Rara, Seorang gadis muslimah yang hidup diperantauan harus bisa bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya dengan kuliah sambil bekerja. Berharap bisa kerja di tempat yang nyaman, Rara malah dipertemukan dengan Adimas (Duda ber anak 1) Majikan yang dingin dan galak. Akankah cinta mereka bersemi dan berujung bahagia???
Ikutin ceritanya yahhhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard Cantik 19
Setelah memenangkan 3 babak penyisihan, rara telah masuk kedalam babak semifinal. Pertandingan akan di lanjutkan besok pagi, Adimas mengajak rara dan bagas untuk pulang.
"Kak rara hebat yahhh, tum tum tum pukulan kak rara bisa pass kena lawan kak rara".
"Hehehe.... gak juga hebat, buktinya kak rara juga kena pukulan kan".
"Masih sakit??"
"Sedikit kak. Masih lebamnya aja menyut rasanya".
"Nanti kita obati setelah sampai dirumah"
"Iyahh".
Sampailah mereka di rumah......
"Rara ke atas dulu ya kak, bagas".
"Iya kak rara bagas juga mau mandi".
Adimas pun pergi kekamarnya sendiri.
Setelah selesai mandi dan sholat isya' mereka makan malam bersama.
"Besok bagas ikut lagi ya kak".
"Boleh"
"Kami harus istirahat yang cukup, biar besok fit lagi".
"Emm iya pak"
"Ini minumlah, vitamin buat badanmu besok seger lagi".
"Terima kasih"
Rara menghabiskan makanannya dan segera minum vitamin dari adimas.
"Pa, tante rossa kemana?"
"Dia ikut pelatihan kantor selama seminggu"
"Ohh bagus deh. Bagas ke kamar dulu ya kak, papa".
"Iya". Bagas meninggalkan rara dan papa nya di meja makan.
"Saya beresin piring dulu ya pak".
Rara membereskan meja makan dan membawa piring kotor untuk di cuci. Saat sedang mencuci piring, adimas ikut membantu rara.
"Kak dimas mau ngapain??"
"Bantuin kamu".
"Ehh gak usahh. Ini kan pekerjaan perempuan. Mending kak dimas ke kamar aja". rara merasa canggung melihat adimas yang terus memepetnya.
"Gak papa saya bantuin".
Rara tidak bisa menolak dan melanjutkan kegiatannya. Dari kejauhan nampak para pembantu tengah menonton adegan PDKT pak adimas dan rara😅
.
Setelah selesai membereskan dapur, rara masuk kekamarnya untuk istirahat. Sama halnya dengan adimas. Rara mematikan lampu utama dikamarnya sebelum tidur dan hanya menghidupkan lampu tidur.
Sementara adimas yang tidak bisa tidur karena terus memikirkan Rara. Adimas mengambil obat untuk luka rara dan ia masuk kedalam kamarnya diam -diam. Dilihatnya kamar yang remang-remang, adimas berjalan perlahan kemudian ia duduk di tepi ranjang.
"Wajahmu sampe lebam gini ra. Kamu tidur kok masih pake hijab". Adimas mengoleskan obat ke ujung bibir rara yang luka, dioleskan perlahan kemudian dituipnya.
"Fuuuhhh fuuhhhh".
Adimas langsung berhenti dan malah menetap bibir Rara yang sedikit tebal namun tampak begitu menggoda. Ingin rasanya Adimas mengecupnya tapi ia langsung sadar,
"Astagfirullah, jangan gilaaa dimassss. Dia belum jadi istrimuuuu" Adimas mengelus dadanya dan langsung pergi dari kamar rara.
.
.
.
Keesok paginyaaaaa.....
Rara terbangun saat Azan subuh berkumandang.
"Hoaaammmm udah subuh aja. Perasaan baru sebentar aku tidur" Rara menghidupkan lampu kamarnya dan melihat obat oles itu masih berada di kasurnya.
"Obat apa ini??" Rara membaca keterangan di dalam obat itu.
"Kapan aku pake obat ini??" rara melihat ke arah cermin dan melihat luka di ujung bibirnya yang pecah sudah mengering.
"Siapa yang melakukan ini?? Apa kak dimas??"
Rara segera mandi dan sholat subuh, setelah itu menyiapkan sarapan.
Makanan sudah siap di atas meja, Bagas dan Adimas yang sudah rapi langsung duduk di meja makan.
"Kalian udah rapi banget".
"Iyaa dong kak, bagas kan mau nyemangatin kak rara".
"Hehehe makasihhh sayang. Makan dulu yaa".
Rara mengambilkan nasi goreng di piring bagas.
