Tiba-tiba menjadi gadis penebus hutang, Aina harus merelakan dirinya dinikahi oleh pria paruh baya, sosok yang lebih pantas menjadi ayahnya.
Namun, siapa sangka, ternyata pria tersebut adalah orang yang terhubung dengan masa lalunya.
Lalu bagaimana Aina keluar dari bayang-bayang itu, sementara masa lalu terus mengejarnya. Bahkan mengikatkan tali tak kasat mata di kakinya.
Salam anu👑
Ig @nitamelia05
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Jadikan Aku Milikmu
"Kamu bercanda, Na?" Gavin terus menatap Aina dengan tatapan tak percaya. Karena dia tahu Aina tidak akan seberani itu mengajak dia bercinta.
Dia yakin sebelum dia datang ada sesuatu yang terjadi, itu terbukti dari luka memar yang ada di dahi Aina.
Dengan cepat Gavin memegang kedua sisi wajah kekasihnya. "Apa yang sudah Daddy lakukan? Hem? Dia melukaimu lagi?" Tanya pemuda tampan itu.
Namun, bukannya menjawab Aina malah menyingkirkan tangan Gavin. Lalu tanpa diduga gadis itu melepas baju rumahannya, hingga Gavin bisa melihat dengan jelas dua dada Aina yang menyembul dari balik penyanggah.
"Aku menginginkanmu, Gav. Ayo kita lakukan sekarang juga," ujar Aina dengan tatapan memohon. Sumpah demi apapun, dia akan merasa jauh lebih baik, ketika Gavin yang mendapatkan mahkotanya.
Gavin terdiam sesaat, lalu dia menggelengkan kepala. "Tidak, Aina. Kamu tahu aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita menikah."
"Tapi aku tidak bisa menunggu selama itu!" sentak Aina. "Dan aku yakin, sebenarnya kamu juga menginginkannya."
Gavin benar-benar tak mengerti apa yang ada di otak Aina. Hingga dia merasakan saat Aina berusaha untuk mencium bibirnya. Terdengar isak kecil dari bibir gadis itu, tetapi dia tetap melanjutkan permainan untuk memancing Gavin.
Sebagai pria normal, dan sosok yang mencintai Aina. Gavin merasa dilema. Antara mengikuti gadis itu atau tetap teguh dalam pendiriannya.
Gavin terus terdiam, hingga Aina berhasil naik ke pangkuannya.
Aina mencium bibir Gavin ala kadarnya. Sementara jemari lentiknya bermain-main di rambut pemuda tampan itu.
Lama semakin lama, gairah terlarang itu datang. Sekuat apapun Gavin menolak pesona ibu tirinya, akhirnya dia jatuh juga. Apalagi Aina sendiri yang menawarkan nirwana kepadanya.
Tanpa melepas pertautan di bibir mereka. Gavin menggendong tubuh Aina untuk naik ke atas ranjang. Mereka terus bercumbu, hingga akhirnya Gavin berada di titik puncak.
Dia ingin melepaskan sesuatu yang memang seharusnya dilepaskan. Gavin membuka kaos yang sudah seharian ini melekat di tubuhnya. Sebab dia benar-benar baru pulang dari bengkel, dan langsung menemui Aina.
Gavin meraih telapak tangan Aina, membukanya agar mereka bisa saling menggenggam.
"Kamu yakin tidak akan menyesal?" tanya Gavin sekali lagi, karena setelah ini dia tidak yakin bisa berhenti.
Mata Aina tak menunjukkan satu keraguan pun, dia malah menggunakan satu tangannya untuk membelai dada Gavin, lalu berakhir di tengkuk pemuda itu.
"Jadikan aku milikmu malam ini. Kamu bilang kita akan melaluinya bersama 'kan? Let's play!" balas Aina, membuat Gavin tak bisa menahan dirinya lagi.
Malam itu mereka benar-benar menyatu dan menciptakan derit ranjang. Beruntung, kamar Aina kedap suara dan jauh dari orang-orang. Jadi, desaahann keduanya tidak akan ada yang mendengar.
Desaah antara anak dan ibu tiri.
*
*
*
Pagi datang dengan cepat, Aina yang lebih dulu bangun melihat tubuh telanjaang Gavin masih berada di sisinya.
Seketika senyum langsung menghiasi bibir gadis cantik itu. Mengingat percintaan mereka semalam yang begitu dahsyat.
Karena hari masih gelap, akhirnya Aina memutuskan untuk kembali tidur. Dia melingkarkan tangan di tubuh kekar Gavin, membuat pemuda itu menggeliat, lalu membawa masuk Aina ke dalam dada bidangnya.
*
*
*
Sejak Gavin kembali masuk ke dalam rumah utama. Danesh telah meminta satu orang untuk melaporkan tentang apa saja yang terjadi di sana.
Hingga saat siang hari, dia bertemu dengan orang kepercayaannya di sebuah restoran mewah.
Danesh yang baru datang langsung duduk dan menyilangkan satu kakinya. Mengambil satu batang rokok, lalu menyulutnya menggunakan pemantik.
"Ada berita apa saja?" tanya Danesh to the point.
"Sejauh ini aman, Tuan. Tuan Muda Gavin tidak membuat masalah, apalagi terlibat cekcok dengan Tuan Besar. Tapi dia hanya suka membantu gadis yang Tuan Besar nikahi. Karena Tuan Besar tidak memperlakukannya dengan baik," jawab pria itu apa adanya.
"Cih, aku tidak peduli dengan Tua Bangka itu. Aku hanya ingin kamu mengawasi Gavin, kalau sampai dia berulah, secepatnya hubungi aku. Karena aku tidak akan tinggal diam!"
Danesh menghisap benda bernikotin yang terselip di kedua jarinya, lalu menghembuskannya ke udara. Sama seperti keinginannya untuk menghempaskan Gavin.
***
Maapkan Aina ya gaes karena akhirnya milih jalan yang salah🥺
itu akibat tabur tuai Margin, udh mantan suami di srlingkuhin, boroknya du tinggalin di urus mantan msh aja otak jahat suruh anaknya bunuh PP sambung nya. sadis ngk tuh, kena situ padal berlapis habis itu tinggal Terima karma mu😡