NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Beranak Tiga

Menikahi Duda Beranak Tiga

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Nikah Kontrak / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: Candradimuka

"Jaminan rumah sakit, operasi, dokter, apa pun sampai Ibu kamu baikan. Rumah, makanan, dan sokongan usaha. Sepuluh tahun. Itu mahar saya."

Untuk membiayai operasi cangkok hati ibunya, Juwita sebagai anak satu-satunya harus berusaha keras. Di tengah frustrasi memikirkan biaya rumah sakit, seorang pria tampan datang meminta Juwita jadi istrinya. Sebagai ganti, pria itu akan membiayai seluruh pengobatan Ibu dan akan menanggung kehidupan orang tuanya sepuluh tahun kedepan.

Juwita setuju.

Masalahnya, ternyata pria itu punya tiga anak yang tiga-tiganya adalah anak setan.


*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candradimuka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Kerusuhan Pagi

Adji tiba-tiba membeku. Menoleh pada Juwita yang terlihat polos mengatakannya.

"Saya tau makin kita jago makin kita ditinggalin. Saya juga paham kalo kita di puncak, sembilan puluh sembilan persen yang deketin kita cuma penjilat. Tapi, emangnya enggak boleh? Kan emang hukum alam."

Entah kenapa Adji tak dapat membalas.

"Yah, saya juga paham sih kamu enggak mau Abi jadi sombong. Maksud saya, yang saya liat dari Abi kayaknya bukan sombong. Dia itu, apa ya?"

Adji merasakan jantungnya luruh saat Juwita tersenyum.

"Cuma enggak suka kalah?" Gadis itu terkekeh. "Orang kayak gitu nyebelin banget kalo kita seumuran, tapi kalo ngeliat dari jauh, bakal langsung bisa dibedain mana yang serius sama hidupnya mana yang enggak."

"...."

"Anak kamu kayaknya sayang banget sama waktu remajanya, makanya dia mau menang terus. Emangnya salah?"

*

Dulu, Adji pernah berpikir bahwa punya anak kecil itu merepotkan. Saat Adji senang, ia sangat berharap anaknya lambat dewasa agar tetap bermain dengan ceria bersama Adji.

Tapi, saat Adji lelah, ia berharap anaknya cepat dewasa agar tidak menyusahkan.

Setelah Abimanyu mulai remaja disusul Banyu, Adji mulai menerima kenyataannya bahwa ... jadi orang tua adalah pekerjaan tanpa masa akhir.

Anaknya kecil, dia sangat merepotkan minta main dan main. Saat anaknya besar, Adji yang sudah kerepotkan memikirkan hidupnya jadi ikut repot memikirkan bagaimana masa depan anaknya nanti.

Sampai-sampai Adji lupa kalau itu tetap hidup anaknya.

Pikiran Adji langsung bercabang memikirkan ucapan sederhana Juwita. Seolah dia berkata seharusnya Adji lebih menerima Abimanyu dan tidak menjadikan rasa takutnya sebagai alasan menghentikan pertumbuhan anak itu.

Turun ke bawah, Adji melihat Abimanyu tidak bersemangat karena gagal ikut ternamen.

Terus terang Adji merasa sedikit 'senang' dia gagal, karena pikir Adji itu bisa memberi dia pelajaran.

"Kakak."

Suara Cetta membuat Adji menoleh, tersenyum melihat anaknya akrab dengan Juwita.

"Apa, Sayang?" Juwita membalas manis, tak lupa tersenyum lebar.

"Cetta punya hadiah."

"Ohya? Apa, tuh? Coba Kakak liat."

Cetta mengulurkan bayi kura-kura yang membuat Juwita langsung menjerit.

"AAAAKKKKHHHH!"

Senyum Adji berubah masam. Langsung ia melihat anak keduanya, Banyu, tengah pura-pura main PS padahal bahunya teeguncang oleh tawa.

Bocah ini. Dia selalu menyuruh adiknya berbuat nakal lalu lepas tangan.

"Cetta, sini."

Anaknya datang dengan wajah ceria, karena dia cuma mengikuti bagaimana semua orang tertawa melihat Juwita histeris.

"Kura-kuranya sini."

Cetta memberikannya, dan Adji memulangkan itu ke akuarium.

Juwita berusaha keras menetralkan napasnya karena terkejut pagi-pagi. Waktu Adji mau mendatanginya, tiba-tiba Juwita berseru.

"Kalian bertiga, sampe nangis darah juga enggak bakal aku ajak ngomong lagi!"

Lalu Juwita dengan mata terluka melihat Cetta.

"Kamu jahat sama Kakak! Kita enggak temenan lagi! Putus aja!"

Juwita beranjak pergi, naik ke lantai tiga sebelum sarapan selesai dibuat.

Pandangan Adji langsung tertuju pada putra bungsunya. Bibir dia mulai maju, matanya berkaca-kaca sebelum semua berubah jadi tangisan.

Abimanyu minum susu, menganggap tangisan adiknya musik pagi hari. Banyu malah pura-pura tuli, tidak mau tanggung jawab.

"Sini, Nak." Adji mengambil Cetta yang menangis sedih. Karena dia yang paling kecil, selalu dia korbannya. "Enggak marah Kakaknya, Nak. Becanda tadi."

Adji menepuk-nepuk punggung Cetta.

"Jangan dengerin Banyu lagi, yah? Enggak usah dengerin dia lagi. Kita ke Kakak aja. Ayok, makan di luar bertiga."

"Yes, makan di luar." Banyu beranjak.

*

1
Rahmawaty❣️
Panggilannya ganti donk jgn lu gw lu gw , tante aja ya😅
Rahmawaty❣️
Mreka abis ngpain thor ko bajunya berserakan???? Udh belah duren blom si???? 😅😅
Rahmawaty❣️
Wowww😆
Rahmawaty❣️
Kadang aku slalu berbuat baik ke org tp knp allah blm mendatangkn hal baiknya buat aku🥲
Rahmawaty❣️
Tampol jg ni si nenek nenek🤭
Rahmawaty❣️
Wow di ciummm
Rahmawaty❣️
Pdhl prgi sama suaminya tp ttep aja ada yg jahatin
Rahmawaty❣️
kaya sales ya wi/Facepalm//Facepalm/
Rahmawaty❣️
Haduhhhhhh...
Anak2 tirinya cuma beda brpa tahun doang sma ibu tirinya , jd gmna yaaaa...kn jd baperrr mrekaa🤭😋
Rahmawaty❣️
Jgn di bayangin atuh wi😂😂
Rahmawaty❣️
Apa mesti melihat bukti dlu baru kalian pda prcaya ya bocah
Rahmawaty❣️
Emg rada rada ni bocah , ga bisa ikhlas nerima mamanya prgi kayanya..
Udh bagus adeknya ga rewel nanyain mamanya ,
Rahmawaty❣️
Haha lgsug repleks liet bajunya/Facepalm//Facepalm/
Rahmawaty❣️
/Joyful//Joyful//Joyful/
Rahmawaty❣️
Emak lu udh dikuburan kocak
Rahmawaty❣️
Pikiran wanita beda2 , ada yg krna ngandelin suaminya jd ga bisa lepas dari suami.. Tp klo wanita yg berkarir mh gampang2 aja pisah dri suami krna bisa mandiri
Rahmawaty❣️
😂😂😂😂
Rahmawaty❣️
Cetta umur 6 thn mh udh gede, udh msuk SD kya anakku, hrs nya udh ngerti mamanya si
Rahmawaty❣️
Iiihh ko anak2 nya pda bgitu sii ngomongnya
Rahmawaty❣️
Cetta ini cwok ya thor ????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!