Perbedaan kasta yang terlalu jauh membuat Dina hanya bisa menjadi wanita simpanan seorang CEO muda dan kaya, dapatkah ia hidup bahagia bersama irang yang ia cintai dan harapkan, meski semua menentang dan memisahkan Dina dan kekasihnya ?
Update seminggu 5x ya kalau lebih berarti aq lagi baik dan ada waktu lebih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Faham
Rey pulang dan mencari keberadaan Dina namun gadis yang ia cari tak juga ia temuan, saat dicium aroma masakan ia tau jika gadis yang ia cari pasti sedang berada di dapur.
"Hai sayang". Ucap Rey yang sedang melingkarkan tangannya di perut dan mencium pipi Dina dari belakang karena sekarang mereka ada di dapur dan Dina sedang memasak.
" Rey lepas dulu kalau begini gimana aku masak". ucap Dina yang merasa tidak nyaman dengan pelukan Rey karena gerakannya yang terbatas saat memasak, entah kenapa Rey semakin manja saja setiap hari rapi saat di kantor ia tetap seorang bos killer.
"Aku heran sama kamu, padahal aku bisa nyariin pembantu buat kita, atau makan di luar, kenapa kamu suka sekali masak sendiri ?". ucap Rey yang kini menaruh dagunya di pundak Dina dan tangannya yang semakin dieratkan membuat gadis itu susah masak hingga ia mematikan kompornya dan berbalik menghadap Rey dan menaruh tangannya ke leher Rey.
"kamu kan orangnya pemilih makanan yakin cocok sama masakan pembantu, dan kalau makan di luar kamu masih inget waktu kejadian aku harus ngumpet di kolong meja kayak kucing nyolong makanan, lagi pula aku gak keberatan atau kerepotan harus masak buat kita tiap hari kok". ucap Dina seraya menampilkan senyum teduh membuat Rey merasa tersentuh dan mengangkat tangannya untuk mengelus pipi Dina.
" Kamu memang gadis baik Dina, papa sama mama harusnya nyesel kalau gak dapet menantu kayak kamu". ucapnya seraya mengelus lembut pipi Dina dan hendak menciumnya tapi dengan segera tangan Dina menutup bibir Rey.
"eits aku masih harus masak ya, aku udah laper banget kamu mending duduk di meja makan dulu". ucap Dina membuat Rey mendengus kesal karena Dina merusak suasana dan Dina mendorong punggung Rey agar menjauh dan ia bisa kembali meneruskan masakannya.
Kini mereka berdua sudah makan dan berada di kamar, Rey terlihat sibuk mengemas pakaian atau barang yang di butuhkan ke koper namun anehnya yang ia kemas malah milik Dina, membuat gadis itu kebingungan dengan tingkah Rey.
" kenapa kamu mengemas bajuku, kamu mau mengusirku Rey ?". tanya Dina bingung namun Rey masih saja mengemas barang milik Dina dan tak segera menjawab pertanyaannya hingga gadis itu sebal dan memegang ke dua tangan Rey supaya berhenti.
"Jawab aku". Ucap Dina dengan nada tegas bercampur khawatir, bagaimana tidak tadi sepertinya hubungan mereka baik-baik saja namun kini Rey malah mengemas barang Dina, padahal tidak ada keributan sebelumnya tapi kenapa Rey malah diam saja saat Dina bertanya.
" Kau ingin tau kenapa ?" tanya Rey balik dan di jawab dengan anggukan oleh Dina. Tapi anehnya kini Rey malah menampilkan senyum smirk yang tidak bisa diartikan oleh Dina dan Rey kini berdiri mengambil selembar kertas kecil dan memberikannya ke Dina.
"apa ini ? voucher ?". tanya Dina kala membaca kertar tersebut saat sudah ditangannya dan Rey mengangguk seraya tersenyum.
"itu adalah hadiah ulang tahun dari Rita untukku, hadiah LI-BU-RAN". Jawab Rey seraya menekankan kata liburan yang membuat Dina kini berwajah muram.
" oh jadi begitu, kau kini sudah mencintai dia dan mengemas barangku untuk mengusirku saat kau sudah bosan denganku, dan kau memperlihatkan voucher ini karena hadiah dariku tak ada apa-apa dengan pemberiannya kan, cukup tau tentangmu Rey, selamat tinggal". Ucap Dina emosi dan kini ia memberikan vochernya dengan cara kasar ke Rey dan menutup koper yang sebelumnya sudah Rey kemas lalu menyeret koper itu hendak pergi, namun dengan cepat Rey menghalangi jalan Dina.
