NovelToon NovelToon
Batal Cerai

Batal Cerai

Status: tamat
Genre:Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Selingkuh / Tamat
Popularitas:828.9k
Nilai: 4.3
Nama Author: Dee_K

Ayara dan Darren adalah sepasang pengantin baru dari sebuah perjodohan yang dilakukan kedua orang tua mereka.

Karena tidak ada chemistry diantara keduanya, akhirnya mereka sepakat untuk bercerai. Apalagi Ayara sendiri sudah memiliki kekasih yang berjanji akan menikahinya.

"Kamu bisa menggunakan fotoku dengan kekasihku sebagai bukti perselingkuhanku, agar proses perceraian kita berjalan lancar" Ujar Ayara.

"Terserah kamu saja." Darren menatap dingin pada perempuan yang sudah dua bulan ia nikahi.

Namun rencana yang sudah Ayara susun dengan rapi itu ternyata gagal dan berujung luka, saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa sang kekasih berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Hingga akhirnya berkas perceraiannya yang sudah masuk di pengadilan dicabut oleh Darren. Mereka batal bercerai.

***
Yuk simak terus kelanjutan kisah Ayara dan Darren!!
Jangan lupa follow akun ig author @dee_k9191

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 19. Bekerjasama

Setelah resmi menyandang suami istri, Aya pun diboyong pulang ke rumah Darren. Atau lebih tepatnya di rumah mertuanya. padahal kalau Aya boleh memilih, ia ingin tinggal di apartemen Darren yang pernah ia datangi dulu. Tapi semua itu tidak akan pernah terwujud. sepertinya kedua orang tua mereka sudah bisa menafsirkan kalau mereka tinggal di apartemen pasti mereka akan tidur di kamar yang terpisah. Jadilah sekarang mereka tinggal di kediaman Papa Vano.

Pagi itu, Darren langsung mengajak Aya pulang ke rumahnya setelah melewati malam pengantin yang tidak ada cerita ranjang bergoyangnya.

Sesampainya di rumah Darren, pria itu membimbing istrinya masuk ke dalam kamar yang akan mereka tempati. Bahkan Darren tidak menyangka kalau sofa yang ada di dalam kamarnya mendadak hilang.

“Kita tidur di kamar yang sama?” tanya Aya.

“Iya. kalau kamu tidak mau atau keberatan, kamu bisa tidur di kamar tamu. Tentunya harus terima resikonya.” Jawab Darren dingin.

“Apa tidak ada sofa di sini? lalu aku tidur di mana? Tidak mungkin kan kita tidur di ranjang yang sam,-“

“Sofa di kamar ini sepertinya sengaja diambil. Kamu cukup tahu bukan apa tujuannya. Jadi, lebih baik kita bekerja sama mulai dari sekarang karena kita sama-sama tidak menghendaki pernikahan ini.” sahut Darren dengan suara yang masih sama. Dingin.

Aya tidak menjawab. Dia menghembuskan pelan nafasnya lalu berjalan menuju sebuah lemari untuk meletakkan baju-bajunya.

“Tunggu!” cegah Darren saat Aya hendak membuka salah satu lemari yang berjejer di sana.

Aya hanya menoleh tanpa berminat untuk mengeluarkan suaranya.

“Lemari kamu ada di sebalah sana! Yang ini sudah penuh dengan baju-bajuku.” Ucap Darren sambil menunjuk ke sebuah lemari yang tempatnya terpisah dengan lemari Darren.

Aya mendengus kesal, setelah itu bergerak menuju lemari yang ditunjuk oleh Darren baru saja. sepertinya memang Darren lebih dari dirinya yang tidak menginginkan pernikahan ini. lemari saja tidak mau berdekatan.

Darren duduk di tepi ranjang sambil mengamati Aya yang memasukkan baju-bajunya ke dalam lemari. Setelah itu ia mengajak Aya bicara serius mengenai dimana mereka berdua nantinya tidur.

