Gadis yang langsing, berambut panjang, kulit putih, seksi yang mengenakan gaun merah terbuka di bagian dada dan belahan sampai sepaha. Gadis itu adalah Martha. Teman sekolah Andre ketika SMA. Gadis itu sudah tergila-gila dengan Andre tapi Andre cuek saja.

"Halo, Andre! Lama gak ketemu? Kamu makin ganteng aja!" sapanya dengan manja dan centil. Andre yang melihatnya jadi jijik dan memilih diam.

"Kamu masih sama aja kayak dulu, dingin, cuek, tapi aku tetep suka kamu yang begini!" lanjutnya lagi. Andre memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Saat akan pergi kepala Andre dipukul benda tumpul hingga pingsan.

Arrrgghhh...!!!

Aiu yang berada di koridor itu mendengar teriakan dan mendatangi sumber suara. Aiu berhenti saat menyaksikan pemukulan itu. Dia bersembunyi. Aiu melihat wajah pemuda yang dipukul itu. Itu adalah pemuda yang sedang dicari-cari. Aiu juga diminta bantuan untuk ikut mencari. Gadis itu mengintip lagi. Kali ini dia melihat gadis bergaun merah itu meminumkan sesuatu kepada pemuda itu.

"Kamu akan jadi milikku malam ini, Andre!" ucapnya dengan tertawa. "Bawa dia ke kamar ku. Ini kuncinya! Usahakan jangan sampai ada yang tahu!" ucap gadis itu kepada seorang pelayan yang membantunya. Gadis itu pun pergi agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Setelah kepergian gadis itu, Andre yang dalam keadaan pingsan dipapah menuju kamar yang dituju. Saat melihat hal itu, Aiu memutuskan untuk menolong pemuda itu. Aiu segera berlari dengan buru-buru dengan maksud menabrak mereka.

Brukkk!!!

"Aduuuh! Aduuuhh!!" teriak Aiu.

Aiu, pelayan, dan Andre terjatuh. Misinya berhasil. Dia sengaja agar pemuda itu terlepas dari Si Pelayan.

"Kamu itu apa-apaan sih? Ngapain lari-lari segala?" tanya pelayan itu kesal.

"Nganu mas...Maaf mas! Tadi saya disuruh ambil barang di gudang. Pas masuk ada suara aneh, jadi saya ketakutan terus lari!" bohong Aiu.

"Mas, tolongin saya dong! Temenin ke gudang sebentar aja. Saya takut! Ntar kalo gak diambil barangnya saya dimarahi! Tolong ya!" pinta Aiu.

"Tapi saya disuruh antar mas ini ke kamar!" tolaknya.

"Ayolah mas! Itu masnya disini dulu aja lagian gudangnya juga deket! Sebentar aja! Ya...ya...!!" Aiu memaksa lagi.

"Ya udah deh ayo!" pelayan itu mengantar Aiu ke gudang. Saat di tengah jalan Aiu melihat kain pel yang berdiri di depan pintu kamar. Aiu mengambilnya.

"Kamu ngapain bawa-bawa kain pel?" tanya pelayan.

"Untuk jaga-jaga mas, kalo ada suara aneh lagi bisa dipake nanti!" jawab Aiu. Pelayan itu mengangguk.

Saat tiba di pintu gudang terlihat pintu sudah sedikit terbuka. Pelayan itu masuk lebih dulu. Kemudian....Brakkkk!!!! Aiu segera menutup pintu itu dan menyangganya dengan kain pel yang dibawanya. Pelayan yang di dalam berteriak tapi tak dihiraukan. Gadis itu langsung berlari meninggalkan gudang.

Aiu menuju pemuda itu. Ia memapah pemuda ke dalam kamar yang terbuka dan menutupnya. Kamar itu bukan kamar milik gadis tadi. Aiu merebahkan pemuda itu di atas kasur. Saat akan memberitahu kepala pelayan. Pemuda itu tersadar.

"Alhamdulilah kamu sudah sadar!" ucap Aiu. Aiu sengaja menyalakan lampu utama karena takut ada apa-apa. Benar saja. Saat pemuda itu sadar tingkahnya mulai aneh. Pemuda itu mengatakan tubuhnya panas sekali sampai-sampai membuka bajunya. Meski merasa takut ia tetap berusaha tenang. Ia mengambil remot AC hendak mendinginkan ruangan. Tapi suhunya sudah dingin. Pandangannya teralihkan saat pemuda itu sudah di depannya.

"Kamu cantik! Nikah yuk!" ucapnya asal. Andre sudah terangsang akibat obat yang diminumkan Martha. Saat akan memeluk gadis itu, Aiu berhasil mengelak. Aiu bingung melihat keadaan ini. Dia teringat dengan apa yang dibacanya dalam komik. Ini kayak orang yang dikasih obat perangsang. Saat teringat hal itu Aiu sedikit panik. Ia berusaha tenang dengan mengambil napas perlahan.

