Ingin mengikuti jejak sang ayah, Termasuk pasangan hidup. Sanjaya Nalendra Abraham bisa meraih cita-citanya. Namun tidak dengan kisah cintanya yang tidak semulus kisah kedua orangtua nya. Gadis pujaannya harus pergi untuk selama-lamanya membuat sikap Nalendra berubah.
Hingga pertemuannya dengan Ayra Zalfa Aryani seorang gadis perantau perlahan mampu menjadi obat lara hatinya.
Kemiripan wajahnya dengan mendiang sang kekasih, Membuat Nalendra bersikap lembut dan manis sehingga timbul rasa yang tak biasa hadir terhadap pria itu.
Rasa Cinta Ayra begitu besar, Namun sayang semua itu tak mampu membuka hati Nalendra yang masih bertaut dengan masa lalunya...
Akankah Ayra berhasil mendapatkan hati Nalendra dan membantu melupakan kekasihnya yang sudah tiada?
••••
"Aku Mencintaimu Ayra..." Sanjaya Nalendra Abraham
" Jangan mencintaiku karena aku mencintaimu, Tapi cintailah aku karena kamu memang benar-benar mencintaiku " Ayra Zalfa Aryani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa Khawatir
Apa yang di katakan oleh Brian kepada Ayra memang benar apa adanya. Bahwa sang pemilik apartemen kini sedang sakit dan masih dalam perawatan.
Nalendra yang hanya berniat menginap selama satu minggu di kediaman orang tuanya, Harus di landa kesibukan karena jadwalnya yang padat sehingga pria itu menunda untuk pulang ke apartemen terlebih dahulu.
Belum lagi acara konser besar-besaran yang di laksanakan di luar kota bersama Brian kala itu. Cuaca yang tak mendukung sama sekali mengharuskan Mommy Alea ikut serta.
Ia tak mau jika sang putra yang alergi dingin itu pingsan di tempat.
Dan benar saja. Begitu konser dimulai, Hujan turun deras melanda acara yang begitu di harapkan banyak anak gadis tersebut. Tapi mau bagaimana lagi, Mereka sudah banyak yang membeli tiket dan datang ke acara tersebut.
Selain itu, Konser memang sudah di mulai. Mau di batalkan pun juga percuma. Di tengah-tengah derasnya hujan tersebut, Acara bukannya gagal melainkan semakin sukses. Konser yang di laksanakan berjalan baik bahkan lebih seru dari biasanya.
Sebagai seorang yang di idolakan banyak orang. Nalendra berusaha agar tetap profesional. Ia tak mau melihat para penggemarnya kecewa atau khawatir akan dirinya. Semua berjalan dengan lancar dan tak ada kendala sedikitpun.
Nalendra juga terlihat baik-baik saja usai melaksanakan konser tersebut. Hingga begitu sampai di rumah, Nalendra langsung jatuh sakit.
Bukan hanya demam biasa Melainkan demam tinggi yang membuat Mommy Alea panik sekaligus bingung. Karena menurut Mommy Alea sakit demam yang di derita sang putra tidak biasa.
Terpaksa wanita paruh baya itu membawa sang putra kesayangan ke rumah sakit agar lebih jelas. Dan benar saja, Usai di periksa secara teliti. Demam yang di alami bukan demam biasa Melainkan demam berdarah.
Walaupun dengan begitu, Nalendra tidak mau di rawat di rumah sakit. Sama seperti sang Daddy, Nalendra juga sangat anti tempat itu. Mau tidak mau Mommy Alea terpaksa merawat sang putra di rumah saja.
Tentu dengan peralatan yang lengkap layaknya di rumah sakit. Tidak pernah sakit, Sekalinya sakit begitu parah dan lama sembuh. Hal biasa yang selalu di alami Nalendra. Pria berusia dua puluh lima tahun itu memang jarang sakit dari kecil, Akan tetapi sekalinya sakit begitu menakutkan dan lama untuk sembuh.
"Ssst.. sakit Mom.." Ucap Nalendra begitu lemah, Mommy Alea menarik nafas. Putranya baru sadar dari pingsannya karena terjatuh di kamar mandi.
"Sebentar sayang.. Mommy cuma suntik kok bentar..sama sekalian ganti air infusnya.. "Ucap Mommy Alea menyuntik punggung tangan Nalendra. Setelahnya Mommy alea meraih Air Infus menggantikan yang habis dan menggantungkannya.
"Sayang makan dulu ya.. Abis itu minum obat.."Nalendra menggelengkan kepalanya pelan. Jangankan untuk makan, Membuka mulut saja ia malas.
"Tapi Lendra harus makan.. Makan roti aja gimana?, Roti dari Opa Aditya yang semalam..Abis itu obatnya di minum biar cepet sembuh.."Lagi-lagi Nalendra menggelengkan kepalanya. Matanya terpejam tapi telinganya masih bisa berfungsi dengan baik.
Mommy Alea hanya bisa diam, Inilah yang membuat Nalendra lama sembuh. Selain penyakitnya rindu akan tubuh Nalendra, Nalendra sendiri seperti enggan mengusirnya. Dan itu sudah terjadi sejak Nalendra masih kecil.
Jika sedang sakit begini, Putranya enggan makan apalagi minum obat. Karena dari dulu Nalendra memang sangat anti Dengan apapun yang berkaitan dengan yang namanya obat. Selain benci rumah sakit, Nalendra juga benci obat-obatan.