“Tidak ada pilihan lagi selain kita tidur di ranjang yang sama. Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun. Atau bahkan akan terjadi sesuatu. Kalau kamu keberatan, kamu bisa tidur di lantai.” Ucap Darren.

Aya sebenarnya tidak terima. Namun setelah itu ia setuju, karena ia merupakan tipe orang kalau tidur tidak pernah merusuh. Sebenarnya Darren juga begitu.

“Baiklah. Aku juga akan jamin kalau kita tidak akan lama tidur dalam ranjang yang sama. Karena setelah ini kita akan berpisah. Untuk alasan yang tepat mengenai perceraian kita, biar aku yang cari jalan keluarnya.” Sahut Aya dengan entengnya. Padahal sampai saat ini ia tak juga mendapat kabar tentang kekasihnya itu.

Darren mengepalkan kuat tangannya saat mendengar kata perceraian. Entah kenapa dia sangat tidak suka mendengar kata itu. setelah itu Darren segera beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar tanpa mengucapkan apapun.

“Dasar pria aneh dan menyebalkan!!” umpat Aya setelah Darren keluar dari kamar.

***

Sementara itu di luar negeri, atau lebih tepatnya di sebuah rumah besar peninggalan orang tuanya, tampak Gandhi sedang sibuk di ruang kerjanya. Pria sedang mengerjakan tugas kuliahnya juga pekerjaan kantornya yang sangat banyak.

Hilangnya kabar tentang dirinya dari Aya beberapa waktu ini selain karena unsur kesengajaan, juga karena Gandhi sangat sibuk.

Ya, setelah kejadian malam itu, di mana ia gagal menjadikan Aya miliknya, kemudian ia diusir dari hotel tempat dia menginap sekaligus tuduhan paspor palsu hingga menyebabkan ia harus kembali ke negara asalnya, membuat Gandhi tidak bisa berkutik sama sekali. Apalagi untuk menghubungi Aya pun ia tidak bisa. Dugaan Gandhi kalau penyebab semua itu adalah orang tua Aya yang memang tidak setuju dengan hubungannya ini.

Gandhi sudah bertanya pada Omnya mengenai kedua orang tua Aya. Om Very yang notebene adik dari mendiang Mama Gandhi sama sekali tidak mengenal orang tua Aya, walau pria itu sebelumnya sudah tinggal lama di Indonesia. Om Very hanya tahu kalau kecelakaan kedua orang tua Gandhi murni kecelakaan lalu lintas, walau saat itu Mirza juga sebagai korban. Jadi Om Very tidak terlalu mempermasalahkannya.

Namun Gandhi merasa tidak puas dengan jawaban Omnya itu. diam-diam dia mencari informasi sendiri tentang masa lalu kedua orang tuanya, apakah memiliki masalah dengan orang tua Aya. Dan hari ini juga Gandhi mendapat kabar dari orang suruhannya.

Gandhi membaca email itu dengan seksama. Di sana dijelaskan kalau Papanya pernah menaruh dendam pada Mirza lantaran kematian Deo, adik angkat Papa Gandhi. Deo yang dulunya sahabat dekat Mirza harus mati di tangan sahabatnya sendiri, lantaran Deo seorang penghianat dan menyebabkan Mirza sampai masuk penjara. Oleh karena itu setelah keluar dari penjaran, Mirza bergabung dengan salah satu anggota mafia untuk membalas perbuatan Deo dengan cara membunuhnya.

Dari situlah Papa Gandhi tidak terima. Hingga ia menyusun rencana balas dendam dengan membuat rekayasa kecelakaan. Namun sayangnya justru kecelakaan itu merenggut nyawanya sendiri, bahkan istrinya juga.

Tangan Gandhi bergetar membaca email itu. sungguh dia tidak menyangka kalau perbuatan Papanya sekeji itu. padahal jelas-jelas adik angkat Papanya itu bersalah. Tapi kenapa Papanya seolah tidak terima. Apalagi Mamanya yang tidak tahu apa-apa harus ikut menjadi korban dalam kecelakaan itu.