"Punyaku mana??" Dengan senyum manis Adimas meninta rara untuk mengambilkan nasi goreng untuknya. Rara pun mengambilkan nasi untuk adimas.
"Segini cukup??"
"Cukup. Terima kasih".
"Sama-sama kak. Emm terima kasih obatnya" Rara nampak malu-malu mengatakan itu kepada adimas.
"Iyaah, mudah-mudahan kamu cepet sembuh".
"Kak dimas ngobatin aku, berarti kak dimasss memegang bibirku?? Ohh tidaakkkk" Gumam Rara dalam hatinya.
Setelah mereka selesai sarapan, Adimas mengajak mereka berdua untuk berangkat pagi ini.
Rara dan adimas menunggu Bagas di mobil, ia yang masih bersiap.
"Kak, rara boleh nanya?"
"Iya"
"Semalam kak dimas yang mengobati luka rara langsung yaa??"
"Iya"
"Cuma ngobatin aja kan kak??" Rara nampak takut-takut.
"Memangnya kamu pengennya gimana??"
Adimas mendekat ke kursi Rara dan menatapnya tajam.
"Hmmm saya gak pengen apa-apa. Cuma mau mastiin kalau gak terjadi sesuatu".
"Apa kamu pikir aku akan mencium mu??"
Rara langsung terkejut dan membuka matanya lebar-lebar.
"Hah?? Jadi kak dimas cium rara??" Wajah Rara menjadi serius dan akan marah.
Pletaaaakkkkkkkk (Adimas menjitak dahi Rara)
"Hahaha Pikiranmu itu terlalu kotor!!, Saya gak akan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan".
"Heheh maaf kak kalau gitu. Saya takut aja" Rara menyatukan jari telunjuknya di depan dadanya.
"Maaf yaaaa bagas lama heheh.... coba lihat kak".
Bagas masuk kedalam mobil dan membawa kertas karton. Adimas menjalankan mobilnya menuju lokasi pertandingan.
"Ini apa bagas??"
"Nanti kak rara bakal tau hehehe".
"Huh dasar kamu suka nya main rahasiaan sama kakak rara".
"Heheheeheh"
.
.
.
Setelah perjalanan yang cukup lama sampailah mereka di tempat tujuan.
"Rara ganti baju dulu yaa".
"Iyaa"
Rara berjalan ke arah ruang ganti baju, namun saat itu ia bertemu dengan Ilham.
"Kak Ilham"
"Rara"
"Kak ilham kok pake baju itu? katanya panitia?"
"Hehehe kak ilham jadi wasit hari ini".
"Ohh gitu"
Dari kejauhan Adimas melihat Rara mengobrol dengan Ilham pun langsung kesal. Ia menyusul rara dan menghentikan obrolan mereka.
"Rara, katanya kamu mau ganti baju". Adimas datang dan langsung merangkul bahu rara. Rara dan Ilham pun langsung kaget bersamaan.
"Ehh anu kak, rara lagi ngobrol sama kak ilham"
"Itu toiletnya antri, kamu ganti baju di mobil aja". adimas mengajak rara pergi.
"Kami permisi dulu".
Dengan cepat Adimas membawa Rara masuk kembali dimobilnya. Rara melepaskan rangkukan adimas yang menurutnya itu sudah keterlaluan.
"kak dimas jangan main rangkul gitu dong. Bukan Muhrim tau".
"kakak terpaksa, biar playboy itu gak gangguin kamu lagi. Sekarang cepat ganti bajumu di dalam"
"Iya iya" Rara dengan wajah sebel pun masuk kedalam mobil dan mengganti bajunya, sementara Adimas berjaga diluar. Tak lama Rara keluar dari dalam mobil.
"Lain kali, jangan pernah ngobrol akrab sama cowok".
"Memangnya kenapaa?? Toh sekarang saya ngobrol sama kak dimas!"
"Kalau sama saya boleh. yang lain gak usah".
"Memangnya kenapa??"
"Karenaa....."
"Kak rara, pertandingan mau dimulai".
"Ohhh iya, kak rara bersiap dulu yaaa". Rara berlari ke ruang tunggu peserta.
"Huh!!! kenapa aku jadi gak suka ya rara deket sama pria lain??!" Adimas dan bagas segera mencari kursi penonton untuk menonton pertandingan.
.
.
.
Hmmm Apa Adimas mulai tumbuh benih-benih cinta??????Menurut kalian gimana Kalau Rara sama Adimas aja?? atau rara sama ilham????🤔🤭🤫
.
.
Jangan lupa like, comen dan Voteeeee yang banyakkk yahhhhhhhhh😆🥰😍😘
tinggal ngmng doang jg..🤦