"Minggir, aku mau pergi". ucap Dina yang berusaha melewati Rey namun Rey selalu menghalagi jalan Dina.
" Hei siapa juga yang mau mengusirmu". ucap Rey seraya menghalangi kepergian Dina dan kini kedua tangan Rey memegang bahu gadis itu untuk menenangkannya namun segera ia tepis.
"aku muak denganmu". ucap Dina kesal
" tapi aku mencintaimu". ucap Rey yang malah menampilkan senyum, Dina tak mengerti jalan fikiran Rey, bukankah lelaki itu sudah bosan kepadanya lalu untuk apa kepergiannya di cegah. memikirkan Rey membuat Dina jengkel dan dengan cepat ia menginjak kaki Rey dan membuat lelaki itu mengangkat satu kaki dan mengelusnya.
"aku membencimu". ucap Dina yang berhasil keluar kamar dengan membawa kopernya.
Rey sangat kesakitan dengan injakan Dina yang sangat kasar, ia tak menyangka kalau gadis yang selalu menurutinya kini menjadi kasar. Saat tersadar bahwa Dina pergi ia dengan cepat mengejar Dina dan untunglah gadis itu baru sampai di ruang tamu dan hendak membuka pintu keluar. Dengan cepat Rey menutup pintu keluar sebelum Dina berhasil menarik tuas pintu dan menghalagi gadis itu. Rey lalu mencium Dina paksa hingga membuat gadis itu terkejut dan memukul dada Rey dengan kencang.
Seakan tak menghiraukan pukulan di dadanya kini Rey malah memperdalam ciumannya dengan menekan tengkuk Dina dan menyelipkan lidahnya. Sedangkan dirasa tidak bisa melawan Rey kini Dina menyerah dengan ciuman Rey dan ikut terhanyut dengan ciuman itu. Rey merasa jika Dina sudah mulai tenang kini Rey melepaskan ciumannya dan mereka berdua sama-sama menghirup oksigen dengan nafas yang masih tersengal dan detak jantung yang cepat.
" aku belum selesai bicara, kau dengarkan aku dulu oke ". ucap Rey seraya memegang ke dua pundak Dina, sedangkan Dina mengangguk dengan terpaksa karena masih kesal. Kini Rey melangkah menuju sofa duduk di disana sedangkan Dina ia arahkan agar duduk di pangkuannya dan melingkarkan tangannya di perut gadis itu agar tidak pergi.
" kau ingat saat aku bilang ada sesuatu untukmu tadi di toilet kan ?". tanya Rey membuat Dina berfikir lalu mengangguk ingat, memang saat siang tadi di toilet Rey membisikkan sesuatu, tapi tak ia sangka bahwa sesuatu itu berhubungan dengan Rita.
"sesuatu yang ku mangsud adalah voucher itu". ucap Rey membuat Dina kaget dan hendak beranjak namun segera Rey cegah dan mempererat kaitan di tangannya.
" Kau gila, mangsudmu kau memberikan hadiah dari wanita lain untukku". Teriak Dina karena terkejut sementara Rey menjauhkan sedikit telinganya karena suara Dina yang sangat kencang.
"Bukan begitu, mangsudku Rita membeli dua voucher satu untukku dan satu untuknya__". Ucap Rey terpotong.
" jadi kau mau bilang kalau kau akan pergi dengannya dan kau pemerkan ke aku agar aku cemburu begitu ". ucap Dina kesal yang membuat Rey tak tahan juga jengah dan akhirnya ia langsung menjelaskan ke intinya.
" Aku memang akan pergi berlibur dengannya tapi aku juga akan mengajakmu". ucap Rey
"APA...........".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****Hai guys gimana penasaran pengen tau cerita selanjutnya makannya jangan lupa tekan subsribe supaya dapat notif kalau udah update.
Jangan lupa terus pantengin Dina sama Rey ya, jangan lupa juga klik like, komen dan dan kasih aku bintang
Kalian mah kalau gak aku suruh komen pada gak komen ih kan sebel aku, padahal komen kalian penyemangat aku lho.
Jangan pada bosen sama Dina dan Rey ya Guys Happy Reading******
salam
cahay_bintang**
balik lagi kita... sudah berkali2 aku baca ini krna seru , sedih dan kesel juga😅
rey dan dina cintanya yg tdk bisa di ganggu..smpe brtahun2 akhirnya brtemu kembali dan berjodoh kembali
sehingga membuat dadakuu sakit.