Kini Gandhi pun mengerti kenapa kedua orang tua Aya menentang kuat hubungannya. Sebagai orang tua jelas khawatir jika terjadi sesuatu dengan anaknya. apalagi dia yang berasal dari keluarga pembunuh. Mirza juga pasti berpikir jika dirinya sudah mengetahui semuanya, ia pun akan balas dendam lagi atas kematian orang tuanya yang disebabkan oleh Papa Aya.

Namun semua itu salah. Gandhi bukanlah tipe orang pendendam. Dia masih bisa menilai siapa yang benar dan siapa yang salah. Jadi salah besar jika Mirza menuduhnya akan balas dendam pada Aya.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kalau penyebabnya hanya masalah ini, aku akan bertemu langsung dengan orang tua Aya, agar aku bisa menjadikan Aya istriku.” gumam Gandhi.

Setelah itu Gandhi menghubungi Om Very yang saat ini sedang berada di Indonesia. Pria itu memang sedang ada pekerjaan penting di sana, menggantikan dirinya yang akhir-akhir ini sibuk dengan kuliahnya.

Sudah panggilan kelima, namun Om Very tak juga menerimanya. Namun setelah itu panggilannya tersambung.

Gandhi sedikit menjauhkan ponselnya saat mendengar suara desa han seorang wanita yang begitu jelas. Sudah bisa dipastikan kalau Omnya sekarang sedang melewati malam panjang dengan wanita bayaran.

“Ada apa, Gan?” tanya Om Very dengan suara lirih menahan desa hannya.

Gandhi pun mengatakan kalau ia ingin segera terbang ke Indonesia untuk bertemu dengan Aya dan juga orang tuanya. Namun sayangnya Om Very menolak. Dia meminta Gandhi menyelesaikan dulu kuliahnyanyang tinggal beberapa bulan lagi. karena pria itu juga sedang sibuk dengan beberapa proyek yang ia tangani. Akhirnya Gandhi harus bersabar dulu.

***

Sementara itu malam ini Lissa sedang berpacu dalam kenikmatan bersama sugar daddy yang menjadi teman kencannya akhir-akhir ini. Lissa sangat menikmati permainannya. Terlebih pria itu selalu memberikan banyak uang padanya.

“Apa Om Very sudah puas?” tanyanya dengan tangan kembali aktif memberikan sentuhan pada pria berusia empat puluh tahun itu.

.

.

.

*TBC

Happy Reading!!

1
Ana
kak ada season 2 nya ga 🥺🥺
Ana: 🥺🥺🥺🥺semoga secepatnya ya kak, aku menunggu, semangat kakak 💪
total 2 replies
Zainora Mda
Buruk
Zainora Mda
Biasa
Elisaa Putri
Kecewa
Elisaa Putri
Buruk
Despen Hendri
keren
Adila Ahmad
bgus
Ati Sumiati
tp aneh,masa kaka istri nya sampai gak kenal, apalagi katanya suka nganter kuliah
Ai Kurniawati
Luar biasa
Ita Rojali
blm hbs dibaca
Ipha Irwan
Lumayan
Sumiatun San San Kin
Lanjut min
Sumiatun San San Kin
Lah ternyata kisah mama devina mirip dengan aya jadi sekarang gantian mama devina ngambek sama papanya aya deh.
Sumiatun San San Kin
semoga aya cepat ditemukan oleh papa nya aya
Sumiatun San San Kin
Cepatlah dateng sebelum aya dipindahkan dari tempat itu.
Sumiatun San San Kin
Itulah balasannya karna dia sangat jahat terhadap aya.
Sumiatun San San Kin
Wah makin seru padahal aya mungkin jga sedang hamil itu.
Sumiatun San San Kin
pembahasan yg setimpal karena dia sangat licik dan jahat terhadap aya.
Sumiatun San San Kin
pasti veri yg membuntuti aya dan berniat jahat pada aya.
Sumiatun San San Kin
Wah seru ini kalau sampai mereka bertiga bertemu 😀😀😀ponakan dan Om nya sama lisa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!