Bagaimana rasanya apabila kita bisa melihat kejadian masa lalu dan kejadian masa depan juga selalu di hantui mahluk halus yang menjadikan dirinya alat untuk balas dendam
Tiara Wulandari seorang siswa SMA mengalami keanehan pada dirinya setelah gadis itu selamat dari aksi pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAYANGAN 19
Dimas akhirnya tiba di rumah Tiara, pemuda itu terpesona melihat kecantikan gadis itu dan hanya bisa memandang seperti patung.
"Ka Dimas kenapa cuma bengong aja?" kata Tiara heran melihat pria itu hanya berdiri tanpa bersuara.
"Kamu cantik banget aku sampai terpukau lihatnya!" jawab Dimas dan berhasil membuat pipi Tiara merona mendengar pujian pria itu.
Ibu Risma dan pak Bowo langsung mempersilakan Dimas masuk karena tida enak di lihat tetangga.
Dimas masuk ke rumah sederhana itu, Tiara duduk di temani ketiga hantu yang selalu menempel pada dirinya dan hanya Dimas yang bisa melihat itu tidak dengan kedua orangtua Tiara.
"Ka Dimas lama sekali tidak kerumah Tiara?" kata gadis itu.
"Kamu kan lagi sibuk kuliah kakak gak mau nganggu belajarmu, kakak juga sekarang mengajar di 2 sekolah juga belajar buka usaha kecil-kecilan," jawab Dimas.
"Kakak jangan terlalu cape, kalau udah punya usaha sendiri mengajarnya di kurangin" kata Tiara lagi dan itu membuat Dimas tersenyum karena gadis itu perhatian dengannya.
"kalau usaha kakak sukses kakak akan berhenti mengajar sayang, untuk saat ini kakak fokus ngumpulin uang buat melamar kamu nanti karena kakak ingin saat kita menikah kakak sudah punya rumah dan semuanya karena kakak ingin kamu bangga punya suami seperti kakak nantinya," jawab Dimas membuat Tiara terharu mendengarnya.
Pak Bowo dan Bu Rosma yang mendengar obrolan mereka di ruangan lain ikut terharu karena putrinya kini sudah besar dan sebentar lagi ada yang ingin meminangnya.
"Putri kita sudah dewasa pak kayanya sebentar lagi di pinang Dimas," kata Bu rosma terharu.
"Iya Bu kini sudah saatnya Tiara tau semuanya tentang masa lalunya, kita tidak bisa menyembunyikan semua ini terlalu lama" ucap pak Bowo.
Pria itu lalu membuka lemari kayu yang berada di kamarnya itu, mengeluarkan kotak kecil milik Tiara.
Sambil membawa kotak itu pak Bowo dan Bu Rosma langsung menghampiri sepasang kekasih yang duduk di ruang tamu itu, pak Bowo ikut bergabung dan memberikan kotak itu kepada Tiara membuat gadis itu binggung.
"Apa ini pak?" tanya Tiara kepada bapaknya.
"Bukalah bapak nyakin kau akan mendapat jawabannya!" kata pak Bowo walau tanpa cerita Tiara pasti tau lewat bayangan yang selama ini dia punya.
Saat gadis itu membuka kotak itu, tiba-tiba ada bayangan kejadian yang di lihat Tiara, gadis itu seakan masuk ke sebuah kisah masa lalu keluarganya, gadis itu melihat sebuah kejadian yang cukup sadis namun Tiara belum mengingat wajah kedua orangtuanya sendiri.
Tiara melihat sebuah rumah yang di tempati sepasang suami istri yang memiliki seorang putri yang wajahnya mirip seperti wajahnya saat dirinya masih berusia 15th.
Kehidupan yang harmonis di rumah itu tiba-tiba menjadi kehidupan yang menyedihkan, tiba-tiba sepasang suami itu kedatangan beberapa orang tamu.
Awalnya sang tuan rumah menyambutnya dengan hangat dan sang istri juga putrinya pergi kedapur ingin membuat minuman buat tamunya itu, saat sang istri ingin keluar membawa minuman itu matanya melihat sang suami yang di tusuk dengan sebuah pisau dan lehernya di jerat dengan pelaku lain mengunakan kain panjang.