Menurutnya Obat itu pahit dan tidak enak. Meminumnya saja Nalendra tidak bisa, Harus di haluskan terlebih dahulu di takaran sendok dan di beri air. Itupun jika mau, Jika tidak terpaksa Mommy Alea memberikan obat rasa jeruk yang rasanya manis. Dan tentu obat tersebut bukan obat orang dewasa melainkan obat untuk balita.
.
.
.
Ceklek...
Pintu kamar Nalendra terbuka. Brian masuk ke kamar sang sepupu, Pria yang baru saja menyelesaikan pemotretannya itu berjalan secara perlahan.
Di tataplah Nalendra yang sedang terlelap dalam tidurnya itu. Wajahnya begitu pucat dengan bibir yang pecah-pecah.
"Wajar sih.. Kata Mommy Enda kena demam berdarah.."Gumam Brian dengan pelan-pelan. Dengan hati-hati Brian mendekat dan duduk disamping Nalendra yang sedang tertidur.
Perlahan tangan itu terangkat menyentuh kening Nalendra yang mulai mengeluarkan titik-titik keringat. ",Alhamdulillah.. Udah turun panasnya.."
"Ikut tidur enak kali ya.. "Brian menggeser tubuhnya, Namun pergerakan Brian membuat Nalendra yang sedang terlelap itu mulai membuka mata.
"Bi..Sedang apa kau disini?? " Dengan suara serak dan lemah Nalendra bertanya. Brian yang berniat ingin tidur itu seketika mengurungkan niatnya.
Nalendra yang semula tidur tak begitu nyenyak itu langsung terbangun saat merasakan suatu gerakan. Dan benar saja, Saat membuka mata sepupunya yang menyebalkan itu tengah berada di sini.
"Aku kesini ya ingin menjenguk mu lah..Emang apalagi... "Jawab Brian dengan enteng. Pria itu meraih keranjang buah yang terletak di atas nakas seraya membuka dan mengambil salah satu buah dari dalam sana.
" Itu punyaku Bi.. Kau belum izin.."Ucap Nalendra menatap datar Brian yang hendak menyuapkan buah jeruk ke mulutnya.
"Minta.. Lagian kau kan lagi sakit.. "Nalendra hanya berkedip, Sodaranya yang ini memang tidak ada sungkan-sungkannya.
"Bagaimana..?
"Apanya?
"Ck,,, " Nalendra berdecak. Ia sudah lemah, Pusing di tambah kehadiran Brian membuat kepalanya semakin ingin pecah saja.
"Sudah.. Semalam aku pergi ke apartemen untuk melihat keadaan gadis itu..Aku juga menginap disana.. "Mata Nalendra membola, apa dia tidak salah dengar?
"Ap..apa? Kau menginap?"Brian mengangguk pura-pura polos. "Aku hanya meminta mu untuk melihat keadaannya.. Bukan meminta mu untuk menginap bersamanya Bian!!"
"Ya, Maaf.. Kau bilang kau khawatir.. Ya sudah. Karena aku kesananya malam jadi sekalian minta masakin Bibi.. "Penjelasan Brian tidak dapat Nalendra percaya begitu saja. Matanya menatap tajam Brian yang mulai was was.
"Tapi sumpah.. Aku tidak macam-macam, Aku hanya memantaunya dia baik-baik saja atau tidak.. dan ternyata dia baik-baik saja..."Nalendra diam, Mendengar kabar Ayra baik-baik saja hati Nalendra merasa tenang.
Entah kenapa ia mendadak menjadi khawatir dengan gadis itu. Sudah beberapa hari ia tidak mengabari Ayra. Akan tetapi semua Nalendra lalukan tanpa alasan. Ia memang sangat sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai tidak sempat memegang ponsel.
Dan sekarang ia sakit. Jangankan memegang ponsel dan memberi kabar, Merasakan tubuh dan sakit si kepalanya saja sudah tidak karu-karuan.
"Syukurlah jika Ayra baik-baik saja.. Aku senang mendengarnya dan merasa lebih tenang tentunya.."Ucap pria itu. Brian pun hanya tersenyum tipis, Semoga ini awal yang baik untuk kedepannya batin Brian berharap semoga Nalendra bisa move on dari masa lalunya.
"Kau tidak perlu khawatir.. Lebih baik kau mementingkan kesehatan mu dulu sebelum...
"ASTAGFIRULLAHAL ADZIM!! BRIAAN!!
Kedua model tampan itu sama-sama mengalihkan perhatian kepada seorang wanita paruh baya yang masih cantik serta anggun disana.
Dia adalah Mami Irene, Ibunda kandung Brian. Wanita paruh baya itu mendekat seraya berkacak pinggang. menatap putranya yang menatapnya dengan tatapan bingung.
"Mami, Ada apa? Enda sakit malah teriak-teriak..",Kata Brian kembali fokus dengan buah yang sejak tadi ia makan.
"Kamu ya! Nalendra yang sakit kamu yang habisin buahnya ?? Enak bener??" Brian mengerjabkan matanya, Ia menunduk dan seketika matanya membola. Saking asyiknya mengobrol Brian sampai tidak sadar telah menghabiskan buah milik Nalendra yang entah dari siapa itu. Buah yang semula cukup banyak dan ada beberapa macam kini hanya menyisakan buah anggur, Itupun hanya satu biji. Sementara semuanya sudah ludes lenyap masuk ke perut Brian.
"Enda..Buahnya abis.. ..
.
.
.
TBC