Saat ini mereka masih main kejar-kejaran. Aiu mulai berpikir cepat. Dia melihat sekeliling apa yang bisa digunakan untuk menghentikan pemuda itu. Ting! Gadis itu dapat ide.

Dia berhenti berlari. "Cukup main kejar-kejarannya! Gimana kalo kita main ikat mengikat biar makin seru!" pinta Aiu.

"Wah, ternyata kamu suka yang begituan ya?" ledek Andre. Aiu hanya nyengir kuda.

"Kamu duluan ya! Sekarang kamu duduk di kursi ini. Nanti badan kamu aku ikat ya!" Aiu meminta Andre duduk. Andre pun mengiyakan. Saat sudah duduk di kursi, Aiu menarik sprei lalu mengikat tubuh Andre denga kuat.

Andre merasa kesakitan karena ikatan terlalu kuat. Itu sengaja agar Andre tersadar.

"Sakit! Lepasin!" teriak Andre.

"Gak bakal aku lepasin! Kalo dilepas kamu bakalan bar-bar!" ucap Aiu.

"Kalo kamu bisa teriak begitu harusnya kamu bisa berdzikir kan?" ucap Aiu.

Andre terkejut. Kemudian dia teringat kembali kejadian sebelumnya. Ia merutuki kebodohannya. Hampir aja dia berbuat dosa.

"Astaghfirullahaladzhim!" ucap Andre sebanyak 3 kali. "Maafkan saya!" lanjutnya.

"Syukurlah! Alhamdulillah kalo kamu udah sadar. Sekarang banyak-banyak istighfar aja biar saraf kamu rileks! Saya akan hubungi kepala pelayan kasih tau kamu ada disini!" jawab Aiu.

Aiu menghubungi kepala pelayan dan memberitahukan keberadaan tuannya. Andre memperhatikan wajah cantik Aiu. Dia terpesona seketika desiran itu datang. Deg...deg...! Jantungnya berdegub kencang. Belum sempat mengucapkan terima kasih, gadis itu menghilang begitu saja.

Aiu masih ketakutan makanya langsung pergi setelah memberitahu kepala pelayan. Dia takut dituduh terlibat kejadian itu. Makanya langsung kabur. Andre bahkan tidak tahu nama gadis itu tapi dia sudah mengingat wajahnya di hatinya.

Flashback Off

Andre bercerita panjang lebar tentang kejadian itu. Cerita Andre itu mengingatkan Aiu kembali pada kejadian 2 tahun lalu. Karena ketakutan berlebihan kejadian itu hilang dengan sendirinya dari ingatan Aiu.

"Ya Allah, jadi pemuda itu Mas Andre ya?" ucap Aiu saat telah mengingat kembali. "Aiu waktu itu takut banget!" ucap Aiu.

"Ya...itu mas! Sejak saat itu mas cari-cari kamu. Mas cuma dapat foto kamu dari CCTV aja! Sampai saat Alex dipanggil papa dan ketemu kamu! Akhirnya mas putuskan untuk pulang dan ngejar kamu!" Andre menjelaskan.

"Mas, sudah jatuh cinta sama gadis aneh yang pemberani dan juga cantik! Kamu mau kan jadi istri mas?" tanya Andre serius.

"Iya mas!" jawab Aiu sambil tersenyum malu.

Alhamdulillah Part ini bisa selesai juga. Ikutin terus ya guys! Terima kasih sudah membaca 😊

1
R'vina
Luar biasa
Sawiru
m
Sawiru
😍
Sawiru
.
Priskha
sdh jadi menantunya kok msh manggil om ya????
Priskha
br kl ini tau ada kantor lengkap sm dapur, meja mkn dan bs masak juga, ini kantor apa rmh thor 😂😂😂😂😂
akhirnya ketemu nih novel
nia
nama aiu kan nama langka. kok ga ada yg ngeh gitu kl anaknya om adrian itu tunangan andre
nisa
😭😭😭😭
nyesak banget bc crita ini kk😭
ok banget👌👌👍
terimakasih
Marlida Yusuf
kok bisa masak tidur kantor apa ya
Nur Hayati
kok langsung panggilx mas ya,,
Juragan Jengqol
pengantin lama ga mau ganggu pengantin baru...
uups
arin siapa
Maryana Fiqa
😭😭😭😭
Callysta Nungrum Amira
sekali jadi😶
Wita Kurniawati
ga apa2, dengan begitu aku jd tertarik..
Elmiah
mantap cerita nya bikin baper ,nasehat,kasih sayang ,tentang sahabat dan tentang keluarga mantap
Elmiah
mantap cerita nye seru banget
Elmiah
cerita bagus banget lanjut bikin penasaran aja
Elmiah
mantap cerita nya lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!