Melihat suaminya sekarat dan hampir mati sang istri memutuskan kabur lewat pintu belakang bersama putrinya dan langsung menuju mobil suaminya, untung kunci mobil ada di dalam mobil itu karena sang suami lupa mencabutnya seperti ada firasat yang membuat dirinya lupa dengan barang penting itu.
Melihat mangsanya kabur tamu itu tidak tinggal diam mereka juga langsung mengejar 2 wanita itu, karena sang istri tidak terlalu pandai mengemudi mobil mereka berhasil di kejar penjahat itu dengan mengunakan balok penjahat itu menghantam kaca mobil hingga pecah dan serpihan kaca itu mengenai mata putrinya.
Mobil yang di kendarai wanita itu meluncur di daerah persawahan tapi sepi tidak ada orang sama sekali, sang istri keluar dari mobil mengajak putrinya berlari karena sang putri terkena pecahan kaca membuat dirinya tidak bisa melihat jalan dan tergelincir ke bawah bersama ibunya dan bertemu dengan seseorang pria yang wajahnya mirip dengan pak Bowo.
Sang ibu menitipkan putrinya untuk di selamatkan dan dia akan menghalangi penjahat itu kalau tidak semuanya akan mati, pak Bowo langsung mengendong gadis yang sedang pingsan tersebut dan berjanji akan menjemput wanita yang terluka itu namun saat dirinya berada di rumput yang cukup tinggi dia mendengar suara wanita teriak dan melihat apa yang terjadi dan ternyata wanita itu dibunuh dengan cara sadis dan jenasahnya di bawa oleh orang-orang itu.
Tubuh Tiara berguncang hebat saat melihat bayangan itu, airmata gadis itu tanpa terasa mengalir deras di pipinya namun bayangan itu seakan memutar sebuah film dan Tiara yang menontonnya tanpa di ganggu orang lain.
Ibu Rosma dan pak Bowo yakin pasti putrinya melihat peristiwa itu dan sebagai orangtua mereka berusaha mendampingi Tiara dan memberi semangat sambil mengusap-usap punggung putrinya dan sang ibu memeluk tubuh Tiara.
Dimas yang belum tau masalalu Tiara hanya bisa diam tidak berani bertanya walau sebenarnya dia merasa penasaran dan khawatir kenapa Tiara tiba-tiba menangis saat membuka kotak itu.
Setelah bayangan itu selesai memutar memori itu tubuh Tiara mendadak lemas dan gadis itu pingsan di pelukan sang ibu, pak Bowo membawa putrinya kekamarnya.
Tidak berselang lama Tiara sadar dan melihat ibu bapaknya yang setia mendampinginya selama pingsan juga Dimas kekasihnya, pak Bowo belum menceritakan apa yang di lihat Tiara kepada Dimas karena dia ingin menceritakan pas Tiara sadar nantinya.
"Pak.... Bu... Siapa mereka? Apa mereka orangtua kandungku?" tanya gadis itu dan di jawab anggukan kepala oleh kedua orangtua angkatnya itu.
Tiara membuka kembali kotak itu dan terdapat sebuah kalung cantik dengan liontin berbentuk buah persik berwarna orange, juga anting, gelang dan cincin dengan model serupa sama kalung itu juga sebuah kartu ATM berwarna biru.
"Ini semua milikmu Tiara, aku belum sempat menanyakan nama aslimu sehingga kamu aku beri nama Tiara karena bagi kami kamu adalah mutiara yang dianugerahkan Tuhan untuk menemani kami yang belum memiliki seorang anak," kata pak Bowo.
Di ATM itu ada uang peninggalan ibumu saat menitipkan kamu ke bapak, sebagian bapak gunakan untuk operasi matamu karena bapak ingin kamu bisa melihat kembali sayang dan sisanya bapak gunakan untuk modal dagang dan keuntungannya bapak masukan lagi ke ATM itu untuk biaya sekolahmu.
"Bapak mencoba mencari tau keluargamu tetapi bapak tidak menemukannya, mungkin kamu akan menemukan sendiri. Keluargamu Tiara dengan bantuan bayangan itu," kata pak Bowo menjelaskan kepada Tiara.